
*****
***Dua insan yang pagi tadi baru saja resmi menjadi sepasang suami istri,kini sudah berada disatu ruangan. Ruangan yang di rancang khusus untuk pengantin baru itu.
Ya Allah...aku lelah!! untung papa merancang acara ini hanya sehari. Kalau harus mengadakan acara seperti usulan mama..remuk lah tubuhku semua.
Mana aku gak berani merebah kan tubuh ku,malu rasanya kalau sampai bang Fatih memperhatikan ku kalau sampai aku ketiduran.
Mahira meliukkan tubuh nya yang masih terduduk di pinggiran ranjang dengan pelan.Dia merasakan pegal pegal di sekujur tubuh nya. Ia juga masih berbalut gaun berenda nya. Gaun terakhir setelah tadi sempat bergonta ganti bak seorang model,gaun cantik yang Ia kenakan di acara resepsi di sesi terakhir nya.
"Mau ku bantu melepaskan?"... Fatih bisa merasakan ketidak nyaman Mahira saat ini.pasti sangat gerah dan panas. Apalagi dia harus lama berdiri dan hanya sesekali duduk. Tentu akan membuat tubuh nya pegal seperti dirinya saat ini. Dan juga,Mahira harus melepas dan mengenakan kembali pakaian yang berbeda,sampai ke tiga kali nya. Dan beberapa kali mengulangi Make Up nya juga
"Boleh bang!"....
Fatih mulai membuka hiasan dikepala Mahira,entah apa nama nya Fatih juga tidak tau. Tapi kain berenda itu di kait menggunakan jarum pentul,dan kain itu lebih mirip penutup kepala pada gaun pengantin wanita India,seperti dalam Film film India kata nya. Fatih pun Mengenakan pakaian yang senada dengan pakaian Mahira,mengenakan pakaian yang mirip seperti pakaian ala ala India itu. Sekarang ini mereka lebih mirip orang India dari pada orang Indonesia. (Hahahaha)
Gaun itu di pilih Mahira,yang menurut nya Unik. Dia ingin punya kenangan yang berkesan untuk pernikahan nya yang hanya dia lakukan sekali dalam seumur hidup.tapi rencana manusia siapa yang tau..karna takdir kadang datang untuk menguji kesabaran umat nya.
"Abang atau Hira dulu yang mandi
bang?". Mahira bertanya setelah semua hiasan kepalanya berhasil Fatih lucuti.
"Kamu dulu saja Ra....." Jawab Fatih singkat
"Baik..Mahira duluan ya bang!...." Mahira mengambil pakaian dari dalam lemari nya. Saat dia ingin mengambil dalaman nya tiba tiba...........
sepotong pakaian dalam berenda lepas dari tangan nya.
Ahhh...Memalukan!!!....
Batin nya,saat menjatuhkan barang pribadi milik nya.
Jiwa Mahira tercabik perasaan malu. Seketika Fatih mengalihkan pandangan nya ke arah foto Mahira yang terpajang di diding,sebelum Mahira menyadari bahwa ia menyaksikan peristiwa itu. Dia berpura pura tidak mengetahui nya.Dia tidak ingin membuat Mahira merasa malu.
Dia tersenyum ketika melihat Mahira sudah berlalu begitu saja dari hadapan nya.
Setelah lima belas menit,Mahira pun keluar..dengan sudah memakai piyama panjang lengkap dengan hijab yang Ia kenakan.
"Sana gey..abang mandi dulu....".
"Hmmm".
Fatih membuka koper yang Ia bawa dari rumah untuk mengambil pakean milik nya. Ia memandang ke arah mahira,kekasih nya itu kini sudah berada di atas ranjang sambil sibuk menatap layar ponsel pintar milik nya.
"Mahira,abang mandi dulu ya...nanti sholat nya berjamaah..kamu sudah wudhu kan...?
"Udah bang..."
Sebelum lima belas menit Fatih sudah keluar dari kamar mandi..Maklum laki laki memang tak perlu waktu lama untuk hanya sekedar ke kamar mandi. Tidak seperti wanita yang bahkan bisa lebih dari setengah jam.
Mahira sudah merapikan shof untuk melaksnakan sholat berjama'ah.
Hari ini,untuk pertama kali mahira berjamaah dengan Fatih. Karna kesibukan menerima tamu,maka mereka memilih untuk melakukan sholat masing masing.
"Hira...sekalian kita sholat sunah ya...."
"Iya bang..." dengan sedikit mengangguk,pasrah.
