Takdir Cinta Alya

Takdir Cinta Alya
Bab 7 Ingin Bertemu


__ADS_3

Setelah cukup lama berkunjung di resto Makcik Suh. Mama Zein pun berpamitan untuk pulang, sebab Shanaz dan Allysa sudah terlihat mengantuk


"Ngah, Akak balik dulu ye. Sebab, Anak-anak dah terlihat nak Tido tuh," ucap Makcik Diana, sambil menunjuk ke arah ke dua cucunya.


"Dah pukul 5, kejap lagi petang lah Akak. Kenape, tak inap saje Kat umah saye. Esok baru balik pagi-pagi," tawar Makcik Suh.


"Lain kali saje, Mak Ngah. Sebab, esok pukul 8 pagi saye Ade meeting dengan klien," sahut Zein menjelaskan.


"Ye, Ngah. Esok, Akak juga ade kegiatan sosial Kat Yayasan," sambung Mama Zein membenarkan.


"Hah ... baik lah jika macem tuh. Saye tunggu ye," ucap Makcik Suh.


"Aunty ... Alya. Allysa dan Akak, balik dulu ye," pamit Allysa dalam gendongan Papanya, saat melewati meja kasir.


Alya yang tadinya menunduk, karna sedang menghitung hasil pemasukan resto dari pagi hingga sore ini, langsung mengangkat wajahnya. Dan, tersenyum manis pada Allysa.


"Allysa, Shanaz ... jom sana, salim sama Aunty Alya dulu," perintah Oma mereka.


Shanaz pun langsung berjalan memutari meja kasir, dan mencium punggung tangan Alya.


Saat Zein ingin menuruni Allysa, agar ia bisa menyusul Shanaz yang tengah menyalim Alya. Allysa langsung menolak.


"Papa! Allysa tak nak turun!" tolak Allysa tegas.


"Awak tak nak susul Akak, dan Salim same Aunty kasir tuh kah?" tanya Zein menatap putri kecilnya.


"Bukan sebab tuh, Papa."


"Saye, nak Papa ajak ke tempat Aunty. Sebab, kaki Allysa penat sangat Papa," lanjut Allysa beralasan.


Mendengar celotehan Allysa, akhirnya Alya berdiri dan menghampiri Allysa, yang berada dalam gendongan Papanya. Lalu, Alya mengulurkan tangannya ke hadapan Allysa, agar Allysa bisa mencium punggung tangannya.


"Anak pintar ... comel lagi," ucap Allysa mengelus lembut pipi Allsya, setelah Allysa mencium punggung tangan Alya.


"Aunty, Allysa nak Aunty bagi kiss dengan Allysa," ucap Allysa tiba-tiba.


"Ok, Allysa nak Aunty bagi kiss Kat mane?"tanya Alya tersenyum.


"Dekat sini, Aunty." Allysa menunjuk pipi kanannya.


Lalu, Allysa berusaha mendekatkan pipinya, kepada Alya. Zein yang merasakan perasaan aneh, yang tiba-tiba hadir dalam hatinya, saat posisinya dengan Alya semakin dekat. Dikarenakan, Allysa meminta Alya untuk mencium pipinya. Zein, jadi semakin nervous .... Hingga akhirnya, Alya dan Zein pun saling menatap satu sama lain. Refleks, Alya memundurkan badannya, setelah ia mencium pipi Allysa.


Kini, giliran Makcik Diana yang berpamitan pada Alya.


"Alya, Makcik pulang dulu ye. Makasih, sebab Alya dah sayang dengan Shanaz dan Allysa."


"Ye, Makcik. Hati-hati ye, Makcik ... ," sahut Alya .


*


*


*


Baru setengah jam perjalanan, Shanaz dan Allysa pun sudah tertidur di kursi belakang kemudi. Sedangkan Makcik Diana, menemani Zein yang tengah menyetir. Sambil sesekali mengajak Zein berbicara.


