
🕊️🕊️🕊️
Sesampai nya di rumah,Risty langsung mencoba untuk menghubungi Zahra. Dia ingin menjelaskan apa yang tadi Adit ceritakan kepada nya..
Tetapi karna Zahra sengaja untuk tidak menyalakan ponsel nya,, Risty pun tidak dapat menghubungi nya..
🐦🐦🐦
Di sisi lain Citra yang mendengarkan pembicaraan ke-2 sahabat nya itu merasa bersalah,,tetapi karna memang dia masih merasakan kecewa kepada Zahra,, Citra pun membiarkan nya tanpa ingin menjelaskan apa pun kepada Zahra..
"akhirnya kamu juga merasakan apa yang telah aku rasakan selama ini Zahra.." ucap Citra dalam hati
"kou telah merebut Devan dan sekarang kamu juga yang telah memisahkan aku dengan Andi.." ucap Citra
"itu karma yang pantas untuk mu Zahra.." lanjut Citra
Tetapi tanpa Citra tahu,,hari itu adalah hari di mana Andi pergi ke luar negri.
Sebenar nya dia ingin bertemu dengan citra terlebih dahulu,,tetapi ayah nya tidak mengijinkan nya untuk itu,, karna dia takut Andi akan pergi menemui Abijar untuk yang terakhir kali nya..
🐤🐤🐤
Andi pun pergi ke Bandara dengan hati yang sangat berat,,.
Abijar yang mengikutinya tanpa di ketahui ayah Andi mencoba mengucapkan selamat tinggal walau dalam kejauhan..
Andi pun yang melihat nya tersenyum lalu menghubungi Abijar..
"Aku melakukan ini hanya mengikuti perkataan mu saja.." ucap Andi kepada Abijar
"Dan aku pun melakukan ini demi kebaikan mu.." Balas Abijar
"Kou adalah orang pertama yang akan ku cari saat aku pulang nanti.."Sahut Andi
"Aku akan menunggu nya.."Sambung Abijar
"Jaga selalu calon istri ku saat aku pergi ya .." mencoba mencair kan suasana yang memang sudah tegang
"Tanpa kou suruh aku pun akan tetap menjaganya.." ucap Abijar yang langsung mematikan sambungan nya..
Andi pun tersenyum dari kejauhan,,dia tahu kalau Abang nya sangat kesal saat dia mengatakan semua itu..
Tak lupa dia menitipkan sesuatu kepada supir ayah nya sebelum pergi untuk di berikan kepada Abijar nanti,.
Dan tak lupa Andi pun mengatakan kalau itu untuk calon istri nya,,dan Abijar yang harus memberikan nya..
Tetapi saat sang supir menanyakan siapa calon istri yang di maksud itu,,Andi hanya menjawab kalau Abijar telah mengetahui nya..
🐥🐥🐥
Abijar yang sudah kembali dari Bandara pun melihat kotak yang di berikan supir ayah Andi kepada nya..
Bagai mana Abijar tidak merasa kesal,,Saat supir itu berkata kalau isi kotak tersebut untuk calon istri tuan Andi..
Seketika darah nya pun mendidih di buat nya..
"Anak itu mau pergi masih saja membuat aku kesal.." ucap Abijar saat melihat kotak itu
"Apa ini coba " Sahut nya saat melihat tulisan dalam kotak itu ( UNTUK CALON ISTRI MASA DEPAN KU )
"ke kanak-kanakan.." ucap nya lagi.
Setelah itu Dia pun langsung menyimpan nya..
🐦🐦🐦
Saat Zahra mendengarkan penjelasan yang Risty katakan,,itu membuat nya sangat bersalah..
Dia pun mencoba menghubungi Devan tetapi tidak tersambung..
Zahra pun memberi tahu Azkira kalau dia menunggu Devan di taman dekat rumah nya...
__ADS_1
Walau pun sebenar nya dia tidak tahu Devan mau atau tidak menemui nya..
Tetapi dia akan menunggu nya sampai Devan datang..
Mendengar perkataan Azkira,,Devan pun langsung bergegas pergi untuk menemui Zahra..
Karna memang seberapa besar pun kekecewaan yang Devan rasakan itu tidak mengurangi rasa cinta yang dia berikan Zahra kekasih nya..
