Tak Secepat Kujatuh Cinta

Tak Secepat Kujatuh Cinta
Eps. 17


__ADS_3

Di sela-sela melayani pengunjung ada seseorang datang.


Ida memandang wanita itu penuh keheranan. Wanita modis yang anggun dengan syal putih sutra di lehernya.


"Shu, itu siapa?" bisik Ida sambil menunjuk ke arah pintu masuk.


"Dia Eommanya Pak.Hae,"


"Berarti bos kita dong?" tanya Ida.


"Iya, tenang aja. Dia orang yang baik kok," jelas Shu.


Wanita itu mendekat ke arah Ida.


"Annyeong," sapa Ida sambil membungkukkan badannya, memberi hormat.


"Hemm... Senang bertemu denganmu, gadis cantik," sahut Chan Hye Eommanya Hae sambil tersenyum ramah pada Ida.


"Terimakasih,"


"Kamu sangat sopan, bagaimana kerja disini? Apa kamu betah?" tanya Chan Hye.


"Hingga saat ini saya masih betah Nyonya, pelanggan juga bersikap sangat baik," jawab Ida dan hanya di respon oleh Chan dengan anggukan kepala.


Ida melanjutkan pekerjaannya, dengan semangat karena ternyata pemilik Butik ini orangnya ramah. Ida merasa berbunga-bunga. Entah ada hal lain yang di pikirkan atau memang senang dengan Nyonya Chan.


Ketika shift mereka berakhir Ida dan Shu berpamitan kepada pemilik Butik.


"Kami duluan nyonya," ucap Shu dan Ida secara bersamaan.


"Ya, sebentar lagi aku juga di jemput Putraku," jawab Chan dengan senyum hangat.


Baru saja Nyonya Chan berkata akan di jemput oleh Putranya. Di luar Butik Ida dan Shu berpapasan dengan Hae.


Hae tersenyum hangat pada mereka. Shu tak bisa mengalihkan pandangannya dari Hae.


"Astaga, Pak.Hae kau begitu mempesona,"~batin Shu.


Shu ternganga seperti baru melihat malaikat turun dari langit. Hampir saja air liurnya menetes karena melihat makhluk Tuhan itu. Shu benar-benar terlihat sangat mengagumi Hae.


.


.

__ADS_1


Sedangkan Ida. Tidak tau mengapa dia juga membalas senyuman Hae dengan hangat. Dan mata mereka saling bertemu satu sama lain.


Lalu, Ida menarik tangan Shu dan mengajaknya berjalan lebih cepat. Namun pandangan Shu, tidak lepas dari Hae. Walaupun kini yang terlihat hanya punggungnya.


"Kenapa saat bertemu pandang dengan Hae, jantungku rasanya mau lepas ya, aduh,"~batin Ida sambil terus menarik tangan Shu.


"Oh my God, aku tidak percaya kenapa Pak.Hae begitu mempesona, rasanya aku ingin mengigitnya," cloteh Shu dengan perasaan gemas yang berbunga-bunga.


"Emang kamu binatang apa, maen gigit orang aja," sahut Ida.


Mereka pergi ke, kafe seperti biasa.


Tiba di kafe Ida melihat wajah yang tidak asing baginya.


Ida melambaikan tangan.


"Heii. Sook," seru Ida.


Sook menoleh sambil tersenyum, kemudian menghampiri bangku tempat Ida duduk.


"Ida, kamu disini?" tanya Sook.


"Iya, ayo bergabung dengan kami," ajak Ida.


Melihat kedekatan mereka, Shu menatap dengan tajam, dia sangat ingin tahu ada apa di antara mereka.


"Apa kalian sudah saling kenal lama? Kalian terlihat akrab!" celetuk Shu.


Ida menjelaskan bagaimana dia bisa bertemu Sook, dengan sejelas-jelasnya pada Shu yang sangat ingin tahu itu.


"Emm... Jadi begitu," tanggapan Shu sambil mengangguk-anggukan kepala.


Makanan mereka akhirnya datang.


Ida dan Shu, beruntung bertemu dengan Sook hari ini. Mereka mendapat traktiran.


Tak hanya itu, Sook juga mengantarkan Ida pulang.


Di mobil dalam perjalanan pulang.


"Terimakasih ya traktirannya dan sudah mengantarku pulang. Ngomong-ngomong aku belum tahu banyak tentangmu, setiap kali bertemu, kamu hanya membicarakan Shin," ucap Ida memulai pembicaraan.


"Benar apa yang kamu katakan," jawab Sook singkat.

__ADS_1


"Jika boleh tahu, kamu kerja dimana?"


"Aku kerja di Perusahaan Chan, apa kamu tidak berminat bekerja di perusahaan?" timbal Hae mengalihkan pembicaraan.


"Untuk saat ini belum. Sebenarnya aku kuliah mengambil jurusan Managment dan akuntansi. Tapi dengan pekerjaanku yang sekarang, rasanya kurang nyambung juga, hehe," jawab Ida.


"Jika kamu berminat, perusahaan sedang mencari pegawai baru,"


"Emm.. Baik, akan ku pikirkan lagi, tidak tau kenapa aku terobsesi dengan dunia busana, namun mengambil jususan yang salah," jelas Ida.


"Belum terlambat, jika kamu ingin memulainya dari awal,"


Ida hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Tiba di Apartment Ida memikirkan tawaran yang Sook berikan.


Gaji yang di tawarkan oleh Perusahaan cukup menggiurkan, dari pada di Butik.


Setelah selesai membersihkan badan, dia melihat ponsel dan di situ ada notifikasi chat masuk.


Pesan dari, Ayumi.


"Ida, maaf akhir-akhir ini tidak menghubungimu. Aku benar-benar sangat sibuk, managerku tidak memberiku waktu untuk istirahat, rasanya tulang-tulangku mau copot, jika seperti ini terus. Bagaimana denganmu? "


"Dasar Ayu, dia ini pidato apa ya? Panjang amat pesannya, hehe," ucap Ida sambil tersenyum sebelum menjawab pesan dari Ayu.


"Aku akan menemuimu besok, dan aku akan menceritakan semua yang ku alami,"~pesan dari Ida.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


Like, Komen, Vore, Favorit 😊


Terimakasih 💦

__ADS_1


__ADS_2