Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Menginap di rumah Bunda


__ADS_3

*****


***Fatih masih bercerita dengan antusias. Drama tragedi komedi yang Adit lakoni membuat mereka prihatin sekaligus terhibur.karna sesekali mereka harus tertawa dengan tingkah konyol sahabat nya di masa remaja.


Bukan karna "Salah asuhan" seperti dalam novel karya abdoel moeis yang terbit di belanda tahun 1928.


Tapi karna takdir yang memainkan peran nya,bahwa Adit memang harus menjalani kehidupan nya seperti itu. Sampai pada akhirnya dia lelah dan merubah takdir nya menjadi lebih baik dari sebelum nya.


Waktu menunjuk kan pukul 15.20 setelah mereka melakukan sholat Ashar,mereka melajukan mobil ke salah satu Restoran seafood yang masih berada di daerah Bintaro.


Setelah menyantap sajian kesukaan masing masing.Merekapun berpisah.


Fatih yang akan kembali ke rumah mertuanya,sedangkan Adit pulang ke Apartemen Elit nya.


"Dit gue duluan ya...".Cicit Fatih setelah berada di belakang kemudinya.


Adit yang masih bersandar di pintu kemudi mobil milik Fatih,seakan tak rela melepas kepergian mereka.


Mereka akan berpisah. Fatih pergi bulan madu,sedangkan dia 4 hari lagi harus kembali ke jepang. Mungkin mereka akan bertemu lagi sebulan kemudian.


"Udah ya gue duluan...keburu maghrib". gumam Fatih kembali setelah pembicaraan mereka terpotong.


"Ok...hati hati dijalan"jawab Adit sambil melambaikan tangannya karna mobil mulai bergerak.


"Assalamu'alaikum..." Fatih berucap salam pada Adit seraya melambaikan tangan.


"Wa'alaikum salam waroh matullah" Jawab Adit seraya membalas lambaian tangan Fatih.


*****


***Fatih dan Mahira telah sampai di kediaman Amananta.Mereka disambut hangat oleh penghuni rumah besar tersebut.Setelah menyalami orang tua Mereka meminta izin untuk membersihkan diri.


Setelah melakukan sholat maghrib,mereka turun untuk makan malam.


Makan malam berlangsung singkat,tidak seperti biasa mereka mengobrol dan menjalin komunikasi satu dengan yang lain walau hanya sebentar.karna alasan pekerjaan,Papa Ruslan harus kembali ke ruang kerja nya.Begitupun Fatih dan Mahira,mereka kembali ke kamar Mereka.


*****


"Dinda besok lusa kita menginap di rumah bunda ya..?" Ucap Fatih setelah melakukan sholat Isya berjamaah.


"Iya mas...aku juga uda kangen sama bunda dan Zahra".


Jawab Mahira seraya menyenderkan


tubuh nya di dada bidang milik Fatih.


"Dinda..kau Ingin bayi laki laki atau perempuan dulu?" Adit bertanya pada istri nya.


Tangan nya melingkar di bahu Mahira.


"Aku ingin bayi laki laki mas..kalau anak pertama laki laki,dia bisa menjaga adik adik nya,seperti mas Fatih yang selalu melindungi dan menjaga Zahra dan Fatan". Ucap Mahira mejawab pertanyaan Fatih.


"Sayang...Apakah kamu lelah?" Tanya Fatih lirih kepada istri nya.Kini tangan nya melingkar di pinggang istri nya.


Suara berat sudah menguasainya.ditambah kaki besarnya mengunci pergerakan Mahira.


"Massss" Mahira merasa geli dengan bibir Fatih mendadak mulai menyerang wajah Mahira.


"Jawab sayang...apa kau juga masih merasa sakit?" Suara Fatih benar benar berat menahan gejolak sahwat yang menguasainya.


"Masih sakit mas..tapi Mahira nggak akan menolak kalau mas menginginkan nya".


Jawab Mahira malu malu.


"mas menginginkan nya sayang...".


Tangan Fatih meraih apa saja bagian tubuh Mahira yang sensitif.


Syahwat Fatih sudah tidak bisa di kendali kan lagi.Sebenar nya dia ingin segera beraksi dan memulai pergerakan.Supaya bisa segera menumpah kan nya dan menikmati titik puncak kenikmatan. Tapi dia bersabar karna ingin memuaskan istrinya terlebih dahulu.


