
πΎπΎπΎ
Melihat Zahra yang selalu murung walau pun di depan ke-2 orang tua nya dia terlihat bahagia,,ibu nya pun merasa ada yang aneh..
Ibu Zahra merasa anak nya itu menutupi sesuatu dari nya..
Setelah makan malam mereka berakhir,, Zahra pun langsung pergi ke kamar nya untuk beristirahat..
Umi pun menyusul nya..
Sebelum masuk ibu Zahra pun mengetuk pintu terlebih dahulu..
"tok tok tok,, zahra boleh umi masuk.. ? " tanya umi di depan pintu
Zahra yang mendengar itu pun langsung bangun dari tempat tidur dan membukakan pintu untuk ibu nya..
"umi,, " ucap Zahra
"boleh umi masuk..? " tanya umi
"umiii begitu saja harus minta ijin,, zahra kan anak umi.. " balas Zahra seraya menarik ibu nya duduk di tempat tidur
Umi hanya tersenyum saja menanggapi nya..
"kamu kenapa..? " tanya umi
"emang Zahra kenapa..? " Zahra malah balik bertanya
"umi tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari umi.. " ucap nya
"engga juga.. " balas Zahra ngeles
Umi pun hanya tersenyum mendengar itu..
"Dek kalau kamu memang mempunyai masalah ceritakan lah walau pun bukan kepada umi,, cari lah orang yang memang kamu percaya.. " tegas umi
"bukan maksud Zahra gak percaya sama umi,, tapi memang Zahra tidak mempunyai malah.. " sahut Zahra
Umi menatap anak nya itu dengan lekat,, karna memang dia tahu anak nya sedang berbohong..
"Dek Walau pun dengan menceritakan masalah kita kepada orang lain tidak memyelesai kan nya tetapi paling tidak kita bisa lega karna tidak terus memendam nya.. " jelas umi
"memendam masalah sendirian itu tidak baik,, " sambung umi lagi
Zahra tahu dengan sikap nya selama ini,, umi pasti menyadari perubahan nya..
Tetapi tidak mungkin Zahra mengatakan semua nya ,, apalagi jika umi tahu Zahra terus memikirkan pria yang tidak lagi mencintai nya itu..
"iya umi,, Zahra akan menceritakan semua nya jika mempunyai masalah.. " ucap Zahra seraya memeluk ibu nya dengan erat
Umi pun membalas pelukan nya,,
πΏπΏπΏ
Keesokan hari nya Abijar kembali menghubungi ibu Zahra dan menanyakan keadaan nya..
Umi pun mengatakan semua nya kepada Abijar karna memang dia sudah menganggap nya sebagai keluarga..
"apa nak aby sudah berbicara dengan Zahra akhir2 ini..? " tanya umi
"belum umi,, dari kemarin aby menghubungi no nya tetapi tidak tersambung.. " jawab Abijar
Umi hanya terdiam mendengar nya..
Karna takut salah paham Abijar pun menjelaskan alasan nya menghubungi Zahra..
__ADS_1
"ya sudah nanti umi kasih tahu Zahra untuk menghubungi nak aby kembali.. " ucap umi setelah tahu alasan nya
"gak usah umi biar nanti Aby saja yang memberi tahu nya,, setelah Umi dan Zahra pulang.. " balas Abijar
"ya sudah kalau begitu,, mungkin besok lusa umi dan Zahra pulang.. " sahut umi memberi tahu
"oh iya umi.. " tutur Abijar
Di sisi lain Zahra merenungi semua perkataan ibu nya kemarin malam..
Dia juga sadar memang sakit sekali memendam semua perasaan nya sendiri..
Tetapi dia pun tidak tahu harus kepada siapa dia menceritakan itu semua..
Jika dia menceritakan semua kesedihanna itu kepada sahabat nya Risty,,Zahra sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan nya..
Risty pasti akan menemui Devan dan memarahi nya,, itu pasti..
Sedangkan Zahra tidak mungkin menceritakan semua nya kepada khoirul karna dia takut membuat Azkira salah paham..
Karna Azkira tahu khoirul sempat menyukai nya..
Zahra yang sedang bingung,,melihat ponsel nya yang sengaja dia matikan..
Dengan penuh pertimbangan dia pun menyalakan ponsel nya kembali..
Banyak chat yang masuk,, Zahra berharap Devan menghubungi nya walau pun hanya menanyakan kabar..
Tetapi ternyata tidak ada satu pun chat yang di kirim oleh Devan..
Sungguh hati Zahra sangat sakit,, Di sini dia selalu memikirkan nya dan tidak ada satu detik pun terlewat tanpa memikirkan Devan..
