
*********************************
Setelah puas melihat lihat interior rumah baru putri dan suami nya,Ruslan bergabung di ruang keluarga yang terletak di lantai bawah.Ia duduk di dekat Amira istri nya.
"Papa puas Fatih,Interior nya sudah pas untuk design pengantin baru"
tukas Papa Ruslan kepada Fatih yang duduk berhadapan dengan nya.
"Saya juga baru tau pa....kalau rumah ini sudah jauh jauh hari di siapkan Adit untuk saya,ini benar benar kejutan bagi saya".
Fatih terharu dengan ucapan nya sendiri yang secara tidak langsung memuji Adit sahabat nya.
Ia awal nya tidak menyangka bahwa sahabat nya itu memikirkan masa depan untuk nya,bahkan sampai memikirkan sarang baru untuk nya.
Sesuai adat yang berlaku di sekitar masyarakat,setelah menikah,seorang suami harus memberikan tempat perlindungan yang nyaman bagi istri dan anak anak nya,dan itu terpikirkan dalam niat Adit,bahkan ia bertekad membantu mewujutkan nya untuk Fatih. Itu juga di ajarkan dalam syariat islam.bahkan dalam hal ini lebih ditekan kan.
Seperti anak burung yang membuat sarang baru untuk keluarga baru mereka,itulah yang dilakukan Adit untuk nya.Lantas apa yang bisa Ia berikan untuk Adit,pikir nya. Fatih hanya bisa menjanjikan persahabatan dan persaudaraan yang tulus untuk nya,sampai saat akhir nanti,saat nafas tersengal dan akhir nya meninggalkan rongga pernafasan nya.
Tak lama terdengar suara deru mobil berhenti.
Zahra memeriksa keluar,siap gerangan yang datang dan membuyar kan perbincangan mereka.
Ternyata pak Agus Asisten pribadi Papa Ruslan.dan juga Art rumah tangga keluarga Amananta.
"Itu mereka sudah datang,kita akan makan besar di sini".
Ucap Ruslan yang memang telah merencanakan semua nya.
Art itu masuk ke dalam rumah yang cukup besar bagi pasangan yang baru saja menikah.
"Saya harus meletak kan semua nya di mana mbak?".
kata bi Iyem kepada Mahira,dengan masih membawa barang di tangan nya.
"Didapur saja bi...Ayo biar saya bantu!!"
Seru Mahira pada bibi yang membantu Mama Amira selama 10 tahun itu.
Mahira memeriksa lemari dapur milik nya.benar yang di kata kan suami nya.
bahwa mereka tidak perlu bersusah payah membeli perlengkapan dapur.
Semua sudah tersedia di dalam lemari atau kickten set yang terpasang di dinding dapur mereka.
Bi Iyem dan Mahira meletak kan dan menata semua makanan sehingga siap tersaji di meja makan.
Mahira mendelik ketika melihat ada ikan bakar kerapu kesukaan nya.padahal beberapa hari lalu,Ia menyantap hidangan itu. Namun bagi Mahira, ikan bakar kerapu selalu menghipnotis nafsu makan nya. Ada juga ayam panggang,ayam goreng,tumis kangkung,tumis jagung baby,cumi asam manis,dan aneka sambal beserta lalapan lain nya yang menggiurkan bagi Mahira.Seperti berada di restoran gumam nya.
"Ayo kita makan siang dulu...makanan nya sudah siap tersaji".
Mahira menghampiri mereka yang tengah asyik mengobrol kesana kemari.
"Sayang...bagaimana kalau kita sholat dzuhur dulu,kemudian membacakan surah Al Baqarah untuk rumah ini,kita makan setelah nya saja...sebentar lagi azan berkumandan jadi kita bersiap siap untuk salat dzuhur..bagaimana??"
kata Papa Ruslan menanggapi ajakan putri nya.
"Tidak masalah mas....ya kan mb Fatim?"
Mama Amira meminta persetujuan bunda Fatimah dan Ia pun menyetujui usulan itu.
Membacakan surat Al Baqarah pada rumah yang akan di tinggali adalah adap dan sunah bagi muslim.bahkan menjadi anjuran mengingat hadist dari Rasulullah SAW.
Surat Al Baqarah menjadi benteng dari gangguan mahluk halus yang suka berdiam diri di rumah rumah kosong,bahkan ada yang suka berdiam diri di rumah yang berpenghuni. Maka
dari itu,agar kita terhindar dari gangguan mahluk halus,rumah harus senantiasa di bacakan surah Al Baqarah.
Mereka pun sholat dzuhur berjama ah.
Dan membaca surah Al Baqarah secara serempak.
