Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Kisah Cinta Adit Yang Tragis


__ADS_3

**************************************


"Adilaa!.Dila!..bangun Dila!...bangun.


Akan aku jelas kan semua nya dila!


Buka matamu!


Tolong siapa saja hubungi ambulan!!


Tolongg...


Lelaki itu terus saja memanggil manggil nama wanita yang tergolek lemah di pangkuan nya.Air mata nya mengalir mengiringi


darah segar yang mengalir dari kepala bagian belakang wanita nya.


Aroma anyir menyeruak seiring aliran darah yang tak terkendali dari kepala wanita itu.


Lelaki itu juga tidak bisa berbuat apa apa.


Hanya isakan yang nampak jelas terdengar memilukan.


Ia tampak putus asa melihat kekasih nya tak berdaya dan bersimbah darah.


Ia terus memanggil manggil nama wanita dihadapan nya,berharap yang di panggil akan membuka mata nya,tapi sia sia. Usaha nya tak berhasil.Wanita yang di dekap nya itu mungkin terlalu sakit untuk membuka mata,jangan kan membuka mata,bahkan ia sudah tidak mampu mempertahan kan kesadaran nya.


Selang beberapa detik Ambulan pun datang.Suara sirine yang terdengar nyaring menandakan adanya keadaan darurat yang harus segera diatasi.


Suara nya sama memilukan nya dengan kesedihan laki laki itu saat ini.Ia adalah Adit,Aditya Gunawan putra mahkota kerajaan Gun's Putra group.


Dua petugas kesehatan menghambur mendekati laki laki dan tubuh wanita yang lemah dan tak bergerak itu.Salah satu dari mereka memeriksa keadaan vital dari pasien. Tubuh wanita itu masih bernafas.


Mereka mengangkat tubuh wanita malang itu dari dekapan laki laki yang masih setia dengan raungan nya.mereka melakukan nya dengan hati hati,supaya tidak terjadi hal hal yang lebih serius lagi karna pergerakan posisi yang berlebihan.


seorang petugas memasang Collar neck supaya tidak ada pergerakan pada bagian leher atau kepala nya.kemudian merekat kan pembalut luka.seperti nya kepalanya mengalami cedera luka yang cukup serius.Terlihat dari pendarahan yang cukup banyak.


Lelaki itu masih setia menggenggam jemari kekasih nya.


Sesekali mencium tangannya seolah berharap matanya terbuka.


Keadaan nya begitu kacau.


jas dan kemejanya berlumuran darah.


bahkan tangan nya masih terdapat noda noda darah.


"Adila...bangun.


Akan ku jelaskan semua nya.


Maaf karna tidak berterus terang kepadamu..


Aku tidak bermaksud menyembunyikan masa lalu ku.


Hanya saja..aku tidak ingin


membuka aib aib ku sendiri dan aib wanita yang pernah ada dalam hidup ku. Aku tak ingin berlarut larut dalam kesedihan


karna menyesali kembali kesalahan ku.


Aku hanya ingin menjalani sisa hidup ku untuk bahagia bersama mu...


Hanya engkau wanita yang ku sayangi saat ini..." lirih nya dalam hati.


Air mata nya terus bercucuran.Ia menangis dan kini Ia menekan suara nya sedalam mungkin,karna tidak ingin orang lain melihat kesedihan nya.


Ia begitu lemah seperti bayi yang


ditinggal oleh ibu nya.


Tubuh Adila telah sampai di Rumah Sakit.


"Maaf pak,sebaik nya anda menunggu di luar.."


Seorang perawat menghadang Adit di pintu UGD.Air mata nya masih menetes di pipi nya.


Setelah tangisan nya reda.Ia tersadar belum memberi kabar pada orang tua Adila.

__ADS_1


Adit meraba Handphone di dalam saku nya.seketika mendial nomer Ayah Adila,memberi kabar bahwa putri nya mengalami kecelakaan.


Adila Nisa Ardhani nama lengkap gadis yang di lamar nya sebulan yang lalu.


Rencana nya mereka akan melangsungkan pernikahan dua minggu lagi.


