Susahnya Bilang Cinta

Susahnya Bilang Cinta
Padi cinta


__ADS_3

Pagi ini, ada video yang menjadi trending topik di group sekolah. Mereka semua saling bertatapan melihat ke arah Salma, yang tidak mengetahui kejadian semalam.


"Kenapa sih semua orang menertawakan aku!" Tanya Salma sambil menyenggol lengan Rena dan Tia. Rena dan Tia terlihat sangat gugup.


"Aduh gawat ... !" Ucap Tia sudah tidak beraturan.


Semua temannya berbisik, dan mereka mengatakan sesuatu yang memalukan.


"Aduh ... ada ya cewek kayak si Salma. Udah punya pacar masih aja ngejar Arjuna. Ih ... cewek apaan kaya gitu!" Mereka semua berbisik-bisik.


"Maksudnya apa! Mau aku hajar!" Ucap Salma emosi. Salma terkadang tidak mengendalikan diri. Kadang terlihat sangat galak, kadang sangat pendiam. Susah di tebak, mama perempuan.


"Tolong jangan!" Mereka pergi meninggalkan Salma.


Lalu Salma bertanya kepada kedua sahabatnya itu. Apa yang sebenarnya terjadi. Lalu mereka menceritakan kejadian semalam. Salma sangat malu.


"Ah tidak ...!" Salma berteriak keras.


"Sal, sabar oke. Jangan kawatir! Arjuna gak tau kok!" Ucap Tia sambil mengunyah permen karet.


"Gimana sih, orang aja tau, gimana orang gak tahu! Malu banget, gimana sama Revan!" Tak lama Revan datang dengan Arjuna dan Indra.


"Kamu kenapa? Tadi aku dengar sesuatu tentang kamu? Udah jangan dipikirin" Revan mengusap rambut Salma. Arjuna terlihat sangat cemburu, tapi ia mau tidak mau harus ikhlas melihat Salma dengan orang lain dan itu sahabatnya sendiri. Arjuna berdiri persis didekat Indra yang nampak mengusap punggungnya.


Salma hanya terdiam, Rena mengajak mereka untuk makan bersama di dekat hotel sebelum acara dimulai. Arjuna berjalan di belakang. Rena menarik tangan Indra.

__ADS_1


"Aku mau ngomong sesuatu!" Indra mengantuk parsah ia tidak bisa menolak ajakan Rena. Mereka berjalan dibelakang, teman-temannya sudah memasuki rumah makan.


"Ada apa Rena yang cantik!" Indra mengulum senyum, penuh penasaran.


"Jawab jujur, pokoknya! Jangan ada dusta diantara kita, Pokoknya jujur aja, aku gak akan banyak omong. Janji! Nanti kalau kamu jawab pertanyaan aku, kamu bisa tanya balik dan aku bisa jujur" Rena mengulurkan kelingkingnya. Indra mengangguk dan mengulurkan kelingkingnya dan berjabat bahwa mereka sepakat untuk saling berbagi.


"Oke. Aku cuma mau tanya, apa bener Arjuna gak suka sama Salma!" Indra terdiam membisu, ia bingung harus menjawab apa. Rena mengibaskan tangannya ke wajah Indra.


"Hey, malah bengong! Gimana jawab aja sih!" Indra menarik nafas dalam-dalam dan ia menjawab dengan sedikit gugup.


"Iya gak kok, lihat aja Arjuna biasa aja tuh, Salma jadian sama Revan. Iya kan!" Ia berusaha menyakinkan Rena.


"Beneran ... Nanti aku kasih jatah jajan selama satu Minggu! Ini dp nya!" Rena merogoh sakunya dan mengeluarkan uang sebesar 'dua ratus ribu rupiah' . Indra terdiam dan menelan ludah.


'Masa gue korbankan persahabatan gue. Demi uang sih! Tapi gue butuh buat jajan adik cewek gue yang SMP dan adik gue yang masih kecil dua! Ya Allah gimana' Indra terlihat sedikit berpikir keras. Rena menambah uang seratus ribu.


Rahasia besar Arjuna haruskah ia beri tahu kepada Rena.


"Jawab aja sih! Suka atau gak, susah banget!" Rena mulai emosi menunggu jawaban dari Indra.


"I ... ya, iya suka! Serem juga kalau lagi marah!" Rena tersenyum.


