Takdir Cinta Alya

Takdir Cinta Alya
Bab 15 Bertemu


__ADS_3

****


Setelah 2 jam lebih 15 menit perjalanan, Zein yang diantar oleh supirnya pun sampai di Bandara Kuala Lumpur.


"Makasih ye, Pakcik." Zein berucap kepada supir, yang udah lama bekerja dengan keluarganya, dan udah dianggap seperti orang tuanya sendiri.


"Ye, Zein. Awak hati-hati ye."


Zein pun udah berada di dalam pesawat. Saat ia baru saja meletakan 1 koper kecilnya, ke dalam kabin pesawat. Yang berada di atas tempat duduk penumpang. Telefon bimbit(handphone) Zein pun berdering ....


["Hello, assalamualaikum .... Ma," sapa Zein saat menjawab panggilan dari Mamanya.]


["Waalaikumsalam, Zein. Awak jadi tak ke sini?" tanya Mama setelah menjawab salam dari Zein.]


["Jadi, Ma. Ne Zein dah kat dalam pesawat. Zein tutup dulu ye, Ma."]


"Ok, Zein."]


Panggilan pun terputus.


Tak lama kemudian, Pramugari dari awak pesawat pun memberikan announcement(pengumuman) sebelum pesawat take off.


"Mohon perhatiannya, sekejap lagi pesawat akan take off, silahkan untuk para penumpang yang terhormat, mematikan telpon bimbit(handphone) anda, demi keselamatan kita semua saat penerbangan, hingga landing tiba."


"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan Malaysia Airlines Boeing 777-200ER, dengan tujuan Singapore. Penerbangan ke Singapore akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 5 menit, dengan ketinggian jelajah 32.000 kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan Malaysia Airlines ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka di hadapan anda, mengeratkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama Malaysia Airlines Kapten Hazis dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terimah kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama Malaysia Airlines." Pramugari itu pun melanjutkan ucapannya kembali. Dan tak lama kemudian, pesawat pun take off(lepas landas).


Setelah 1 jam kemudian, pesawat pun landing dengan selamat di Changi Airport, Singapore. Zein pun langsung menuju ke apartemen mewahnya yang berada di Orchard. Ya, Zein membeli 1 unit apartemen mewah di Singapore, karna setiap 2 minggu, ia akan terbang ke Singapore untuk mengecek anak cabang perusahaannya yang ada di Singapore.


*


*


*


"Assalamualaikum ... ?" sapa Zein, saat ia memasuki ruangan rumah sakit, yang terlihat lebih mirip seperti kamar hotel VVIP.


"Waalaikumsalam." sahut Mama Zein dan seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Lalu Zein berjalan mendekati Mamanya, dan ia pun mecium punggung tangan Mamanya. Setelah itu ia beralih menatap sesorang lelaki yang sedang duduk bersandar di ranjang.


"Angah! Akhirnya ... awak sihat juga!" seru Zein bahagia sambil memeluk lelaki itu.


Lelaki itu pun membalas pelukan Zein.


"Alhamdulillah ... awak dah sihat, Ngah." Zein melanjutkan ucapannya, dan melepas pelukannya.


"Ye ... Along. Saye juga dah rasa bosan sangat berada kat sini," sahut lelaki yang dipanggil Angah oleh Zein.


"Doktor kata, lusa Angah dah boleh balik rumah." Mama Zein berucap.


"Betul kah Ma?" tanya lelaki yang dipanggil Angah, yang tak lain merupakan saudara lelaki Zein.


"Ye, betul. Tapi, awak kena kontrol juga." Mama menjelaskan pada anak lelaki ke duanya itu.


"Zein, bagaimana misi kamu? Berhasil kah?" tanya Mama kemudian pada anak pertamanya.


"Alhamdulillah berhasil Ma, ne semua sebab do'a Mama," sahut Zein berbinar.


"Alhamdulillah ... jika berhasil Zein ," sambung Mama ikut bahagia.


2 hari kemudian ....


"Mama dan Angah, dah siap kah?" tanya Zein pada Mama dan adiknya.


"Dah ... ," sahut Mama.

__ADS_1


"Zein, awak tak ikut balik sekalian same Mama dan Angah kah?" tanya Mama Zein.


