Tak Secepat Kujatuh Cinta

Tak Secepat Kujatuh Cinta
Eps. 19


__ADS_3

"MENIKAH!" tanya Ida dengan sedikit teriak.


Para pelanggan yang datang kini mengerumuni mereka karena penasaran dan ingin menyaksikan pemandangan yang sangat romantis itu.


Yah, romantis bagi mereka yang tidak tahu perasaan Ida, baginya situasi ini sangat mencekam.


"Iya, Ida, apa kamu mau menikah dengan aku, Chung Hae Chan," ucap Hae dengan lembut.


Tatapan Hae yang teduh semakin membuat jantung Ida berdebar-debar, Hae dapat merasakan kegugupan Ida, karena tangannya kini terasa sangat dingin bagaikan es.


"Ta-tapi aku pacaran saja belum pernah, ba-bagaimana mungkin akan menikah?" tukas Ida terbata-bata, bertambah lagi kegugupannya karena di kelilingi banyak orang.


Para pelanggan yang mengrumuni mereka bersorak sorai, "TERIMA!"


"TERIMA! "


"Itu tidak penting, kita bisa pacaran setelah menikah bukan?" jelas Hae dengan serius dan dengan ragu-ragu, Ida menganggukan kepalanya sambil tersenyum hangat ke arah Hae.


Kemudian Hae mengeluarkan kotak merah hati dari saku jasnya, mengambil cincin yang terlihat sangat mewah dan memakaikannya di jari manis Ida.


Setelah itu, Hae mencium lembut tangan Ida.


Ida mematung tidak bisa berkata apa pun, pipinya memanas, jantung nya berdegup sangat kencang, dia tenggelam dalam tepuk tangan yang meriah dari para pelanggan, kemudian mereka kembali ke tempat duduk masing-masing, setelah melihat hal romantis yang terjadi, mereka turut berbahagia untuk Hae dan Ida.


Bagaimana bisa, seseorang yang baru di kenalnya belum genap satu bulan itu melamarnya.


Hati Ida berkecamuk, entah harus merasa senang atau sedih dia masih bingung dengan situasi mendadak ini. Namun perasaan senang lebih mendominasi hati Ida saat ini.

__ADS_1


"Aku akan mengajakmu ke rumah, hari ini. Apa kamu siap? " tanya Hae memulai pembicaraan, setelah melakukan hal yang menegangkan sekaligus romantis itu.


"Uhm.., baiklah," jawab Ida dengan malu-malu kucing.


Kemudian mereka pergi dari kafe tersebut, terpampang jelas mobil mewah berwarna hitam dan seorang sopir yang bewok tinggi besar memakai jas hitam sedang menunggu pemiliknya di dapan kafe.


Sopir yang melihat kedatangan mereka, langsung membukakan pintu untuk Hae dan Ida, sambil mengucap, "Silahkan, Tuan dan Nona."


Kemudian sopir itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, langsung menuju ke rumah, Hae.


Saat di dalam mobil, Ida diam membisu bingung harus berkata apa, dia hanya duduk terpaku dengan tangan di atas paha, menunduk memandangi cincin yang Hae berikan.


"Apa keputusanku ini benar? Aku tidak tau harus berbuat apa!"~batin Ida.


Hae yang melihat Ida seperti itupun kurang nyaman, lalu dia berkata dengan nada khawatir sambil mengelus pucuk kepala Ida, "Kenapa kamu terus menunduk melihat cincin yang ku berikan? Apa itu kurang bagus untukmu?"


Ida tersentak dari lamunannya.


"Apa yang kamu pusingkan? Aku akan menjagamu, kamu tidak perlu takut akan hal-hal yang tidak penting. Mulai dari sekarang, kamu milik ku dan aku akan selalu menjaga milik ku," tegas Hae.


Sopir tersenyum melihat tingkah manis bosnya itu, dia melirik dari kaca depan.


"Selama menjadi sopir Tuan.Hae, aku tidak pernah melihatnya seserius ini pada wanita. Apa yang spesial dari wanita ini? Bahkan Shin yang sudah pacaran dengannya selama dua tahun saja di singkirkan, benar-benar hebat,"~batin Sopir.


"Baiklah, aku rasa aku akan baik-baik saja. Setelah menikah nanti kamu harus janji menceritakan dengan jelas alasanmu menikahiku dan bagaimana hubunganmu dengan Shin bisa berakhir," pinta Ida dengan mata berkaca-kaca sambil mendongak menatap Hae.


"Iya," ucap Hae singkat sambil melayangkan ciuman di kening Ida.

__ADS_1


Ida malu, dia langsung memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela mobil.


Sopir terkekeh dengan tingkah lucu mereka.


"Menyetirlah dengan benar," cletuk Hae.


"Hehe, iya Tuan,"


Akhirnya mereka tiba di rumah Hae.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


Like, Komen, Vote, Favorit jika tidak keberatan 💟


.

__ADS_1


..


Terimakasih 😁👍


__ADS_2