Susahnya Bilang Cinta

Susahnya Bilang Cinta
Sakit membawa berkah


__ADS_3

Tiba-tiba saja, Arjuna menghalangi Revan yang akan mencium tangan Salma. Tiba-tiba ia berada di tengah ia mengganti tangan Salma dengan tangannya, hingga Revan mencium tangan Arjuna.


"Ih apaan sih tiba-tiba muncul!" Revan terkejut terlihat sedikit jijik dengan apa yang baru saja terjadi. Ia bergidik merinding. Semua orang tertawa.


Arjuna hanya tersenyum tipis tanpa rasa bersalah.


"Ya sudah para ladies segera masuk kamar besok kita akan pulang!" Ucap Indra, mereka segera bergegas menuju kamar. Sedangkan Arjuna, Indra dan Revan masih duduk bersama.


"Kenapa loe gak jujur! Kalau loe suka sama Salma. Gue bisa mengalah demi loe, tapi loe pengecut!" Arjuna terdiam sejenak. Ia merasa Revan benar, ia pengecut tidak mampu berbicara yang sebenarnya tentang perasaannya kepada Salma.


"Gue gak ngerti kenapa loe harus nyakitin diri loe sendiri. Gue ini siapa, sampai loe harus nyakitin perasaan loe demi gue. Gue udah pernah bilang, gue bisa kasih Salma demi loe. Gue pengen loe jujur. Cinta itu saling melengkapi, saling berjuang untuk hidup bersama, bukan satu sisi saja! Gue mau putusin hubungan gue dengan Salma!" Arjuna terlihat sangat terkejut dan ia menjawab dengan penuh kecemasan.


"Siapa yang bilang gue suka sama Salma! Dia bukan tipe gue, tipe gue itu Shinta. Salma terlalu cerewet, sedangkan Shinta dewasa dan pendiam!" Revan dan Indra terkejut mendengar ucapan Arjuna. Ternyata Salma berdiri mendengar ucapan Arjuna. Ia membawakan sebuah kotak kecil yang berisi sebuah bolu gulung susu. Hingga terjatuh dari tangannya. Salma berniat memberikan itu untuk Arjuna, tapi setelah mendengar ucapan Arjuna ia berubah pikiran. Ia membereskan makanan tersebut dan memberikan kepada Revan. Wajahnya memerah, matanya berlinang air mata. Revan dan Indra mengerti perasaan Salma, ucapan Arjuna keterlaluan.


Salma segera pergi, ia menyenggol lengan Arjuna yang terlihat menangis. Arjuna merasa sangat bersalah. Ia terpaksa harus melakukan itu, agar Revan tidak memutuskan Salma.


Revan terlihat marah, dan mengejar Salma.

__ADS_1


"Loe keterlaluan! Munafik, pengecut!" Ucap Indra terlihat marah.


"Gue terpaksa harus melakukan itu, demi Salma. Supaya dia gak merasakan rasanya di putusin pacar. Pasti sakit hati! Nunggu dia yang mutusin" Indra terlihat sangat tidak setuju dengan keputusan kali ini, Indra pergi begitu saja meninggalkan Arjuna.


Keesokan harinya. Mereka semua sudah bersiap-siap untuk pulang ke Bandung. Seperti biasa, kembali ke tempat duduk semula, Arjuna dengan Salma. Wajah Arjuna sedikit berbeda, wajahnya terlihat sedikit pucat, ia memakai jaket dengan memasukkan tangannya ke saku jaketnya, dengan menggunakan masker. Salma terlihat sangat tidak peduli. Benar-benar tidak peduli, Arjuna sempat melirik ke arah Salma tapi kali ini Salma benar-benar tidak melirik nya balik.


'Mungkin dia masih marah! Iya emang gak pantes sih ucapan aku semalam keterlaluan! Gue emang pengecut jadi cowok' Gumamnya dalam hati. Arjuna melihat kaca mobil, ia melihat wajah Salma yang banyak perubahan, sekarang ia sangat terlihat sangat cantik. Arjuna menatap wajah Salma di kaca mobil. Arjuna tersenyum sendiri melihat wajah Salma yang sedang sibuk dengan temannya. Tiba-tiba saja ia merasa mengantuk. Kepalanya terasa berat, yang ia lihat wajah Salma sudah tidak bisa ia lihat dengan jelas. Arjuna terlihat menggigil, tidak ada satupun teman yang tahu bahwa ia sedang tidak enak badan.