"Tak Ma, Zein masih kena stay kat sini 2 hari lagi. Sebab, ade persoalan perusahaan yang tak boleh orang lain handle, Ma." Zein menjelaskan pada Mamanya.


"Biar Zein yang hantar Mama dan Angah, ke lapangan terbang(bandara)." ucap Zein kemudian.


Mama pun kemudian, berjalan ke arah anak ke duanya dan segera mendorong kursi roda anaknya.


"Mama, biar Zein saje. Mama masuk duluan saje ke dalam kereta(mobil)." Zein mengambil alih, untuk mendorong kursi roda adek lelakinya, yang merupakan adek satu-satunya.


"Baik lah, Zein. Biar Mama yang bawa bag ini."


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di Bandara Changi Singapore. Zein langsung menggendong adek lelakinya sampai ke dalam pesawat.


"Ma, Zein ke luar ye. Bila dah sampai segera call Zein. Dan, bila pesawat landing ... Mama minta tolong saje pade petugas pesawat. Untuk angkat Angah sampai ke kursi roda ye, Ma." Zein berpamitan untuk ke luar dari pesawat.


"Ye, Zein."


1 jam kemudian ... Mama dan Adek lelaki Zein telah tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Supir pribadi keluarga Zein, yang udah diberitahukan oleh Zein sebelumnya. Udah siaga menunggu di Bandara, untuk menjemput Mama dan Adeknya.


"Selamat datang kat Malaysia lagi Puan, Angah." Pakcik supir berucap saat melihat Majikan dan anak majikannya.


"Alhamdulillah ... Angah dah sihat kembali," ucap Pakcik supir kembali dengan bahagia.


"Ye, Pakcik alhamdulillah. Akhirnya kita boleh berkumpul bersama lagi. Meski Angah masih belum boleh berjalan," sahut Mama.


"In sya Allah ... bila tiba massanya, dan atas izin Allah. Angah akan boleh berjalan kembali Puan," ucap Pakcik supir menyemangati Majikannya.


"Baik lah Puan, Angah. Jom kita balik ke Melaka." ajak Pakcik supir kemudian.


Pakcik supir pun menggendong Angah masuk ke dalam mobil. Lalu kursi roda Angah ia lipat, dan ia masukan ke dalam bagasi mobil.


2 jam kemudian ... mereka pun telah sampai di Melaka.


"Alhamdulillah ... Ma, akhirnya Angah boleh balik ke rumah ne lagi. Angah rindu sangat dengan rumah ne," ucap Angah haru.


Pakcik supir pun mengambil kursi roda, yang ia letak di dalam bagasi mobil tadi. Lalu ia membuka kursi roda itu, dan mendudukan anak ke dua majikannya ke kursi roda itu.


"Terimah kasih, Pakcik ... ," ucapnya.


"Same-same, Angah."


"Pakcik, biar saye yang dorong kursi roda Angah. Pakcik tolong bawa masuk koper dan bag(tas) yang ade dalam kereta itu ye." Mama berucap dan meminta tolong pada supirnya.


"Ye, Puan."


Mama pun langsung mendorong kursi roda Angah ke dalam rumah.


"Assalamualaikum ... ," ucap Mama saat masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam ... ," sahut 3 maid Mama, yang udah menunggu kedatangannya dan juga anak ke duanya dari tadi


"Angah! Akhirnya Angah dah sihat, dan boleh balik ke rumah ne lagi!" seru ke 3 maid Mama bahagia.


"Ye, Makcik. Alhamdulillah ... tapi, kaki saye masih tak boleh jalan," sahut Angah tersenyum.


"Yang sabar ye, Angah. Kita do'akan biar Angah boleh jalan kembali," ucap mereka bertiga tulus.


"Aamiin ... makasih do'anya ye, Makcik."


"Kenape Makcik betiga, berbaris Kat sini? Anak-anak dan Alya Kat mane?" tanya Mama.


'Alya? Ape Alya istri baru Along?' gumam Angah dalam hati.


"Kami betiga kat sini, sebab nak tunggu ketibaan(kedatangan) Puan dan Angah Kat rumah. Anak-anak dan Alya, ade kat bilik atas Puan," ucap salah satu Maid Mama menjelaskan.

