
Kring-Kring-Kring! Bel tanda pelajaran berakhir.
"Huft ... Akhirnya pulang juga. Ida kamu mau langsung ke Warkop(Warung Kopi)?" tanya Ayu, teman sebangku Ida dari kelas satu hingga tiga SMA ini.
"Iya Ayu, kenapa? Kamu mau ikut kah?"
"Iya dong, seperti biasa," jawab Ayu.
"Oke! Kita let's go," ajak Ida dengan semangat.
Warkop Danu adalah tempat kerja part time nya Ida.
Di situlah dia bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, untuk bertahan hidup selama tiga tahun terakhir semenjak orang tuanya meninggal.
Dia mengambil shift sore yaitu dari jam 15.00 sampai dengan 21.00 malam.
Setelah bekerja dia harus mengerjakan tugas dari sekolah.
Ayah Ida meninggal ketika sedang dalam perjalanan menuju tempatnya bekerja. Ayah ida adalah seorang fotografer.
Sedangkan ibunya mengalami serangan jantung karena syok mendengar kematian suaminya itu.
Kata Pepatah "Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula". Kira-kira begitulah nasib malang yang menimpa Imelda Asmara.
Back To Story :
Sampai di Warkop , Ida berganti pakaian menggunakan seragam khusus untuk bekerja karena dia tidak ingin mengotori seragam sekolah yang masih mau di pakainya besok.
"Ida semangat ya!" Seru Ayu yang sedang duduk sambil meminum milk tea yang dia pesan tadi.
"Siap!" jawab Ida sambil mengacungkan jempol.
Dia melayani pelanggan seperti biasanya , dia sangat ramah dengan pembeli.
__ADS_1
Bahkan kadang-kadang ada yang menggodanya, namun Ida tetap fokus bekerja dan tidak peduli. Dia hanya membalasnya dengan senyuman.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00, waktunya Ida pulang.
"Kak, aku pulang dulu ya?" ucap Ida sambil berjalan ke arah pintu.
"Oke, besok balik lagi ya!" seru Danu , pemilik Warkop tersebut.
"Siap!" jawab Ida dengan semangat sambil melambaikan tangan.
Ida menganggap Danu seperti kakaknya sendiri, karena Danu sangat baik. Ketika ujian tiba, Danu selalu memberi cuti pada Ida, supaya Ida fokus belajar.
Sampai di rumah, Ida membersihkan badannya lalu belajar. Setelah larut baru dia pergi tidur.
.............
Hari ini mentari bersinar sangat cerah, seakan tidak ada beban yang mengganggu.
Ida bersiap-siap pergi ke sekolah , dia hanya sarapan dengan susu saja tidak memakan apapun. Begitulah dia setiap hari.
Bel tanda pelajaran pertama di mulai. Ida terenggah-enggah mengayuh sepedanya, karena ketika bel berbunyi pintu gerbang sekolah akan di tutup dan dia hampir saja telat.
Dia langsung memarkirkan sepedanya. Lalu berlari menuju kelas melewati lorong yang senggang.
Sampai di depan kelas "Hosh-Hosh! " nafas Ida tidak beraturan, lalu Ida mengebrak meja
BRAK!
"Ayu belum ada guru yang datang kan?" tanya Ida sambil mengatur nafasnya.
" E ... Monyong pala bebek. Belum ada!" jawab ayu dengan spontan karena tidak tahu sejak kapan Ida datang jadi Ayu terkejut
"Kebiasaan deh ngagetin." gerutu Ayu.
__ADS_1
"Hehe! Maaf, Aku datang gerbang hampir di tutup soalnya," ucap Ida smbil nyengir kuda dan garuk-garuk kepala.
......Beberapa menit kemudian
Tiba-tiba seorang Guru datang, tapi anehnya bukan Guru Mapel (Mata Pelajaran) yang datang. Melainkan Pak Yoga Guru BK.
Tanpa basa basi lagi Pak Yoga langsung menyuruh para siswa untuk menaruh tasnya di atas meja tanpa terkecuali.
Ternyata ada sidak dadakan hari ini.
Ada beberapa siswa yang kedapatan membawa barang yang seharusnya tidak di bawa ke sekolah.
Pak Yoga akan mengembalikan barang sitaan, namun dengan syarat. Harus di ambil dengan orang tua masing-masing.
Setelah Pak Yoga keluar ruangan, para siswa di suruh istirahat.
Namun, tiba-tiba.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
next episode 💦
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORIT