Tak Secepat Kujatuh Cinta

Tak Secepat Kujatuh Cinta
Eps. 15


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, setelah Ida mengirimkan lamaran pekerjaan melalui e-mail.


06.15 pagi, Ida segera beranjak dari tempat tidur, pergi ke kamar mandi, setelah itu dia bersiap-siap untuk pergi bekerja.


Di hari pertama bekerja, semangat Ida kini sedang membara, dia berharap ini menjadi awal yang baik baginya.


Dia berangkat ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum.


Tiba di tempat keja Ida merasa sedikit gugup namun terkalahkan oleh semangat yang membara.



"Huftt.. Semoga hari pertamaku bekerja berjalan dengan lancar!! " ~batin Ida sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam Butik.



Ida berpapasan dengan pegawai lama Butik tersebut. Dia langsung menyapa.


"Annyeong. Saya Imeldha Asmara di panggil Ida saja. Saya pegawai baru disini. " sapa Ida dengan senyuman manis.


"Eh , aku Pika Shu. Emm... Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Wajahmu terlihat sangat familiar." sambil memperhatikan Ida lekat-lekat.


"tentu saja wajahku familiar, orang aku ada di setiap berita di media apapun, huh bagaimana ini?"~batin Ida dengan perasaan khawatir.


"Maaf tapi kita belum pernah bertemu. Mohon bimbingannya ya."


"Emm. benarkah? " masih memasang wajah penasaran.


"Baiklah jika kamu memaksa. Setelah pulang kerja nanti aku akan menceritakan semuanya, kenapa kamu begitu familiar melihat wajahku." jawab Ida.


"Oh, baiklah. "


Setelah itu mereka mulai untuk bekerja. Fokus pada pekerjaan masing-masing.


Selama beberapa jam pekerjaan Ida berjalan dengan lancar. Ada beberapa orang pelanggan yang meminta saran dari Ida untuk membantu penampilan mereka yang akan pergi berkencan, berpesta dan lain-lain.


Di sela-sela bekerja saat sedang senggang.

__ADS_1


"Ramai, sekali hari ini. Kamu membawa keberuntungan deh kayaknya. Hahaha." ucap Pika Shu memulai pembicaraan.


"Benarkah, apakah biasanya tidak seramai ini?" tanya Ida.


"Biasanya juga lumayan ramai sih, tapi ini baru beberapa jam saja sudah banyak baju yang terjual. "


"Syukurlah kalo memang begitu, aku senang mendengarnya." sahut Ida sembari tersenyum.


Kemudian mereka melanjutkan pekerjaannya kembali hingga, shift mereka berakhir.


Pika Shu mengajak Ida pergi ke sebuah kafe untuk membeli makanan di tempat langganannya, yang terbilang cukup terjangkau bagi mereka anak-anak kos.


Tiba di kafe, sambil menunggu makanan datang. Pika Shu langsung bertanya pada Ida tanpa basa-basi lagi.


"Huftt.. baru selesai kerja, kamu tidak melupakannya ya ternyata." keluh Ida.


"Sudahlah cepat buruan cerita,aku kan penasaran."


Kemudian Ida langsung menceritakan semua kejadian yang di alaminya akhir-akhir ini. Tanpa ragu semua dia ceritakan. Ida hanya berharap semoga Pika Shu ini orang yang bisa di percaya.


"Ya ampun, ternyata artis yang terlihat tidak berdosa di depan kamera juga calon menantu pemilik butik gitu ya sifatnya?" jawab Pika Shu tak percaya dengan apa yang Ida ucapkan.


"Iy-.. "


Belum selesai Shu menjawab, pembicaraan mereka terpotong, oleh pelayan yang datang mengantar pesanan mereka.


Shu merasa sangat lapar saat ini, dia segera menyantap makanannya itu.


Dengan penuh tanda tanya Ida juga menyantap makanannya.


"Jika Shin adalah calon menantu pemilik Butik, berarti anak pemilik Butik adalah Hae, keadaan macam apa ini. Kenapa bumi ini sempit seperti daun kelor"~batin Ida sambil melamun tanpa mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


"Kamu makan gak sih? Kok makanannya masih utuh?" tanya Shu sambil menatap Ida.


Ida terkejut dari lamunannya, dia tersedak oleh makanan yang ada di mulutnya, namun Shu segera menyodorkan minum ke Ida.


"Tenang saja, Shin jarang kok dateng ke Butik. Apalagi Pak. Hae, jarang sekali. Selama aku kerja di Butik ini hanya beberapa kali saja kok bertemu dan berpapasan langsung dengan Pak. Hae. Sungguh sangat berkharisma. Tidak ada wanita yang tidak menyukainya." jelas Shu sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

__ADS_1


Ida kembali tersedak mendengar Shu mengatakan 'bahwa tidak ada wanita yang tidak menyukainya'.


"Uhuk... Uhuk... "


"Kamu ini kenapa sih, dari tadi keselek melulu?" tanya Shu sedikit kesal.


"Tidak apa-apa kok, hehe. Jangan marah ya. Maaf menganggu makan mu." ucap Ida sambil senyum getir.


"Ya, ya, ya... " ucap Shu sambil memiringkan kepalanya.


Ida tidak menceritakan tentang Hae yang mengambil ciuman pertamanya, dia tidak tau apa yang akan terjadi jika dia menceritakan itu kepada Shu.


Ida bisa menebak sifat Shu sejak pertama kali melihatnya. Shu itu orang yang mudah penasaran dengan hidup orang lain dan sedikit pemarah, namun dia memiliki hati yang baik.


Semoga Shu tulus berteman dengan Ida.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


Like, Komen, Vote, Favorit 💟 jika tidak keberatan 😊


Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita recehku 💦


.


.

__ADS_1


.


🙏


__ADS_2