
****
Setelah selesai menghabiskan sarapannya, ke dua kakak beradik itu pun menyalim punggung tangan Makcik Diana.
"Oma. Kita pigi ke sekolah ye." pamit Shanaz sambil mencium punggung tangan Makcik Diana.
Dan, kemudian Allysa menyusul menyalim tangan Makcik Diana juga.
"Ye, awak bedua belajar yang elok ye." Makcik Diana berpesan kepada ke dua cucunya.
"Baik, Oma." sahut mereka berdua serempak.
Setelah selesai mengantar ke dua anaknya ke sekolah, Zein pun langsung menuju ke Bandara Kuala Lumpur. Dan, setelah menempuh 2 jam perjalanan ... Zein pun akhirnya sampai di lokasi Bandara. Setelah ia selesai parkir mobilnya, ia pun langsung menuju ke ruang kedatangan penumpang. Untuk menunggu kedatangan Ibu Alya, bersama Angency Alya.
Setelah 10 menit berlalu, pesawat yang ditumpangi Ibu dan Agency Alya pun landing.
"Kok Alya nggak ada ya, Ra?" tanya Buk Ipah, kepada Buk Irawan yang merupakan Agency Alya. Saat tak melihat keberadaan Alya di area bandara.
"Alya tak ikut menjemput kita, Buk." Buk Irawan menjawab sambil tersenyum.
"Loh, piye toh? Jadi, sopo yang jemput kita iki?" tanya Buk Ipah kemudian.
"Semalam Alya kasih tau ke saya, yang jemput kita di bandara itu ... Abangnya calon suami Alya, Buk."
"Oh ... gitu toh," sambung Buk Ipah manggut-manggut.
Zein yang baru saja tiba dari kamar mandi, langsung menuju ke ruang kedatangan penumpang kembali. Sesampainya ia di sana, ia melihat ke dua orang wanita, yang sepertinya pernah ia lihat.
'Ape ... tuh Ibu dan Agency Alya ye?' gumamnya dalam hati.
Lalu, Zein mengambil handphonenya dari saku kemejanya. Dan, membuka galeri yang ada di handphonenya.
'Betul ternyata dugaan, saye' gumam Zein kembali, saat ia melihat foto Buk Ipah dan Buk Irawan, yang tadi pagi di kirim oleh Mamanya via whatsapp.
*Flash back on*
Setelah kepergian Zein tadi pagi, Makcik Diana pun menanyakan kembali pada Alya, mengenai kedatangan Ibu Ipah dan Angencynya.
"Al? Awak dah bagi tau pade Ibu awak, mengenai Zein yang akan jemput kat lapangan terbang (bandara)?" tanya Makcik Diana.
"Dah, Makcik. Semalam saye dah bagi tau pade, Agency saye,"
__ADS_1
"Oh ... alhamdulillah bila begitu. Tapi — ." Makcik Diana pun menjeda ucapannya.
"Tapi, ape ... Makcik?" tanya Alya penasaran.
"Macem mana Zein boleh tau, bila Ibu dan Agency awak dah tiba kat lapangan terbang. Makcik pon belum ade bagi tau number phone malaysia Agency awak, pade Zein tadi." Makcik Diana menjelaskan, dengan nada khawatir.
'Benar juga ya, lagian 'kan ini untuk pertama kalinya, Bang Zein berjumpa sama Ibu dan Buk Irawan. Kalo Makcik Suh, udah kenal sama Buk Irawan. Jadi nggak akan bingung, jika Makcik Suh yang menjemput kedatangan Ibu dan Buk Irawan di bandara' gumam Alya dalam hati.
"Alya? Awak melamun kah?" tanya Makcik Diana menyentuh pundak Alya lembut, saat ia melihat Alya hanya diam saja.
"Maaf ... Makcik," ucap Alya tersenyum.
"Oh ye Makcik, Alya akan kirim gambar Ibu dan Agency Alya, ke telpon bimbit (ponsel), Makcik. Lepas tuh, Makcik kirim ke Abang Zein." Alya kemudian berucap kembali.
"Ai ... pandai sangat awak ne lah," puji Makcik Diana pada Alya.
