Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Adila Nisa Ardhani


__ADS_3

**************************************


Adit menatap senyum manis Adila.


Ia tampak cantik dengan balutan gamis berbahan katun berwarna merah maroon, yang menambah ketegasan dari warna kulit nya yang putih.


Ini pertama kali nya mereka bertemu dan bertatap muka. Sebelum nya mereka hanya melihat wajah masing masing melalui sebuah foto.


Hari ini adalah acara lamaran sekaligus pertunangan Adit dan Adila.


Mereka nampak bahagia.Karna tidak ada paksaan dalam perjodohan ini.


Adit menerima dengan senang hati tawaran papa nya untuk meminang Adila.Begitu pun Adila yang menerima tawaran papa nya untuk di pinang oleh Adit putra sahabat nya.


Walau mereka tidak mengenal sebelum nya,tetapi mereka tidak ragu untuk menjalin ikatan sakral bernama pernikahan.Mereka yakin,orang tua mereka tidak salah menjodohkan mereka.Karna orang tua mereka juga sudah lama saling mengenal.


Kedua nya mempunyai garis keturunan yang tidak di ragukan lagi kesohoran nya.Dan juga menurut agama,mereka pun sekufu.


Acara berjalan lancar.


Tidak ada penolakan atau sanggahan dari dua sejoli yang akan naik ke pelaminan dua bulan lagi dari sekarang.


seperti nya mereka menikmati perjodohan ini.


Adila gadis berumur 23 tahun,ia baru saja lulus dari sebuah Universitas ternama di Jakarta.


Ia lulusan dari jurusan Tata boga.


Adila gadis yang periang,supel dan pandai bergaul.membuat dia di cintai oleh siapapun yang mengenal nya.


Ia juga gadis yang polos,menurut keterangan dari ayah Adila.jauh dari pergaulan bebas,yang sudah menjadi trend dikalangan remaja akhir akhir ini.


Itulah mengapa Adit menyetujui perjodohan ini,karna ia tau,bibit bobot dan bebet nya jelas.


Ia memang selalu mendambakan wanita berkriteria seperti Adila.Yang belum tersentuh oleh hitam nya noda noda dunia.


Siang itu,setelah acara lamaran selesai.


Adit dan Adila duduk di sebuah taman belakang milik Adila.mereka duduk berhadapan namun berjauhan.


kedua nya nampak masih canggung karna memang baru kali ini mereka bertatap muka.


Lama sekali mereka dalam kesunyian.


hingga akhir nya Adit membuka suara.


"Emm Dila...Apa yang membuat mu menyetujui perjodohan ini? setau ku, wanita di jaman sekarang ini,mereka ingin mencari pasangan mereka sendiri.


mereka biasa nya menganggap,bahwa perjodohan berkonotasi dengan jamannya "Siti Nurbaya"...."


Adila tersenyum ia menatap sebentar wajah Adit,dan pandangan mereka bertemu sebentar.


"Aku percaya pada papa...


Papa ku orang yang sangat teliti.


Dan sebagai orang tua,beliau tidak akan mungkin menjerumuskan putrinya.


lagian..papa dan mama menikah karna perjodohan...itu yang membuat ku yakin,bahwa perjodohan itu tidak seharus nya di pandang buruk?!


bahkan papa dan mama,mereka saling mencintai....."


Adila menjawab panjang lebar.


membuat Adit merasa puas dengan jawaban atas pertanyaan yang diajukan nya tadi.


"Baik lah aku tidak ragu lagi untuk melangkah ke jenjang berikut nya"


Adit meringis ia menyesali kebodohan kata kata nya yang melesat dari mulut nya begitu saja.seharus nya kata kata itu tidak keluar dari mulut nya.tapi ia tidak bisa membohongi hati nya.yang ia rasakan saat ini adalah kecemasan yang tak beralasan.


"kamu ragu?"


Adila menangkap aneh kata kata Adit tunangan nya itu.


"Aku tidak meragukan mu.Tapi aku ragu dengan diri ku sendiri.Aku takut aku tidak terlalu baik untuk mu"


"Apa maksud mu mas? Menikah itu butuh kesiapan.Tidak hanya kesiapan lahir saja,tapi juga batin.karna banyak hal yang harus di nalar dengan kematangan batin dan kematangan rohani.


Apakah kamu belum siap,melihat umur mu yang sudah matang?"


"Bukan begitu Dila.aku punya banyak kelemahan...apa kau mau menerima semua kekurangan dan kelemahn ku nanti?"


"Di dunia ini tidak ada yang sempurna mas..aku juga punya kekurangan.


