
Selama ulangan, Salma tidak pernah menjawab pertanyaan Arjuna. Semuanya berbalik segitu mudahnya. Arjuna berusaha untuk menelpon Salma, dan mengirim sebuah pesan di WhatsApp. Salma benar-benar sudah tidak merespon. Arjuna merasa galau, ia bercerita tentang perasaannya kepada Salma.
"Sabar aja bro ... cinta memang rumit! Kadang karma berlaku, dulu loe yang nyuekin Salma, nolak mentah-mentah, bahkan tidak pernah merespon dengan baik. Ini balasan untuk loe, bahkan selalu ada pelajaran berharga, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan!" Indra menasehati. Arjuna semakin mengerti mengapa Salma tidak memaafkan kesalahannya.
****
Semua murid berkumpul di lapangan. Pak Bima mewakili kepala sekolah.
"Minggu ini kita akan jalan-jalan ke 'Garut Jawa barat', biar reflesing, kalian kan sudah ulangan, harus dong, jalan-jalan, kita menginap disana, jangan lupa suratnya diberikan kepada orang tua agar ada persetujuan dari orang tua, jangan melawan, nanti jadi malin Kundang haha" Semua murid tertawa, tentu saja bahagia bisa berjalan-jalan setelah selesai ulangan. Rena,Tia dan Salma saling berpelukan sambil meloncat-loncat.
"Asyik jalan-jalan!" Semua murid serentak.
'Kenapa Salma akhir-akhir ini tidak pernah menatap, bahkan ia seperti mengangapku tidak ada!' ucapnya dalam hati. Revan mengusap pundaknya.
"Anak-anak ini no kursi kalian semua, tapi ini di kocok dengan kakak kelas kalian. Kalau kalian kebetulan sebangku dengan orang yang kalian cintai, berati ini jodoh" Semua orang tertawa.
"Bu Riska yang cantik tolong bagikan!" Bu Riska membagikan, kupon nomor kursi bus pariwisata. Salma dan Arjuna mendapatkan nomor kursi. Mereka berharap bisa sebangku dengan orang yang mereka suka. Arjuna menatap wajah Salma dari kejauhan, Salma tidak sengaja membalas tatapan Arjuna. Saat Arjuna tersenyum, Salma membuang mukanya. Salma sudah berjanji untuk tidak terpedaya oleh Arjuna.
*****
Hari Minggu pun tiba. Salma begitu semangat, ia menyiapkan makanan yang ia masak sendiri, Arjuna juga semangat membawa minuman untuk ia berikan kepada Salma. Saat semua berkumpul, Arjuna belum datang sementara semua sudah berkumpul. Semua di absen sebelum memasuki bus. Salma dan kedua sahabatnya satu bus yang sama, termasuk dengan Revan dan Indra. Sedangkan Arjuna belum datang, Salma duduk sendirian ia penasaran siapa yang duduk di sebelahnya. Tidak lama, seseorang duduk di sebelahnya, ia adalah kakak kelas. Salma sebenarnya berharap bahwa yang maksud adalah Arjuna, walaupun ia sedang marah. Nampaknya Salma kecewa. Revan menelpon Arjuna, mereka kawatir Arjuna kesiangan. Tak lama Arjuna datang, ia mencari kursi, ternyata sudah ada seorang yang duduk dengan Salma. Arjuna menghampiri.
"Maaf ini bangku ku!" Arjuna menunjukkan nomor kursi. Orang itu ternyata salah nomor. Salma bernapas lega dengan Arjuna. Arjuna terlihat sangat datar, dan ia begitu rapi. Ia menggunakan sebuah earphone. Ia duduk di sebelahnya. Aroma farpum yang memiliki wangi yang khas, untuk Salma. Kali ini Arjuna bukan lagi tampan, bahkan ia sangat tampan, dengan jaketnya yang berwarna hitam, kaos abu-abu, celana jeans biru dongker, rambutnya yang disisir halus di pinggir, sangat mirip oppa Korea.
Salma juga terlihat sangat cantik, ia memakai jeans hitam, dengan kaos abu-abu. Ternyata hari mereka memakai baju yang sama, seperti pertanda bahwa mereka adalah jodoh. Arjuna selalu menatap diam-diam. Bahkan saat Salma tertidur, di pundaknya.