Tapi naas.Gadis itu kini dalam kondisi yang memprihatin kan.tubuh nya tergolek lemah tidak berdaya.


Entah apa yang dilakukan oleh tenaga medis di dalam sana.Di Ruang Gawat Darurat untuk pasien yang harus mendapat kan penanganan dengan cepat.


Sudah setengah jam lebih Adila berada di ruangan itu,tapi seperti nya belum ada tanda tanda Adila selesai di tangani.Malah ada satu dokter lagi yang masuk keruangan itu.entah dokter apa ia pun tidak tau.


"Dit...bagaimana keadaan Dila?"


Ayah dila tiba tiba datang dan membuyarkan lamunannya.


Ia melihat keadaan calon menantu nya yang sudah terlihat kacau balau.


"Dila sedang ditangani pa...maaf karna telat memberi kabar..."


"Tidak apa apa..yang penting Adila cepat di tangani".


Ayah Dila menghela nafas.


Dia sangat shyok saat tadi ia mendengar kabar itu.


Bahkan Muthia mama nya Dila jatuh pinsan ketika mendengar berita tersebut.


"Dimana mama Muthia pa....?"


Adit merasa aneh karna Rudi papa nya Adila hanya datang seorang diri.


"Mama jatuh pinsan Dit..dan sekarang sedang ditangani dokter ghani..."


setengah jam kemudian pintu UGD pun terbuka.Adit dan Rudi yang sudah tidak sabar mendengar kabar keadaan Adila pun menghampiri dokter dan ingin tau bagaimana keadaan Adila saat ini.


"Dokter bagaimana keadaan putri saya?"


Rudi bertanya pada dokter Indra,


Ia tampak khawatir akan kondisi putri nya.


tapi ada yang lebih serius lagi yang harus bapak ketahui"


dokter itu diam.karna ia tau,apa yang akan dikatakan nya mungkin akan membuat keluarga pasien syok dan bersedih. Tapi ia tidak bisa menyembunyikan Fakta nya.


"Kenapa dok..? Ada apa dengan putri saya..."


Rudi sudah tidak sabar lagi mendengan kelanjutan dari kondisi putri nya.


"Mari ikut keruangan saya..."


Tak lama mereka telah sampai diruangan dokter Indra.


dan dokter itu pun mulai berbicara.


"karna cedera thorak nya terlalu parah,darah nya menggenangi otak nya,maka kita harus segera mengoperasi pasien.dan kami juga tidak bisa menjamin keberhasilan operasi ini.kemungkinan nya hanya 20 sampai 30 persen.itu pun dengan resiko saraf nya terganggu,dan ada kemungkinan,ia mengalami mati otak.Karna kami tidak mendapat respon dari rangsangan yang kami berikan"


Bagaikan petir di siang bolong..Rudi dan Adit mendengar berita itu.


Seluruh tulang mereka seakan meleleh seketika.


Kalau Dila mengalami mati otak,sama saja ia seperti mayat hidup.


Adit terdiam.Berita dari dokter menghujam di dada nya.Rasa percaya diri nya memudar.


Baru saja ia akan memulai hidup baru dan berharap bahagia dengan wanita yang di jodoh kan itu untuk nya.


Tapi kini ia seperti menelan pil pahit lagi, setelah melupakan kejadian 7 tahun yang lalu.


Kejadian yang membalik kan kehidupan pada keadaan nya saat ini.


Dulu ia sangat naif.Sehingga terjerumus dan membuat diri nya memilih jalan yang salah.


Kini Ia hanya bisa menyesali.Masa lalu nya yang berusaha ia kubur dalam dalam, sungguh tak bisa di tutup rapat .Bau nya masih memaksa keluar dan mempengruhi kehidupan nya yang sekarang ia coba perbaiki.


