Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Rumah Baru


__ADS_3

*****


Pagi Di Ruang Makan


***Makanan sudah tersaji di meja makan.


Mahira yang sedari tadi ikut menyiapkan makanan,mempersingkat pekerjaan art rumah tangga mereka.


"Sayang panggil suamimu untuk sarapan" Pinta mama Amira pada Mahira putrinya,yang juga ikut sibuk dari subuh tadi.


"Baik ma" Jawab Mahira singkat.


Ia melenggang meninggalkan ruang makan untuk memanggil suami nya untuk sarapan bersama.


Ceklek...


"Mas...ayo sarapan dulu...udah di tunggu tu..." Mahira melihat suami nya yang masih sibuk dengan laptop di pangkuan nya.


Tampak serius dan bahkan tidak terpengaruh dengan kedatangannya.


"Bentar Dinda....ini kurang segikit lagi" jawab Fatih masih tetap serius pada layar laptop nya.


Mahira memperhatikan suaminya,mencari tau apa yang sedang dilakukan suami nya itu,sehingga suami nya di buat diam tak bergeming.


"Ya Allah mas...serius amat......" tegur Mahira kepada suami nya yang belum juga bereaksi.Ia menduduk kan diri nya di samping Fatih yang masih sibuk pekerjaan ny.


"Iya dinda sebentar...ni juga sebentar lagi kelar"


Benar juga tak butuh waktu lama.


Fatih telah selesai dengan urusan nya. Ia meletak kan laptop kerja nya diatas meja yang terdapat di kamar mereka. Melihat tingkah Mahira yang manja,dia terdorong untuk melakukan sesuatu.


Cup


Sebuah ciuman ringan mendarat di bibir mahira.


"Masss..." Suara nya lirih terdengar begitu manja. Kalau tidak karna panggilan Mama nya yang meminta mereka untuk segera turun,sudah dipastikan Fatih ******* habis bibir istrinya yang tak pernah habis dengan rasa manisnya.


"Apa dinda..? ayo kata nya mau sarapan...atau sarapan nya di sini saja. Sarapan kamu. grwoaaaa!!!"


Fatih memperagakan gerakan menerkam membuat


Mahira bergidik dan bangkit dari duduk nya.


"Mass...Ayo!..." Ia menyeret tangan Fatih yang sebenar nya berniat ingin mengerjai istrinya lagi.tapi tidak terwujud karna Mahira terus menarik tangan Fatih untuk bangkit dari duduk nya.


"Ayo mas...udah di tunggu Papa sama Mama!".


Fatih berdiri dari duduk nya,kini gantian Fatih yang bertingkah manja.bergelayut sambil memeluk istrinya dari belakang seraya menciumi wajah istrinya dari arah samping.


"Ahh mas...geli...!"


Mereka berjalan,tapi tidak henti henti nya bersenda gurau.Fatih yang sedari tadi tangan nya menjahili istri nya,berhenti melakukan aksi nya ketika menuruni anak tangga.


***Perlahan Fatih menggeser kursi dan mempersilahkan sang istri untuk duduk di sana,kemudian dia menggeser kursi di sebelah istrinya dan mulai duduk.


"Maaf Pa Ma..membuat kalian menunggu.Fatih ada kerjaan sedikit yang harus di selesaikan saat ini juga.soal nya nanti siang ada rapat di kantor,Fatih harus menyerahkan pagi ini juga".


"Tidak apa apa Fatih..papa maklum. Itu sudah biasa dunia bisnis.


Mahira..kamu harus bisa memaklumi pekerjaan suami kamu..jangan mementingkan ego mu!! karna suatu saat kamu bisa saja mengalami kesulitan,bahkan hanya untuk bertemu suami kamu"


Papa Ruslan melirik pada Mama Amira di akhir kalimat nya.


"lho Pa..kok ngomongnya melihat ke arah Mama? menyindir mama ni?".


Walaupun pun merasa tersindir,namun mama Amira tetap menampilkan senyum nya dan tidak menghiraukan kata suami nya yang seolah sedang menyentil dirinya.Ia Faham suami nya hanya bergurau. Ia tetap melanjutkan aktifitas nya dengan piring yang telah terisi nasi dan akan mengisi dengan sayur dan lauk nya untuk sang suami.

__ADS_1


"Iya Pa...Mahira tau kok.. Mahira kan sudah terbiasa" Mahira yang menangkap maksud dari percakapan kedua orang tuanya.mengiyakan nasehat dari Papa nya itu.


Setelah selesai dengan sarapan mereka.