Hanya saja,,dia masih bingung dengan apa yang harus di perbuat nya supaya Zahra tidak pergi meninggal kan nya dan kembali kepada Abijar..
Sesampai nya di taman,,Devan pun melihat Zahra yang tengah menunggu nya di sana..
Tetapi dia masih belum bisa menemui nya langsung,, Devan hanya melihat nya dari kejauhan saja..
Tetapi walau pun sudah lama Zahra menunggu diri nya,, Devan hanya diam saja..
Sampai hujan pun turun dan Zahra masih tetap duduk di bangku taman itu,,saat itu lah Devan tidak tega melihat nya dan langsung menghampiri Zahra..
Dia pun membawakan payung untuk nya agar Zahra tidak kehujanan..
"kenapa kamu tidak pergi,,saat aku tidak akan datang" ucap Devan sambil memberikan nya payung .
Tetapi Zahra tidak mendengarkan nya,,Dia langsung memeluk Devan yang membuat payung itu terjatuh sehingga membuat mereka basah kuyup..
"Aku tahu kak Devan akan datang.." ucap Zahra
Devan yang masih mempertakan ego nya tidak merespon apa yang di katakan Zahra,,walau pun di hati nya dia sangat ingin memeluk kekasih nya itu dengan erat..
Zahra tahu kalau Devan masih marah kepada nya..dia pun langsung melepaskan pelukan nya dan menatap Devan sambil mengatakan " apa kak Devan masih marah..?" dengan air mata yang mengalir di sertai air hujan yang jatuh..
Melihat kekasih nya yang menangis,,Devan pun sungguh sangat tidak tega melihat nya,,Dia pun langsung membawa Zahra untuk berteduh tanpa mengatakan apa pun..
Dengan deras nya air hujan yang jatuh,, mereka berdua hanya terdiam di sana..
Tidak ada yang mengungkap kan apa pun,,tetapi di dalam hati ke-2 nya mereka sangat bahagia ..
Zahra menggenggam tangan Devan dengan erat seraya merebahkan kepala nya di pundak Devan..
"Aku minta maaf .."ucap Zahra memulai pembicaraan tanpa merubah posisi nya itu
Devan pun melihat ke arah nya " kenapa harus minta maaf..?" tanya Devan seolah-olah dia tidak mengerti
"tanpa aku sadari,,ternyata diam ku telah menjadi kesalahan yang membuat kak Devan berubah.." Balas Zahra
Mendengar itu Devan pun terdiam lagi,,Dia pun sangat bingung harus mengatakan apa..
"kak kalau memang ada sesuatu yang memang menganggu,,kenapa tidak di tanyakan langsaung kepada Zahra.." ucap Zahra seraya menatap mata Devan
Sejenak mereka pun saling menatap,,tetapi ego Devan yang masih tinggi membuat nya menghindar dari tatap itu..
"kenapa kak,,Zahra tahu kita saling mencintai kenapa kakak bersikap seperti ini..?" tanya Zahra
Devan pun masih terdiam,, Dia menahan emosi yang di pendamnya supaya tidak menyakiti Zahra..
Tetapi dia pun malah teringat lagi saat Zahra bersama Abijar yang semakin membuat nya ingin pergi dari sana..
"kak Devan,Zahra mohon bicara lah,,aku akan menjelaskan semua apa yang kak Devan tanyakan.." sahut Zahra sambil memeluk Devan seraya menangis
"Seharus nya kamu menjelaskan sendiri tanpa harus menunggu aku bertanya.." ucap Devan
"kalau memang kak Devan tidak bertanya,,aku pun bingung harus menjelaskan apa.." balas Zahra seraya melepaskan pelukan nya..
"kak Devan lihat aku.." pinta Zahra ,,tetapi Devan hanya diam saja
"apa semua ini ada hubungan nya dengan mas aby..?" tanya Zahra
"kak mas aby sudah aku anggap sebagai kakak aku sendiri ,,walau pun aku gak tahu perasaan nya kepada ku itu seperti apa,,itu sama seperti hubungan yang terjalin di antara kak Devan dengan kak Citra.." ucap Zahra menjelaskan
"kenapa harus bawa2 Citra,,ini tidak ada hubungan nya dengan dia.." balas Devan
Mendengar itu hati Zahra pun terluka..
