Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Sebuah keputusan


__ADS_3

**semakin hari hatiku semakin terhanyut dalam perasaan ini...perasaan yang memporak porandakan pertahanan ku selama ini.Kau satu satu nya yang bisa menghasut batas normalku...sebagai manusia biasa,aku memiliki rasa manusiawi...rasa ingin di cintai dan mencintai.


Aku akan tetap menjaga hatimu sampai kau benar benar siap.


Siap mengarungi samudra kehidupan dengan bahtera rumah tangga kita**.


Zahra dan Mahira saling memandang


setelah membaca isi surat itu


"Apa ini?!!.. ini surat cinta atau apa?!!". Zahra menampak kan ekspresi ketidak puasan.


"Za..kamu baca tadikan? abang mu ini balum pernah jatuh cinta.mana tau surat cinta itu seperti apa!?"Mahira mencoba membela Fatah.


"tapi...ahhh bikin malu saja! ku pikir dia cerdas,tapi ternyata buat surat cinta saja seperti ini!!.."


"ssstt...yang penting kan maksud nya.dan yang penting aku suka!".Mahira menenpelkan jari telunjuk dan jempol yang menyatu di bibir nya sambil mengulas senyum malu nya.


"Hai..!"..Zahra tertawa.dan kemudian Mahira pun ikut tertawa.Zahra senang mendengar pengakuan sahabat nya.


*****


***Sudah satu minggu lebih sejak Mahira menerima surat dari Fatih.dan sejak saat itu pula Mahira tidak bertemu dengan Fatih.walau pun tidak menyenangkan,karna di liputi perasaan gundah,tapi Mahira berusaha melewati hari hari nya seperti biasa.begitulah perasaan orang yang sedah jatuh cinta.GALAU nya yang tak berkesudahan.


***Pagi itu di rumah Fatih.


Fatimah tengah sibuk menyiapkan sarapan.Fatah yang pertama keluar dari kamar nya,mendekati meja makan dan menggeser kursi lalu menduduki nya.


"Bagaimana hubungan mu dengan Mahira?"Fatimah membuka percakapan.


"Belum ada perkembangan bun...masih sama seperti dulu..beda nya abang sudah menyatakan cinta nya!".Zahra tiba tiba muncul dari arah belakang Fatih membuat mata Fatimah menuju ke arah nya.


"Benar itu Fat?".selidik bundanya yang menatap mata Fatih untuk mencari kebenaran.seketika itu pula Fatih mengangguk kan kepala nya.


"Kenapa tidak segera melamar nya? Ibu ingin kau segera menikah".imbuh Fatimah memberi saran.


"Belum bun...Fatih lagi sibuk sibuk nya.Fatih sedang mengerjakan proyek baru bun...".


"Cepatlah kau lamar dia nak...tidak baik membiarkan lama lama..jangan menyiksa hati seorang perempuan"...ucap Fatimah lembut.


"Iya bang..kasian Mahira.dia seperti nya lagi dalam mode GEGANA tuh!".

__ADS_1


Fatih terlihat berfikir.pikiran nya kini mengembara kemana mana.


"Apa yang kamu tunggu Fatih!..pekerjaan tidak lebih penting dari ini!..ini untuk masa depan dunia akhirat mu...lebih cepat lebih baik!".Nasehat Fatimah pada Fatih yang melihat putranya itu masih ragu ragu.


"Iya bunda...Fatih akan melamar nya sesegera mungkin".jelas Fatih pada bunda nya.


"Kapan Nak??!".Fatimah meminta kepastian putra nya.karna kalau tidak begitu,dia pasti akan menunda nunda lagi.Entah apa yang terus saja di pikirkan Fatih.Fatimah tidak mengerti kenapa sikap putra nya masih alot menurut nya.


"Minggu depan bun...".Fatih akhir nya tegas pada sikap nya sendiri.


Fatimah tersenyum penuh bahagia


"Alhamdulillah nak...segera lah urus keperluan untuk itu..kabari Mahira juga.bunda akan meminta Paman mu untuk segera datang ke sini.dan satu lagi....umur mu sudah tidak muda lagi...".Fatimah bicara panjang lebar pada putranya itu.


"Tapi bun...Mahira belum menyelesaikan pendidikan nya..apa nanti tidak mengganggu nya?".lagi lagi.keraguan Fatih masih tetap jadi alasannya.


