
ποΈποΈποΈ
Hari2 pun berlalu setelah itu,,dimana Zahra pun sudah pulih dan bisa masuk sekolah lagi..
Devan pun sangat bahagia karna itu,,
Tetapi entah mengapa citra amat begitu kesal ketika melihat zahra..
Apalagi di saat andi sangat memperhatikan zahra..
"kenapa selalu ada kamu zahra di setiap cerita cinta ku,." bisik citra dengan amarah
"apa kurang nya aku,,hingga devan dan andi lebih memelih zahra .." sambung nya
Saat itu tiba2 Devan datang mendekati nya,,
"kamu kenapa..?" tanya devan
"enggak " balas citra singkat dan langsung meninggal kan devan
π§π§π§
Tidak sengaja andi dan zahra pun bertemu di perputakaan..
Sebenarnya andi yang melihat zahra ada di sana,, jadi dia langsung menghampiri nya..
"hey calon istri..?" sapa andi yang masih saja seperti itu
"eh kak andi,ngapain di sini..?" tanya zahra
"aku lagi cari buku lah sama cari kamu juga..hehe" jawab andi
Zahra pun hanya tersenyum saja menanggapi nya..
"abang ku bilang kamu gak akan mungkin menyukai ku ,, emang begitu ?" tanya andi
"abang kak andi pinter banget bisa menebak nya.." jawab zahra
"alasan nya kenapa ?" tanya andi lagi
"karna aku sudah mempunyai kekasih dan aku pun sangat menyayangi nya.." ujar zahra
"kak andi akan mengerti jika sudah menemukan wanita yang benar2 kak andi sayangi ." lanjut zahra
"bagai mana kalau orang yang kita sayangi pergi bersama orang lain..?" tanya andi serius
"mungkin dia mempunyai alasan nya sendiri untuk pergi.." balas zahra
"apa masih bisa kita untuk berjuang ,,di saat orang yang kita sayangi sudah bersama yang lain dan mungkin lebih dia sayangi.." ujar andi
"aku tidak tahu,,tapi di saat orang yang kamu sayangi bahagia dengan pasangan baru nya apa pantas kita menjadi orang ketiga dari hubungan itu,,menurut aku sih itu tidak baik apa lagi kita akan menjadi alasan mereka berpisah.." jelas zahra
"kenapa kak andi menanyakan hal itu..?" sambung zahra
"karna itu kisah dari abang ku sendiri.." jawab andi
"aku yakin abang kak andi sudah tahu itu karna aku yakin kalau orang yang di sayangi abang kak andi bahagia dia juga akan bahagia,,dan tolong ingat kan dia jika masa depan nya adalah masa lalu nya dia juga akan kembali.." ucap zahra
Andi pun terdiam dan tersenyum..
__ADS_1
Tetapi saat zahra akan pergi ,, andi pun mengajukan satu pertanyaan lagi..
"bagai mana jika seorang wanita menjauhi kita tanpa alasanan yang jelas..?" sambung nya
"solusi nya hanya satu yaitu cari tahu lah alasan itu.." ujar zahra sambil tersenyum dan dia pun langsung pergi
π¦π¦π¦
Waktu pembelajaran pun berakhir,,semua murid pun satu persatu meninggal kan sekolah..
Devan pun langsung pergi untuk menemui zahra..
Dengan sikap dingin nya dia menunggu di depan kelas karna memang zahra masih belum keluar..
Di dalam teman2 zahra menggoda nya..
"cie yang udah di tungguin.." ucap risty
Zahra pun hanya tersenyum saja menanggapi mereka..
"aku baru tahu senyuman zahra mampu meluluhkan sikap dingin nya kak devan.." ucap lusi
"tetapi walau pun dia sedingin es batu tapi pesonanya itu loe.." ujar mila sambil melihat devan
Tak lama pak guru pun menutup pelajaran nya..
