
****
Setelah Makcik Suh memperkenalkan Alya kepada suaminya. Mereka pun lantas masuk ke dalam kereta(mobil) untuk menuju restoran.
"Abi, kenape kereta Along Ade Kat car port? Lantas, Along balik ke Melaka guna apa? Kenape, Along tak bawa kereta dia?" tanya Makcik Suh kepada suaminya, karna saat sebelum masuk ke dalam kereta tadi, ia melihat kereta anak dari Abang tertua suaminya ada di dalam car port.
Along merupakan panggilan, untuk anak pertama/tertua di Malaysia.
"Along, tadi malam ikut dengan kawan dia. Sebab, searah dengan rumah kawan dia. Dan, juga karna Along penat ... so, Along tak nak paksa bawa kereta saat penat," jelas Abi kepada Istrinya, sambil mulai menghidupi mesin mobil.
"Oh, sebab tuh rupanya."
"Lantas, bila Along nak ambil kereta dia, Bih?" tanya Makcik Suh kembali.
"Abi, tak tau Mi."
*
*
*
30 menit berlalu, mereka kini sudah sampai di Restoran Vegetarian, yang cukup populer di kawasan Klang. Makcik Suh pun, mulai memperkenalkan Alya kepada pekerjanya yang lain.
"Good morning, all?" sapa Makcik Suh, kepada semua pekerjanya.
"Morning too ... Makcik." Mereka semua menjawab serempak.
"Makcik, bawa sape tuh?" tanya salah satu waiters, yang bekerja di resto Makcik Suh.
"Oh ... ye, ne Alya. Kasir baru di resto, pengganti Diana. Sebab, Diana 'kan berhenti pasal dia nak married," jelas Makcik Suh kepada semuanya.
Setelah saling berkenalan dengan rekan kerjanya. Alya dan yang lainnya pun mulai beraktivitas. Baru saja resto dibuka, tapi sudah banyak pengunjung yang datang. Meski, Alya bertugas sebagai kasir. Ia pun tak sungkan turun tangan, untuk melayani pengunjung yang datang. Ketika para waiters di resto, sedang sibuk melayani pengunjung yang lain.
"Selamat pagi Encik, selamat datang di resto kami," sapa Alya ramah, ketika beberapa pengunjung perempuan masuk ke dalam resto.
__ADS_1
"Ye, selamat siang juga," sahut salah satu dari perempuan tersebut tak kala ramah.
*
*
*
Ketika beberapa pengunjung perempuan yang baru masuk tadi, sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Alya lantas mengisi air mineral ke dalam cawan(gelas), sesuai jumlah pengunjung resto yang baru masuk tadi. Lalu, ia meletakan cawan tersebut di nampan. Dan, segera mengantarnya ke meja tempat pengunjung tadi duduk.
Ya, seperti ini lah peraturan di resto ini. Harus ramah, dan menyapa siapa saja pengunjung yang datang atau pergi dari resto. Dan, selalu memberikan secawan air mineral. Kepada pengunjung yang baru datang.
Setelah meletakan cawan-cawan berisi air mineral tersebut, di atas meja.
Lalu, Alya segera memberikan buku menu, dan juga note book beserta pena, kepada pengunjung.
"Ini, Encik. Silahkan, nak order ape kena tulis Kat sini."
"Bila dah selesai, Encik-encik boleh panggil saye." lanjut Alya kemudian, setelah mengatakan itu. Ia lantas berlalu menuju kasir.
Setelah itu Alya menyobek lembaran atas daftar orderan custumer-nya. Untuk ia berikan kepada bagian kepala Chef. Dan, lembaran bawahnya untuk ia kasih kembali kepada custumer yang udah mengorder, setelah ia tulis jumlah nominal orderan custumer.
"Ane Brata, ini orderan meja nomor 5. Nanti, tolong bagi tau pada Abang Mail ye. Hantar orderan ne langsung, bila Ane sudah siap buatnya," ucap Alya, kepada kepala Chef yang berasal dari Hindia. Ya, karna restoran ini merupakan restoran khas Hindia. Sebab, suami Makcik Suh asli Hindia, campuran Melayu-Thailand.
"Ok. Alya ... comel."
*
*
*
Tak terasa, jam pun udah menunjukan angka 12 siang, waktu Malaysia. Di jam seperti ini, resto semakin ramai pengunjung. Sebab, pegawai kantor atau pun Bos besar, selalunya makan siang di sini. Karna lokasi resto ini terletak di kawasan yang cukup strategis, dan yang tak jauh dari gedung perkantoran.
*
__ADS_1
*
*
Seperti biasa, saat tengah hari tiba. Di restoran vegetarian Makcik Suh, selalu menyediakan hidangan prasmanan yang setiap harinya selalu berganti-ganti menu. Baru saja para waiters, selesai menyusun hidangan prasmanan di meja panjang samping kasir. Pintu resto terbuka, dan para pengunjung datang silih berganti.
"Selamat datang, dan selamat siang." ucap Alya dan beberapa orang waiters, yang ada di situ.
Para waiters dengan telaten memberikan pinggan dan sudu, kepada masing-masing pengunjung. Lalu, para pengunjung mengambil sendiri menu makanan yang mereka suka di meja prasmanan.
Setelah pengunjung resto, memilih tempat duduk mereka. Alya langsung menghampiri meja mereka masing-masing. Sambil mencatat nominal harga menu di kertas putih kecil, yang mereka ambil di meja prasmanan tadi. Lalu, Alya memberikannya kepada tiap-tiap pengunjung.
"Maaf, permisi ya Cik ... Puan," sapa Alya ramah, dan dengan sigap memberikan kertas harga makanan yang mereka ambil.
"Awak, pekeje baru kah ?" tanya seorang lelaki berpakaian dinas, berusia 26 tahun kepada Alya, saat Alya tengah sibuk meletakan kertas harga makanan yang ia dan teman-temannya pesan.
"Ye, Cik ... ," sahut Alya ramah, ketika ia selesai meletakan kertas harga pada masing- masing orang yang ada di meja itu.
"Selamat menikmati makanannya, Cik ... Puan." Alya berucap kembali sambil tersenyum ramah, kepada mereka semua. Lalu, ia pun berlalu menuju kasir.
"Masya Allah ... comel betul lah," ucap lelaki yang barusan berbicara dengan Alya tadi. Ketika Alya sudah meninggalkan meja mereka.
"Awak ne lah, tengok perempuan comel langsung macam tuh," ledek teman perempuannya yang bernama Mai.
Tak Ade lah, Mai. Saye, tak 'kan respect dengan perempuan. Bila hati saye tak Ade feel," sahut lelaki tersebut menjelaskan.
"Amboy ... awak suka dengan dia kah?" tanya teman perempuannya yang bernama Mai.
"Ne kah, yang dikata cinta pada pandangan pertama," sambung temannya satu lagi ikut meledek.
"Tapi, memang betul lah ... perempuan tadi tuh, memang comel sangat," lanjutnya berucap.
"Ape yang awak-awak kata ne lah. Jom makan, bila dah sejuk ... dah tak sedap rasa makanan ne." elaknya.
TBC
__ADS_1