
Lanjut Reader ku tercinta...
Semoga juga makin cinta sama Mahira dan Fatih ya...maaf kalau mungkin masih kaku. Tapi semoga bisa menghibur kalian semua...
*****
***"Hahaha.....".
Aku ingin melihat reaksi mu fatih!
Suara tawa seorang laki laki menggema di sebuah kamar Apartemen yang terlihat mewah. Dekorasi kamar yang maskulin menandakan bahwa kamar itu belum tersentuh tangan seorang wanita.
Tawa nya berganti menjadi kekehan kekehan yang berulang ulang terdengar,lagi dan lagi. Sesekali Ia memandangi benda persegi panjang yang entah berapa kali terdengar deringnya
Cukup! cukup tertawa mu Adit!
Dia mengomeli diri nya sendiri
Pria itu masih terus tertawa. Dia membayang kan wajah sahabat yang di kerjai nya itu.
Masih sesekali melihat layar Smartphone nya yang kembali menyala,beriringan dengan nada dering dan lampu layar yang berkedap kedip.
Setelah puas tertawa dia pun mengetuk tanda hijau untuk membalas panggilan telpon yang sejak tadi berbunyi.
"Hallo..Assalamu'alaikum....".Pria itu menyapa pada seseorang di sebrang sana.
"Wa'alaikum salam...,di mana lo sekarang?". Tanya seseorang di sana yang tak lain adalah Fatih,kepada sahabat nya yang bernama Adit itu.
"Di Jepang lah...memang dimana?".Jawab Adit santai. Bibir tersenyum dan terlihat menahan tawanya. Kalau saja mereka berhadapan,pasti senyum itu bukan sekedar senyuman tapi mungkin menjadi tawa yang memenuhi ruang dengar milik Fatih.Ada saja candaan yang bisa di lemparkan pada sahabat nya itu.
***Fatih selalu jadi bulan bulanan ketika masih SMA dulu...bukan buliying yang menghina ya...hanya sekedar candaan diantara teman teman nya.
Dia laki laki satu satu nya di kelas nya waktu itu,yang tidak berani berurusan dengan wanita.
Padahal tidak sedikit teman perempuan mereka yang menyukai sosok sahabat nya itu.
Apa dia seorang Homo?
Kata itu mungkin yang sering di tuduh kan pada nya.
Entah kenapa dia tidak mau menanggapi para gadis gadis itu. Padahal mereka sudah berusaha melumpuhkan pertahanan hati seorang Fatih. Tapi tetap saja tak tertembus.
Tapi yang pasti,Fatih memang punya kepribadian yang lain dari kebanyakan anak di kelas nya. Dia pemuda yang alim dan taat beragama.
"Datang lah kemari...Gue ada di Apartemen sekarang. Sudah dua hari Gue berada di Indonesia". Kata Adit jujur kepada sahabat nya.
"Oke Gue kesana...Gue ingin membuat perhitungan sama lo!!".
Fatih menutup percakapan nya. Dan meneruskan kembali pekerjaan nya.
Sebenar nya dia tak perlu bekerja pada hari ini,karna hari ini adalah hari Ahad,
hari dimana semua pekerja mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka.
Tapi lain dengan Fatih.Dia terbiasa bekerja keras sejak usia nya masih sekolah dasar.Dia bukanlah anak yang manja yang hanya menikmati hasil jerih payah orang tua nya.
Ayah Fatih adalah seorang Ustadz di kampung nya.Dia biasa mengajari anak anak kampung mereka mengaji Al Qur'an.Selain mengajar Al Qur'an Dia juga mengajarkan kitab kitab yang di dapat saat belajar di sebuah pondok pesantren di kota tasikmalaya.
__ADS_1
Mungkin karna ini kepribadian Fatih terbentuk.Dari kecil dia sudah di kenal kan dengan Agama.
Tapi sebuah kecelakaan mengubah kehidupan mereka. Karna keluarga Fatih harus kehilangan sosok figur seorang Ayah yang sangat mereka cintai.
Dan merubah sendi sendi kehidupan keluarga nya. Dan mulailah,kerja keras Fatih semakin terlihat.