"Tapi, kenape tak awak saje yang langsung kirim ke Zein?" tanya Makcik Diana kemudian.
"Alya 'kan tak tau number phone Abang Zein, Makcik." Alya menjawab sambil menatap Makcik Diana serius, seakan memberi kode. Karna, Faiz ada bersama mereka.
"Oh ye, maaf Makcik lupa." Makcik Diana menyahut cepat, saat menyadari kode dari Alya.
'Ya Allah ... kenape lah, aku boleh lupa. Untung saje Alya mengingatkan, bila tak ... Faiz pon akan curiga lagi' gumam Makcik Diana dalam hati.
"Bila kita semua ikut ke lapangan terbang (bandara), kasihan Shanaz dan Allysa nanti tak ade yang jaga kat rumah, massa mereka berdua balik dari sekolah, Ngah." Makcik Diana menjelaskan pada Faiz, anak bungsunya.
"Lagian Mama pon nak masak yang special, untuk menyambut kedatangan Ibu Alya." Makcik Diana melanjutkan ucapannya kembali.
"Makcik, dah saya kirim ye gambar Ibu dan Agency, saya. Ke number phone, Makcik." Alya berucap kepada Makcik Diana.
Ting!
Beberapa detik kemudian, masuk lah notifikasi whatsapp dari ponsel Makcik Diana.
"Hah ... ye, makasih ye Al." Makcik Diana menyahut, sesaat setelah ia melihat 2 foto wanita, yang barusan Alya kirim ke nomornya.
Lalu, Makcik Diana kemudian ... langsung mengirim ke dua foto itu, ke number phone Zein via whatsapp.
["Zein, ne gambar Ibu dan Agency ... Alya. Biar awak tak sukar sangat, bila menjemput mereka."]
["Ok, Ma."]
__ADS_1
Flash back off
*
*
*
"Maaf ... ne Encik Irawan dan Ibu Ipah kah?" tanya Zein memastikan kepada ke dua wanita yang ada di depannya.
"Betul," sahut Buk Irawan.
"Kenalkan saye ... Zein yang menjemput Encik dan Ibu," ucap Zein memperkenalkan diri, sambil berjabat tangan pada Buk Irawan dan Buk Ipah.
"Ye, Alya dah bagi tau pade saye semalam,"
"Terima kasih, sebab Cik Zein dah luangkan massa untuk menjemput kami, di lapangan terbang." lanjut Buk Irawan kemudian.
"Tak payah panggil Cik, panggi saje Zein ... Encik." potong Zein kemudian.
"Ye, baik lah Zein." Buk Irawan menuruti permintaan Zein, untuk memanggilnya dengan sebutan nama saja.
Sementara Buk Ipah, yang tak paham dengan percakapan ke dua orang yang ada di depannya, hanya bisa diam dan menjadi pendengar saja.
"Bila begitu, jom kita balik ke Melaka sekarang ... Encik, Ibu." ajak Zein kemudian pada ke dua wanita, yang usianya lebih tua dari dirinya.
"Silahkan masuk, Buk." Zein berucap pada Buk Ipah, sambil membukakan pintu depan mobil untuk Buk Ipah.
"Saya duduk di belakang saja Nak, bersama Buk Irawan ... ," tolak Buk Ipah halus, dan merasa tak enak hati pada Zein.
"Ibu duduk saja di depan bersama Zein, saya duduk sendirian di belakang pun tak apa." Buk Irawan menyambung, saat mendengar penolakan Buk Ipah, yang tak ingin duduk di depan bersama Zein.
"Tak ape Encik, bila Ibu tak nak duduk kat depan pon tak ape," ucap Zein akhirnya.
"Ya sudah ... Ibu duduk di depan saja, biar Nak Zein ada temannya saat menyetir mobil." Buk Ipah akhirnya mau duduk di bangku depan bersama Zein.
Zein pun tersenyum kepada Buk Ipah.
TBC
Thanks buat yang udah mampir di cerita recehku 😂. Jangan lupa tinggalin jejak ya 🤗 Salam kenal dari Author pemula 🥰
__ADS_1
And, happy reading 🤗🥰