Dalam berhubungan intim,semua harus terpuaskan,tidak boleh hanya puas salah satu.


Apalagi wanita lebih lambat menerima rangsangan dari pada laki laki. Jadi laki laki harus bersabar dan lebih lama memberi sentuhan sentuhan di daerah sensitif.

__ADS_1


Tentu saja Fatih tau daerah mana yang di anggap sensitif,karna dia tidak buta dengan pengetahuan ini.Dia langsung belajar dari ahlinya,seorang ustadz dan juga seorang dokter sekaligus.


Malam itu,mereka melakukan pertempuran yang sengit.Mahira yang merasa kelelahan karna dari tadi di gembur oleh kekuatan Fatih,tiba tiba mengangkat senjata. Dia menyerah dan mengaku kalah dengan serangan serangan Fatih yang membabi buta.


"Mas udahan yuk...lepaskan saja mass"


"Hmm...baiklah sayang.Mas lepaskan ya..."Fatih menyelesaikan pekerjaan nya yang sudah kepalang tanggung.


Tak menunggu waktu lama Fatih sekali lagi sudah seperti berada di atas awang awang.


Setelah selesai melakukan pergulatan.


Mereka mensucikan diri mereka,dan melanjutkannya dengan sholat malam.


kemudian tidur karna waktu sudah menunjuk kan pukul 02.00.


*****


***Pagi yang cerah di rumah Amananta.


Seperti biasa,setiap pagi keluarga ini melakukan sarapan pagi bersama.Selain untuk memenuhi nutrisi pada tubuh,sarapan bersama bermanfaat untuk selalu menjaga komunikasi,apalagi dengan pasangan. Dengan alasan itulah ayah Mahira mewanti wanti,


tak boleh ada yang melewat kan makan bersama di waktu pagi,karna waktu sarapan punya banyak manfaat.


"Pa..Ma..rencana nya pagi ini Fatih dan Mahira mau ke rumah bunda,dan insyaAllah kami menginap di sana,dan melanjutkan rencana bulan madu"


Cicit Fatih membuka percakapan.


"Hati hati...tetep jaga kesehatan dan stamina.Papa pengen segera menimang cucu..hahaha...." tawa papa Ruslan terdengar merdu di akhir kalimat nya.


"Siap pa! kami juga ingin segera punya bayi.Umur Fatih sudah tidak muda lagi,jadi kami tidak ingin menunda nya"


"Bagus Fatih...Papa kira Mahira ingin menunda,karna dia punya alasan kuliah nya..."


"Tidak lah pa...Mahira juga ngerti kok mau nya mas Fatih". Mahira tersenyum malu saat Papa nya tersenyum menggoda diri nya


"Hahaha..." Tawa pun menggelegar berjamaah.


sang Mama yang berjalan dari arah dapur,sabil membawa minuman ikut tertawa walau dia tidak mengerti apa tepat nya yang di tertawakan.


"Pa...cukup.Mahira malu pa....jangan beberkan aib Mahira!!" Bibir nya mencebik manja.


"Nanti Fatih juga tau aib mu walau sekuat tenaga kau sembunyikan"


Kelakar Papa Ruslan membela diri nya sendiri.


Mereka menikmati teh dan camilan yang di sediakan Mama Amira.


*****


***Mahira dan Fatih tiba di rumah bunda Fatimah.


Setelah mengucapkan salam dan melepaskan kerinduan,mereka berbincang bincang di teras samping rumah mereka yang asri.


"Bunda...besok insyaAllah Fatih sama Mahira berangkat bulan madu ke


bali".Fatih meminta izin kepada bunda nya.


"Iya...semoga selamat sampai pulang kembali.berapa hari di sana nak?" tanya bunda nya kepada Fatih.


"Lima hari pulang pergi bun...mau oleh oleh apa bun...?"


Fatih kembali bertanya.


"Terserah kamu saja nak...apapun itu"


Bunda Fatih menimpali pertanyaan Fatih.


"Aku bang.. kaos Joger sama batik kriSna nya bang". kelakar Zahra menyela pembicaraan Bunda dan abang nya,ketika baru saja tiba dari kampus.


"Kamu uda pulang Za...?" pertanyaan Mahira ketika tiba tiba sahabat nya datang dari luar.


"Iya Ra...aku bolos soal nya udah kangen sama kamu! hahaha" jawab Zahra tawa nya menggaung kemudian.