Mereka berkumpul di ruang keluarga sambil bercengkrama santai sambil menonton benda ajaib berbentuk persegi panjang pipih bergambar dan berkedip secara otomatis.


"Pa Ma...hari ini rencana nya Fatih mau ajak Mahira ke suatu tempat"


Fatih membuka percakapan


"Ada acara apa Fatih?....apa masalah pekerjaan?". Tanya Papa Ruslan


"Bukan Pa...maaf ini Rahasia.Nanti InsyaAllah Papa juga tau". Jawab Fatih


makin membuat semua orang penasaran.


" Oh iya...Kalian ingin bulan madu ke mana?"


Kata Papa Ruslan kemudian.


"Saya terserah Mahira saja mau nya kemana Pa..." Jawab Fatih singkat sembari menatap Mahira.


"Aku pengen nya ke jogja pa...tapi juga pengen ke Bali....". gumam Mahira yang setia bergelayut manja di tubuh suami nya.


"Pilih salah satu Ra...suami mu punya segudang pekerjaan yang harus di kerjakan".


Ucap Papa Ruslan bijak.


"Iya pa...Mahira juga sedang berfikir.... ke Bali aja kita ya mas...?!!"


"Oke...terserah kamu dinda..


Oh ya....Kamu bersiaplah sayang kita akan berangkat". Fatih berbicara sambil menatap manik mata mahira.


"Memang kita mau ke mana mas?.


Mahira dibuat masih penasaran dengan sikap Fatih yang terkesan menyembunyikan sesuatu.


dengan teka teki nya.


Setelah berpamitan pada ke dua orang tuanya. Fatih dan Mahira meninggal kan kediaman Amananta dan berencana mengunjungi suatu tempat entah berantah yang pasti hanya tuhan dan Fatih yang tau.


Fatih mengambil jalur Tol lingkar luar jakarta W2 untuk menuju ke tempat yang masih dirahasiakan.


Sebenar nya sejak tadi Mahira ingin menanyakan tujuan mereka. Tapi dia memilih mengikuti alur permainan suami nya.


Setelah melewati beberapa kawasan,akhirnya mereka pun sampai pada kawasan perumahan yang terbilang Elit. Kawasan yang terlihat nyaman dan bersih.


"Kita sudah sampai dinda..." Mobil nya kini terparkir tepat di halaman lumayan luas mungkin bisa untuk tiga mobil sekaligus.


Fatih membuka pengaman di pinggang nya,yang di ikuti oleh Mahira.


Tanpa bertanya Mahira hanya mengikuti arah kemana Fatih melangkah. Ia menahan semua keingin tahuan nya yang mulai memuncak,dan tetap membungkam mulut nya rapat rapat. Nanti dia juga tau pikirnya.


Setelah melewati halaman rumah yang nampak sepi dari luar,Fatih mengambil sesuatu dalam saku nya,ketika telah tiba persis di depan pintu rumah yang kira kira bertipe 50. Benda yang bergerigi dan tidak selalu sama pada item nya itu, berhasil keluar dari ruang simpan paling dekat di tubuh Fatih.


Dengan terampil Fatih menyatukan benda itu dengan pasangan nya. Ketika berbunyi klik sebanyak dua kali,Fatih mendorong dua daun pintu secara bersamaan.


Setelah berdoa untuk rumah yang masih kosong itu.mereka pun masuk


"Rumah siapa ini mas?" Mahira mencari titik terang dari rasa penasaran nya.


"Ini rumah kita dinda..." Dia berkata sambil merangkul pundak Istri nya,membawa tubuh itu masuk lebih dalam.


"MasyaAllah mas...." Mahira takjub dengan rumah yang tak berpenghuni itu,namun sudah lengkap dengan perabot rumah tangganya dan terlihat tertata rapi di tempat yang semesti nya.


"Ini hadiah dari Adit sayang..." Fatih mengecup puncak kepala Mahira.

__ADS_1


"MasyaAllah mas!!...Alhamdulillah, semoga bang Adit di mudah kan urusan nya ya mas..." sekali lagi Mahira di buat takjub dan bersyukur atas kemurahan hati Sahabat suaminya itu.


Semua ruangan telah di lihat dengan seksama,kecuali Kamar utama yang akan menjadi kamar mereka.


Ranjang berukuran king size terhampar di ruang tidur mereka,berhias lampu tidur di atas nakas yang berukir diatas kayu jati. Di lengkapi pula dengan Meja rias yang terbuat dari kayu jati dan berukir serupa.


Fatih menarik tangan Mahira berjalan mendekati ranjang king size mereka.