Setelah selesai sholat sunah, Mahira mengulurkan tangan nya untuk menyalami suaminya.
Fatih perlahan mendekat ,Ia meletak kan tangan nya di atas ubun ubun milik Istrinya,dan membacakan doa. Tangan nya terasa bergetar,Mahira memejamkan mata,menikmati getaran dari sentuhan suaminya. Ia dapat merasakan perasaan Fatih yang tersampaikan lewat sentuhan nya kini. Ya...seorang lelaki yang tidak pernah menyentuh wanita dalam arti lain.
Setelah itu dia mengecup pucuk rambut Mahira.
Ya Allah...Hadirkan lah sakinah dalam hati kami agar tercipta Mawaddah dan Rahmah dalam kehidupan rumah tangga kami.....
__ADS_1
Ia pandangi wajah istri nya yang mulai membuka mata,Ia tatap dengan lekat. Karna kini dia tidak lagi takut menatap manik mata yang berkilauan itu,walau nanti ada gejolak...nyatanya mereka sudah sah melakukan apapun.
Fatih tersenyum memalingkan wajahnya ke kanan...dia tidak bisa menahan senyum nya ketika melihat istrinya memasang ketegangan pada raut wajahnya,yang tak elak ketika Fatih sedang memandang nya.
"Ke kenapa bang..?" Mahira tiba tiba gugup,bahkan dari tadi dia sudah gugup,tapi nampak jelas karna sekarang Ia bersuara.
"Kamu gugup..? Fatih bertanya,Ia ingin mencari tau apa yang di rasakan Mahira saat ini.
"Bagaimana tidak gugup bang...Ini pertama kali untuk ku...". Dia menjawab masih dengan suara nya yang bergetar.
"Abang juga gugup...tenang Ra...abang nggak akan melakukan apapun,sebelum kamu mulai menikmatinya". Fatih berbicara dengan gaya yang sedikit menggoda.
"Apa bang...?!" Tanya Mahira kaget. menikmati?. Haha..dia mulai sedikit berani rupa nya...
"Tidak apa apa sayang..aku cuma mengetes pendengaran mu...hehehe".
Sayang?!!...Aku sangat tersanjung bang...!!
Fatih kembali menatap Mahira. Mahira yang sedikit terusik dengan kalimat yang di ucap kan Fatih,hanya diam tak bersuara. Dia tak mau memancing Fatih semakin jauh.
"Ayo kita tidur..aku sangat lelah sekali"
Setelah merapikan semua nya,
Fatih menuntun istrinya itu ke ranjang,dia berniat tidak melakukan lebih selain tidur.karna dia tidak ingin membebani Mahira.
Dia ingin semua mengalir dengan alami. Tapi Fatih tidak menjamin kalau nanti dia tergoda, Fatih mungkin tidak bisa menahan nya.
Sepasang pengantin itu tidak banyak berbicara. Mereka memposisikan tubuh masing masing dengan saling berhadap hadapan.
"Mana tangan mu sayang...."
Mahira tersenyum seraya mengulurkan tangan nya.seketika tangannya yang lembut itu diraih oleh Fatih.
"Apa yang kamu rasakan Hira?".
Mahira tersenyum.
Bohong!!! nyatanya aku kini merasakan aliran darahku yang terhisap melalui ubun ubun ku...dan terjun bebas kembali lagi ke ujung kaki.
"kamu berbohong kan...?" Fatih berbicara sambil ekspresinya menggodaku
"Hmm".
Mahira menutupi wajah nya dengan hijab nya. Dan seketika Fatih menyadari bahwa Mahira masih mengenakan hijab nya.Ia ingin memandang Wajah Polos Mahira kini.
"lepaskan hijab mu Hira...Aku suami mu...Entah malam ini,besok atau lusa aku pastikan melihat mu luar dalam".
Senyum Fatih mengembang. Tangan nya kini membantu Mahira melepaskan hijab yang Ia kenakan.Ia seperti mendapat mainan baru karna saking senang nya.
"MasyaAllah..." hijab Mahira kini terlepas dari kepala nya. Menampilkan pemandangan yang luar biasa bagi Fatih. Wajah khas Asia dengan mata yang sedikit menyipit dengan kelopak mata yang begitu sempurna,bahkan artis artis korea rela menghabiskan uang nya untuk mendapatkan sebuah kelopak mata. Bibir tipis berwarna pink alami dengan muka tirus dan dagu membentuk huruf V, Rambut hitam yang panjang terurai dengan leher putih jenjang yang menyangga mahkota itu.