Hanya gara gara kabar yang tidak sedap yang dihembuskan oleh seseorang yang dengki kepada nya.Membuat wanita yang sebentar lagi menjadi istri nya itu salah paham,dan tersulut pertengkaran dengan nya.Karna emosi yang sedang membakar gadis itu,Ia berlari ke arah

__ADS_1


mobil nya yang ada di seberang jalan dan tanpa menoleh kanan dan kiri,


tubuh gadis itu tertabrak sebuah bus kota yang tepat melintas dari arah kanan nya.Tubuh gadis itu terpental sejauh 3 meter dari lokasi tubuh nya semula.Seketika darahnya menggenang di atas Emas hitam tempat tubuh nya terhempas.


**************************************


Suara isak tangis memenuhi ruangan VIP tempat gadis itu di rawat selama ini.Selama 14 hari.Ia terbaring lemah tanpa memperlihatkan perkembangan apapun,bahkan kondisi nya semakin memburuk,karna sistem saraf yang mengatur dan mengendalikan semua


aktifitas biologis tubuh itu sudah mati.


Walau pun sudah di bantu dengan alat canggih sekalipun,pasien dengan keadaan mati otak tidak akan bertahan lama.paling lama satu minggu.


Tubuh Adila yang mampu bertahan selama 14 hari merupakan suatu keajaiban.Mungkin karna keinginan kuat nya dan doa yang selalu di panjat kan untuk nya dari orang orang terkasihlah yang membuat nya ingin bertahan.


Tapi takdir Tuhan tak dapat di cegah.


Gadis itu tetap tak dapat melanjut kan hidup nya,bersama pria pujaan nya yang baru ia kenal 2 bulan yang lalu karna perjodohan orang tua mereka.


Adit masih tertegun di atas pusara Adila yang masih basah.


Perasaan kehilangan dan bersalah kini bersarang di dada nya.


Ia tidak tidak seharus nya menyalahkan masa lalu nya.Karna itu sudah menjadi jalan takdir bagi nya.


Tapi karna masa lalu nya yang menjadi penyebab Adila kehilangan nyawa nya, Ia jadi merasa semua ini kesalahan dari masa lalu nya.Mungkin Allah sedang menghukum nya.


**************************************


Adit memandangi langit sore yang memantulkan sinar mentari yang ke emasan.


desiran angin sore menambah kegundahannya semakin tergiring menghampiri nya.


Masih lekat dalam ingatan,kejadian 5 tahun yang lalu mengubah kepribadian nya menjadi sedikit tertutup.


Namun kedewasaan rohani nya semakin nampak dalam diri nya.


Ia hanya ingin merasakan kebahagiaan di akhir hayatnya,kalau boleh?.


Ia sadar telah banyak dosa yang di lakukan di masa lalu.


Kalau memang ini cara Allah menghapus dosa dosa nya,maka ia rela.


Ia rela menanggung rasa ini sampai akhir.Ia harus bahagia dengan rasa yang ia simpan hingga kini.


Rasa bersalah yang belum sepenuh nya memudar dari hati nya.


kring kring..


kring kring..


Suara dering membuyarkan lamunan nya.


Ia melihat layar ponsel,tertera nama Mama Muthia sedang memanggil nya.


"Assalamu'alaikum halo ma..."


Adit menyapa orang di sebrang sana dengan lembut.


"Nak kamu dimana? kamu tidak lupa kan hari ini peringatan kematian Adila?"


"Tidak ma...nanti Adit datang.Ini adit masih di kantor.Dari sini Adit langsung kerumah"


"Syukurlah kamu bisa datang nak...


ya sudah,mama tinggu nak.."


Panggilan berakhir...


Adit bergegas merapikan berkas berkas di atas meja.Ia akan datang ke rumah papa Rudi lebih awal.


Sudah lama ia tidak bersiraturrahmi ke rumah orang tua Almarhumah Adila calon istrinya itu.


Selain adila papa Rudi jug mempunyai seorang putra,ia adalah adik Adila,


Adam nama nya. Adam meneruskan pendidikan nya di Amsterdam.


Ketika kejadian yang menimpa kakak nya,ia baru berumur 16 tahun.

__ADS_1


kini ia menjadi putra satu satunya keluarga itu.Tentu nya ia menjadi satu satu nya penerus keluarga nya.


Bersambung......


__ADS_2