Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Tingkah Aneh Mahira


__ADS_3

**************************************


Di sisi lain....


Mahira yang mulai menjalani kehidupan baru nya,sudah mulai terbiasa dengan kegiatan nya sehari hari.


Sebagai seoarang wanita yang baru saja menyandang status sebagai seorang istri.


Ia tidak canggung lagi melayani segala keperluan dan kebutuhan suami nya.bahkah ia menikmati kehidupan baru nya bersama Fatih.


Waktu menunjuk kan pukul 08.00.


Mahira duduk di sebelah suami nya. Tanggan nya,memegang buku novel yang sedang ia baca.


"Mas...aku pengen makan tottobokki


yang pedesss banget.beliin ya mas...?"


Mahira merengek.Ekspresi nya seperti sedang membayangkan makanan asal dari negara gingseng itu.


"Iya...nanti mas beliin.Tapi sekarang mas mau kerja dulu sebentar".


Fatih berbicara tanpa meninggal kan perhatian nya dari layar komputer.


"Ya...padahal aku pengen nya sekarang mass..."


Mahira sedikit kecewa,mendengan jawaban suami nya.


"Ini masih pagi sayang.kamu juga habis sarapan..apa udah buka jam segini?"


Fatih menekan kan kalimat nya.


"kalau yang deket deket belum sih...tapi kalau restoran korea di daerah BSD itu udah buka mas..mereka buka pagi hari" Mahira mencebik,karna diabaikan suami nya yang masih sibuk dengan laptop nya. "baik lah.nanti saja.nanti ya mas kalau udah buka..."


Mahira memahami kesibukan suaminya.


lagi pula restoran korea yang terdekat di jam jam segini juga belum buka.


Fatih masih sibuk dengan data data yang di simpan di dalam laptop nya.


besok senin dia harus menemui klien nya bersama atasan nya.Sebelum itu ia harus menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan pertemuan nya hari senin besok.


Ia menutup laptop kerja nya.


merenggangkan tubuh nya yang kaku dan berjalan menuju ranjang tempat istri nya merebahkan tubuh nya.


Ya Allah..istriku ini.kenapa jadi pemalas begini si?.


Fatih tersenyum.dan membelai rambut istri nya yang panjang.


Ia menikmati pemandangan di depan nya saat ini.


Wajah wanita di depan nya begitu tenang.menggambarkan ketenangan hati nya yang dalam.


Fatih menyibak selimut yang dipakai Mahira untuk menutupi tubuh nya.


Ia menyelinap di balik selimut dan ikut merebahkan tubuh nya bersama tubuh istrinya yang mulai menghangat.


Hari masih pagi,tapi mereka kembali lagi ke alam mimpi mereka.


Hari minggu,biasa nya di gunakan oleh sebagian orang untuk berada di luar rumah,menikmati waktu libur mereka dengan bermacam macam kegiatan.


Tapi tidak dengan sepasang kekasih yang 6 minggu lalu meresmikan hubungan mereka.


Hari hari terakhir ini Mahira merasa lelah.


kegiatan kampus dan kegiatan baru sebagai seorang istri membuat tenaga dan pikiran nya terkuras.


Apalagi ini akhir semester untuk perkuliahan nya.


Ia sudah mulai menyusun skripsi nya,sebagai akhir dari pendidikan nya.


Mahira mengeliat.Ia merasa sesak ketika tangan besar Fatih melingkar di pinggangnya.


"Mass..jam berapa ini?"


Mahira melihat alat pengukur waktu yang menempel di dinding kamar nya.


Tangan besar itu digeser oleh Mahira. Ia munyibak selimut untuk beranjak, keluar dari kehangatan yang masih terasa di tubuh nya.


Pria di samping nya tak bergeming.Ia pasti kelelahan.


Mahira turun dari ranjang nya.beranjak pergi dan keluar dari kamarnya.


Ia merasa ada sebuah rongga di perut nya yang meminta di isi.


Ini baru jam 10 kenapa aku sudah kelaparan?


Akhir akhir ini Mahira merasa aneh.


Ia sering berhalusinasi mengenai makanan.ia bahkan meneteskan air liur nya ketika membayangkan makanan yang ingin sekali ia makan.