*********************************
__ADS_1
"Fatih,semprot kan air ini keseluruh dinding rumah,dan bacakan ayat kursi,surah Al Ikhlas,An Nas dan Al Falaq.
Sambil memberikan satu gelas air yang sudah di bacakan surah Al Baqarah tadi.
"Iya pa..."
Tangan nya menerima gelas itu.
Fatih memasuk kan air ke dalam wadah semprot yang sudah di siapkan nya tadi. Dan mulai menyemprotkan nya ke dinding rumah yang di mulai dari dinding kamar nya.
Air di semprot kan sambil di bacakan surah surah yang dianjurkan untuk merukyah rumah.
Semua bagian rumah sudah di rukyah.tidak ada yang tertinggal sedikit pun..
Selain untuk benteng dari makhluk halus..bacaan surah Al Baqarah menjadi penerang untuk rumah agar tidak gelap seperti kuburan.
Dalam kehidupan beragama..baik agama islam atau agama lain nya.
kehidupan ghaib tidak bisa di pisah kan dengan kehidupan kita.
Karna mereka meyakini bahwa ada kehidupan lain selain kehidupan kita yang nyata. Mereka percaya dan meyakini dengan sosok mahkluk halus yang ada di balik kehidupan kita,yang tidak tampak kasat mata.
jadi..dalam islam sosok makhluk halus atau kehidupan ghaib dan hal hal yang ghaib itu bagian dari keimanan.dan merupakan rukun iman.
*********************************
Azan Ashar berkumandang dari masjid di komplek perumahan.
tanda nya hari sudah sore dan sebentar lagi matahari akan terbenam di pembaringan nya.
Setelah melakukan sholat ashar berjamaah,para tamu bersiap siap meninggal kan rumah pengantin baru itu.
"Fatih...Papa titipkan Mahira padamu.
Ia jadi tanggung jawab mu sekarang,tolong bimbinglah ia dengan cara yang terbaik. Papa percaya padamu kau bisa menjadi suami yang bisa di andalkan dan bisa mengayomi istrimu.menjadi tempat berteduh dan sandaran bagi Mahira ketika ia lelah.
Papa pulang dulu ya....."
"Baik pa...Fatih berjanji dengan sepenuh hati,Fatih aka melindungi dan menjaga Mahira sampai akhir". Ucap nya pada sosok ayah bagi Mahira dan bagi nya kini.
Bunda Fatimah,Zahra dan Fatan juga berpamitan. Ada gambaran kesedihan dan kebahagiaan dari mimik sang bunda ketika putra nya Fatih meminta doa dari nya.
"Bunda...doakan Fatih. Agar bisa menjadi suami dan ayah yang baik. dan doakan agar rumah tangga kami dilindungi Allah dan mendapat naungan kasih sayang Allah SWT".Fatih menitik kan air mata nya,Ia tidak bisa menahan nya lagi.
"Tentu Fatih...bunda selalu mendoakan mu setiap waktu,jaga kalian baik baik ya...?"
Bunda Fatimah mengusap pundak menantu nya kemudian memeluk nya erat.
Hari ini keharuan mereka kembali tumpah ruah,setelah drama berbumbu air mata terjadi saat setelah ijab Qabul selesai di lakukan.
Mereka berpisah untuk kehidupan putra putri mereka untuk membangun keluarga baru.
tinggallah Fatih dan Mahira dirumah itu hanya berdua...
Mereka akan menetap di rumah baru mereka untuk selama nya,hingga takdir mengubah entah karna telah habis masa usia mereka.atau karna sebab lain hanya Allah dan author lah yang tau...
hehehe...
Mereka merasa,seperti anak burung yang terbang dari sarang nya,dan membuat sarang baru untuk keluarga baru mereka. Sungguh Filosofi yang menarik untuk pasangan pengantin yang memulai hidup baru.
*********************************
Bunda Fatimah masih terlarut dalam lamunan nya,mata nya menatap ke arah luar mobil yang ia tumpangi. Memperhatikan pepohonan dan bangunan yang berlari melawan arah menjauhi mereka.
"Bunda...apa yang bunda pikirkan?...
jangan sedih bun...Abang pasti sering datang dan menginap di rumah kita..."
Suara lembut Zahra membuyarkan lamunan Fatimah.
"Bunda tidak sedih Zahra....hanya saja hati ibu seakan kosong dengan kepergian abang mu dari rumah".
__ADS_1
wajah nya berpaling ke arah Zahra
"Sepertinya baru kemarin Abang mu berlari larian di dalam rumah....dan membuat bunda khawatir dengan tingkah polah nya..Tapi sekarang dia sudah dewasa,dan sudah ada seseorang yang harus ia lindungi".