Mari saling melengkapi.hanya dengan seperti itu kekurangan kita akan tertutupi"


"hmm...benar kata mu.aku percaya padamu.."


Siang itu mereka mengobrol sangat banyak.Tentang mereka berdua dan tentang semua nya. Mereka yakin akan saling memahami,ketika mereka telah menikah nanti.


**************************************

__ADS_1


Adit sedang memimpin rapat.Ponsel nya bergetar berkali kali.


Sepenting apa hingga benda persegi panjang itu berkali kali mendapat panggilan.


Adit tetap melanjutkan rapat nya.


Ia harus mengabaikan semua urusan luar ketika ia sedang rapat.


Walau pun benda itu terus bergetar dan menjadi perhatian para peserta rapat.


Adit menggelengkan kepala nya.


Ia melihat layar Ponsel nya.


ternyata itu panggilan dari Adila.


"Ada apa ini? kenapa Adila terus menerus menghubungi ku! Apa ada hal yang penting?" lirih nya dalam hati.


Adit bertanya tanya pada diri nya sendiri.


Tapi ia tidak bisa meladeni keinginan Adila saat ini.


Ia tetap melanjut kan rapat nya.


karna ini bukan rapat biasa.


rapat kali ini dihadiri pemegang saham.


untuk menetap kan pimpinan cabang di singapore.


Inilah awal Adit di percaya memimpin rapat besar.Ayah nya tidak bisa memimpin rapat karna ia sedang mengalami gangguan kesehatan.sebagai orang yang dipercaya oleh Ayah nya,ia tidak mungkin serampangan memikul tanggung jawab nya itu.


Ia kemudian mengubah Ponsel nya dalam mode silent.


**************************************


Di sebuah cafe. Seorang wanita cantik


terlihat gelisah.berkali kali ia menghubungi seseorang tapi tidak kunjung terhubung juga.


Di lihat nya lagi foto foto yang tersimpan dari galery Ponsel nya.


mata nya nampak berkaca kaca,sesekali ia mengusap butiran bening yang tidak sengaja jatuh dari mata nya.


"Mas...kenapa kamu tidak jujur mengenai masa lalu mu si mas?.. Apa arti ku bagi mu? kenapa aku harus mengetahui semua nya dari orang lain? Tidak percayakah kau pada ku?.


Kau tau ini tidak mudah bagi ku untuk menerima.tapi setidak nya,kalau kamu jujur padaku,aku bisa memaklumi semua nya.


Adila merintih dalam hati,hati nya luruh oleh kesedihan.


Ia bahkan sakit hati.


Ia merasa tidak di percaya.padahal ia sudah mempercayakan diri nya pada Adit calon suami nya.


Adila kecewa sekaligus marah.


Apalagi saat ini Adit mengabaikan panggilan nya.Ia semakin kesal di buat nya.


Sebenar nya tidak seharus nya ia mempermasalah kan masa lalu Adit. Ia sadari itu.Tapi entah mengapa ia merasa kecewa ketika ia mengetahui bukan dari mulut Adit sendiri.


Ia hanya ingin hubungan nya dilandasi dengan kejujuran dan kepercayaan.


bukan malah menutup nutupi nya seperti ini.


Sudah hampir dua jam dia berada di cafe itu. Adila tidak menyadari,sudah selama itu ia menunggu Adit untuk menemui nya.


Ia berniat akan menanyakan semua nya. Ia akan mengeluarkan semua uneg uneg nya,ia tidak ingin menyimpan nya sendiri.


Adit tiba parkiran mobil nya. Ia segera membuka Hp nya begitu rapat nya selesai tadi. Ia segera melajukan mobil nya ke arah cafe yang di kirimkan alamat nya melalui pesan wa dari Adila.


Sudah sebulan setengah mereka melakukan ta'aruf,


Selama ini mereka baik baik saja.


Walaupun Adit sibuk dengan pekerjaan nya,tetapi ia selalu berkirim pesan kepada Adila, sedang apa dan di mana ia berada.


Tapi kenapa ini? Kanapa ia merasa ada suasana genting di sini. Atau jangan jangan....?


Pikiran Adit menerawang.Ia bersama mobil nya membelah ramainya jalanan dengan perasaan yang gelisah.Ini pertama kali ia merasa gelisah setelah sekian lama ia bisa melepaskan kejadian 7 tahun yang lalu.


Ketika ia kehilangan Kayisa dan bayi nya yang masih di dalam kandungan kekasih hati nya.


