TAKDIR CINTA KU

TAKDIR CINTA KU
TAKDIR CINTA KU EPS 117


__ADS_3

☘️☘️☘️


Setelah melihat ibu nya mulai tertidur,,zahra pun menyelimuti nya..


Tetapi tiba2 ada suara ponsel berbunyi dan ternyata itu ponsel abijar..


Zahra pun langsung membawa ponsel itu keluar karna memang takut ibu nya terbangun lagi..


Saat zahra melihat layar ponsel itu terdapat no yang tidak di kenal mencoba menghubungi abijar..


Tetapi karna takut abijar marah zahra pun tidak mengangkat nya,,..


Tetapi no tersebut terus menerus menghubungi abijar sedangkan abijar pun belum kembali lagi..


Akhir nya dengan terpaksa zahra pun mengangkat nya..


"hallo.." sapa seorang wanita di sebrang sana


Mendengar itu zahra pun tidak mengatakan sesuatu karna memang takut kalau itu kekasih baru abijar..


"hallo aby,,jawab aku dong .." ucap nya


Tetapi zahra tetap diam saja ...


"ok kalau memang kamu tidak mau menjawab nya,,aku saja yang bicara.." lanjut nya lagi


"pernikahan ku besok dan kamu harus datang bersama zahra kekasih mu itu dan kalau kamu tidak datang berarti kamu masih mencintai ku seperti dulu.." sambung nya


Mendengar itu zahra pun langsung mematikan sambungan nya..


"apa mungkin dia bak karin ya.." ucap zahra menerka-nerka


"tapi mana mungkin dia tahu nama aku,,atau dia bak kenara.." sahut zahra


Karna tak mau ambil pusing zahra pun terdiam sambil duduk lemas di kursi tunggu itu..


Sebenar nya tadi sebelum zahra menghubungi abijar dia menghubungi kekasih nya terlebih dahulu..


Tetapi saat itu devan tidak mengangkat nya dan zahra pun mulai panik..


Dia pun berusaha menghubungi nya kembali dan devan mengangkat nya saat itu..


"kak zahra mau.." sebelum zahra menyelesai kan ucapan nya tiba2 terdengar suara dokter di sana


"pasien nya sudah siuman.."kata dokter di sebrang sana


"sayang nanti aku hubungi kamu lagi ya ." balas devan


"tapi kak umi.." setelah itu terdengar suara tuttt tuttt


Sebelum mendengar ucapan zahra sepenuh nya devan pun langsung mematikan sambungan nya..


Karna memang nenek devan masuk rumah sakit juga tadi sore..


Dan zahra pun baru teringat itu..

__ADS_1


Dia pun tidak tahu harus menghubungi siapa lagi,,tetapi saat itu umi dengan terbata-bata menyebut nama aby dan sontak zahra pun langsung teringat dengan abijar..


Dengan panik nya zahra menghubungi abijar sambil menangis,,dan tidak lama menunggu, abijar pun langsung mengangkat panggilan nya..


Zahra pun tersadar dalam lamunan nya saat abijar datang menepuk bahu zahra..


"mas abi sudah kembali.." ucap zahra


"umi sudah tidur..?" tanya abijar seraya duduk di samping zahra


"sudah mas,,makasih ya udah mau nolongin zahra.." ucap zahra


"kamu ini,,kamu makan dulu aja ini biar ada tenaga nya.." balas abijar


Zahra pun hanya tersenyum saja melihat perhatian abijar yang tidak berubah kepada nya,,..


"kamu ko malah tersenyum ,,ayo aku suapin ya.." ucap abijar


"gak usah aku bisa sendiri .." seraya mengambil makanan dari tangan abijar


🥀🥀🥀


Jam sudah menunjukan pukul 00:30 ,,devan pun baru teringat dengan kekasih nya itu..


Tetapi karna memang sudah larut malam devan pun mengurungkan niat nya untuk menghubungi zahra..


"aku akan menghubungi nya nanti saja.." ucap devan yang langsung berbaring di kasur nya..


Karna memang dia pun meresa letih karna masalah nenek nya itu ,,tak butuh waktu lama untuk devan bisa tertidur pulas..


Di sisi lain zahra menunggu dengan setia kabar dari devan sampai jam menunjukan pukul 3 dini hari devan pun masih belum menghubungi nya juga..


