Tak Secepat Kujatuh Cinta

Tak Secepat Kujatuh Cinta
Penjelasan 2


__ADS_3

Kemudian Hae menidurkan Ida dan CUP! , sebuah ciuman hangat mendarat di kening Ida, lalu Hae tidur di sebelah Ida sambil menatap langit-langit kamar tidurnya.


Ida hampir terbiasa dengan sentuhan-sentuhan yang Hae berikan. Dia sudah kembali tenang.


"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Shin bisa berakhir?" tanya Ida sambil menatap langit-langit kamar.


Hae menghela napas panjang dan menatap Ida, "Huft! Apa kamu benar-benar ingin mendengarnya?"


Ida mendongak, "Tentu, aku harus mendengarnya."


Kemudian, Hae mulai menjelaskan dan Ida mendengarnya dengan serius.


Ternyata hubungan Shin dan Hae semakin memburuk ketika mereka gagal untuk menikah, bukan hanya karena masalah pada malam pesta penghargaan, namun sebelumnya Shin dan Hae pernah berselisih paham.


Sebelum menikah tentu setiap pasangan harus melakukan beberapa tes kesehatan terlebih dulu ke Dokter.


FLASHBACK


"Dari hasil tes urine, Nona Shin ternyata adalah seorang peminum alkohol yang berat, ini menyebabkan kandungan Nona tidak subur dan mengering. Anda juga memiliki penyakit lain yang di sebut dengan Endrometriosis . Walaupun anda memiliki penyakit jenis ini, kemungkinan kecil anda bisa memiliki keturunan jika anda bukan peminum alkohol," jelas Dokter spesialis kandungan.


"Apa!" seru Hae, sambil pergi meninggalkan ruang tersebut.


"Oppa! Tunggu," ucap Shin sambil berlari mengejar Hae.


Ternyata, Hae sedang telepon di koridor rumah sakit tersebut.


Isi percakapan, di telepon.


"Gimana ini Eomma, Shin tidak bisa memberi keturunan pada keluarga Hae! Apa kita masih akan tetap melanjutkan pernikahan ini?"


"Tidak, lebih baik tidak di lanjutkan. Masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari pada dia, dan jadikan ini satu-satunya alasan untuk berpisah dengan dia! Kamu ingat 'kan gadis yang di inginkan nenekmu?"


"Iya Eomma, aku mengerti," kemudian Hae menutup telponnya dan tidak di sadari ternyata dari tadi Shin mencuri dengar percakapan mereka.


Shin meneteskan air matanya, tidak terima dengan semua yang terjadi.


Siapa gadis yang di maksud? Lihat saja, aku akan membuat hidupmu bagai neraka kalau kamu berani merebut Hae dariku! ~batin Shin sambil menghapus air matanya menghampiri Hae berpura-pura tidak mendengar apapun.


FLASHBACK OFF


"Kasian sekali Shin," iba Ida mendengar cerita Hae.

__ADS_1


"Hem, jadi gimana? Apa semuanya sudah jelas?" tanya Hae sambil menghadap Ida, dan membelai rambut panjang Ida yang berbau harum.


"Uhm! Ak-aku masih ada satu pertanyaan lagi," ucap Ida dengan gugup dan jantung berdegup kencang.


"Apa sayang?" tanya Hae lembut sambil mencium betapa wanginya rambut Ida.


"Em ... Bagaimana dengan cincin permata yang mengeluarkan cahaya terang ketika malam hari? Ku pikir mendapat hadiah dari peri setelah mendapati cincin itu bercahaya,"


"Hahaha! Kamu lucu banget si," ucap Hae gemas sambil mencubit pipi Ida pelan yang hanya di respon cengiran kuda oleh Ida.


Hae menjelaskan tentang cincin yang mengeluarkan cahaya terang ketika malam hari itu, dia bilang bahwa cincin itu mengeluarkan cahaya ketika keadaan gelap, bukan karena malam hari.