__ADS_1


"Biar saye panggil mereka, Puan." salah satu Maid Mama kemudian berucap.


"Ye ... terimah kasih Makcik," sahut Mama.


"Puan dan Angah silah rehat dulu kat sini, biar saye ambilkan minum buat Puan dan Angah." kepala Maid yang udah lama ikut bekerja dengan Mama Zein pun kemudian berucap.


"Mama? Alya tuh sape?" tanya Angah, setelah hanya mereka bedua saja, yang ada di ruang tamu.


"Alya tuh ...." ucapan Mama terhenti, kala Shanaz dan Allysa berlari menghampirinya, yang tengah duduk di kursi ruang tamu.


"Oma!" seru Shanaz dan Allysa berlari.


"Shanaz, Allysa. Awak bedua jangan berlarian macem tuh sayang, nanti awak bedua jatuh," ucap Mama kepada ke dua cucunya khawatir.


"Oma. Kami bedua rindu sangat pade Oma," ucap Shanaz dan Allysa serempak sambil memeluk Mama.


"Oma juga, rindu sangat pade awak bedua." Mama membalas pelukan ke dua cucunya.


"Awak bedua tak rindu kah pade Uncle?"


Shanaz dan Allysa pun langsung menoleh.


"Uncle! Uncle ikut balik dengan Oma juga!" seru Shanaz dan Allysa bahagia, dan segera menghampiri adik lelaki dari Papa mereka.


"Hem ... ,"


"Kita bedua juga rindu sangat pade Uncle," ucap Shanaz dan Allysa kemudian, lalu mereka bedua memeluk Uncle mereka.


"Uncle juga,"


"Uncle? Kenape, Uncle duduk kat kursi roda?" tanya Shanaz saat udah melepaskan pelukannya dari pamannya.


"Kaki Uncle masih sakit, dan tak boleh jalan. Tuh sebabnya Uncle guna ne,"


"Shanaz, kenape awak bedua saje yang datang. Aunty mane?" tanya Mama pada cucu pertamanya.


"Tuh ... Aunty, Oma." tunjuk Shanaz ke arah anak tangga, dimana Alya baru saja turun di anak tangga terakhir.


"Makcik dah balik rupanya, maaf bila saye tak sambut ketibaan Makcik ke rumah tadi," ucap Alya dan berjalan menghampiri Oma dari ke dua anak yang dijaganya. Dan, ia tak memperhatikan seseorang yang tengah duduk di kursi roda.


Anak lelaki ke dua Mama yang masih duduk di kursi roda, dan membelakangi anak tangga. Langsung menoleh ke samping. Begitu ia mendengar suara yang tak asing baginya.


Deg!


"Alya!"


"Abang Faiz!" seru mereka berdua, sama-sama terkejut.


Ya, anak lelaki ke dua Mama itu adalah Faiz. Lelaki yang pernah ingin melamar Alya, dan mereka pun akhirnya lost contact karna Faiz mengalami kecelakaan 2 tahun yang lalu.


"Alya, Faiz? Awak bedua ne, dah saling kenal kah?" tanya Mama penasaran.


"Alya ne, perempuan yang pernah Faiz ceritakan pade Mama. Dan, yang nak ingin Faiz pinang, Ma ... ," jelas Faiz.


"Ape?!" Mama pun terkejut setelah mendengar penjelasan dari anak ke duanya.


'Ya Allah ... kenape jadi seperti ne. Kenape ke dua anak lelakiku, harus menyukai perempuan yang same' gumam Mama dalam hati.


"Ma? Mama, baik-baik saje kah?" tanya Faiz, memegang tangan Mamanya yang tengah duduk di sampingnya sambil melamun.


"Ye, Faiz. Mama tak ape-ape," sahut Mama cepat, setelah sadar dari lamunannya.


Alya yang masih terkejut, dan tak menyangka akan bertemu kembali dengan orang dimasa lalunya. Hanya berdiri mematung menatap Faiz.


TBC

__ADS_1


Terimah kasih buat yang udah mampir di cerita recehku ini 🥰. Jangan lupa tinggalin jejak, like, komen dan ♥️ nya ya gengs 😅😘


__ADS_2