Tak Secepat Kujatuh Cinta

Tak Secepat Kujatuh Cinta
Eps. 14


__ADS_3

"Aku tidak ingin melihat mukamu lagi besok. Kamu di pecat !!!!! " pekik Shin.


Ida membeku badannya gemetar, dia tidak dapat berkata apapun sambil melihat kepergian Shin yang di ikuti oleh Hae.


"Apa-apaan ini, aku di pecat. " batin Ida sambil menahan air matanya supaya tidak jatuh.


Ida berusaha membuat dirinya setenang mungkin.


"Ida, tenanglah semua akan baik-baik saja. Maafkan sikap Shin ya, dia memang seperti itu? " ucap Sook sambil menepuk bahu Ida.


Ida hanya mengangguk.


"Ayo, ku antar kamu pulang. " sambung Sook lagi.


Ida mengikuti ucapan Sook yang ingin mengantarkannya pulang. Sedangkan Ayu, dia masih menunggu acara itu sampai selesai.


Hening selama perjalanan. Tiba di apartment Ida mempersilahkan Sook masuk.


"Kamu jangan sedih lagi Ida, ada aku disini. "


"Maaf sudah merepotkanmu malam ini" ucap Ida dengan meneteskan air mata di pipinya.


Sook mendekat ke arah Ida, mencoba menenangkannya. Dia meraih bahu Ida dan membawanya dalam pelukan.


Hampir setengah jam Ida menangis dalam pelukan Sook.



"Ida, apa kamu sudah tenang.? "


"Hmm. Terimakasih ya, maaf sudah merepotkanmu. "


Ida baru menyadari ternyata dia menangis dalam pelukan Sook. Dia segera melepaskan pelukannya.


"Ya udah, aku pulang dulu ya? " ucap Sook sambil mengusap pucuk kepala Ida.


"Sekali lagi terimakasih ya?"


"Sama-sama, cepat tidurlah ini sudah larut. "


"Hati-hati di jalan. " ucap Ida dengan malu-malu.


Sook hanya membalas ucapan Ida dengan senyuman.

__ADS_1


Setelah itu dia pergi dengan mobilnya.


Ida segera tertidur setelah kepergian Sook.


.


.


.


Pagi harinya.


Ayu berkunjung ke apartment Ida. Ketika Ida membuka pintu, Ayu langsung melayangkan pelukannya.


"Ida maaf ya, tadi malam tidak bisa menemanimu? "


"Tidak masalah Ayu, ada Sook tadi malam. " jawab Ida.


"Hmm. Apakah kamu baik-baik saja? " tanya Ayu dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja, bagaimana kalau kita beli ice cream saja? "


"Ide yang bagus untuk menghilangkan kesedihan dan merayakan kemenanganku. Hehe. "



"Hehe. Yup. Ayo ." ajak Ida sambil menarik tangan Ayu, sedikit gemas melihat tingkahnya.


Mereka membeli ice cream di seberang jalan depan apartment Ida.



"Ini nikmat sekali Ayu. " ucap Ida dengan sumringah.


"Yup, jadi jangan sedih-sedih lagi ya. "


"Aku tidak sedih kok. Hehe. "


Mereka segera menghabiskan ice cream masing-masing. Setelah itu mereka jalan-jalan di taman.


"Kamu tau betapa bangganya aku terhadapmu? " ucap Ida memulai pembicaraan dengan Ayu sembari duduk di bangku taman.


"Tentu, tapi apakah benar kamu baik-baik saja? "

__ADS_1


"Sebenarnya tidak. Namun aku sedikit lega, karena tidak harus bertahan lagi dengan Shin. "


"Yah, tenang saja Ida. Aku yakin kamu di takdirkan untuk hal-hal baik. Jadi tetap semangat ya. "


"Dan besok aku harus mulai pekerjaan baru lagi, supaya tagihanku bisa terbayar. Hehe. "


"Nha, gitu dong. Ini baru Ida yang ku kenal. "


Setelah hampir seharian menghabiskan waktu di taman. Ida langsung kembali ke apartment. Ayu pamit terlebih dahulu karena dia ada jadwal pemotretan.


Pukul 19.00.


Di apartment Ida sendiri. Menjelajahi internet, mencari lowongan pekerjaan.


Setelah beberapa saat mencari-cari.


Akhirnya dia menemukan laman web yang sedang mencari karyawan baru, yaitu Butik Chantex.


Dia segera mengisi data diri dan menjawab beberapa pertanyaan yang di sediakan setelah itu Ida mengirimkan e-mail ke web tersebut. Dan harus menunggu hasilnya beberapa hari kemudian.


"Awal yang baru di mulai malam ini, semangat Ida. Kamu pasti bisa. " ucap Ida menyemangati diri sendiri.


Setelah selesai, Ida langsung beranjak tidur.


Hpnya sepi seperti kuburan, tidak ada yang menghubunginya sama sekali.


Mungkin Ayumi juga sedang sibuk, sekarang dia lebih terkenal lagi dari sebelumnya.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


Like, Komen, Vote, Favorit, Jika tidak keberatan..

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca 😊


__ADS_2