2 minggu tidak cukup untuk Zahra melupakan perpisahan nya dengan Devan,, luka itu masih membekas dan dia pun belum mampuh menerima nya..
Disaat itu tiba2 ponsel nya berbunyi,, dan ternyata Abijar menghubungi nya kembali..
Dia bingung dengan perasaan nya sendiri,, di sisi lain Zahra ingin marah kepada Abijar yang telah membuat Devan salah paham..
Tapi disisi lain Zahra pun tahu kalau Abijar tidak berniat seperti itu..
Dengan prasaan yang campur aduk Zahra pun membiarkan nya..
Tetapi Abijar tetap berusaha mengbubungi nya kembali..
Karna memang dia pun sangat hawatir tentang Zahra,, apalagi setelah ibu nya menceritakan semua kepada abijar..
πππ
Karna panggilan nya tidak di respon Zahra sama sekali,, Abijar pun langsung mengirim kan pesan. .
"mas mohon angkat panggilan mas satu kali saja,, " ( isi pesan dari Abijar )
Melihat itu Zahra pun merasa bersalah,, karna memang Abijar slalu ada untuk nya tetapi sekarang dia malah mengabai kan nya..
Tanpa menunggu Abijar menghubungi nya kembali,, Zahra langsung menghubungi nya saat itu juga..
" maaf ya mas tadi Zahra sedang di kamar mandi.. " ucap Zahra berbohong
"iya tidak apa2.. " balas Abijar lembut
Abijar menanyakan kabar Zahra karna memang dia sangat hawatir..
"kalau memang Adek mempunyai masalah ceritakan pada mas,, Mas Aby siap untuk mendengarkan nya.. " pinta Abijar
Tetapi Zahra hanya diam saja tidak menjawab nya..
__ADS_1
"jika memang Adek tidak mau juga tidak apa2,, mas bisa ngerti ko.. " lanjut Abijar
"maafin Zahra mas.. " balas Zahra
"Gini saja kalau memang Adek belum bisa memcerita kan kepada orang lain ,,curah kan semua masalah itu dalam sebuah tulisan,, apa yang tidak ingin adek sampaikan ke orang lain tulis di sana,, mungkin itu akan sedikit meringan kan masalah nya.. " ucap Abijar
memberi saran
Zahra pun mengiya kan nya,,
"Dek.. " lanjut Abijar
"iya.. " jawab Zahra
"Andi menitipkan sesuatu pada mas untuk adek.. " ucap Abijar
"Andi siapa mas..? " tanya Zahra tidak mengenal nya
"Andi yang satu sekolah dengan Adek.. " jelas Abijar
"apa maksud mas aby kak Andy kakak kelas Zahra..? " tanya Zahra memastikan
"iya.. " jawab Abijar
"menitipkan apa..? " tanya Zahra
tetapi sebelum Abijar menjawab nya Zahra pun melanjutkan ucapan nya..
"tapi tunggu,, apa hubungan nya mas aby dengan kak Andy..? " tanya nya lagi
"Andy itu sepupu mas,," jawab Abijar
Zahra pun teringat saat Andy selalu menceritakan tentang Abang nya itu..
"apa mungkin abang nya kak Andy itu mas Aby.. " bisik Zahra dalam hati
"apa kak Andy selalu memanggil mas Aby dengan sebutan A..ba.ng ? " tanya Zahra karna penasaran
"ko Adek tahu.." balas Abijar ( apa mereka sedekat itu sampai Zahra tahu sebutan Andy untuk ku.) gumam nya dalam hati
"oh enggak,, kak Andy pernah cerita kalau dia punya Abang.. " sahut Zahra
"estt anak itu " bisik Abijar kesal
Tetapi Zahra mengingat-ngingat kembali apa yang Andy kata kan tentang Abang nya itu..
" berarti semua yang kak Andy ceritakan kepada ku itu tentang mas Aby.. " ucap Zahra tidak percaya
"apa selama ini mas Aby masih mencintai ku,, " sahut Zahra dalam hati sangat tidak percaya mengetahui semua itu
"mas akan kerumah nanti kalau memang Adek susah pulang untuk memberikan nya.." ucap Abijar
"emang itu apa ..? " tanya Zahra
"mas juga gak tahu,, nanti adek saja yang buka.. " balas abijar
Tetapi karna Zahra tidak ingin pertemuan nya menjadi salah paham lagi,,dia pun memberi tahu kalau memang Zahra yang akan menemui nya nanti..
Abijar pun setuju dan panggilan pun berakhir..
...----------------...
...****************...
......................
__ADS_1
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...