Ia tidak ingin Adila meninggal kan nya,


ia takut Adila meragukan diri nya karna masa lalu nya yang kelam.


Adit telah sampai di depan sebuah cafe,di mana Adila menunggu nya.


Ia berusaha menghilangkan kegelisahan dan ke khawatiran nya.ia harus bersikap berani dan menghadapi segala kemungkinan.


Setelah lama menangis, Adila kini terlihat tenang.

__ADS_1


Ia melihat kedatangan Adit,yang terus memperpendek jarak diantara mereka.


Adit duduk di hadapan Adila.


Ia menyadari mata sembab Adila yang masih jelas terlihat dan warna merah hidung nya pun jelas menandakan bahwa ia baru saja menangis.


Ia menatap gadis dihadapan nya yang masih setia dengan kebisuan nya.


Hingga akhir nya Adit yang memulai percakapan mereka.


"Adila ada apa sebenar nya? kenapa kau menangis?"


Adit bertanya dengan suara selembut mungkin.Ia sangat menjaga hati gadis didepan nya ini.Apalagi saat ini ia tengah bersedih.Entah apa yang menjadi penyebab nya,tapi Adit hanya menduga duga.kalau ini ada kaitan nya dengan dirinya.


Adila menyodorkan Foto foto yang ada di dalam galery Ponsel nya.


Adit menatap benda persegi panjang itu ragu.Tapi ia tidak mau seperti seorang pengecut.Yang lari dari masalah.


Diambil nya Ponsel milik Adila.


Ternyata benar dugaan nya.Ia melihat satu persatu gambar kemesraan nya dengan wanita wanita nya dulu.bahkan ada gambar yang memperlihat kan dirinya dengan seorang wanita yang nyaris tanpa busana.


Adit seperti melihat film diri nya yang tayang ulang setelah bertahun tahun ia coba untuk menghapus nya dari ingatan.


Gambar itu kembali menyayat hati nya yang selalu berusaha ia obati selama ini.


"Kau dapat dari mana gambar gambar ini?"


Adit menatap Adila dengan tatapan nanar.


"Aku mendapat kan semua dari seseorang di media sosial.


Ia mengaku sebagai kekasih mu"


Tatapan Adila yang tajam menandakan kalau ia merasa marah.Marah dengan masa lalu Adit yang tidak pernah ia bayangkan sebelum nya.


"Itu sudah masa lalu bagi ku Dila! dan aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan mereka"


Adit bingung harus menjelaskan semua nya dari mana.


"Tapi kenapa kamu tidak pernah berterus terang pada ku.kamu bahkan tidak pernah menyinggung nya sebelum ini.kamu seolah ingin menutupi semua nya!!"


Adila menambah volume suara nya.dia tampak kesal.


"Adila..."


belum sempat melengkapi kalimat nya. Sebuah panggilan terdengar nyaring dari ponsel nya.


kringg kringg


kringg kringg


kringg kringg


ponsel Adit terus berbunyi.


"Jawab mass...itu sangat menggangu"


Adit menatap layar ponsel nya.


"Jihan" nama yang tertera di panggilannya itu.


Kenapa aku lupa menghapus nama nya sih?


"Kenapa? jawab saja! itu pasti salah satu wanita mu kan?!"


Adit merasa bingung...bisa bisa nya dia menelpon pada saat seperti ini.


Sepertinya ia memang sengaja membuat suasana semakin keruh.


Tapi Adit tidak menjawab nya,ia malah mematikan Ponsel nya.


Melihat gelagat Adit.Adila semakin tersulut.Ia yakin bahwa yang menghubungi Adit barusan adalah salah satu kekasih nya.


Emosi nya memuncak dengan sikap Adit yang pengecut. Ia beranjak dari duduk nya dan berlalu begitu saja dari hadapan Adit.


"Adilllaa!!"


Adit mencoba mengejar Adila yang lari membawa emosi di dada nya.


Ia berlari tanpa menoleh ke kanan dan kekiri padahal ia berada di tepi jalan raya.ia nekat menerobos keramain jalan ibukota.hingga akhir nya sebuah bus kota yang di bawa dengan ugal ugalan melintas bertepatan dengan Adila menyebrang keramaian jalan saat itu.


"Brakkkk!!!!"


Tubuh nya terpental sejauh tiga meter dari tempat nya semula.


Adit ternganga.Tubuh nya membeku. Tubuh nya seperti tertahan sesuatu.


tapi seketika ia sadar ketika daraj mulai mengalir dari kepala wanita nya.


"Adillllaaaa!!!!"

__ADS_1


__ADS_2