"Nah gitu dong! Terus kenapa diem aja coba!" Indra membisikkan ke telinga Rena. Entah apa yang mereka bicarakan dan apa yang dibisikkan oleh Indra.


Salma datang memanggil, mereka makan bersama. Saat sedang makan, Salma tersedak, Revan dan Arjuna memberikan minum. Semua orang tertuju kepada perlakuan Revan dan Arjuna yang perhatian dengan Salma. Salma dibuat bingung minuman mana yang harus ia ambil, Arjuna atau Revan.

__ADS_1


Rena lebih sigap memberikan minuman. Kedua pria itu menyimpan kembali minumannya. Tak lama ada seseorang yang memanggil Salma, ternyata itu adalah Romi. Salma menghampiri dan memanggil Rena. Romi berkenalan dengan Rena berjabat tangan, mereka bertukar nomor handphone.


Revan terkejut melihat itu, ia nampak terlihat marah melihat, kedatangan Romi, Arjuna juga sepertinya cemburu. Indra hanya tersenyum, Tia hanya makan, ia tidak begitu peduli dengan temannya.


****


Pak Bima mengumpulkan semua murid di lapangan dan mengumumkan akan ke sawah dan bercocok tanam. Semua murid serentak dan sangat antusias. Revan sedikit lemas tidak seperti biasanya, ia seperti cemberut. Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, bercocok tanam padi, Arjuna dengan Salma saling bertatapan sambil terus fokus pada padi yang ditanam. Rena bersama Revan, Revan terlihat diam dan sangat jutek.


"Revan, ini biar cepat selesai!" Rena memberikan padi. Tapi Revan membuangnya begitu saja.


"Kenapa sih! Aku niatnya baik. Kenapa harus marah. Emang aku salah apa?" Rena coba bertanya. Revan hanya terdiam, ia tetap menunduk sambil menanam padi.


Arjuna dan Salma melihatnya merasa aneh. Arjuna mulai curiga dengan sikap Revan. Ia tahu bahwa ada sesuatu antara Rena dan Revan. Tapi ia juga tidak punya bukti.


Revan yang biasanya ramah dengan perempuan, baru kali ini ia terlihat marah dan kasar terhadap Rena. Rena mencoba untuk mendekati Revan, dengan memberikan sebuah minuman. Revan mengambilnya tapi ia sama sekali tidak menatap wajah Rena sedikitpun. Rena mencoba bertanya, Revan pergi begitu saja. Arjuna yang memperhatikan sejak tadi, merasa aneh dengan sikap Revan.


"Loe aneh gak sih! Lihat Rena dan Revan. Emang loe gak cemburu!" Arjuna mencoba bertanya kepada Salma. Salma hanya terdiam sejenak, dan ia menjawab dengan polos.


"Gak tuh! Biasa aja sih!" Salma malah terlihat lebih tidak peduli dengan temannya. Tentunya ini menunjukkan bahwa perasaan Salma masih untuknya. Arjuna tersenyum bahagia.


"Kenapa seyum-seyum sendiri!" Tanya Salma, sambil mengusap wajah, dan terlihat tanah mengotori wajahnya. Arjuna refleks mengusap wajah Salma yang kotor. Mata mereka saling memandang satu sama lain. Salma tidak bisa membohongi perasaannya bahwa ia masih mencintai Arjuna. Tatapan Arjuna sedikit manis, ia benar-benar tersenyum. Indra dan Tia saling sikut, melihat moment romantis antara Salma dan Arjuna. Indra bersiul, dan membangunkan lamunan mereka berdua dan menjadi salah tingkah.


Waktu tak terasa sudah sore, bahkan tiba-tiba hujan deras. Semua orang berlari mencari tempat untuk berteduh. Arjuna mematahkan batang daun pisang, ia berusaha untuk memayungi Salma. Salma hanya tersenyum tipis dan mereka berlari menuju hotel.


Saat mereka tiba di depan hotel. Arjuna melihat Revan dan Rena sedang mengobrol, sepertinya sangat serius, terlihat dari wajahnya Revan yang begitu serius yang berusaha untuk mendengarkan cerita Rena. Arjuna menyuruh Salma dan Tia segera bergegas menuju kamarnya, karena baju mereka kotor dengan lumpur.

__ADS_1


"Juna, ayo masuk baju loe juga basah! Cie demi Salma" Arjuna tidak mendengarkan apa yang di ucapkan Indra, ia hanya fokus melihat apa yang terjadi antara Rena dan Revan.


__ADS_2