
*****
***Adit meletakkan sebuah kunci di hadapan Fatih.kunci berwarna silver lengkap dengan gantungan unik nya.
Adit menaikkan kedua alis nya sambil menatap Fatih dan memainkan bola mata nya menunjuk ke arah kunci itu.
"Apa..?"
Fatih tak mengerti apa maksud Adit,dengan menunjuk kan sebuah kunci yang telah di letak kan di depan mata nya itu.Apakah dia menyuruh nya membuka brangkas milik nya?...atau dia berniat memberi hadiah bulan madu menginap di villa milik keluarga nya?.Atau dia hanya ingin pamer sesuatu milik nya?.
Pilihan pertama dan terakhir jelas tidak mungkin. Apalagi yang terakhir....jelas bukan tipe nya.Hanya pilihan
kedua yang sesuai logika.
"Gue gak mau kalau honeymoon nya di villa lo...Udah terlalu sering kita kesana. kalau gue honeymoon disana,yang ada bukan honeymoon.tapi cuma pindah kamar aja!....cuma beda nya kali ini ditemani istri!"...
Fatih tersenyum ringis memperlihatkan gigi nya yang rapi,tatkala dia menyebutkan kata "ISTRI" di akhir kata kata nya. Kata itu masih terdengar asing saat ini,dan akan terbiasa setelah dia menikah nanti.
"Siapa juga yang nyuruh lo honeymoon di sana! ciehh!...sialan lo! sekarang udah bisa pamer!!".
Adit memalingkan wajah nya ke kiri,kemudia kearah Fatih dengan senyuman sinis.
"Hehe...". Lagi lagi Fatih tersenyum ringis.
"Itu kunci rumah hadiah dari gue untuk pernikahan lo.buat lo tinggalin sama istri lo....ya.....pengantin baru kan biasanya butuh privasi".
😆😆😆
"Serius lo mau ngasih gue rumah!!".Fatih membelalakkan matanya.
Terlihat kaget dan senang menjadi satu.
"Hmm...."
"Bukan kunci nya doang kan?....".
Fatih masih tak percaya dengan perkataan Adit.
"Apa...?ini gue ambil lagi...!!!".
kata Adit sambil memajukan tubuh dan tangan nya ke arah dimana kunci di letak kan akan tetapi didahului Fatih.
"Eett sorry......ini udah jadi hak gue..karna lo udah kasih ke gue...hehe".
Fatih menyimpan kunci itu ke dalam saku jaket nya.
"Lo bisa puas puasin bermain dengan istri lo!!..kurang pengertian apalagi coba?!!.Adit menekankan kata kata nya sambil menyenderkan punggung nya ke sandaran sofa.
"Hehe...Makasih atas pengertian lo...
Lo emang sahabat gue banget,bahkan
seperti keluarga bagi gue...". Kemudian dia mengambil cangkir dihadapan nya,menghabiskan isinya,dan meletak kan kembali ke tempat semula.
"Gue kali yang harus nya bertrima kasih sama lo...kalau bukan karna lo..nggak tau gue jadi apa...".Adit menunduk kan kepala begitu pula Fatih.
Peristiwa waktu itu terulang dalam memori mereka. Peristiwa yang jadi titik balik kehidupan Adit. Suatu peristiwa yang disimpan untuk di jadikan pelajaran berharga.Dan untuk dijadikan alasan nya,untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
__ADS_1
*****
Siang itu di sebuah Caffe.
***Seorang wanita datang menerobos pintu Caffe dengan raut muka kemarahan.
berjalan tergesa gesa menuju segerombolan laki laki dan perempuan yang sedang duduk asyik bercengkrama sambil menikmati makanan dan minuman yang tersaji di meja.
Tiba tiba....
Plaaakkkk!!
Satu tamparan keras mengguncang pipi adit dan kini bersemu merah.
Tentu tamparan itu juga melukai tangan si gadis,terdengar dari suara nya yang keras.
Orang orang pengunjung caffe dan teman adit yang berada di depan nya merasa ngilu..tapi muka mereka sekaligus mengisyarat kan sebuah pertanyaan.
Yang mereka tau,Adit memang sering jalan dengan wanita yang berbeda beda.Dia sering gonta ganti pasangan.Tapi dari sekian banyak wanita yang jadi kekasih nya,belum pernah dia mendapatkan tamparan dan dipermalukan seperti ini. Mungkin ini hari sial bagi nya.
wanita itu tersenyum sinis
"Jadi gini kelakuan lo di belakang gue...".
Dia melipat tangan ke dada nya dengan raut muka yang masih memerah menahan amarah nya.
"Lo harus...".
Belum gadis itu selesai bicara, Adit berdiri dan menyeret tangan gadis itu untuk menjauh dari teman teman nya.
Dia menuntun gadis itu hingga kira kira teriakan tidak terdengar oleh mereka.
"Mau lo apa sih??!". Adit memelotot kan mata nya kesal.
"Gue kan udah bilang sama lo..kalau
gue hamil...kenapa lo gak bales chat gue!?..dan kenapa lo menghindar?!!
Adit menyeret tangan nya lagi dan memaksa gadis itu masuk ke dalam mobil yang tidak terlalu jauh dari tempat nya berdiri tadi. Dan sekarang posisi mereka telah berada di dalam mobil.
"Gue...".
Adit mengacak rambut nya. Dia terlihat frustasi menghadapi kayisa kekasih nya. Dia belum siap menghadapi kenyataan bahwa dia menghamili seorang gadis.
"Apa!!!?...Kenapa diem?!!!".....
Kayisa mengetuk ngetuk kan telunjuk kanan nya,hingga membuat Adit terdorong ke belakang.
