
πΈπΈπΈ
Setelah selesai makan,,ibu zahra pun langsung membereskan nya yang di bantu juga oleh zahra..
Dan menyuruh abijar dengan devan untuk menunggu nya di ruangan tamu..
Mereka pun hanya mengiyakan saja dan langsung duduk di sana..
Abijar dan devan pun hanya memain kan ponsel nya masing2 sambil menunggu zahra dan ibu nya selesai..
Abijar pun tidak berniat untuk memulai pembicaraan karna memang dia takut ada kata2 yang mungkin bisa membuat mereka bertengkar..
Sedangkan devan merasa sangat jauh berbeda dengan abijar yang sudah mandiri sedangkan diri nya masih seorang pelajar..
Dia pun mulai membandikan diri nya dengan abijar..
Akhir nya mereka hanya sibuk dengan pikiran nya masing2 ..
Tidak begitu lama zahra pun datang dan mengajak devan duduk di depan rumah ..
"mas aby kita ke depan dulu ya.." ucap zahra
Abijar pun hanya tersenyum saja tanda mengiya kan..
Sambil memegang tangan devan zahra pun pergi meninggal kan abijar di sana..
"dulu dia melakukan nya pada ku,,tapi sekarang dia melakukan nya dengan orang lain di hadapan ku.." ucap abijar pelan
Dia pun menarik nafas perlahan agar bisa mengontrol emosi nya..
Tak lama ibu zahra pun datang dan menemani nya mengobrol di sana..
Mereka pun berbincang2 tentang usaha yang akan abijar jalani..
Tak lupa umi pun memberikan nasehat kepada abijar supaya tidak gampang menyerah,,karna memang kesuksesan itu tidak lah mudah butuh proses dan pengorbanan ..
Dan abijar pun dengan setia mendengarkan nya ..
πΉπΉπΉ
Di sisi lain devan yang bisa mendengarkan percakapan abijar dengan ibu zahra pun merasa cemburu..
Karna memang walau pun abijar hanya masa lalu zahra tetapi mereka sangat lah akrab..
Sedangkan diri nya tidak bisa seakrab itu..
"kak.." panggil zahra karna melihat devan hanya diam saja
"apa.." balas devan
"kak devan kenapa diam saja..?" tanya zahra
"enggak.." ujar Devan
Sebenar nya zahra tahu sikap devan mulai berubah dari tadi..
"apa mungkin kak devan sudah tahu kalau mas aby itu mantan ku.." ucap zahra dalam hati
Karna takut membuat salah paham zahra pun langsung memberi tahu devan yang sebenar nya kalau memang abijar adalah mantan kekasih nya..
Walau pun sebenar nya devan sudah tahu,,dia pun pura2 saja ..
"apa kak devan marah..?" tanya zahra
"enggak,,buat apa aku marah.." jawab devan
"aku gak tahu kalau mas aby akan kerumah.." sambung zahra
Devan pun hanya tersenyum saja..
"jangan marah ya.." ucap zahra
__ADS_1
"aku bilang aku gak marah.." ujar devan
"apa dia sering datang kerumah walau pun kalian sudah putus..?" tanya devan perlahan karna takut membuat zahra tersinggung
"enggak,,ini kali ke 2 mas aby ke rumah setelah kita putus.." sambung zahra
"oh gitu ya.."sahut devan
"mas aby sudah di anggap anak nya oleh umi,,jadi aku juga gak bisa melarang nya untuk datang karna memang itu membuat umi senang.."jelas zahra
"iya gak pa2 ko,," balas devan sambil tersenyum
Sebenar nya dengan kejujuran zahra yang berani mengatakan semua nya tentang abijar membuat devan sangat bahagia..
Karna itu menunjukan bahwa zahra tidak berniat untuk merahasiakan nya kepada devan..
"aku percaya semua nya.." ucap devan sambil melempar senyuman indah kepada zahra
Zahra pun membalas nya dengan tersenyum juga..
Tak lama dari itu ponsel devan pun berdering dan ternyata itu panggilan dari ibu nya yang menyuruh devan untuk segera pulang ke rumah..
Setelah mendengar itu devan pun segera memberi tahu zahra..
"aku harus pulang sekarang.." ucap devan
"kenapa,,sebentar lagi aja aku kan masih ingin kak devan di sini.." balas zahra
"besok pagi aku jemput kamu ya,,awas jangan dulu berangkat.." sambung devan
"iya.." ujar zahra
Setelah itu zahra pun memberi tahu ibu nya kalau devan akan segera pulang..
Setelah itu ibu zahra pun menghampiri mereka di luar tetapi abijar tidak ,,dia memilih tetap di dalam saja..
Setelah berpamitan tak lupa zahra pun mencium tangan devan saat itu seraya berbisik kepada nya..
"i love you.." bisik zahra
Devan pun pergi dengan hati yang bahagia,,walau pun sebenar nya dia sangat takut bila zahra dekat kembali dengan mantan nya abijar..