Tadi nya mereka hanya akan di sana 1 jam saja,,tetapi karna takut ibu nya kedinginan lagi dalam perjalanan pulang akhir nya dokter menyaran kan untuk menginap saja dan pulang pagi ..


Tetapi karna umi memaksa untuk pulang akhir nya mereka pun pulang saat itu..


Setelah semua nya selesai mereka pun pulang ke rumah ..


Sesampai nya di sana ,,abijar membantu ibu zahra untuk pergi ke kamar nya dan membaringkan nya secara perlahan di atas kasur..


Zahra langsung menyelimuti ibu nya biar tidak kedinginan..


Setelah itu meninggal kan nya sendiri biar bisa istirahat..


Zahra pun langsung menemui abijar di ruang tamu..


"mas aby makasih ya untuk semua nya " ucap zahra


"apa kah zahra harus mengatakan itu pada mas.." jawab abijar


"mas ini,,harus lah zahra berterimakasih kan mas udah bantu zahra.." balas zahra


"iya sama2.." sambung abijar


Zahra pun tersenyum senang mendengar nya,,tiba2 dia teringat dengan orang yang menghubungi abijar di rumah sakit tadi..

__ADS_1


Saat zahra akan memberi tahu nya,,abijar langsung menyuruh nya untuk istirahat..


"mas tadi.." ucap zahra yang terpotong oleh abijar


"kamu istirahat dulu sana,,tidur biar besok seger lagi.." ucap abijar


"apa mas akan pulang sekarang..?" tanya zahra


"iya kaya nya.." ucap abijar sambil membereskan tas ransel nya


"mas nginep saja di sini ya,,nanti pagi aja pulang nya.." sambung zahra


"gak usah dek,," balas abijar walau pun sebenar nya dia juga ingin menginap


Zahra tahu kalau abijar sedang menjaga jarak dengan nya,,tetapi karna dia juga belum beristirahat zahra pun langsung memegang tangan abijar dan membawa nya ke kamar tamu..


"mas abi juga harus istirahat,,jangan keluar lagi.." ucap zahra yang langsung pergi


Mendapat perhatian lagi dari zahra membuat abijar sangat bahagia..


Zahra pun kembali ke kamar ibu nya untuk tidur bersama nya di sana..


🌾🌾🌾


Keesokan hari nya ibu zahra pun terbangun dengan zahra di samping nya..


Melihat itu dia pun tersenyum bahagia ,,walau pun suami nya tidak ada tapi zahra selalu memberi nya semangat..


Ibu zahra pun langsung membersihkan tubuh nya dan mulai memasak,,melihat tas yang abijar bawa semalam masih ada di ruang tamu dia pun tahu kalau abijar pasti menginap..


Sebenar nya di dalam hati kecil ibu zahra dia ingin anak nya tetap bersama abijar tetapi apalah daya orang tua,, dia juga tidak mungkin memaksakan kehendak anak nya yang sudah memilih devan..


Tak lama dari itu ponsel zahra pun berdering dan itu ternyata dari devan..


Ibu zahra pun langsung memberikan ponsel nya kepada zahra dan kembali lagi ke dapur untuk memasak..


Sebenar nya umi pun tahu walau zahra selalu terlihat bahagia di depan nya saat bersama devan tetapi dia tahu kalau zahra menyembunyikan rasa sakit nya untuk diri sendiri..


Zahra sering menangis di kamar entah karna apa ibu nya pun tidak tahu masalah nya tetapi di bandingkan bersama abijar umi tidak pernah melihat zahra menangis dia malah melihat zahra seperti anak kecil yang selalu ingin di sayangi oleh kakak nya..


Tetapi ini sudah bukan masa nya lagi,,umi pun harus memberikan keputusan nya kepada zahra yang akan menjalankan kehidupan nya kelak..


Tetapi umi pun tak lupa memanjat kan doa terbaik untuk zahra di setiap solat malam nya,,supaya dia bisa memilih pendamping hidup nya yang memang bertanggung jawab terlepas dari siapa dia ibu nya akan selalu menerima keputusan zahra..


...****************...


...----------------...


......................


...***tunggu up cerita selanjut nya...


......................


...----------------...

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...


__ADS_2