__ADS_1
"sungguh,,mas aby pernah mengisi masa lalu Zahra.." sebelum Zahra menyelesai kan nya Devan pun menyela nya
"tapi Citra tidak .." sambung Devan menyela nya
"Tapi dia pernah mencintai kak Devan dengan begitu besar nya sampai dia pun melakukan segala cara untuk itu .." teriak Zahra merasa sangat kesal
"kenapa kamu bersikap seperti ini sekarang,,dulu saat dia melakukan nya kamu tidak mengatakan apa pun ," sahut Devan kecewa
Zahra pun hanya menangis mendengar Devan membela nya..
"Sudah lah sekarang tidak ada yang perlu di jelaskan lagi.." ucap Devan
Zahra pun menatap Devan dengan penuh kecewa..
"kenapa kak Devan melakukan ini..?" tanya Zahra
Sebelum menjawab nya,,Devan pun mengalihkan pandangan nya dan berkata " karna memang hubungan kita tidak bisa lagi untuk di pertahan kan.." sahut Devan dengan lantang .
"Maksud kak Devan apa..?" tanya Zahra
Tetapi Devan malah terdiam dan tidak bisa mengulangi apa yang dia katakan ..
Saat itu Air mata Zahra mengalir dengan deras nya,,Dia tidak pernah percaya kalau Devan memutuskan hubungan nya saat itu juga tanpa mendengarkan penjelasan dari Zahra yang membuat diri nya salah paham..
"Aku minta maaf untuk semua nya,,mungkin dengan perpisahan ini kita akan lebih bahagia satu sama lain.." ucap Devan tanpa menatap Zahra dan berniat akan pergi
Tetapi saat itu ,,,semua yang Zahra rasakan dia uangkap kan kepada Devan..
Walau pun Devan tidak bersedia menatap nya lagi..
"Aku sangat bahagia bisa menjadi bagian terpenting dalam hidup kak Devan walau pun hanya sementara,, kalau boleh jujur apa yang mungkin kak Devan rasakan saat melihat ku bersama mas Aby ,,aku pun merasakan nya saat kak Devan bersama kak Citra.." jelas Zahra
"Rasa nya itu persis sama,,Risty pernah bilang kakak melihat ku bertemu dengan mas Aby saat kita liburan,, tapi dengan jujur aku katakan itu pertemuan yang memang tidak aku sengaja.." sambung nya lagi
Devan hanya terdiam mendengar itu..
"Tetapi aku juga bertemu dengan kak Citra di rumah kakak tanpa di sengaja,,aku tahu kalian hanya mengerjakan tugas yang memang belum selesai ,, tetapi apa kak Devan tahu aku sakit hati melihat itu semua,,pacar ku sendiri mengabai kan aku walau pun kita sudah lama tidak bertemu.." lanjut Zahra
"Sebenar nya aku dan khoirul berbohong saat itu kepada umi untuk bisa bertemu dengan kak Devan,, tapi aku juga malah mendapatkan sakit hati yang tidak orang lain ketahui,,sampai aku pergi pun pacar ku tidak menyadari nya..saat itu pikiran ku sangat kacau sampai aku pun lupa arah rumah ku sendiri..hehe" jelas Zahra sambil tersenyum sendiri
"untung saja mas Aby menemukan ku di taman kota dan mengantar aku pulang ke rumah.." sahut nya
"kenapa kamu menjelas kan semua itu.." ucap Devan sambil berbalik menatap Zahra
" Aku tidak menjelaskan apa pun ,,hanya saja berbagi cerita yang belum orang lain tahu.." balas Zahra
"sekarang aku akan pergi.." ucap Zahra seraya melangkahkan kaki nya untuk pergi dari sana
"apa yang kamu lakukan." teriak Devan yang melarang nya untuk pergi ,,karna memang hujan masih sangat deras..
"aku tak bisa lagi berada di sini .." balas nya
"Aku akan mengantarkan kamu pulang,,tunggu aku di sini ,,aku mohon.." pinta Devan kepada Zahra yang tidak tega membiarkan dia pulang sendiri..
Akhir nya Devan pun berlari mengambil motor nya dan meminta Zahra menunggu di sana..
Perasaan Zahra saat itu sangat lah kacau,,dia hanya termenung melihat hujan yang menjadi saksi perpisahan mereka berdua..
...****************...
...----------------...
......................
...🥀🥀🥀...
......................
...----------------...
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...