
Ida memberikan nomor hpnya kepada Sook, dia senang mendapatkan teman baru lagi.
Ida masuk ke gedung xxx tempat syuting Shin, masih terlihat sepi. Sambil menunggu Shin datang, Ida mempersiapkan alat-alat make up dan keperluan lainnya.
20 menit kemudian Shin datang di antarkan oleh pacarnya tentu saja.
Tatapan Shin kepada Ida, seperti tatapan raja singa yang siap menerkam mangsanya.
Sedangkan Chung Hae tersenyum menawan, seperti tidak terjadi apa-apa tadi malam antara Ida dan Hae.
Ida berfikir, Chung Hae adalah orang yang benar-benar berkharisma. Memandang Hae terlalu lama membuat pipi Ida memanas.
Ketika Ida dan Hae saling pandang, tiba-tiba Shin memeluk Hae.
"Oppa, nanti jemput aku kan?! " tanya Shin dengan nada manja.
"Iya sayang. " Jawab Hae sambil membalas pelukan Shin dan membelai rambutnya, entah apa yang merasukinya.
Dia memeluk Shin dengan sangat lama sebelum dia meninggalkan tempat itu, namun pandangan Hae tak lepas dari Ida, dia terus menatap Ida sambil tersenyum menawan.
Ida pun segera memalingkan wajahnya, dan pura-pura melanjutkan kerjanya, padahal sudah tidak ada yang perlu di kerjakan lagi.
Setelah Hae pergi.
"Ini yang harus kamu kerjakan hari ini. " ucap Shin sambil melempar kertas yang berisi jadwal pekerjaan Ida hari ini.
"Baik Nona Shin. "
Ida mulai membacanya, Isi kertasnya adalah :
08.00 pemotretan pertama Shin, mengambil baju pesta di butik xx, membeli makan siang untuk Shin, syuting di gedung Z, membersihkan tempat syuting.
__ADS_1
Ida terkejut membacanya, begitu banyak tugas yang harus dia lakukan di hari pertama kerja. Mungkin ini yang di lakukan oleh Shin, hingga tidak ada asistennya yang bisa bertahan lama, saat bekerja bersama Shin.
"Apa kamu keberatan?!" Tanya Shin dengan nada meremehkan.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk istirahat, lebih baik segera ku kerjakan saja, aku harus siap. Ini hari pertama. Semangat Ida" Batin Ida menyemangati diri sendiri.
"Tidak Nona Shin, mari saya rias anda sekarang. "
"Hmm."
Ida mulai merias wajah dan menata rambut Shin. Setelah selesai Shin melakukan pemotretan. Di tengah-tengah pemotretan Shin menyuruh Ida mengambil ini dan itu, hingga dia belum punya waktu untuk melakukan tugasnya yang lain.
"Kalau begini terus, kapan aku bisa ngambil bajunya. Sengaja apa ya dia melakukan ini. Huftt"
Ketika semua kru pemotretan istirahat makan siang, dan setelah Ida membelikan makan siang untuk Shin. Dia segera mengambil baju pesta Shin yang akan di gunakan besuk malam.
Di perjalanan ke tempat syuting di gedung Z Ida terjebak macet. Dan itu membuatnya terlambat.
"Kamu tau tidak ini sudah jam berapa,?!"
"Udah cepetan rias, ngga pake lama.!!"
Ida mulai merias dan menata rambut Shin kembali, setelah itu dia mulai syuting. Namun Ida belum makan apapun seharian dia juga belum istirahat, dia sangat lelah.
Akhirnya syuting selesai dan Ida harus membersihkan tempat itu.
16.00 Shin pulang dengan di jemput Hae, ketika sedang bersama pria itu Shin menjadi orang yang berbeda menurut Ida, dia berpikir apakah Shin sangat mencintainya hingga terobsesi seperti itu.
"Sebenarnya aku ini asisten apa pembantunya sih, apa memang asisten sama pembantu itu tidak ada bedanya, ah aku capek" batin Ida sambil membersihkan tempat itu.
Setelah selesai bersih-bersih dia makan jatah makan siangnya tadi. Ida ingin pulang tapi masih hujan dan dia tidak membawa payung, di ruangan itu juga tidak ada sama sekali.
Dari gedung Z ke halte bus, memerlukan waktu sekitar 15 menit, jika dia memakasa untuk menerobos hujan, pasti akan basah, jadi dia memutuskan untuk berteduh terlebih dahulu.
__ADS_1
pukul 18.00.
"Hujannya kok nggak reda-reda sih!? " Ucap Ida kesal.
Tiba-tiba ada seseorang menghentikan mobilnya di depan gedung, dia berjalan masuk. Ternyata dia adalah Chung Hae.
"Ida kamu masih di dalam kan? "
"Saya masih disini tuan, untuk apa anda kemari? "
Saat Hae berjalan mendekat ke arah Ida tiba-tiba listrik mati.
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
Dikit-dikit dulu ya ceritanya, author masih mikir ini mau lanjutin gimana ceritanya..
Like, Komen, Vote, Favorit, Kalau tidak keberatan.
Terimakasih sudah singgah 💦
.
__ADS_1
.
.