Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Bali I'm Coming!


__ADS_3

*****


***Jarum jam berada di angka 03.00 WIB


Fatih mengeliat matanya berusaha di buka lebar lebar.


Melihat istrinya yang sedang berada di alam mimpi,Ia tersenyum. mengharuskan betapa bersukur nya dirinya.


pemandangan ini yang akan selalu Ia lihat sampai akhir nanti,sampai maut memisahkan mereka.


Dinda....wajah mu damai saat tidur,kau seperti malaikat,memberi kebahagiaan dalam hidupku.


Senyaman itukah kau terlena dalam mimpi indah mu? Semoga kau tetap bahagia seperti ini.


Bahagia dan memberikan kebahagiaan untuk kami semua.


Fatih mengecup kening istrinya.Kemudian merambat ke bibir,


dan mengecup ditempat itu cukup lama.kemudian melepaskan dan memandang nya kembali.


Selelah itukah kau sayang.....


Melihat istrinya tak bereaksi dengan tindakan nya,dia mengecup bibir nya sekali lagi. Belum bangun juga ternyata..


Fatih teringat,Pertempuran yang mereka lakukan semalaman,membuat istrinya sekali lagi harus menyerah. Raga nya sudah tidak sanggup meladeni pelepasan suami nya yang berulang ulang.


Beberapa hari setelah menikah,Fatih tak membiarkan istri nya menganggur. kesempatan nya banyak untuk menggoda dan mengganggu istri nya.apa lagi dengan dirinya yang memang sedang cuti dari pekerjaan nya,tentu saja membuat nya tak bisa mengalihkan dari kegiatan mereka selain memadu kasih. Untuk sesekali Fatih berada di balik layar benda kesayangan nya itu,tapi itu hanya sebentar,selebih nya untuk berduaan dengan istrinya.


Terbesit ide jail di benak Fatih. Ia meniup mata mahira yang masih terpejam dengan tiupan yang lembut. satu kali dua kali dan...berhasil!!


Kini Mahira mengeliat,Ia berusaha membuka matanya.


"Mass..sudah bangun dari tadi?" tanya mahira yang berusaha menyesuaikan pencahayaan di ruangan itu.


"Hmm..15 menit.Ayo sayang kita mandi..".


Fatih mencari sarung yang tadi malam ia kenakan.setelah memungut nya,ia memasukkan kain tanpa ujung itu melalalui atas kepalanya,memakai nya dengan sempurnya.


Fatih berjalan menuju Kamar mandi untuk mengambil Handuk kimono untuk Mahira.dan kembali ke tempat Mahira yang sedang menutupi seluruh tubuh nya.


Setelah itu Ia kembali ke kamar mandi kemudian di susul oleh Mahira.


Setelah mandi,mereka melakukan sholat tahajud di sambung dengan sholat subuh dan tidak tidur lagi hingga pagi menjelang.


*****


***Setelah selesai sarapan Fatih dan Mahira bersiap siap untuk bulan madu nya ke bali. Koper yang sudah ia siap siap kan dari kemarin,telah teronggok di dekat pintu ruang tamu.


Mereka akan berangkat lebih awal,supaya tidak tertinggal pesawat yang sudah mereka pesan jauh jauh hari.


Pesawat yang mereka tumpangi terbang pukul 10.00 pagi ini.


Setelah berpamitan dengan sang bunda,Fatih langsung mengendarai mobil nya menuju bandara Internasional Soekarno Hatta.


Tidak memakan waktu yang lama untuk sampai ke Bandara soetta.kurang lebih 35 menit lewat jalan tol pelabuhan.


Fatih memarkirkan mobil nya di tempat penitipan kendaraan,


dan bergegas menuju ke bandara untuk segera melakukan check in. Setelah check in dan mendapatkan boarding pass..Fatih dan Mahira menuju tempat duduk untuk menunggu keberangkatan mereka.


"Mas kita cari minum dulu yuk! disitu tu..."


Pinta Mahira yang mulai merasa borring.telunjuk nya mengarah pada kaffe yang menyajikan menu minuman kekinian yang lagi digandrungi oleh banyak orang.


"Ayyukk!!". Jawab Fatih singkat.Dia menggandeng tangan istrinya Mesra. Terlihat beberapa orang memandang ke arah mereka.Entah apa yang mereka sangkakan.


Mungkin saja iri,melihat kemesraan dan kebahagiaan yang mereka pancarkan dari tingkah polah mereka.Tapi dua sejoli ini tampak tak acuh dan tak menghiraukan pandangan orang orang terhadap mereka,hanya senyum yang mereka pamerkan dengan sesekali berbisik.