Ia berjalan ke arah dapur.Di buka nya lemari pendingin yang ada di antara dapur dan ruang makan nya.


kemudia ia menutup nya kembali.Tidak ada makanan yang ia minati.setelah merenung sebentar ia kembali ke dalam kamar.

__ADS_1


"Masss..." Mahira menggoyangkan tubuh Fatih yang masih terlelap di bawah selimut nya.


"Masss!!" Seru Mahira lembut


ketika suaminya belum juga membuka mata nya.


Fatih yang terusik mengeliat dan mengerjapkan mata nya.


"Apa dinda? ayo tidur lagi sini...!"


Fatih menarik tangan Mahira yang ditarik malah mencebik kan mulut nya karna sedikit kesal.


"Mas aku ingin makan sesuatu,aku lapar...."


Mahira merengek sambil menarik narik kaos yang Fatih kenakan.


Benar benar seperti anak kecil.


Fatih bangun dari tidur nya.Ia menoleh ke arah jam dinding.


Waktu menunjuk kan pukul 10.15


waktu yang masih awal untuk melakukan makan siang. Tapi istrinya merengek mengatakan sudah lapar.lalu kemana perginya sarapan yang ia makan tadi pagi?.Tak biasa nya Istri nya seperti ini. Selama mereka menikah.Fatih tidak pernah mendapati istri nya ngemil sekalipun.


hanya sesekali memakan buah,itu pun di waktu malam.


"Ayo mass...kita keluar cari makan dulu.."


Fatih menggelengkan kepala nya.


Meskipun begitu,ia tetap menuruti kata kata Mahira istrinya.


Fatih mengganti kaos nya dengan kaos yang baru.ia memakai pakaian santai yang tidak panas di kenakan ketika di luar rumah.Karna cuaca di luar begitu cerah dan panas.


hal serupa di lakukan oleh Mahira.


**************************************


Mahira sedang menikmati makanan nya.


ia tampak lahap mengunyah setiap suapan Tottobokki yang di ingin kan nya sejak pagi tadi.


Fatih di buat heran dengan tingkah istri nya yang berbeda.


Apa ini...ini tidak seperti istri ku!


kenapa nafsu makan nya berubah akhir akhir ini?


Fatih mendelik ketika istri nya mengambil makanan Fatih yang masih setengah ia makan.


"Kamu mau mengingin kan nya lagi?.


Aku akan memesankan nya.."


Tutur Fatih pada Mahira yang sedang menikmati hidangan khas negara Gingseng itu.


Mahira menggeleng,tanpa bersuara.


Ia benar benar seperti orang yang kelaparan,yang tidak makan selama 2 hari.


Setelah selesai dengan Tottobokki nya.ia melanjutkan dengan jus Avocad kesukaan nya.menghabis kan minuman kesukaan nya itu sampai tandas tidak tersisa.


"Mas aku sudah kenyang...ayo kita pulang..."


Fatih masih tidak mengerti dengan ke abtrak kan dari tingkah laku istri nya.


walau begitu,ia senang dengan perubahan Mahira.sebagai seorang suami ia ingin istri nya nyaman dengan kehidupan baru nya.ia ingin menuruti apapun yang di inginkan istri nya itu.


Apapun,kecuali hal hal yang tidak di perboleh kan oleh syariat.


"Kau ingin membeli yang lain..? mumpung kita masih di luar..."


Mahira mengangguk.Mereka meninggalkan area restoran korea yang terdapat disalah satu Mall terbesar di daerah Tangerang Selatan.


Mahira memilih milih kebutuhan rumah tangga yang menurut nya sudah mulai menipis.mulai dari bahan pokok sampai keperluan mandi.


tak lupa sayur mayur dan buah buahan segar.Ia tampak antusias bahkan mulai kalap,semua ia ambil seperti tubuh nya mampu melahab semua.


"Sayanggg...jangan ambil semua jenis buah terlalu banyak...pilih saja untuk tiga hari ke depan.kau bisa mengganti buah yang lain nya ketika buah yang kau beli sudah habis".


Fatih menasehati Mahira.ia takut buah buahan itu membusuk karna terlalu lama di simpan di kulkas,dengan banyak nya buah yang dipilih Mahira.


Dan juga tidak baik menyimpan bahan makanan seperti buah dan sayuran terlalu lama di dalam kulkas.Karna nutrisi nya bisa berkurang.