"Zein. Mama perhatikan tadi, awak tuh nampak nervous, saat posisi awak dengan Alya sangat dekat. Pasal ulah anak awak sendiri," ucap Mama Zein tersenyum.


Zein yang tengah fokus menyetir, terlihat tersenyum kecil kala ia mengingat permintaan anak ke duanya, yang hampir membuat dirinya malu di depan Mamanya.


"Masya Allah ... Mama lupa lah Zein," ucap Mama tiba-tiba.

__ADS_1


"Lupa pasal ape, Ma? Ade yang tertinggal kah Kat resto?" tanya Zein serius, dan tetap fokus menyetir.


"Ade," jawab Mama memiringkan badannya, ke arah Zein.


"Ye, Ma. Ape yang tertinggal?" tanya Zein mengulang.


"Alya, calon mantu Mama yang tertinggal Kat resto," ucap Mama tersenyum.


Ha ...ha ... ha ...!


Dan, disusul gelak tawanya.


Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya mobil yang dikemudikan Zein telah sampai di kediaman Mamanya. Ya, semenjak Zein memutuskan bercerai dengan mantan istrinya. Zein memilih tinggal di rumah Mamanya. Dan, ia juga mengundurkan diri dari pekerjaan-nya menjadi Kapten awak kapal.


*


*


*


2 Minggu berlalu ....


"Oma, bila kita pigi ke resto Oma Ngah?" tanya Shanaz, saat ia dan adeknya tengah disuapin Oma makan siang.


"Ye, Oma. Allysa juga ingin bertemu dengan Aunty Alya," sambung Allysa, dengan mulut yang penuh makanan.


"Nanti lah, bila Papa awak bedua ne ... balik dari Singapore," jelas Oma.


"Asyik!" teriak Shanaz dan Allysa senang, dengan kompak.


Makcik Diana, yang sebelumnya tak pernah melihat ke dua cucunya segembira ini, jadi terharu.


Setelah selesai menyuapi ke dua cucunya makan, Makcik Diana pun mengambil handpone-nya. Lalu, Makcik Diana pun mulai menelpon seseorang.


["Waalaikumsalam ... Ngah."]


["Ade something kah, yang Akak nak bicarakan dengan saye?" tebak Makcik Suh, to do point']


["Ye, Ade ...Ngah. Ne pasal Anak-anak, yang nak selalu ingin berjumpa dengan Alya. Kenape, awak boleh tau ... pasal Akak yang nak ingin katakan something pada awak?"]


["So, saye nak buat ape Kak Long?" tanya Makcik Suh, tanpa menjawab pertanyaan kakak ipar-nya.]


["Boleh kah, Alya keje dengan saye, Ngah? Khusus jaga Anak-anak saje, dan Alya tak Ade buat keje ape pun Kat rumah."]


Hening ....


Makcik Suh terdiam, memikirkan ucapan kakak iparnya yang meminta Alya pekerjanya di resto, agar pindah bekerja di rumah kakak iparnya.


["Hello? Ngah, awak masih Kat situ 'kan? Awak dengar saye cakap ape 'kan, Ngah?" tanya Makcik Diana, karna tak ada sahutan dari adik iparnya.]


["Ye, Akak ... sorry. Saye, tak boleh jawab sekarang ...sebab, semua keputusan Ade pada Alya. Nanti, saye kabari Akak Long lagi ye." Makcik Suh pun akhirnya bersuara, dan panggilan pun terputus.]


Setelah 2 hari berlalu, Makcik Suh pun baru memberitau Alya, soal Kakak iparnya yang menginginkan Alya bekerja dengannya.


"Alya, mari ikut saye sekejap." Makcik Suh mengajak Alya, untuk mengikutinya ke ruang tamu.


Ya, hari ini resto tutup. Setiap 2 Minggu sekali, Makcik Suh akan menutup restonya.


