Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Cinta Adit Yang Terpendam


__ADS_3

*****


Adit pov


***Di sudut ruang UKS, persis merapat ketembok sebuah tempat tidur berukuran kecil. Terbaring sosok lemah yang selalu membuat ku khawatir. Bagimana tidak,gadis lemah yang adalah adik ku itu baru saja menjalani oprasi jantung nya yang bermasalah. Yang membuat nya merasa hidup dalam ketidak nyamanan dan menderita selama ini.


Mata nya yang mencekung membuat pandangan matanya sendu.


menggambarkan betapa lelah nya Ia selama ini.


"Kenapa sampai bisa pingsan begini si dek? kau tau,kakak sangat khawatir padamu?


kalau seperti ini terus lebih baik kau mengikuti home schooling saja,seperti yang di saran kan papa,rumah adalah tempat teraman untuk mu dek...."


Aku terus melihat ekspresi adik ku yang diam membeku,aku tau,adik ku ini tak akan mau dengan usulan yang selalu di dengungkan oleh ku dan papa.


Ia hanya ingin seperti anak lain nya,melewati masa kanak kanak dan remaja,di kelilingi oleh anak anak yang sebaya dengan nya.


Selama ini ruang gerak nya terbatas.


Setelah ia mendapat kan kesempatan untuk keluar dari situasi yang sangat tidak dia sukai Ia seakan langsung menutup rapat rapat kesempatan untuk masuk ke situasi yang sama lagi.


"Aku tidak apa apa kak... kakak tidak perlu khawatir seperti itu,aku hanya terjerat tali sepatuku sendiri.maka dari itu aku terjatuh dan pingsan"


Nabila memilah milah kata kata nya. Ia tak ingin membuat ku khawatir dan


berharap tidak membuat dirinya terjerat lagi dalam kesendirian.


"Baik lah...Untuk sekarang ini sebaik nya kita pulang.kau masih terlihat lemah".


Karna saking besar nya ke khawatiran ku,bahkan aku tidak menyadari,kalau gadis yang sedari tadi bahkan sebelum aku datang memperhatikan percakapan kami.


Gadis itu tersenyum.melihat keharmonisan antara aku dan adik ku itu mungkin membuat dada nya mencelos.


dan membuat nya begitu terharu. Seperti ingin juga merasakan kasih sayang seorang kakak yang akan selalu melindungi dan menyayangi nya.


"Kau teman sekelas adik ku??" Aku melemparkan pertanyaan pada gadis ayu bermata teduh itu.


"Bukan kak..aku kakak kelas nya dan aku petugas UKS hari ini"


gadis itu bertutur dengan senyuman yang menghiasi bibir nya.


"Trimakasih sudah menjaga nya,aku sangat khawatir tadi,aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada nya. Ia baru saja menjalani operasi besar pada jantung nya sebulan yang lalu"


"Iya kak...itu memang sudah tugas ku"


Gadis itu kembali tersenyum namun mata nya tidak bertemu dengan mataku.


kulihat cara berpakaian nya tampak tertutup,bahkah jilbab nya menutup sampai ke pinggul nya.tapi tetap saja. Hijab nya yang lebar itu tidak dapat menutupi payudara nya yang nampak padat dan berisi.karna mungkin dari bahan nya yang jatuh,jadi membuat payudara nya itu menyembul di balik hijab nya.


"Maaf saya tinggal dulu,silahkan kalau masih ingin berbincang bincang"


Gadis itu menghindar.seperti tau tatapan mataku yang liar.


Astagfirullah....apa yang aku lakukan?


"Oh ya.silahkan.saya juga berniat membawa Nabila pulang".


Aku menoleh pada adik ku,tubuh nya bersandar pada tembok beton yang mengelilingi ruangan itu.


Ruang kesehatan yang di khususkan untuk hal hal yang berkaitan dengan kesehatan siswa.


Tapi bagi ku,dulu ruangan seperti ini adalah ruang di mana aku menjalan kan aksi kebohongan ku,agar tidak perlu mengikuti pelajaran setiap kali aku tidak menginginkan nya.


"Sebentar...akan saya panggilkan wali kelas nya.kalau kakak ingin sekalian meminta izin untuk membawa Nabila pulang"


Gadis itu menunduk kan punggung nya dan berlalu begitu saja.


Dan sampai guru yang di maksud itu muncul,gadis itu tidak pernah muncul lagi di mata ku,sampai hari di mana kami tanpa sengaja bertemu di kampus tempat kami menuntut ilmu.