Terobati sudah rasa penasaran Fatih selama ini.tubuh yang terbungkus sempurna dengan kain yang bernama hijab itu,di ibarat kan kotak berisikan mutiara yang terbungkus dengan rapi di dalam sarung pembungkus nya. Yang kini telah terbuka, menampilkan kilauan mutiara yang masih utuh tertutup kaca bening.yang siap di buka oleh pemilik nya.
"Ternyata ini yang kau sembunyikan selama ini...?..kau tau?..aku beruntung memilikimu.....
Mahira tersipu malu. Dia tidak bisa berkata kata, Mungkin dia akan menggila kalau saja Fatih tidak berhenti menggoda nya.
"Bang...sudah! Kau pasti capek..!"
"Hmm..aku lelah. Tapi aku tidak bisa tidur...Aku malah bersemangat!"
"Abannnggg......"
Mahira memanyunkan mulut nya.
__ADS_1
"Baik lah baik lah..." Terdiam sejenak
"Kau ingin panggilan apa dari ku?"
Mahira tersenyum.
"Kalau Dinda bagaimana?" Fatih mengusulkan
"Itu juga boleh..tapi bang...aku ingin memanggil mu 'Mas'....."Mahira balik mengusulkan.
"Baiklah...terserah kamu mau memanggil ku apa.....yang penting kamu suka".
Fatih pun menyetujui usulan Mahira. Dia terus bercerita kesana kemari agar suasana tidak tegang,dengan masih berhadap hadapan.
"Dinda sayang...bolehkah abang mencium itu..?"
Mata Fatih menunjuk ke arah bibir Mahira,Ia tersenyum,lalu menutup mulut nya sendiri dengan telapak tangan.menahan rasa malu.
Mahira mengangguk pelan
"Tentu saja bang..aku milik mu sekarang"...
Fatih mengepal kan tangan nya sebagai tanda "Yes", yang sontak membuat mahira tersipu malu.
Fatih mulai merapatkan wajah nya ke wajah Mahira,Lagi dan lagi sampai akhir nya.
"Bangg...hentikan! aku merasa kesetrum di seluruh tubuh ku bang!.
Fatih di buat kaget seketika.
"kata nya cuma mau mencium...tapi kenapa jadi begini si!...". Lanjut Mahira.
Mahira bisa merasakan dada nya yang bergetar hebat. Dia belum siap ketika Fatih melakukan bukan hanya sekedar ciuman biasa. Tapi ciuman yang membuat Fatih memanas seketika.
"Maaf sayang...aku khilaf...seperti ada yang mendorongku untuk melakukan lebih dan lebih". Sesal Fatih.
"Tidak bang...aku yang seharus nya minta maaf. Aku hanya belum bisa memahami reaksi dari sentuhan mu bang...maka dari itu aku sedikit kaget,maaf bang...".
Mahira merasa bersalah kepada Fatih suami nya. Dia menenggelamkan wajah nya di dada bidang milik suami nya itu.
"Baiklah...kita tidur saja malam ini..
kau terlihat lelah tadi..."
Fatih pun memeluk tubuh mungil istrinya.
"Tapi bang..." Mahira mendongak kan wajah nya ke atas,hanya jakun dan rahang nya saja yang bisa dia lihat.
"Ssstt...Diam lah atau aku akan berubah pikiran..."
Fatih mengeratkan pelukan nya. Dia laki laki normal yang sebenarnya menginginkan lebih dari istri yang sudah berada di bawah kendali nya itu. Tapi dia harus mengerti bahwa istri nya belum siap melakukan nya.Maka yang yang ada hanya menahan dan menahan.
Tidak apa menahan lagi,aku sudah terlatih dengan semua ini hehehe...
Kemudian mereka pun sudah jatuh ke dalam alam bawah sadar mereka.
Menikmati kebersamaan mereka melalui mimpi.
Bersambung......
**Hehehe...Jangan kecewa ya reader ku tersayang...MP nya tertunda.Fatih dan Mahira masih mengenal sentuhan sentuhan yang baru pertama kali mereka rasakan.Maklum sekian lama mereka hidup menjomblo.jadi belum terbiasa dengan sentuhan lawan jenis yang di rasa asing bagi mereka.
Kasih dukungan nya dong,biar Author tambah bersemangat!!..❤❤❤
Salam sayang dari Fatih dan Mahira.
__ADS_1
😘😘😘**