
Kandungan Mahira telah memasuki umur 3 bulan. Walau ia sedang hamil, tapi ia tetap beraktifitas seperti biasa.
Tak seperti orang hamil muda pada umumnya. Diakhir kehamilannya pada trisemester pertama ini, ia sudah tidak lagi mengeluhkan pusing-pusing pada pagi hari.
Ia juga sedang menunggu sidang sripsinya sebagai tanda akhir dari pendidikan S1 nya.
Selama kehamilan trisemester pertama ini ia sama sekali tidak mengalami keluhan apapun. Hanya pusing dipagi hari. Mahira juga tidak merasakan mual muntah, dan segala jenis makanan apapun bisa ia makan.
Dedeknya pintar Katanya ketika ia di tanya tentang masa awal kehamilannya.
"Dinda...besok mas ada seminar diluar kota, tolong persiapkan pakaiannya ya sayang..mungkin dua sampai empat hari mas disana.
Mahira yang sedang mengambilkan nasi untuk sarapan suaminya, menghentikan aktifitasnya sejenak, manik matanya yang sayu bertemu dengan manik mata suaminya.
"Lagi mas?." Alisnya Mahira terangkat meyakinkan, ia seolah tak suka dengan perkataan suaminya barusan. Dan juga, raut wajah Fatih memang lebih mirip meminta ijin dari pada memberi tahu. Ia paham kalau istrinya kurang suka ditinggal lama-lama.
"Iya dinda...mas sudah bilang kan... Mulai saat ini..mas akan lebih sibuk dan akan lebih sering keluar kota untuk melakukan seminar sayang.." Jawabnya lembut dan berhati hati supaya tidak mengusik ketenangan hati istrinya.
Setelah hamil, ia jadi sangat sensitif. Kadang menangis tanpa sebab, kadang tiba-tiba saja ngambek karna hal sepele, kadang ceria seperti biasanya, dan kadang juga sangat pengertian.
Fatih sendiri kadang bingung harus berbuat apa. Tapi ia selalu berusaha mengerti dan menuruti apa kemauan istrinya.
"Yaa..trus dinda sendiri lagi di rumah..." Lirihnya dengan raut wajah yang ditekuk.
"Nanti biar mama yang menemanimu. Atau kalau mau, mas antar kau kerumah mama. Bagaimana?."
Fatih berusaha membujuk istrinya agar tidak bersedih. tidak mau kejadian yang lalu terulang lagi.
Waktu itu, tepatnya dua minggu yang lalu, ia sedang berada di Surabaya untuk memberikan seminar umum di beberapa Universitas di Surabaya. Ia yang baru saja memasuki hotel untuk mengistirahatkan tubuhnya, tiba-tiba saja mendapat panggilan telpon dari istrinya.
Fatih kaget saat mendengar suara istrinya yang parau dan masih sesekali terisak.
"Kenapa sayang..? kamu nangis? ada apa? kenapa menangis?." Dengan perasaan cemas Fatih menunggu jawaban dari istrinya.
"Masss cepat pulang, aku kangen kamu mass hiks hiks.."
Istrinya semakin terisak sampai kira-kira dua menit Fatih baru bisa bicara.
"Sayang...mas baru bisa pulang Besok malam. Mas nggak mungkin ngebatalin acara begitu saja. Sabar ya..berdoa saja acaranya lancar, dan mas bisa pulang sesuai jadwal." Sekali lagi ia membujuk dan meyakinkan istrinya agar tidak bersedih lagi.
"....."
Mahira masih terdiam, ia tidak mungkin memaksa agar suaminya cepat pulang. Tapi ia juga tidak bisa menahan gejolak yang mengusik kalbunya saat ini.
"Baiklah mas...aku akan mendoakanmu, semoga semuanya lancar, dan kau bisa cepat kembali ya mas...".
Balasnya kemudian mencoba mengerti keadaan suaminya.
"Aamiin sayang...trimakasih ya..."
"hmmm...iya mas."
**************************************
Waktu keberangkatan Fatih ke Jogja akhirnya tiba.
__ADS_1
Sejak pagi hari Mahira sudah sibuk mempersiapkan perlengkapan suaminya, mengingat semua yang harus dibawa, karna jangan sampai ada yang tertinggal barang satupun.
Fatih baru saja selesai membersihkan diri. Ia mulai mengenakan pakaian kerjanya, mulai kemeja putihnya, hingga celana bahan yang warna nya senada dengan jasnya.
"Sayang...tolong pasangkan dasinya gay.." Pinta Fatih pada istrinya yang mengoreksi barang barang suaminya.
"Sini mas.. " Senyumnya mengebang sempurna membuat kedua matanya menyipit.
"Mas baju yang tadi dipakai belum mas mas mamasukin ke
mesin cuci kan?." Tangan Mahira berhasil membuat simpulan pada dasi suaminya.
"Belum dinda...masih di kamar mandi." jawab fatih sembari memakai jasnya yang berwarna biru tua.
Senyum Mahira mengembang dengan matanya yang dibuat-buat seakan menggoda.
"Kenapa sayang...mas udah rapi nih! masak iya harus di bongkar lagi?." Fatih menyeriangai, memperlihatkan giginya yang rapi.
"Mas mesum!, bukan itu maksud aku mas...dinda pengen peluk baju mas yang udah bau kringetnya mas, supaya bisa tidur nanti!."