Adit pov End


*****


***Adit meraup wajah nya kasar, mengingat peristiwa lima tahun yang telah berlalu.


Dia tidak menyangka,akan bertemu kembali dengan gadis remaja yang pernah sekali menyedot perhatian nya.


Gadis cantik,lembut dan teduh yang memiliki daya tarik tersendiri.


Tapi sayang nya gadis remaja itu sekarng sudah sah menjadi istri sahabat nya Fatih.

__ADS_1


Sudah tidak ada kesempatan bagi nya untuk bersanding dengan nya.


Bahkan mengharapkan nya pun dihitung suatu kesalahan.


Mahira gadis impian Adit yang ia Idamkan idamkan selama ini. Karna sejak pertemuan pertama nya dengan Mahira,ia selalu berharap bisa bertemu dengan gadis seperti Mahira atau mungkin bertemu kembali dengan Mahira.


Tapi dia cukup tau diri,mengingat apa yang telah ia perbuat selama ini.


Rasa percaya dirinya selalu hilang seiring ingatan nya yang muncul begitu saja dengan kenangan kenangan masa kelam nya.


Kenangan kelam nya lah yang membuat ia selalu menghindari untuk berdekatatan dengan wanita. padahal banyak sekali wanita yang melirik kepada nya.kalau ia mau,Ia bisa memilih siapun wanita yang akan dinikahi nya.tapi satu hal...selain masalah kesunahan dan syariat,menikah adalah masalah hati.


*********************************


Dia menatap wajah Mahira yang tertawa riang. si empu nya tidak mengetahui bila ada hati lain yang


mengharapkan cinta nya.


Cinta yang tidak akan mungkin dapat tersampaikan,kecuali takdir berkata lain.


sore itu mereka telah sampai di lokasi wisata tanah lot.


Spot wisata yang menyajikan ke indahan panorama alam dengan pemandangan air laut yang terlihat ke emasan di waktu sunset.


pemandangan itu menambah kemesraan diantara pasangan suami istri yang sedang di mabuk cinta itu. Tanpa mengetahui ada hati yang bergejolak menahan hasrat cinta nya yang telah lama bersemayam dalam hatinya yang sedang berkelana.


"sayang...apakau tidak ingin berfoto?"


Bisik Fatih ketelinga istrinya yang begitu terpana memperhatikan pergerakan matahari yang mulai tenggelam.


"Apa nanti hasil nya bagus mas?


mengingat pencahayaan saat ini kurang bagus".


Mahira mengeratkan tangan nya yang melingkar dan bergelayut di lengan suaminya.dengan kepala nya yang juga menyender di pundak suami nya.


"kita punya Fotografer ahli..yang punya alat yang canggih sayang...."


Fatih melirik ke arah adit yang sedari tadi menyimak perbincang mereka.


"Benarkah?" sentak Mahira sedikit terkejut.menatap suami nya yang melirik pada sahabat nya,Ia pun ikut menatap sahabat suami nya itu.


"Ayolah biar ku Foto..."


Ia mencari lokasi yang dinilai cukup menarik untuk di ambil gambar nya.


Mereka berpose sebagai mana mestinya sepasang kekasih.


sekali lagi tanpa menghiraukan perasaan orang yang berada di depan mereka. tentu saja karna ketidak tahuan mereka terhadap hati Adit yang tersembunyi.


Adit begitu kuat melihat orang yang ia cintai bermesraan dihadapn nya.


bahkan ia selalu mendoakan kebahagiaan nya dengan tulus dan ikhlas.dan akan terus mendukung kebahagiaan mereka.


*********************************


Lima tahun yang lalu....


Adit dan Nabila sedang berbincang di kamar Nabila.mereka tampak akrab dengan sesekali suara tawa memecah kan keheningan di dalam kamar cantik yang berhiaskan pernak pernik hello kitty itu.


Walaupun mereka tidak sedarah.tapi mereka punya hubungan sepersusuan.


ini semua karna Air susu mama Adit yang mengering dan tidak keluar sebagaimna mestinya.


Membuat Adit harus mendapat kan Asi dari ibunda Nabila dan menjadi ibu susuan nya.


Setelah tiga tahun kelahiran Nabila. Ibunda Nabila jatuh sakit dan ia di nyatakan mengidap kanker rahim. Itulah yang membuat Ibunda Nabila tidak bisa merawat Nabila.


Dan juga, ayah Nabila tidak mungkin merawat Nabila karna ia harus mencari nafkah dan biaya berobat untuk istri nya.


Kemudian Nabila di adopsi oleh keluarga Gunawan,karna mereka berniat membantu meringankan beban keluarga karna kemiskinan yang melanda keluarga mereka.dan juga karna kondisi ibunya.