π»π»π»
Di sisi lain perasaan abijar sungguh hancur saat itu,,dia melihat orang yang sangat dia sayangi lebih perduli kepada orang lain ..
Setelah devan sudah pergi dari rumah zahra ,,abijar pun langsung berpamitan kepada ibu zahra yang masih ada di depan rumah..
Sebenar nya zahra sungguh merasa bersalah kepada nya,,tapi apa boleh buat sekarang perasaan untuk abijar telah sirna dengan berjalan nya waktu..
Kini sosok devan lah yang telah menggantikan posisi nya di hati zahra..
Zahra pun sungguh tidak bisa berkata apapun saat abijar pergi hanya sebuah senyuman yang terukir di bibir nya ..
π·π·π·
Setelah pergi dari rumah zahra ,,abijar hanya berjalan di trotoar sambil meratapi hati nya yang sungguh hancur..
Dulu saat berpisah dengan karin dia tidak sesakit ini walau pun abijar sangat mencintai nya..
Tetapi sekarang melihat zahra tertawa dengan orang lain membuat dada nya sesak..
Langkah demi langkah kaki nya membawa abijar pergi menjauh dari rumah zahra..
Walau pun terasa berat tetapi ini sudah terjadi,,..
Di sebrang jalan dia melihat seorang nenek yang tidak bisa menyebrang jalan..
Karna merasa kasihan abijar pun membantu nya sambil membawakan barang yang di bawa nenek tersebut..
"duduk di sini saja.." ucap abijar setelah membawa nya menyebrang jalan
__ADS_1
"trimakasih ya.." balas nenek tersebut
"nenek mau naik angkot,,biar saya carikan.." sambung abijar
"tidak nak nenek menunggu suami nenek,,tadi dia bilang akan menjemput nya di sini.." ujar c'nenek
"oh iya,,kalau gitu biar saya temani nenek menunggu suami nya.." ucap abijar
Dia tidak tega meninggal kan nya di sini,,abijar pun menemani sampai suami nya datang..
Karna memang kaki nya pun sudah lelah untuk berjalan..
"apa kamu sedang mempunyai masalah ..?" tanya nenek itu saat melihat raut wajah abijar yang sangat lusu
"tidak nek.." jawab abijar
"jangan menyimpan masalah itu sendirian karna kamu mungkin saja tidak sanggup,,ungkap kan lah biar hati mu tidak merasa berat.." ucap nenek lagi
"sungguh,,kalau gitu aku akan menceritakan nya kepada nenek .." balas abijar sambil tersenyum
"ceritakan lah,,karna memang guru terbaik itu orang tua karna mereka sudah banyak melewati susah senang nya hidup.." sambung nenek lagi
Abijar pun hanya tersenyum mendengar kan ucapan nya ..
"Aku kehilangan seseorang yang selalu mendukung ku di masa2 sulit nek,," ucap abijar
"apa itu orang tua mu..?" tanya si nenek
Sambil tersenyum abijar pun menjawab " dia kekasih ku nek dan sekarang kita sudah menjadi mantan kekasih.."
Si nenek pun hanya menatap nya dengan lekat sebelum memberi jawaban..
"apa kamu sungguh mencintai nya..?" tanya si nenek
"aku sangat mencintai nya.." jawab abijar
"kadang kala ada saat nya di mana kita harus setia menunggu walau pun kita tidak pernah tahu apakah dia akan kembali atau tidak.." ucap si nenek
"jika kita percaya bahwa dia akan kembali maka tunggu lah tetapi kalau kamu sudah putus asa untuk menunggu nya kembali maka pergi lah mungkin itu jalan terbaik.."lanjut nya lagi
"tapi apakah aku harus menunggu nya dengan ketidak pastian..?" tanya abijar lagi
"kamu percaya ada nya tuhan(allah)..?" tanya nya
"aku percaya.." jawab abijar
"maka minta lah kepada nya untuk bisa menunjukan jalan mana yang akan kamu pilih,,apa harus menunggu atau kah harus pergi.." jelas nya lagi
Abijar pun tersenyum dengan penjelasan nenek tersebut..
"lihat lah suami ku sudah datang(sambil menunjuk seseorang ) nenek yakin dia pasti datang.." ucap nya
Abijar pun melihat suami nenek itu yang masih jauh membawa motor tua nya..
"walau pun dia harus bertemu orang lain tapi jika dia di takdir kan hanya untuk mu pasti dia akan kembali,, percaya lah itu.." ucap si nenek
Setelah itu mereka pun pergi meninggal kan abijar yang sedang mencerna apa yang nenek itu katakan..
"aku masih belum yakin untuk itu .." ucap abijar sambil melihat kepergian mereka
...****************...
...----------------...
......................
...***tunggu up cerita selanjut nya...
......................
...----------------...
__ADS_1
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦***...