Fatih membulatkan matanya tak percaya.
Kebiasaan aneh apalagi ini?
batin nya tak mengerti. Merasa ada gelagat aneh dari suaminya, Mahira mencebikkan mulutnya merajuk.
"Mas pasti berpikir kalau dinda jorok!. Habisnyaa..dinda gak bisa tidur kalau gak bau mas Fatih!."
Fatih sedikit tergagap melihat istinya yang sedikit merajuk. Takut seandainya ia tidak jadi berangkat hanya karna masalah sepele.
Semoga saja tidak berlanjut! bisa gawat kalau sampai ngambek!
Batinnya sangat khawatir.
"Ya udah deh mas. Ayo sarapan dulu udah dinda siapin."
Mereka keluar dari kamar mereka yang nyaman, Tak lupa Fatih membawa koper berisi pakaiannya yang sudah di siapkan istinya sejak tadi malam.
"Mas berangkat dulu ya.."
Fatih mengulurkan tangannya dan disambut oleh tangan Mahira, sesaat ia mengecupnya.
Fatih tersenyum melihat tatapan sendu sang istri, membuat ia ingin mengurungkan keberangkatannya saat ini. Tapi sekali lagi, ini sudah menjadi tanggung jawabnya dalam pekerjaan.
Tangan Fatih mengelus kepala istrinya dengan lembut. Disambut senyuman manis dari istrinya.
"Sudah mas. ayo sana berangkat! jangan mencemaskan dinda, nanti sore mama kesini kok!." Titahnya lembut, berusaha memudarkan kegalauan suaminya dan dirinya sendiri.
"Iya sayang...hati-hati di rumah ya.. jangan terlalu memaksakan pekerjaan kuliahmu."
"Hmmm" Mahira mengangguk. "cepet sana mas nanti ketinggalan pesawat!."
Dengan sedikit mendorong tubuh Fatih agar lekas beranjak pergi.
Fatih masuk di jok kemudi dan mulai mengemudikan kendaraannya.
__ADS_1
Mahira masih menatap kepergian suaminya sampai mobil yang dikendarai suaminya hilang dari pandangan matanya.
Kini ia merasa sendiri, kesepian. Hanya baju suaminya yang ada bau kringatnyalah yang membuatnya merasa nyaman. Ia merasa berada dekat dengan suaminya ketika tidur sambil menciumi bau badan suaminya yang bercampur dengan parfum di baju bekas yang dipakai suaminya.
Setelah menikah ia tak bisa lagi jauh jauh dari suaminya, inginnya menempel seperti perangko. Lebih-lebih dalam kondisinya yang hamil muda seperti saat ini. Ia lebih posesif lagi dari sebelumnya.
Ia ingin dekat terus dengan suaminya, bahkan ia sering menelphon suaminya hanya untuk bisa mendengar suara suaminya.
Untung saja Fatih mengerti dengan kondisi istrinya, Mahira. Karna ada suami yang risih bila istrinya memperlakan dirinya seperti itu.
**************************************
Tring...Tring....Tring..
📞" Assalamu'alaikum mas.." Jawab Mahira disebrang sana.
📞"Wa'alaikum salam warrah matullah. Dinda, mas sudah sampai di hotel tempat mas menginap sayang...."
Fatih menghubungi istinya begitu sampai di kamar tempat ia menginap. Ia tak ingin istrinya yang lebih dulu menghubunginya.
📞"Alhamdulillah mas...hati-hati disana ya mas..jangan sering-sering tersenyum pada cewek-cewek disana. Dinda takut mereka terpesona sama mas."
Ya Allah...seperti inikah rasanya punya istri!! selalu diawasi dan dicurigai?! haha aku suka aku suka..
Batin Fatih sehingga tak sadar ia menyunggingkan senyumnya sendiri.
📞"Iya sayangg...gak mungkin lah mas tebar pesona sama wanita lain. karna wanita yang paling cantik adalah kamu sayang..dan hati mas udah seutuhnya milik kamu, udah dikunci malah"
sanggahnya pada istrinya yang mungkin sudah senyum-senyum sendiri disebrang sana.
📞"Ah kamu mas..suka ngegombal! hahaha..."
Mahira tau kalau permintaannya itu sungguh menggelikan, ia malu dan pipinya memerah saat ini. Andai suaminya ada didekatnya, pasti lebih lucu lagi.
📞"Sudah ketawanya sayang...mas persiapan dulu ya.."
Ia mulai membongkar tas punggungnya dengan tangan kiri, karna tangan kanan nya memegang handphone saat ini.
📞"Iya mas...Dinda tutup ya.."
Sambungan pun terputus.
Satu jam lagi Fatih akan mengisi kuliah umum disalah satu Universitas terkemuka di Jogja. Ia didampingi asisten pribadinya yang hampir satu bulan menemani dan membantunya dalam pekerjaannya saat ini.
Bersambung.....
Assalamu'alaikummm...
Hallo sobat-sobatku semua....
Maaf ya kalau Mahira dan Fatih jarang Up akhir-akhir ini.
Selain sibuk di alam nyata..Author juga lagi mencari peruntungan di platform lain. Jadi g bisa up tiap hari disini.
Salam sayang dari Author mu ini ya..
__ADS_1
Doakan saja bisa lancar cari ide-idenya. biar bisa up seperti biasa.