"Alya, saye sebenarnya nak awak tuh bekeje Kat resto saye selamanya. Tapi, saye terpaksa berhentikan awak Alya," ucap Makcik Suh lirih.


Alya yang tak paham dengan ucapan Makcik Suh, mengira jika ia dipecat karna ada kesalahan yang telah ia buat.

__ADS_1


"Kenape, saya diberhentikan ... Makcik? Ape saye Ade buat kesalahan? Atau saye buat keje tak bagus?" tanya Alya bertubi-tubi, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Alya, ape lah yang awak cakap ne. Saye, belum selesai lagi cakap," sahut Makcik Suh tersenyum.


"Maksud Makcik?" tanya Alya kemudian.


"Saye berhentikan awak, sebab Akak saye yang datang ke resto minggu kemaren tuh. Nak awak keje Kat rumahnya, khusus jaga Shanaz dan Allysa," jelas Makcik Suh.


"Awak nak ke, tak nak Alya?" tanya Makcik Suh memastikan.


"Awak boleh fikirkan dulu Alya. Makcik tak paksakan awak, bila awak nak ... Makcik dan Pakcik yang akan hantar awak ke sana," ucap Makcik Suh kemudian.


Setelah cukup lama terdiam, Alya pun mulai buka suara.


"Ye, saye mau Makcik."


"Ok, awak boleh kemaskan barang awak. Biar kita pigi ke rumah Akak saye, sekarang."


****


Setelah perjalan 3 jam, akhirnya mereka pun telah sampai di kediaman Makcik Diana. Tak lama kemudian, mobil yang dikemudikan Makcik Diana pun memasuki rumah mewahnya. Ya, Makcik Diana baru pulang menjemput ke dua cucunya dari sekolah.


"Angah? Kenape tak bagi tau Akak dulu, bila nak datang ke sini?" tanya Makcik Diana senang.


"Nak bagi surprise dengan Akak," sahut Makcik Suh terkekeh kecil.


"Alya ikut ke sinj juga rupanya," ucap Makcik Diana semakin senang, kala melihat Alya yang baru saja ke luar dari mobil.


"Ye lah pasti, sebab Akak sendiri yang teringin sangat 'kan, agar Alya keje dengan Akak," sahut Makcik Suh menggoda kakak iparnya.


"Mari masuk, Ngah ... Alya." Makcik Diana mengajak Makcik Suh beserta suaminya, dan juga Alya menuju ruang tamu.


Maid yang bekerja di rumah Makcik Diana pun, dengan sigap mengantarkan beberapa cawan orange juice dan cookies.


"Makasih ... Mak Nor," ucap Makcik Diana kepada maid, yang baru saja meletakan minuman dan cemilan di meja.


"Ye, Puan."


Setelah mengatakan itu, Maid segera berlalu.


"Silah diminum, Ngah ... Alya." tawar Makcik.


Setelah menikmati minuman tersebut, Makcik Diana pun mulai buka suara.


"Alya, Makcik sangat senang. Sebab, Alya nak keje Kat sini ... jaga ke dua cucu-cucu Makcik," ucap Makcik


"Makcik nak, Alya anggap kami semua ne seperti keluarga Alya ye," lanjut Makcik Diana kemudian.


Setelah beberapa jam mengobrol, Makcik Suh akhirnya berpamitan.


"Akak, saye balik dulu ye." pamit Makcik Suh.


"Ye, Ngah. Hati-hati ye, makasih awak dah nak hantar Alya." Makcik Diana berucap.


"Same-same Akak,"


"Alya, Makcik balik dulu ye. Bila-bila awak tak sibuk, awak maen ke resto Makcik ye." pamit Makcik Suh kemudian, pada Alya.


"Ye, Makcik. In saya Allah, Makcik dan Pakcik hati-hati ye."


TBC

__ADS_1


Thanks ... buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalin jejak ya gengs ♥️


__ADS_2