Tak Secepat Kujatuh Cinta

Tak Secepat Kujatuh Cinta
Eps. 23 (´⊙ω⊙`)


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Bibi, Ida berfikir dua kali untuk memberikan apa yang Hae inginkan, sebelum Ida yakin bahwa Hae benar-benar mencintainya, Ida tidak akan memberikan kehormatannya untuk Hae.


Setelah selesai sarapan, Ida membantu Bibi masak di dapur.


Kebetulan, di dapur ada kaca jadi Ida berkaca apakah dia pantas berada di rumah ini. Sambil memperhatikan wajahnya di kaca, dia tak sengaja melihat ada tanda ****** di lehernya.


Astaga! Pantas saja Bibi tadi senyum-senyum seperti orang kerasukan. Arghhh! Aku kan malu ~batin Ida sambil berlari ke kamar, mengambil syal untuk menutupi lehernya.


"Eh! Non kenapa lari?"


Ida tidak menjawab, dia masih melanjutkan larinya.


Hingga tiba di kamar, dia mencari-cari syal di dalam lemari Hae. Dengan tidak sengaja Ida menjatuhkan sebuah kotak.


BRAK!


Ida terkejut, apalagi setelah mendapati apa yang ada dalam kotak tersebut.


"Ini? Foto Hae dan Shin," ucap Ida sambil memandang foto tersebut.


Setelah melihat foto itu, Ida menganggap bahwa dirinya tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Shin.


Hae terlihat sangat bahagia dalam foto ini, apa dia benar-benar menginginkanku atau ada maksud lain? ~gumam Ida dalam hati.


Dia tidak ingin berpikir terlalu banyak, toh suatu saat dia akan mengetahui semuanya, dia hanya bisa berpikir bahwa bangkai bila disimpan lama-kelamaan pasti akan sangat menyangat baunya. Dia segera mengembalikan foto itu ke tempat semula.


Setelah memakaikan syal di lehernya, Ida kembali ke dapur dengan santai, menahan apa yang dia lihat barusan dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Ida membantu Bibi Han memasak.


"Eh! Non," sapa Bibi.


"Aku bantu masak ya, Bik. Aku bingung mau ngapain."


"Ya sudah kalau Nona ingin bantu, tapi jangan sampai kecapean ya Non," ucap Bibi sambil tersenyum geli melihat Ida yang memakai syal di lehernya.


Ida mulai membantu memotong sayuran yang sudah di siapkan oleh Bibi.


satu jam kemudian masakan sudah siap di hidangkan.


"Makanan kesukaan Tuan Muda Lee, siap," ucap Bibi Han sambil mengelap keringat yang ada di pelipisnya.


"Tteokbokki, Bi?"


"Iya, Nona buruan mandi sebelum Tuan Muda Lee datang," suruh Bibi.


"Oke, Bi."


Ida berjalan menuju kamar untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dia menyalakan televisi.


Tok-tok-tok!


Ida beranjak untuk membuka pintu.


"Iya Bi, ada ap-," belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Ida terdorong ke dalam.


Kemudian, seorang lelaki langsung masuk dan mengunci pintu kamar. Ida terkejut, ternyata yang mengetuk pintu bukanlah Bibi Han.


Wajah asing lelaki itu terus menatap Ida yang mematung dan gemetar dengan lekat.

__ADS_1


Akhirnya dengan kegugupan yang luar biasa Ida angkat bicara, "Ka ... Kamu siapa? Beraninya masuk dan mengunci kamar ini?"


Lelaki itu tidak menjawab dan masih terus memandang Ida, dia maju selangkah demi selangkah hingga Ida terpojok dan terduduk di ranjangnya.


"Kamu ... Kamu mau apa?"


Orang itu mendekatkan wajahnya ke Ida, mendekat semakin dekat hingga nafasnya terasa hangat di kulit Ida.


Apa-apaan orang ini, siapa dia? Berani-beraninya masuk kamar ini. ~gumam Ida dengan kesal namun tidak berani melawan dia malah memejamkan matanya dan memalingkan muka.


Pria itu meniup telinga Ida, Hufft! . Kemudian berbisik, "Apa kamu tidak bisa melihat, aku siapa?"


"Si ... Siapa kamu?"


Kemudian Pria itu menjauhkan badannya dari Ida, mengulurkan tangan dan memasang senyum hangat.


"Annyeong! Aku Lee, anak bungsu kekuarga Chan senang bertemu denganmu."


"Kamu adiknya Hae?"


Lee hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Kenapa kamu mengunci pintu dan memojokkan ku seperti binatang yang mau memakan mangsanya, kenapa kamu tidak datang dengan cara baik-baik?" celoteh Ida.


"Ternyata kakak Iparku penakut, ya? Ha-ha!"


"Ngga lucu, kamu seperti bocah!" tukas Ida.


"Aku bocah yang jenius, bwle!" jawaban Lee yang di susul dengan menjulurkan lidahnya.


"Sayang, kenapa lama sekali manggil kakak Iparmu!" sahut Chan yang sedang duduk di meja makan dan melihat kedatangan mereka.


"Dia tidur Ma ternyata," jawab Lee sambil duduk di samping mamanya.


Chan memperhatikan Ida, seperti ada yang di tutup-tutupi darinya.


Bukan memulai untuk makan, Chan malah mengamati setiap sudut wajah Ida hingga berhenti di leher yang ada bekas gigitan ******, Chan tersenyum.


.


.


.


.


"Ida, gimana malammu? Apakah menyenangkan? Apa anak sulungku hebat?" tanya Chan penuh penasaran.


"Uhuk! uhuk!" Ida terkejut dan tersedak karena pertanyaan yang di lontarkan oleh Chan.


Lalu Ida, minum air mineral yang ada di depannya untuk menghilangkan batuknya itu.


"Sudah Ma! Kita lagi makan juga," bentak Lee agak kesal.


Kemudian mereka melanjutkan makan.


Setelah selesai makan, Ida membantu Bibi membereskan meja.

__ADS_1


Lee yang sedang duduk di ruang tamu dengan mamanya, tak henti-hentinya memandang Ida.


Ida yang merasa di perhatikanpun, menjadi salah tingka, tidak sengaja dia menjatuhkan gelas yang di bawanya.


Prang!


Chan dan Lee terkejut mendengar suara tersebut, lalu mereka berlari menghampiri Ida.


Ida langsung mengambil pecahan gelas tersebut dan berkata.


"Maaf Ma, saya tidak sengaja!"


"Kakak Ipar ngga apa-apa 'kan? " tanya Lee sambil membantu Ida membersihkan pecahan gelas.


"Engga kok, Aw! " jari manis Ida tergores dengan pecahan gelas yang tajam, keluarlah darah dari jari manis Ida.


Tidak perlu menunggu lama, Lee yang jongkok di samping Ida, dengan cepat langsung meraih tangan Ida dan menyesap darah yang keluar dari jari manis Ida.


Ida terkejut dengan apa yang di lakukan Lee.


Deg!


Setelah jari Ida berhenti mengeluarkan darah, Lee langung memasangkan plester pada jari manis Ida.


Bertambah guguplah Ida saat ini.


Dan, Chan yang memperhatikan mereka sejak tadi. "Ehm! Bi, bersihkan pecahan gelasnya,"


Bibi yang barusan membuang sampah di belakang rumah, llangsung berlari ke ruang makan mendengar dia di panggil.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Like, Komen, Vote jika tidak keberatan


Terimakasih sudah membaca 😁👍


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2