"Jangan bilang lo nggak mau tanggung jawab!!!....gue nggak mau denger alasan lo!...pokok nya lo harus tanggung jawab!!!.
kali ini kayisa sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya. Akhirnya gadis itu menangis.
Dia benar benar kecewa karena merasa telah diabaikan. Dia sudah menyerahkan segala nya pada kekasih nya itu. Tapi apa yang dia dapat sekarang...hanya rasa kecewa dan sakit hati. Dia telah salah,karna mengabaikan nasihat teman teman nya untuk tidak berhubungan dengan nya. Dan kini dia merasa tertampar karna telah membela kekasih nya yang nyatanya nasehat mereka tentang kekasih nya selama ini adalah benar.
"Gue gak bisa Sa...Gue belum siap!
Gue...". Adit tidak bisa berkata kata,posisinya terjepit. Disamping desakan dari Kayisa yang menangis
__ADS_1
saat ini,tapi dia juga takut pada ayah nya,yang tidak merestui hubungan mereka. Tapi dia juga tidak tega dengan kondisi gadis nya itu,apalagi dia sedang mengandung darah daging nya sendiri.
"Apa!!!".
Gadis itu semakin terisak mendengar pengakuan Adit.
Kayisa gadis kelahiran Subang Jawa Barat. Dia adalah gadis yatim piatu yang hidup sebatang kara. Keluarga nya saat ini adalah Bu Dania dan keluarga Bu Dania,serta penghuni panti asuhan tempat ia di besar kan.
Bu Dania adalah pemilik panti asuhan yang juga menjadi ibu angkat nya sekaligus.
Gadis malang itu selamat dari bencana tanah longsor,yang telah merenggut keluarga nya. Orang tua dan saudara saudara nya menjadi korban dan meninggal,hanya kayisa yang selamat.
Dia di bawa oleh Bu Dania,untuk dirawat sementara di panti asuhan milik nya. Kondisi nya sangat memprihatin kan waktu Bu Dania membawa Kayisa pulang.
Dia terlihat syok dan sedih karna semua keluarga yang Ia sayangi meninggal kan diri nya. Hanya tersisa keluarga dari Ibunya,Itu pun jauh karna mereka tinggal di kota Aceh. Tapi karna sudah merasa nyaman,Kayisa lebih memilih tinggal dengan Bu Dania,ketimbang keluarga dari Ibu nya.
Gadis malang itu hanya bisa pasrah meratapi nasib nya. Dia merasa putus asa,karna dia merasa yakin Adit tak mau bertanggung jawab atas kehamilan nya.
Dia mengeluh dalam hati nya,dia marah dan bahkan protes pada Tuhan. Kenapa kemalangan kemalangan selalu terjadi pada nya....
Apa yang salah dengan nya.
kenapa dia tidak begitu beruntung,bahkan harus pada kisah cinta nya. Yang membuat nya merasa beruntung hanya paras nya yang cantik jelita,selain itu dia merasa sial.
Setelah mendengar penuturan Adit, diapun pergi. Ditinggalkan nya sosok yang begitu dia cintai itu begitu saja,berharap Adit berlari menghampiri nya untuk mencegah nya pergi dan memeluk dalam dekapan nya seperti biasa. Tapi harapan itu pupus,karna yang diharap tidak kunjung mencegah nya walau sekedar dengan kata kata. Gadis itu bertekad dalam hati,tak mau lagi memaksa Adit atas keinginan nya,karna akan percuma.Dia hanya seorang anak yang hidup dalam bayang bayang orang tua nya. Dia hanya sebuah wayang yang selalu menurut pada dalang nya,dia tidak akan pernah berani menanggung resiko bila keputusan nya tak sejalan dengan orang tua nya.
*****
***Beberapa minggu kemudian.Kayisa di kabar kan meninggal.
Menurut keterangan teman teman nya,
dia mengalami pendarahan hebat dan meninggal dunia.
Adit yang menerima kabar tersebut merasa terpukul,dia merasa bersalah dan berdosa atas perbuatan nya.
Dia gadis malang dan berakhir malang karna perbuatan nya. Kini dia menyesal karna pada akhir nya dia yang paling merasa kehilangan.
waktu dia akan mengakui kesalahan nya dan meminta maaf sekaligus bertanggung jawab atas perbuatan nya,ternyata dia terlambat. Semua nya sudah tidak bisa di perbaiki,lebih lebih untuk Kayisa.
Yang hanya bisa dilakukan sekarang adalah memperbaiki diri nya sendiri..Agar tidak terulang peristiwa yang sama.
******
***Adit menunduk kan kepala nya..Air mata nya yang sejak tadi menetes tidak mau berhenti mengalir. Kenangan buruk itu selalu menghantui nya.Bahkan membuat nya berubah 180 drajat.
Dia berjanji pada diri untuk berubah.
Dia tidak malu menampak kan kelemahan nya pada Fatih.Karna dia tau segala nya.Dia di sana saat sahabat nya itu di titik terendah.
Dia merasa beruntung mempunyai sahabat seperti nya,yang tidak menyalahkan tapi memberi kekuatan untuk bangkit.Yang tidak memukul,tapi merangkul.
Dialah yang membantu nya sehingga dia mampu berpijak dipijakan yang kokoh sampai saat ini.Dia membantu sampai hal yang dia butuhkan.
"Trimakasih Fatih...lo selalu di sisi gue..saat gue sendiri..saat gue mengalami kebangkrutan. Bukan hanya kebangkrutan dunia,tapi juga akhirat".
Fatih memeluk tubuh sahabat nya yang terus bergetar karna tangisan nya.Dan malam itu menjadi malam yang mengharukan bagi mereka.
__ADS_1
Bersambung.......