*****
***Ting tong...Ting tong....
Fatih memencet bel apartemen milik sahabat nya itu.Sudah kesekian kali dia menekan benda yang terlihat menyembul tapi memberi tahu pada si penghuni bahwa dia kedatangan tamu.
"Jangan jangan ketiduran ni orang!.Awas aja nanti!,gue cincang halus biar dia jadi makanan para kucing tetangga!"...
Gumam Fatih lirih,menghibur diri nya yang mulai bosan.tak lama setelah umpatan itu,pintu pun terbuka.
"Eh Elo bro...Udah tadi?". Dengan masih berpura pura tidak tau. Padahal sudah beberapa kali dia mendengar suara bel berbunyi,tapi sayang nya dia sedang berada di kamar mandi.
"Jangan pura pura tidak tau lo....lo sengaja biar gue tambah kesel?".
Maki Fatih pada sahabat nya itu.
"hehe...slow dong bro...Gue kan lagi di kamar mandi....lagi nyabun! nanggung!".
Padahal waktu lo dateng,gue juga lagi mau ke kamar mandi...Lagi mau ya...bukan udah di kamar mandi..😆😆
"Ya Ellahhhhh...Gue tau siapa ello!!..
"hehe....".Akhir nya diapun mengakui nya dengan senyuman yang meringis...
"Kapan hari H ny bro...?". Adit bertanya pada Fatih dan kini terlihat serius. Dia pun berdiri dari duduk nya, berjalan menuju arah dapur.
Tidak lama dia datang dengan dua gelas di kedua tangan nya.
"Cepet juga aksi lo...? baru aja kenal! udah maen nikah nikahan....".
Adit meletak kan dua buah cangkir
itu. Satu dihadapan Fatih,dan satu lagi di hadapan nya sendiri.
"Kenapa harus berlama lama..,sesuatu yang baik tidak boleh di tunda tunda,
lo cepetan nyusul gey.... Kalau perlu kita nikah nya bareng. Biar gak banyak dosa akibat dari mata lo yang jelalatan itu".Fatih menimpali ucapan Adit. Dia berkata penuh penekanan. Kemudian mengambil cangkir dan mulai menyeruput nya.
"hmmm....".
hmmm...Ya. Hanya gumaman itu yang mungkin pas menurut nya. Kata yang singkat dan mewakili semua yang ingin di katakan.
Kata yang mewakili ketika sedang malas menjawab sebuah pertanyaan.
Fatih faham dengan jawaban sahabat nya itu. Dia tau...,mungkin Dia sudah jengah mendengarkan nasihat nya itu...atau sudah tidak punya alasan lagi untuk beradu argument.
*****
***Fatih teringat pada sebuah peristiwa. Saat dimana mereka berada di puncak keemasan dalam hidup mereka.
Masa masa dimana mereka mengekplor hal hal baru dan mencoba nya....Masa yang tidak kenal takut dan cenderung menyimpang bila tidak ada yang membimbing.
__ADS_1
Dimasa itu....teknologi tidak seperti sekarang. Belum ada benda persegi panjang ajaib yang bisa memperpendek jarak dan waktu. Belum ada gawai,Smartphone atau komputer canggih yang bisa di bawa kemana mana.dan belum ada sistem layanan Google yang canggih yang memudah kan setiap urusan manusia.
Di jaman itu hanya ada istilah 'HP' yang memudahkan berkomunikasi dengan orang yang letak nya berjauhan dengan kita.
Walau begitu...,kami masih bisa melihat dunia luar dengan perangkat software...perangkat kasar nya berupa benda kotak seperti tv tabung kala itu.
Dari situlah kami belajar. Dan dari situlah kami tau dunia luar bahkan dunia yang seharus nya kami belum boleh mengetahui nya.
Adit memegang sebuah benda tipis berbentuk cakram yang punya dua permukaan. Permukaan satu nya berkilau dan permukaan lain nya terdapat tulisan dan berwarna putih silver. Terdapat pula lubang ditengah nya.