"Baiklah.."


walau sedikit tidak rela tapi ia menuruti kata kata suami nya.


Fatih tersenyum melihat wajah istrinya yang sedikit muram,tapi di sini ia mendidik istri nya,supaya tidak bersikap boros dan menyiayiakan makanan.


Membeli sesuatu yang berlebihan hanya untuk di sia siakan itu dilarang karna itu nama nya Mubazir.dan Allah tidak menyukai orang yang berlebih lebihan.


Kringg..kringg


Kringg..Kringg

__ADS_1


ponsel Fatih berbunyi,terdapat nama Adit pada layar ponsel nya.


"Assalamu'alaikum...


Ada apa dit?"


Fatih menyapa orang di sebrang sana yang tak lain adalah Adit.


"Wa'alaikum salam warrah matulloh...


di mana lo...?"


"Lagi di Mall xxx.ada apa?"


"Gue lagi di jalan menuju ke rumah lo...


tapi kalau lo lagi sibuk gue balik aja.."


"Gue bentar lagi balik,ni udah kelar lagi di kasir"


"Ok deh gue ke sana ya..Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikum salamm. Gue tunggu.."


Pangilan di akhiri...


**************************************


Adit Menunggu di dalam mobil nya.


Sudah hampir 30 menit ia menunggu kepulangan tuan rumah yang ada di depan tempat ia memarkirkan mobil nya.


Tak lama kemudian mobil Honda Brio warna merah metalik pun berhenti tepak di sebelah mobil nya.


Adit membuka pintu mobil nya.


begitu pun Adit yang di susul Mahira yang keluar dari mobil nya.


"Lo udah tadi sampai di sini?"


Fatih bertanya,padahal ia seharus nya sudah tau dengan ekspresi Adit yang sedikit datar.


"Iya..! bahkan udah tumbuh jenggot karna terlalu lama nungguin lo..."


Fatih menggaruk kepala nya..ia menoleh kearah istri nya yang mulai menbongkar belanjaan nya.ini karna istrinya tadi meminta makanan yang susah di cari. Sehingga membuat sahabat nya itu menunggu diri nya terlalu lama.


"Mas tolong belanjaan nya ya!"


Seru mahira supaya Fatih membawa masuk belanjaan nya.


"Iya sayang...biar kan saja,nanti mas yang bawa..."jawab Fatih kepada Mahira


"Ayo dit masuk"


Fatih mendorong gagang pintu setelah berhasil membuka kunci pintu.


Ia kembali ke arah mobil mengambil belanjaan yang tadi mereka beli.


"Bang Adit mau minum apa?"


Tawar Mahira pada Adit sahabat suami nya itu.


"Apa saja..kopi juga boleh..hehe"


Adit meringis dengan jawaban nya sendiri.


"Cieh..Air putih saja sayang...kata nya apa saja?!" Fatih meminta pada Mahira,tentu saja bercanda.


Tak lama kemudian minuman telah tersaji di hadapan Fatih dan Adit yang sedang berbincang.bukan hanya kopi tapi camilan yang tadi Mahira beli ikut menemani kopi buatan Mahira.


"Silah kan kopi nya bang..."


Mahira mempersilahkan kepada Adit.


"Trimakasih ya..." Kata Adit,dan ia mendapat senyuman dari Mahira.


"Mas...aku ngantuk,aku mau bobok ya mas..aku sudah nggak tahan ni..".Mata mahira tampak sayu,terlihat sekali ia menahan kantuk nya.


Fatih yang tidak percaya dengan perubahan tingkah laky dan emosional istri nya mengerjapkan mata nya kemudian membulat dengan sempurna.


"Kamu baru saja makan sayang..tunggu beberapa menit supaya makanan yang tadi kau makan tercerna dengan baik"


Fatih menasehati Istri nya.karna sebelum ia sampai di rumah, ia baru saja menyantap soto betawi di rumah makan xxx yang terkenal karna enak nya.


"Iya mass...Aku masuk ya mass..


Bang Adit jangan sungkan sungkan ya,


anggap rumah sendiri"


"hmmm.."Adit mengangguk kan kepal nya.


Fatih melanjut kan obrolan nya dengan nyaman.mengenai pekerjaan nya.bahkan mengenai kebiasaan istri nya akhir akhir ini yang membuat nya menggelengkan kepala.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2