"Apa kamu mematikan lampu ketika tidur?" tanya Hae.


"He'em," jawab Ida sambil menganggukan kepala.


Hae memberi penjelasan bahwa cincin yang di berikan neneknya kepada Ida itu mengandung fosfor .


"Em ... Fosfor?"


"Iya sayang, fosfor adalah zat yang dapat bercahaya setelah di beri energi, yaitu cahaya normal seperti cahaya matahari dan cahaya lampu," jelas Hae.


Bodohnya aku! Yang sudah menganggap nenek Hae peri. ~batin Ida.


"Kamu tidak bodoh sayang, hanya saja kamu belum tahu," ucap Hae sambil mencium kening Ida.


Ida memejamkan matanya, bibir mungil merah muda saling bertemu mengeluarkan lantunan nyanyian yang merdu.


Perlahan-lahan lidah mulai menelisik masuk dan menyapu tiap bagian lembah kenikmatan.


Menyusuri leher dan meninggalkan jejak kepemilikan disitu.


Tidak! Ini tidak boleh, aku belum siap! ~batin Ida .


"Oppa! Hentikan," seru Ida.


Kemudian Hae menghentikannya, dia mulai tersadar dengan apa yang di lakukannya, lalu dia menatap tajam Ida.


"Maaf Ida, aku sudah lancang!" ucap Hae sambil berjalan ke kamar mandi untuk menghilangan ketegangan dalam dirinya.


"Apa dia marah? Aku ... Aku belum siap untuk itu, kami belum saling mencintai dan atas dasar apa kami melakukannya," ucap Ida sambil meringkuk ke dalam selimut dan dia tertidur.

__ADS_1


Tok-tok-tok!


Suara ketukan pintu dan sorot cahaya matahari yang bersinar menembus jendela-jendela kaca yang sangat menyilaukan.


"Nona! Silahkan turun, sudah siang dan anda belum sarapan," ucap Bibi Han dari balik pintu kamar Hae.


"Iya Bi, sebentar lagi aku turun," seru Ida dari dalam kamar.


Lalu Bibi Han meningalkan kamar dan melanjutkan pekerjaannya.


Dimana Hae, apa dia sudah berangkat kerja? ~batin Ida sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Setelah selesai merapikan dirinya, Ida turun untuk sarapan. Dia bertemu dengan Bibi Han yang sedang mengelap pantung-patung hiasan di sebelah pojok ruang tamu.


"Bi, Oppa sama Nyonya Chan kemana yah, kok sepi si?"


Bibi Han menoleh ke arah Ida, tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan, dia malah senyum-senyum seperti orang kerasukan.


"Bibi, kok malah senyum-senyum sendiri sih?"


"Eh! Tidak Non ... Tuan muda Hae pergi ke kantor pagi-pagi sekali, dia terlihat sedang buru-buru."


"Kalau Nyonya Chan kemana?" tanya Ida sambil duduk di sofa.


"Nyonya Chan, pergi ke Bandara , menjemput Tuan muda Lee,"


"Apa dia adik dari Hae?"


"Iya Nona,"


Bibi Han menceritakan apa saja yang di tanyakan oleh Ida, sekarang Ida tau ternyata Hae adalah seorang CEO Chan Grub, dia memiliki adik yang seumuran dengan Ida, namanya Chung LeeChan dia memimpin perusahaan mendiang ayahnya yang ada di London. Sedangkan Hae mengurus yang ada di Korea sambil menjaga Eomma -nya.


Bibi Han telah bekerja disini selama lima tahun, betapa kagetnya Ida, mendengar pernyataan Bibi Han bahwa, wanita beruntung yang pernah di bawa Hae kerumah adalah Shin dan Ida.


.


.


Bersambung......


LIKE, KOMEN, VOTE yah, meskipun pembacaku tidak banyak namun, terimakasih sudah membaca cerita ini sampai bab ini 🤗

__ADS_1


Terimakasih 😁👍


__ADS_2