Salma sedikit Melirik ke arah Arjuna, ia pikir Arjuna hanya tertidur. Tas Arjuna terjatuh, ada sesuatu yang terjatuh dari dalam tasnya. Kotak kayu kecil berwarna hitam, ia membuka kotak itu, ternyata isinya adalah sebuah cincin putih, dengan tiga mutiara yang memutari bagian cincin tersebut. Salma sempat merasa kagum, tapi ia kembali putus asa. Pasti ini untuk Shinta. Ia segera memasukkan kembali ke dalam tas Arjuna. Ia menyodorkan tas tersebut. Tapi Arjuna tidak merespon. Ia penasaran. Arjuna menyender kepada Salma. Salma terkejut, ia merasa suhu tubuh Arjuna sangat panas.


"Tidur apa pingsan sih! Udah nyampe nih" Ucapnya cemas, Salma mengecek semua tubuh Arjuna. Panasnya sangat tinggi, ia segera memberi tahu Revan dan temannya yang lain. Revan menelpon orang tua, agar menjemputnya di sekolah karena memang sudah sampai. Salma membiarkan tubuh Arjuna menyender. Salma membuka masker yang menutupi mulutnya, Semua panik. Arjuna sepertinya pingsan, pak Bima menyuruh para siswa untuk turun lebih cepat. Tidak lama orang tua Revan datang, dan segera bergegas membawa Arjuna menuju rumah sakit. Salma dan yang lainnya ikut. Salma terlihat menangis, ia sangat cemas dengan Arjuna.


"Tidak apa-apa! Mungkin terlalu capek. Panasnya sangat tinggi. Sebentar akan di pindahkan ke ruang rawat inap kelas satu" Mendengar ucapan dokter semua orang tenang.


Setelah itu Arjuna di pindahkan ke ruang inap, Salma yang begitu cemas. Ia memegang tangan Arjuna dengan erat, semua orang yang melihatnya hanya tersenyum manis. Mereka meninggalkan Salma Arjuna di ruangan.


"Aku sayang banget sama kamu! Masih cinta, aku gak bisa ngelupain kamu. Tapi kamu gak pernah ngerasain jadi aku. Please bangun demi aku, aku yakin kamu pasti kuat!" Salma menangis, air matanya berjatuhan tepat di atas tangan Arjuna.

__ADS_1


"Aku jadian sama Revan, bukan karena cinta, ada alasan lain. Kenapa sih kamu gak peka!" Salma menggoyangkan tubuh Arjuna sambil menangis.


"Aku gak bisa hidup tanpa kamu! Ayo bangun" Salma menunduk sambil menangis, Arjuna sebenarnya sudah sadar ia berpura-pura tidak bangun, karena ia ingin tahu apa yang terjadi jika ia tidak bangun. Revan dan Indra datang menggelitik tubuh Arjuna, Salma terlihat sangat emosi. Ia mencoba menghalangi Revan dan Indra. Tiba-tiba saja Arjuna tertawa sambil duduk. Salma langsung menatap wajah Arjuna.


"Oops sorry hehe ... Aku sebenarnya sudah sadar sejak tadi kamu ngomong terus!" Salma menangis kesal. Indra mendorong tubuh Salma, Salma terjatuh kepada Arjuna. Arjuna refleks memeluknya.


Rena dan Tia datang, langsung berbicara.


"Ciee romantis abis!" semua orang tertawa, Indra bersiul, menambah ramai suasana. Salma segera ingin melepaskan pelukannya, tapi Arjuna tidak melepaskan pelukannya.


"Aku sayang sama kamu! Please jangan jauh dari aku, terlalu sakit berpura-pura tidak cinta. Aku gak sanggup lihat kamu sama Revan, sudah cukup hatiku tersiksa" Tiba-tiba saja Arjuna berbicara sambil mengusap kepala Salma. Arjuna tetap memeluk tubuh Salma. Salma terkejut mendengar ucapan Arjuna. Semua orang merasa terharu mendengar ucapan Arjuna yang akhirnya berani untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya. Salma hanya tersenyum, ia sangat terharu mendengar ucapan yang selama ini ia tunggu akhirnya menjadi kenyataan. Salma tidak bisa berbicara sepatah katapun, ia benar-benar terlalu bahagia.


"Akhirnya berhasil!" Ucap Revan dan Rena bersama-sama.


"Jadi kalian dalangnya!" Arjuna menunjuk ke arah mereka berdua.


"Habisnya susahnya bilang cinta?" Ucap mereka semua kompak. Semua orang tertawa bersama. Arjuna nampak sangat bahagia, ia bercanda dengan temannya. Salma memandang wajah Arjuna yang hari penuh kebahagiaan.

__ADS_1


'Hari ini adalah hari yang paling spesial, dan sangat indah bagiku, aku tidak akan pernah bisa melupakan semua kenangan ini' gumamnya dalam hati.


__ADS_2