Saat Zahra keluar,,Devan pun langsung menggenggam tanyan nya sambil tersenyum..
"aku sangat merindukan mu.." bisik Devan di telinga Zahra
Mendengar itu Zahra pun memberi senyuman manis untuk Devan..
πΎπΎπΎ
Dalam catatan itu tertulis "Aku menunggu mu di gudang sekola "
Citra yang mendapat catatan itu memutuskan untuk mengabai kan nya dan langsung pergi..
Tetapi saat dia akan pulang,,entah mengapa hati nya pun seakan menolak nya..
Dia pun langsung bergegas pergi ke gudang untuk menemui andi..
Sesampai nya di sana,,ternyata andi masih setia menunggu nya..
"aku pikir kamu tidak akan datang.." ucap andi saat melihat citra
"kalau memang tidak ada yang penting aku akan segera pulang.." balas citra sinis
Andi pun perlahan mendekati citra yang masih di depan pintu..
"kenapa akhir2 ini kou menghindari ku..?" tanya andi
"aku kira calon istri mu sudah membuat kamu melupakan ku.." jawab citra
"itu tidak ada hubungan nya dengan masalah ini.." ujar andi
Citra hanya diam saja karna memang benar masalah awal nya bukan karna zahra..
"apa karna kejadian hari itu..?" tanya andi lagi
__ADS_1
Citra pun tetap diam,,karna dia juga bingung harus bagai mana menjelas kan nya..
"kalau memang benar aku sungguh minta maaf,,karna saat itu aku sungguh tidak bisa mengendalikan nya" sahut andi
"sudah lah itu memang sudah berlalu.." ucap citra
Andi pun menggenggam tangan citra,,sambil berkata
"aku ingin berteman seperti sebelum nya,,apa masih bisa ?" tanya andi
Citra pun terlihat terkejut dengan perkataan andi itu,, tetapi dia pun mengharap kan mereka bukan sekedar teman lagi..
Walau pun sebenar nya perasaan di antara ke dua nya memang sudah saling mencintai,,tetapi mereka belum mengetahui perasaan itu..
Andi masih mengira kalau citra masih menyukai devan sedangkan citra sebalik nya menganggap andi menyukai zahra..
"aku ingin jawaban nya sekarang .." sambung andi yang melihat citra hanya diam saja
"ok,,dengan alasan kamu harus mendengar kan semua perkataan aku.." jawab citra
"ok,,tapi aku gak akan mengikuti nya bila itu merugikan aku atau pun zahra.." ujar andi
Mendengar kata itu di sebut sikap citra pun berubah..
"kenapa sikap mu seperti itu,,jangan bilang kamu cemburu ya.." bisik andi
" itu tidak mungkin.." ucap citra yang langsung pergi
Andi pun tersenyum melihat kepergian nya..
Setelah beberapa langkah,,citra pun berbalik dan berkata " mulai dari besok kamu harus menjadi anak yang baik dan aku tunggu kamu di rumah untuk belajar" teriak citra
Mendengar itu andi pun langsung mengiya kan nya,,.
Sebenar nya alasan citra merasa kesal kepada andi adalah saat mereka hampir saja melakukan hal yang memang tidak di ingin kan itu..
Di saat itu mereka berdua sama2 tidak bisa mengendalikan napsu birahi nya..
Tetapi Andi teringat perkataan abijar yang langsung menghentikan nya..
Dia pun merapihkan kembali baju citra yang memang sudah terbuka dan merasa bersalah..
Tetapi beda lagi citra ,,dia yang sudah di kuasa oleh keinginan yang berlebih membuat nya merasa kesal di saat andi menghentikan semua itu..
Karna memang sebenar nya saat itu dia sudah merelakan diri nya untuk andi..
Kekecewaan nya pun muncul saat itu dan mencoba menghindari andi..
...****************...
...----------------...
......................
...πΎπΎπΎ...
......................
...----------------...
__ADS_1
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...