Walau pun mengelak bersedih...tapi raut wajah yang sedikit kentara dengan garis garis penuaan karna dimakan masa itu tetap terlihat sedih.
Anak sulung nya telah pergi dari rumah nya yang selama ini memberinya ke nyamanan...anak burung itu telah meninggal kan sarang nya yang menghangatkan nya selama ini.
Hanya doa dan harapan yang di panjat kan ibu tiga anak itu dalam hati nya. Semoga putra nya bahagia dengan kehidupan baru nya. Kehidupan yang akan mengubah kehidupan nya yang lalu.
"iya bunda...Zahra juga merasakan itu.
tapi Zahra bahagia bun....karna Zahra yakin abang tidak salah memilih teman hidup.Mereka pasti akan bahagia.Mbak Mahira wanita sholehah. Tepat sekali dengan ciri ciri wanita idaman bang Fatih"
"Iya Zahra....bunda bisa merasakan ketulusan nya saat pertama kali melihat mbak mu itu,maka dari itu bunda sangat bersyukur ketika abang mu ingin meminang nya.."
"Jadi sekarang bunda tidak usah khawatir lagi...bang Fatih berada di sisi orang yang tepat!"
Zahra merangkul tubuh ibunda nya yang rapuh.mencoba mengisi ruang kosong yang ada di hati bunda nya.
Sedari kecil Fatih selalu menjadi anak yang penurut,pengertian dan membanggakan orang tua dengan segudang prestasinya. Dan yang terpenting..dia tidak pernah mengecewakan orang tuanya.
Itulah yang membuat Bunda nya merasa sedih dan juga terharu dengan kebergian anak nya dari rumah nya.
*********************************
Di waktu yang lain...Mahira dan Fatih telah selesai melakukan sholat Isya.Fatih yang 15 menit lalu tiba di rumah setelah melakukan sholat Isya berjama'ah di masjid.langsung memimpin sholat Isya untuk Mahira istri nya.
Mahira menyalami tangan Fatih..hal yang sudah menjadi kebiasaan setelah pernikahan mereka yang dilangsungkan 10 hari yang lalu.walaupun masih dalam hitungan hari,tapi seperti nya cinta sudah mengakar dalam hati mereka,bahkan tumbuh seiring berjalan nya waktu.
"Mas...mau ku buat kan kopi atau teh?" Mahira menatap lembut suami nya yang duduk di samping nya,sedangkan ia mulai membuka laptop kesayangan nya.
"Kopi saja dinda...mas mau begadang malam ini". Mata elang nya manatap manik mata barbie sang istri.mata yang berkilauan,siapa pun akan terpana melihat nya.selama ini istri nya selalu menyembunyikan nya dengan menunduk dan menjaga pandangan nya.agar tidak terperangkap dengan pandangan jahat dari tatapan mata seorang pria mesum dan bermata keranjang yang tidak halal bagi nya.
Mahira mengecup bibir Fatih yang begitu menggoda menurut nya.
dan berlalu dengan senyuman penuh tanda tanya.
Sedangkan Fatih sangat menyukai perlakuan istri nya itu.
"Ini kopi nya mas..."
Fatih masih sibuk berkutat dengan mesin pintar nya.
jari nya yang lihai menari nari diatas papan keyboard dengan berbagai huruf, angka bahkan simbol dan tanda baca.
"Iya sayang...trimakasih Istriku....".
Mahira tersenyum.Ia duduk di sisi suaminya.
Mahira memainkan ponsel nya karna bosan.
sudah hampir setengah jam Ia duduk di samping suaminya,tanpa ada respon dari Fatih karna konsentrasi nya terpusat pada pekerjaan.
Bagi Fatih setengah jam waktu yang masih sebentar. Tapi bagi Mahira waktu setengah jam adalah waktu yang sangat lama,sampai sampai ia merasa tubuh nya di selimuti oleh lumut,tumbuhan berspora yang biasa hidup di daerah dingin atau pegunungan itu.
"Mas...".
tubuh bagian atas Mahira bersandar pada Fatih,tangan nya yang tidak bisa diam terus mengarah pada sentuhan sentuhan sembarang, dimana sentuhan itu bisa membakar dan membangkitkan jiwa petualang nya yang sering terkoyak akhir akhir ini. Mahira semakin berani rupa nya.
"Sayang...nakal kamu ya.."
Rupa nya permainan Mahira mulai memancing hasrat petualangan Fatih semakin meninggi.
laptop dibiarkan hidup begitu saja.
Karna Fatih sudah tidak bisa lagi menahan serbuan gairah yang menggelora.
Dan tanpa basa basi ia melancarkan aksi brutal nya pada Istri nya yang sedari tadi menggoda nya.
Permainan pun sudah di mulai....
__ADS_1
Bersambung.....