
Setelah mengirim pesan kepada Ayu, dia pun langsung tidur terlelap dengan pikirannya yang masih membayangkan tawaran Sook.
.
.
.
Cahaya kemerah-merahan mulai tampak, pertanda bahwa hari ini adalah awal yang baik untuk memulai hari.
Ida beranjak dari tempat tidur, membereskan apartment mungilnya, setelah itu dia bergegas mempersiapkan diri memenuhi janji, untuk menemui sahabatnya.
Hari ini Sabtu, Ida mengistirahatkan badannya sejenak dari pekerjaan yang dia geluti selama satu minggu terakhir.
Pergi kemana pun dengan menaiki kendaran umum adalah hal biasa bagi Ida.
Tiba di kafe, ternyata Ayu sudah datang terlebih dulu dan menunggu Ida. Betapa semangatnya Ayu ingin menemui sahabatnya itu.
"Ida, disini," seru Ayu sambil melambaikan tangan.
Ida tersenyum dan menghampiri meja tempat Ayu duduk.
Ayu menyuruh Ida untuk memesan makanan apapun hari ini, karena dia ingin mentraktir Ida sebagai tanda permintaan maafnya, yang selama satu minggu ini tidak dapat menemui sahabat tercintanya.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang-bincang.
Ida menceritakan semua kejadian yang dia alami, akhir-akhir ini. Tentang Eommanya Hae juga tentang tawaran kerja dari Sook.
"Aku tidak terlalu kaget juga, karena memang Eommanya Pak.Hae itu sangat baik," tanggapan Ayu mengenai hal yang di ceritakan Ida.
"Aku senang bisa bekerja dengan orang sebaik dia. Lalu, bagaimana menurutmu, tentang pekerjaan yang di tawarkan Sook."
"Keputusan ada di tangan kamu, tetap bekerja di Butik dengan gaji yang segitu saja atau di Perusahaan menjadi asisten dengan gaji yang cukup tinggi. Kalau kamu meminta pendapat ku, aku memilih di Perusahaan tanpa pikir panjang," jawab Ayu dengan lugas dan Ida hanya merespon dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Makanan yang mereka pesan datang, setelah itu mereka langsung menyantap makanannya.
Ketika sedang makan, tiba-tiba Ayu mendapat notifikasi chat di ponselnya. Dia segera membukanya.
Isi pesan, dari manager : "Ayu, hari ini kita ada penerbangan ke Hongkong. Bersiap-siaplah,"
"Yah, Ida aku minta maaf tidak bisa menemanimu. Managerku sungguh tidak bisa melihatku istirahat sebentar saja, padahal ini akhir pekan. Aku duluan ya Ida," ucap Ayu sambil tergesa-gesa meninggalkan kafe.
Belum sempat Ida menjawab, punggung Ayu sudah tidak terlihat lagi.
"Hish, gini amat sih. Punya sahabat satu aja," ucap Ida pada diri sendiri.
Ida menghabiskan makanannya, dengan santai.
Kemudian datanglah seseorang, dengan lembut menepuk bahu Ida.
Ida menoleh, ketika melihat sosok yang sangat dia kagumi wibawanya itu, jantungnya kembali berdegup dengan kencang dan pipi merah merona.
"Tu... Tuan apa yang anda lakukan disini?" tanya Ida dengan nada terbata-bata.
"Emm... Baiklah, aku tadi sama Ayu, dia pergi duluan ada urusan katanya. Dimana Shin?" tanya Ida.
"Setelah malam itu, kami tidak berhubungan lagi dengan baik,"
"Maksudnya?" tanya Ida lugu.
"Kami, sudah putus,"
"Apa!" seru Ida tidak percaya dengan ucapan Hae, membuat orang yang makan di sekeliling memperhatikan mereka.
"Iya, aku sudah putus dengannya, tapi ada alasan lain," jawab Hae yang menatap mata Ida lekat-lekat, tidak bisa mengalihkan pandangannya.
"Apa alasan lain itu?" tanya Ida.
__ADS_1
"Entah kenapa, aku tidak bisa menerima bahwa kamu di perlakukan dengan sangat buruk oleh Shin, rasanya hatiku seperti teriris, namun aku coba menahannya dan akhirnya tidak bisa," jelas Hae sambil meraih tangan Ida.
Jantung Ida kembali berdegup sangat kencang ketika merasakan sentuhan lembut dari Hae.
"Mak... Maksudnya apa ya?" tanya Ida polos dan tidak tahu apa maksud Hae.
"Aku suka sama kamu Ida," jawab Hae dengan nada lembut yang membuat hati Ida meleleh, bagaikan es di kutub utara yang terkena panas matahari.
"Kita baru bertemu beberapa hari loh, Pak," jelas Ida.
"Aku nggak mau basa basi dan lama-lama Ida, apa kamu mau menikah denganku?"
"MENIKAH!" tanya Ida dengan sedikit teriak.
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
Like, Komen, Vote, Favorit jika Tidak Keberatan 👍😁
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih 💦