"Dinda...ayo kita coba.." Fatih menggoda istrinya,Ia mendorong istrinya perlahan sehingga tubuh nya terjerembab di atas kasur yang empuk dan nyaman itu. Fatih membuat Mahira terkurung diantara ke dua paha nya. dan mengunci pergerakan Mahira dengan mencengkeram kedua tangan Mahira.


"Mas...rumah nya belum di doakan mas!!...ada jin penunggu rumah di sini..." Mahira berbicara seolah dia melihat sosok abstral berkeliaran di sekitar mereka.


Fatih tidak bergeming dari aksinya,tapi malah mencium paksa wajah istrinya bertubi tubi.


"Aaww geli mas..."


"Hahahaaa"


Fatih merasa terhibur melihat istrinya yang tidak berdaya.


"Aku hanya ingin menggoda mu sayang" Fatih berbicara tanpa mengurangi aksi nya.


***Tanpa mereka sadari sepasang bola mata memperhatikan tingkah absurd mereka,tidak jauh dari tempat mereka melakukan kekonyolan yang membuat iri ego orang itu.


"Ya Allah Fatih...apa yang kau lakukan dengan istri mu di sini?!"


Sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta menoleh dan menghentikan candaan mereka.


"Lo udah sampai rupanya?" Fatih membalas sapaan Adit.beranjak dari ranjang dan menarik kedua tangan istrinya.


"Iya! gue udah sampai lima menit yang lalu... seharus gue datangnya nanti aja setelah kalian selesai dengan urusan kalian...". Jawab Adit dengan nada getirnya.


"gue cuma ingin menggoda istri gue Dit.....lagian siapa yang mau begituan di rumah kosong kayak gini sih!... Bisa bisa jadi tontonan seru para mahkluk halus yang jomblo kayak ello..." ucap Fatih yang terasa panas ditelinga Adit.


"Mas...." Mahira berniat mengingatkan Suaminya untuk tidak berbicara berlebihan,supaya tidak menyinggung perasaan orang lain.


"Ciehh...udah pinter ngeles sekarang....


Gi mana...kalian suka design nya?. Tanya Adit.Matanya berkeliling memperhatikan setiap sudut ruangan ber cat abu abu muda itu.


"Elo udah cek ruang bath nya belum?... gue udah design sedemikian rupa,berjaga jaga kalau lo ingin mandi bareng dan...." Adit melirik ke arah Mahira, Ia mengurungkan kata kata yang akan di ucapkan nya.


"Dan apa...? ngeres otak lo...perlu di rukyah sama ustd Firdaus lagi rupanya".


"Hahaha.." Mereka akhirnya tertawa barjamaah.


"gue gak bisa protes Dit...Elo emang jago masalah interior...dan yang penting istri gue suka...ya kan sayang..."


Fatih merangkul pinggang istrinya,kepala nya beradu dengan kepala Mahira.Ia sengaja memamerkan kemesraan mereka kepada Adit. Agar sahabat nya itu termotivasi untuk segera menikah.


Adit meletakkan telapak tangan nya di kening.dan menggeleng gelengkan kepala nya melihat tingkah ke dua pasangan sah itu.


"Fatih...lo udah disulap jadi bucin oleh ibu peri dadakan mu ini..." Adit berbicara penuh penekanan,ekor mata nya menunjuk ke arah Mahira.


"Gue ga habis pikir..baru semalam lo tidur sama istri lo...lo udah berubah wujut jadi manusia alay kayak gini...hi gue ngeri bayangin nya.." lanjut Adit pundak nya di naik turunkan dengan cepat.seolah bergidik melihat penampakan wujud Fatih saat ini.


"Maka nya lo buruan nikah...temeni gue jadi bucin sejati...hahaha.." Fatih merasa puas mengerjai Adit si jomblo merana.


"Gue udah siap nikah lahir batin bro...tapi yang diajak belum ada. Siapa yang nolak nikah,ena ena ini". Adit menegaskan kalimat nya berharap jangan ada lagi kata kata aneh yang keluar dari mulut sahabat nya. Atau dia terpaksa meladeni kata kata sahabat nya yang semakin aneh dan menjurus,dengan kata kata yang lebih aneh lagi. Dia tidak mau penampakan asli nya terbongkar dihadapan Istri sahabat nya itu.


Bersambung....


Sorry my reader ku....baru bisa up...


soal nya Author punya kesibukan baru.


ngelapak sana ngelapak sini.malah jadi ga bisa fokus nulis nya.

__ADS_1


Selamat membaca tulisan Author yang ogah ogahan ini ya...


Salam sayang untuk kalean....❤❤❤


__ADS_2