__ADS_1


"Astaghfirullah Zahra!,Mahira sekarang kakak kamu. panggilah sesuai posisi nya!!" Ucap bunda menasehati Zahra.


"Maaf bunda...Zahra belum terbiasa" jawab Zahra dengan pembelaan nya.


Mereka mengobrol kesana kemari,melewati waktu pagi menjelang siang.Karna jam menunjuk hampir waktu makan siang,mereka meneruskan kegiatan seru mereka di dapur.


Begitulah kalau wanita sudah berkumpul.dari pagi hari hingga malam pun mereka betah menggerak kan bagian sistem pencernaan yang mengatup atup dan kadang lebih keras suara nya dari pada toa.


Setelah selesai masak mereka melakukan sholat dhuhur berjamaah di rumah.kecuali Fatih,dia ikut sholat berjamaah di masjid yang dekat dari rumah nya.setelah melakukan kuwajiban sholat mereka makan siang bersama.


*****


***Malam hari di kamar Fatih.


Fatih terlihat sibuk dengan Laptop nya,walaupun sedang cuti,Fatih tetap bekerja seperti biasa.hanya saja kali ini ia batasi.Karna sudah ada istri di samping nya.


Mahira merasa di acuh kan.Padahal Fatih sudah meminta ijin tadi,tapi entah apa yang membuat nya merasa seperti itu.Yang jelas dia menginginkan pelukan suami nya.dia mulai terbiasa tidur dengan belaian suaminya.


dia merasa nyaman dan tentram jika tidur suaminya ada di sisi nya.


Padahal kalau di pikir..baru dua malam ia tidur dengan suaminya.


Mahira berusaha memejamkan mata nya.Dia tidak ingin mengganggu pekerjaan suami nya,dia harus mulai membiasakan diri dari sekarang.


Tubuh nya lelah sendiri,karna memaksa untuk diam.kalau harus terus bergerak dia takut membuat suami nya tak nyaman.


Akhir nya dia pun tak tahan lagi.


"Mass..Mahira gak bisa tidur...". Dengan lenguhan manja nya terpaksa dia membuka suara.dia terduduk dan menatap suami nya dengan lesu.


Mungkin karna belum terbiasa tidur di kamar yang bukan kamar nya sendiri.Maka nya dia tidak bisa tidur,atau mungkin karna hal lain..


entahlah hanya psikologi Mahira yang tau.


"Sebentar,mas kirim dulu file nya ya....."


Fatih berusaha meyakinkan Mahira.


Selang beberapa menit Fatih sudah menyelesaikan pekerjaan nya.Mematikan benda kesayangan nya dan menyimpan nya dengan rapi.


Dia mengalihkan pandangan ke arah istrinya dan segera menghampiri istrinya yang masih terduduk menunggu nya.


Fatih menyibak selimut tebal itu dan masuk kedalam nya.


"Ayo kita tidur sekarang...besok pagi kita harus bersiap siap untuk bulan madu kita" Cicit


nya pada Mahira.


Fatih merengkuh tubuh Mahira yang ramping tapi padat di beberapa bagian.hingga seandai nya Mahira memakai baju yang pas..maka lekuk tubuh nya akan terlihat sempurna,sexy dan menggairahkan jika di lihat laki laki normal.


Beruntung nya Fatih yang memiliki Mahira.karna semua karakter yang di inginkan laki laki,ada pada diri nya.


"Dinda...apa kau tidak lelah? sedari tadi ku perhatikan,kau terus saja bergerak".


Fatih menyadari pergerakan Mahira yang berusaha membolak balik kan tubuh nya,sedangkan dia ada di pelukan nya.


"Entahlah,aku tidak bisa tidur...." Jawab mahira lemah.


Tanpa aba aba Fatih mengecup bibir Mahira.******* nya dan menenggelamkan lidah nya di sana.


Mahira membalas ******* Fatih yang panas dan semakin memanas seiring intens nya Fatih memperlakukan tubuh Mahira.


Mungkin ini yang di ingin kan Mahira,sehingga dia tidak bisa memejamkan matanya.


Dan apa yang harus dilakukan pun terjadi.


**Bersambung.....


Hai Reader kuh....❤❤


Aku up agak awal ya..semoga kalian senang.


Jangan lupa dukungan nya,aku tunggu.

__ADS_1


Salam sayang dari ku untuk kalian semua ❤❤❤❤


see you**......


__ADS_2