Dia memasuk kan benda itu ke tempat yang sudah di sediakan dalam ruang komputer. setelah memasuk kan nya,kemudian memencet tombol play.
Adit,Fatih,Baim,Fajar dan Satya melihat setiap detail apa yang di tampil kan layar komputer di kamar Adit itu.
Video pun terbuka...pembukaan...dan 21+ pun di tampilkan. Tulisan itu ditulis dengan huruf warna merah dan cukup besar. Dan....
Layar itu tiba tiba mati...Fatih mencabut stopkontak yang menghidupkan komputer tersebut.
"Apa apaan sih lo....?". Sorot mata Adit tajam karna merasa kesal dengan ulah sahabat nya yang tiba tiba mematikan komputer nya.
"Gila lo dit...Itu video porno mau lo lihat?...Itu video bisa meracuni pikiran kita bro!!".Fatih menatap serius sahabat nya itu. Alis nya yang terangkat dan matanya yang sedikit terbelalak tanda dia benar benar serius dengan ucapan nya.
Salah ni kayak nya? Kenapa gue ngajak anak alim ini sih!
Tangan kanan Adit meraup muka nya yang terlihat sedikit frustasi.
"Buang DVD itu sekarang juga...hancurkan kalau perlu!".ucap Fatih tegas.
"Udah berapa lama lo konsumsi tontonan begituan?".lanjut Fatih dengan sebuah pertanyaan.
Adit menatap penuh kemarahan,dia merasa terusik.
"Lo emang sahabat Gue..tapi lo gak bisa ngatur gue seenak loo..lo hanya sahabat gue..Bukan orang tua Gue!!!". Balas Adit dengan suara lantang.
Fatih tersenyum sinis.Menatap sahabat nya yang kini terlihat berselimut emosi di mata nya.
"Oke...lo emang udah sedikit berhasil mempengaruhi gue. Tapi gue gak mau lo atur terus,gue punya kebebasan!!!". Ucap Adit kemudian,masih dengan nada nya yang tinggi.
"Silah kah!!...Nyatanya lo emang merdeka untuk melakukan apa saja,tapi sebagai sahabat lo... gue gak mau lo terjerumus ke hal hal yang bisa merusak masa depan lo..".Fatih melemahkan suara nya,tapi sekali lagi penuh penekanan.berharap meredakan emosi sahabat nya.
Fajar,Baim dan Satya hanya mendengarkan adu mulut mereka. Karna masih dalam titik aman mereka membiarkan sahabat nya itu menyelesaikan pertikaian mereka.
"Duduk sini bro...".Mata Fatih melirik sofa yang ada di sebelah nya yang baru saja dia duduki.
Ini cara meredakan seseorang ketika marah.yaitu merubah posisi tubuh nya. dari berdiri ke duduk atau dari duduk ke berdiri,atau dengan cara lain yang penting posisi tubuh berubah.
Adit pun duduk di sofa yang Fatih maksud.
"Oke....Aku menghargai kebebasan lo...
Tapi jangan libat kan orang lain.silah kan melakukan apapun yang lo mau..tapi gue gak mau lo juga menjerumuskan Fajar,Baim dan Satya".kali ini Fatih benar benar tegas. sambil melihat teman teman nya yang sedari tadi menyaksikan perdebatan mereka.
Adit terdiam...ternyata apa yang dilakukan nya tidak berkenan di hati Fatih. Salah langkah...dan membuat diri nya merasa malu sendiri.
Semenjak itulah Adit mulai menjauh dari Fatih. Dia lebih sibuk dengan kegiatan nya sendiri. Harga diri nya merasa terluka, karna ternyata apa yang menjadi kesenangan nya tak mendapat restu dari shabat nya.Dia merasa marah dan kecewa.
Sahabat nya itu benar benar tegas kali ini.tidak seperti biasa nya saat dia hanya sekedar pacaran,bolos,balap liar dan kadang sekedar mencicipi minuman keras. Tapi dia benar benar kaku dalam hal satu ini.Hingga membuat diri nya pun makin menjauh dari Fatih.
__ADS_1
Bersambung......