"lhoo..kan banyak teman kuliah Zahra yang sudah menikah Fatih?!..pertanyaan Fatimah di amini oleh Fatih putra nya.memang benar teman2 Zahra banyak yang sudah menikah.


"Apakah kamu khawatir orang tua Mahira tidak Menerima lamaran mu?.


Fatih masih terdiam.mempertandakan bahwa kata kata ibunya adalah benar.


"Nakkk...jodoh itu ditangan tuhan.


kalau dia jodoh mu pasti Allah akan memberikan nya untuk mu.kalau orang tua Mahira menolak mu..berarti dia bukan jodoh mu......tapi kalau bunda melihat dari sikap Mahira,orang tuanya pasti orang yang bijak.percayalah pada dirimu fatih!".


"Baiklah bun...Fatih paham...sekarang Fatih sudah mantap".


"Lhaa..ini baru Fatih putra bunda"....Fatimah mengusap kepala putra kesayangan nya itu.


Zahra yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara Bunda nya dan Abang nya,merasa bahagia.dia seperti merasa kan hawa musim semi yang indah. .


"lho bun...di mana Fatan?...dari tadi kok belum nongol juga?!".Zahra penasaran.karna biasa nya dia sudah duduk di kursi makan dan menikmati hidangan yang di sajikan bunda nya.


"Tadi dia pergi lebih awal...ada urusan penting kata nya".


Fatan adalah ketua OSIS di sekolah nya. tak ayal kalau kadang kala nya ketua OSIS itu sibuk di saat saat tertentu.apalagi hari hari ini dia harus mengurus kegiatan clas meeting di sekolah nya yang rutin diadakan setiap akhir semester.


***Dia anak yang cerdas di sekolah


nya,sekaligus anak yang tampan.menambah nilai plus pada diri nya.tapi sayang nya dia sedikit pendiam dan agak dingin.walau begitu entah mengapa,sikap nya itu malah menambah daya tarik nya di hadapan murid perempuan di sekolah nya.

__ADS_1


(Memang murid perempuan yang aneh!!..kalau author mah ogah! author suka karakter seperti Fatih.)


siang ini begitu cerah...bahkan sangat cerah karna matahari begitu terik.setelah menunaikan sholat dzuhur dan makan siang,Mahira,Zahra dan teman teman nya asyik mengobrol di taman tepat nya di bawah pepohonan yang rindang dan teduh.suara tiupan angin yang menyentuh dedaunan menambah alunan irama dalam hati Mahira...kerinduan yang tersirat dihati nya begitu indah sehingga memabuk kan pemilik nya.


Tiba tiba terdengar bunyi suara dari ponsel pintar Zahra.seketika mengaburkan lamunan Mahira.


tring..


tring..


tring...


"Assalamu'alaikum...gimana bang?"...salam Zahra pada orang di sebrang sana.


"Wa'alaikum salam...abang tunggu di caffe xxx setelah kuliah.Jangan lupa ajak Mahira".


"Oke bang...sampai nanti ya..."


"Oke za...Assalamu'alaikum...".


"Wa'alaikum salam".sambungan terputus.


*****


***Mahira dan Zahra tiba di caffe yang di sebut Fatih tadi.Mata Zahra berkeliling menyusuri setiap sudut ruangan caffe itu.terlihat lah sosok yang di cari tepat berada di dekat jendela.Zahra mengarah kan telunjuk nya ke arah Abang nya duduk.seketika Mahira ternganga setelah melihat siapa sosok yang duduk di situ.


dengan langkah pasti,mereka mendekati Fatih.


"duduk Ra...!" Zahra memerintah pada Mahira.menggeserkan kursi yang letak nya tepat berhadapan dengan Fatah Abang nya.


"Gue tinggal bentar ya...kalian ngobrol dulu aja".


Zahra pun meninggal kan mereka berdua.mengarah kan kaki nya keluar caffe dan entah mau kemana.


Bersambung.......


**Maaf up nya lama...lagi badmood karna harus mendampingi anak anak belajar.maklum 3 anak.dan pekerjaannya numpuk semua.jadi ku fokuskan untuk anak dulu.biar belajar nya bisa tuntas.


jangan lupa beri dukungan nya ya....


salam sayang dari author ya...semoga kalian suka dengan crita nya**.

__ADS_1


__ADS_2