*****


***Setelah beberapa waktu,akhirnya tedengar suara operator pihak maskapai yang melakukan panggilan pada para penumpang pesawat xxx untuk segera Boarding,karna pesawat yang mereka tumpangi akan segera take of.


Fatih dan Mahira segera menuju ke pintu keberangkatan pesawat xxx yang mereka tumpangi.


Setelah tiba di kabin pesawat,mereka duduk dengan memasang sabuk pengaman.kemudian memasang earphone untuk mengurangi kebisingan saat pesawat akan mulai mengudara.


pesawat akan mengudara sekitar 1 jam 45 menit,sebelum akhirnya sampai di bandara Internasional Ngurah Rai.


Mahira mengeliatkan tubuh nya.Dia merasakan lelah yang luar biasa di seluruh bagian tubuh nya.

__ADS_1


Ini masuk akal,karna Fatih tidak membiar kan istri nya itu menganggur barang sedikit pun.


selama beberapa hari ini,Fatih tidak henti henti nya melakukan olah raga


lahir batin dengan istrinya,baik itu pagi siang,sore atau malam..karna kesempatan mereka memang lebih banyak,ini karna efek cuti pernikahan dan bulan madu mereka.


"Din...kamu lelah? tanya Fatih singkat kepada istrinya.Dia merasakan pergerakan Mahira seperti cacing yang kepanasan.


"Iya mass...Ini gara gara mas Fatih nih!!"


jawab Mahira sambil mencebik kan bibir nya,suara nya terdengar begitu manja.


"Hahaha.." Fatih tertawa lirih.dia menutup mulut nya agar suara nya tidak terdengar penumpang yang lain.


"Maaf sayang,mas tidak bisa menahan diri kalau berada di dekat mu. Kamu tau sendiri kan,mas udah puasa cukup lama,jadi ya...gitu deh!..


Apalagi bukan kah tak masalah kalau mas berlebihan menyayangi mu?. Asal mas tidak melupakan Allah dan apa yang kita lakukan juga berpahala dimata Allah.Mas selalu bersyukur di beri kesempatan merasakan kenikmatan surga dunia itu sayang..."


Fatih berbicara panjang lebar seperti sedang melakukan khotbah sholat jum'at,tapi dengan intonasi yang rendah.karna takut mengganggu yang lain nya.


"Tau lah mas.." Mahira mencebik manja,sambil menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.bukan apa apa,tapi Mahira merasa belum terbiasa dengan kegiatan baru nya.


"Baik lah sayang...nanti sesampai nya disana,kita pesan jasa terapis ya...biar tubuh mu kembali segar..."


Fatih merangkul Mahira dan mencium kening nya penuh kehangatan.


*****


***Pesawat mereka landing dengan selamat di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.


Ini pertama kali nya Mahira datang dengan orang yang Ia cintai.


Begitu juga Fatih,ini juga pertama kali bagi nya datang dengan orang yang Ia cintai hingga maut memisahkan mereka.


Setelah check in kedatangan,mereka segera keluar dari area bandara,untuk menunggu jemputan dari pihak biro perjalanan.


Baru saja keluar dari pintu keluar bandara.mereka sudah di tunggu seorang sopir dengan mobil yang berlogo biro perjalanan yang mereka gunakan.


"Bapak Fatih ya?!" Tanya karyawan biro itu dengan ramah.


"Benar pak. Bapak dari biro xxx?" Fatih kembali bertanya.


setelah itu Ia membuka pintu bagasi untuk memasuk kan koper milik pelanggan nya".


Mereka telah sampai di hotel.


Sebelum check in Fatih dan Mahira mencari musholla untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur dan sekalian makan siang.


Sampailah mereka di kamar hotel setelah melakukan check in dan mendapatkan kunci pass.


Fatih meletak kan koper di tempat yang sudah tersedia di dalam kamar hotel.


sebuah kamar suit yang di pesan oleh sahabat nya untuk pasangan pengantin baru tersebut.Suit room itu persis menghadap ke laut.menambah suasana romantis untuk kedua pasangan pengantin yang sedang di mabuk asmara itu.


Mahira yang merasa lelah sejak tadi,merebahkan tubuh nya di atas ranjang.


"Ya Allah,mass..aku lelah sekali...ijin kan aku tidur ya mas...?" Pinta Mahira wajah nya memelas.


"Iya dinda..mas juga mau tidur,mas juga lelah sayang..."


Fatih sedikit melemparkan tubuh nya ke ranjang,kemudian merapatkan tubuhnya ke arah Mahira dan memeluk nya.


"Masss..." ucap Mahira malas.karna dia mulai mengikuti arus kantuk nya yang mendera.


"Nanti mas g tahan kalau deket deket Mahira..."


lanjut nya dengan suara yang semakin melemah.