Dan mengingat keadaan ayah Adit yang kurang subur.membuat kluarga itu,secara alami menyayangi Nabila seperti anak mereka sendiri.


"Bila...siapa nama kakak kelas mu yang menjaga mu waktu itu? waktu kau pinsan terakhir kali...."


Adit bertanya,wajah nya bersemu merah karna rasa malu nya yang berusaha ia sembunyikan.


"maksud mu kak Mahira? yang berjilbab dan anggun itu kan?"


Nabila mengingat ingat peristiwa dimana kakak nya bertemu dengan Mahira siswi kelas tiga yang populer di sekolah mereka.

__ADS_1


"Jadi mahira nama nya?"


Nabila mengangguk,mata yang polos bisa merasakan perubahan mimik muka kakak nya yang tampan itu.


"Kakak suka dia ya....? hihihi.."


Nabila menarik kesimpulan dari gelagat yang mencurigakan dari kakak nya.


"Ah tidak"


tentu saja kata itu bersebrangan dengan kata hatinya.


"Jangan bohong kak...bibirmu memang bisa berkilah.tapi matamu tidak.


Dia gadis yang populer lho di sekolah kami....."


"Aishh...ternyata matamu tajam juga ya...kau memang cerdas sayang,kakak jadi malu...."


Nabila menahan tawanya mendapat pujian dari kakak nya,seperti ada udang di balik bala bala.


dan akhir nya tawa mereka pun pecah,memenuhi ruangan itu dan ruang dengar mereka.


Nabila merasa ada yang lucu dengan tingkah pria dewasa itu,sepertinya ia sedang menjalani mas puber yang ke dua.


Begitu pun Adit. Ia sungguh menyadari tingkah nya itu.


*********************************


Sudah lima tahun ini Adit memendam perasaan kagum sendirian dan memendam cintanya sendirian. Karna si gadis bahkan tidak tau kalau ada seorang laki laki yang berminat kepda nya.Adit terlalu malu untuk mengungkap kan perasaan nya pada wanita yang telah berhasil mencuri hati nya itu.


Gadis yang menurut sebagian orang masih kanak kanak di usia mereka,namun tidak terlihat sama sekali di raut wajah gadis itu.Dia tampak dewasa dan bijaksana.


Kesibukan Adit yang telah mengalih kan perhatian nya,sehingga ia tidak bertemu dalam kurun waktu yang lama,membuat ia melupakan sosok Mahira.


Hingga tiba tiba dia di pertemukan dalam suasana yang tidak lagi memungkin kan untuk bisa memiliki.


"Hai...lo kenapa Dit? jangan lo pandangi terus wajah istri gue kaya gitu, gue bisa cemburu bro!!..."


Suara Fatih membangun kan lamunan Adit yang memandang istri nya yang terlihat di kejauhan sedang berjalan menuju ke arah di mana dua bersahabat itu duduk.


"Ahhh...gue hanya mengagumi nya,


Ia benar benar istri idaman setiap laki laki".


Gumam Adit suara nya terdengar di telinga Fatih.


"Tetep aja lo harus menjaga pandangan lo,apalagi hati lo.."


Sanggah Fatih tegas kepada Adit sahabat nya.yang sekarang mulai posesif pada istri nya.


Tentu saja Fatih...aku sudah mengubur perasaan itu jauh jauh setelah aku mengetahui kau telah melamar nya


"Jangan kuatir bro...mana mungkin gue berani macam macam.bahkan dengan wanita lajang pun gue ngak berani"


Kemudian terpancar senyum keiklasan di bibir tebal milik Adit.


"Hahaha...gue hanya bercanda"


tawa Fatih mengalihkan perasaan Adit yang sedang di landa gerimis di hatinya.


"Kalian lagi ngobrol apa si?! serius amat."


Cicit Mahira yang kembali duduk di bangku nya. bersebelahan dengan suaminya.setelah kembali dari kegiatan biologis nya.


"Kamu tidak perlu tau sayang...itu urusan Adit."


Mahira tersenyum lembut pada suami nya,kemudian ke arah Adit.


Adit membalas senyuman Mahira.


Bagi Mahira senyuman nya kepada adit tak berarti apa apa,sebatas keramahan belaka.


tapi bagi adit...senyuman Mahira begitu menghangat kan hati nya yang lama membeku.


Bersambung........


Maaf ya...kalau crita nya agak kacau.


Othor nya lagi galau


Bad mood Banget pokok nya..

__ADS_1


Tapi sebisa mungkin tetep semangat kok...😊😊😊


selamat membaca,semoga tetep menghibur walau pun kacau balau..😆😆😆


__ADS_2