__ADS_1
Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, ada yang sedang menyanyi, foto, makan, dan lainnya. Revan dan Indra sibuk bermain games online. Sedangkan Arjuna merasa bahagia bisa bersama Salma, ia merasa sedekat ini. Arjuna adalah tipikal orang yang senang mendengarkan musik.
Perjalanan tiba, mereka semua diberikan arahan tidur dimana. Dan acara apa saja yang akan mereka lakukan besok. Salma juga tahu bahwa ia telah tidur di pundaknya Arjuna. Malam hari, saat tidur, Salma tidur sambil berjalan dengan menghampiri kamar Arjuna, ia mengetuk pintu. Indra mengintip siapa yang mengetuk pintu tengah malam, Mereka pikir itu hantu.
Indra memanggil Arjuna, ternyata didepan pintu sudah ada gadis cantik yang memakai piyama hello Kitty. Matanya terpejam.
"Arjuna, kamu kenapa sih gak peka! Dasar ya kamu cowok pengecut! Aku tuh masih sayang banget sama kamu! Kamu udah nyakitin perasaan aku, aku tetap mencintaimu. Tapi aku gak ngerti perasaan kamu sama aku, susahnya bilang cinta! Aku bo ... doh, iya emang, terlalu naif jadi cewek" Ia menggedor pintu, Arjuna ingin membuka pintu.
"Heh, gak usah, lihatlah matanya terpejam, sepertinya ia memiliki gangguan tidur!" Indra dan Arjuna tertawa melihat tingkah laku Salma.
"Hey, itu siapa berisik banget!" Revan bertanya dengan mata terpejam.
"Bukan itu maling...!" Ucap Indra, Arjuna menepuk pundaknya.
"Eh salah maksudnya, kucing. Udah tidur lagi aja!" Ucap Indra yang terlihat gugup. Revan melanjutkan tidurnya, Revan biasa tidur lebih awal.
"Rena dimana Salma?" Tia memakai masker, ia melihat kasur tidak ada Salma. Rena terkejut, dan mereka mulai mencari Salma dan saling bertatapan.
"Jangan-jangan!" Mereka segera berlari ke luar. Mencari Salma. Kamar Arjuna berada lima langkah kamar dari kamar mereka. Benar saja Salma sedang berbicara didepan pintu.
"Aduh, masa ngomong sama pintu!" Tia menepuk keningnya. Tiba-tiba Salma tertidur kembali di lantai.
Rena dan Tia datang untuk membantu Salma. Arjuna dan Indra berpura-pura tidak mendengar ucapan Salma. Mereka bersembunyi di balik pintu.
Saat Rena dan Tia akan mengangkat Salma, sepertinya mereka tidak kuat.
__ADS_1
"Aduh ... berat banget sih!" Rena sambil berusaha untuk membangunkan Salma. Tia hanya menang di badan, tenanganya, tidak seimbang.
"Iya bener banget! Berat dosa kali! Hahaha" Rena dengan tertawa.
"Stt ... berisik ih! Nanti kalau mereka bangun gimana! Tamatlah riwayat kita!" Ujar Rena.
"Eh, sana bantuin!" Ucap Arjuna sambil mendorong tubuh Indra.
"Ih, loe aja kali! Gue malu cuma pakai kolor pendek!" Mereka saling dorong hingga akhirnya pintu terdobrak dan mereka terjatuh ke lantai, tepat di depan para gadis itu.
Gubrak ...
Mereka semua terkejut dan saling bertatapan.
"Oow ...!" Ucap Rena dan Tia berbarengan.
"Kita gak lihat apa-apa kok! Iya gak Dra!" Ucap Arjuna gugup. Mereka terbangun dari jatuhnya. Seperti tidak terjadi apapun.
"Iya bener-bener kita emang mau ja..!" Indra begitu gugup dan malu dengan membenarkan celananya yang pendek.
"Jajan maksudnya! Dadah" mereka melambaikan tangan dan pergi.
"Gawat mereka pasti denger apa yang Salma bilang tadi!" Tia terlihat sangat cemas.
"Masalah baru!" Ucap mereka melihat wajah Salma.
__ADS_1