"Enggak dinda...mas kali ini tidur beneran.dua hari ini mas kurang tidur karna mengerjai mu".


Jawab Fatih jujur.


"Tapi beneran ya masss.." ucap Mahira lagi.kantuk nya sudah tidak tertahan kan.


"Hmm..." Jawaban Fatih pun terdengar melemah,karna tiba tiba matanya berat dan tak mampu di buka lagi.


Akhirnya mereka hanya tidur. Tanpa melakukan aktifitas In the hoy hoby baru mereka.


*****

__ADS_1


***Waktu menunjukkan pukul 15.30 WIT.


Mahira terbangun.dia terkejut karna belum melakukan sholat ashar.


"Mas...ayo bangun mas...udah sore,kita belum sholat ashar".


Mahira menggoyang goyangkan tubuh suami nya yang tertidur pulas.


"hmm...udah sore ya din?.."


Fatih berusaha mengejap ngejap kan mata nya.


"Iya mas...ayo kita mandi...".


Mahira beranjak dan menuju di tempat ia meletak kan koper nya. Mencari pakaian yang akan Ia dan suami nya kenakan.


mereka pun mandi bersama tanpa melakukan aktifitas lain.


Setelah ritual mandi slesai mereka melakukan sholat ashar berjamaah.


*****


***Pagi begitu cerah,setelah melakukan sarapan,mereka berencana berwisata ke pantai tanjung Benoa nusa dua Bali.


Sebuah obyek wisata yang sangat di minati kebanyakan wisatawan.


Mahira dan Fatih memilih tempat ini karna pantai nya tidak terlalu panas pada siang hari. Pemandangan nya yang indah dengan hamparan pasir putih dan air laut yang biru,tidak akan ditemukan pada malam hari.


Mereka telah sampai di obyek wisata Tanjung Benoa tujuan wisata mereka pada hari ke dua mereka di Bali.Mahira yang melihat biru nya air laut dengan hamparan pasir putih yang indah,sesekali ingin berjingkrak karna merasa senang bisa datang kesini lagi setelah kedatangan nya 3 tahun yang lalu bersama teman teman satu jurusan nya.


"Mas aku ingin ke sana..." Mahira menunjuk ke arah bibir pantai.Setelah mendapat persetujuan,Ia menghambur menuju tempat yang ia maksud.


"Ayo mass.." Mahira berbalik kearah suami nya,setelah menyadari bahwa Fatih tidak mengikuti langkah nya.


Tangan Fatih kini di seret oleh Mahira.seolah tidak sabar dia ingin menceburkan diri ke laut yang mempunyai pesona kecantikan yang luar biasa itu.


Mahira dan Fatih berjalan menyusuri pantai.Sesekali anak ombak menerpa kedua kaki mereka.


Berulang kali Mahira berpose bak seorang model terkenal.Ia harus mengabadikan kenangan indah ini pikir nya.


"Kau tidak mau naik itu Dinda...?" Tunjuk Fatih ke arah lepas pantai melihat sepasang anak manusia yang sedang menaiki wahana Banana boat.


"Tidak, aku tidak mau...aku takut mas..."


kilah Mahira yang sedikit meringis karna merasa ngeri.


"kalau yang itu?" Fatih menunjuk kearah parasut yang di naiki oleh sepasang kekasih yang membuat mereka berada diatas laut.


"Apalagi itu...aku tidak mau. Aku takut ketinggian. Lagi pula kalau nanti parasut nya tidak bekerja dengan baik kita bisa jatuh ke laut mas....."


"Kan ada savety nya sayang...." Fatih lagi lagi membujuk Mahira. Sebenar nya bukan membujuk,tapi lebih tepat nya menggoda.karna tadi dia baru tau kalau istrinya takut dengan hal hal yang extrim.


"Ahh...pokok nya tidak mau!...sana mas sendiri yang naik! Mahira mau di sini saja!" Mahira sedikit kesal dengan ajakan suaminya seolah Ia sedang menggoda nya seperti yang biasa.


Ia lakukan


"Baiklah baiklah...jangan marah.mas cuma bercanda.hahaha.."


Tu...benar kan?.


Hari sudah mulai siang...Mahira dan Fatih beranjak dari bibir pantai.


Mereka mencari tempat untuk istirahat dan melaksanakan sholat Dhuhur.


Sebuah kamar penginapan sudah mereka sewa,hanya untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat dhuhur.


Tapi apakah hanya itu alasan mereka menyewa penginapan?.


Hanya tuhan dan mereka yang tau. apa yang akan mereka lakukan.


Bersambung....


**Jawaban nya ada di bab selanjutnya ya......


Jangan lupa dukung Author dengan


memberikan like,komen dan juga vote nya.


Di tunggu ya say...❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2