
π·π·π·
Sesampai nya di sekolah Devan tidak sengaja bertemu dengan citra di parkiran..
"Cit ngapain kamu ke sini..? " tanya Devan
"eh kamu Dev,, aku mau ngasih berkas ini ke pak Redy.. " jawab Citra
"ko baru sekarang,, itu kan udah lama selesai nya.. " tanya Devan lagi karna memang mereka mengerjakan nya bersama
"aku lupa memberikan nya,, " sahut Citra
"Oh iya Dev kemarin aku melihat Zahra dengan seseorang di taman kota.. " ucap Citra memberi tahu
"aku kira itu kamu,, tapi pas aku lihat lagi ternyata bukan.. " lanjut citra
Devan hanya tersenyum saja tanpa menaggapi nya..
"ngapain kamu ke taman kota..? " tanya Devan balik
"eh aku kemarin eh itu,, maksud nya kemarin aku ada acara di dekat sana.. " jawab Citra ragu
"oh.. " balas Devan singkat
"oh iya Dev aku juga sempat berfoto di sana,, tempatnya bagus loh.. " sahut Citra sambil mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan foto tersebut
Devan pun mengambil ponsel tersebut dan melihat nya,, tetapi Dia melihat Abijar yang memegang pipi Zahra saat itu ,,begitu jelas tepat di belakang citra..
"maksud nya bukan yang itu,, " ucap citra sambil mengambil ponsel nya kembali
Raut muka Devan pun mulai berubah,, dia terlihat sangat kesal dibuat nya..
"maaf Dev,, sebenarnya kemarin aku ingin memberitahu mu yang sebenar nya tapi aku takut hubungan kalian hancur.. " lanjut nya lagi
Devan masih belum menanggapi nya..
"tapi hubungan kalian baik2 saja kan..? " tanya Citra memastikan
"kita sudah PUTUS.. " ucap Devan singkat
Citra pun sangat terkejut mendengar itu,, tetapi terlihat jelas senyum jahat nya mereka di sudut bibir nya..
" aku tidak akan berhenti sampai Devan membenci mu Zahra,, kamu juga harus merasakan sakit hati ku ini.. " ucap Citra dalam hati
Setelah itu mereka pun pergi dari sana..
Di kelas Zahra menanyakan kepada Risty kapan jadwal kelas 12 masuk sekolah..
"kenapa ,, ? " tanya Risty kesal
"Aku ingin bertemu kak Citra .. " jawab Zahra
"kenapa,, apa semua ini gara2 dia lagi.. " ucap Risty
"bukannn,, aku ingin memberika sesuatu kepada nya.. " balas Zahra
"apa..? " tanya Risty penasaran
"ihhh ini privasi orang tahu.. " jawab Zahra
"idihhh privasi.. " ledek Risty
"mereka gak bakalan ke sekolah lagi,, nanti terakhir pas acara perpisahan kelas.. " jawab Risty memberi tahu nya
__ADS_1
Zahra pun hanya diam saja mendengar itu..
Devan yang diam2 ingin melihat Zahra pun mengurungkan niat nya, , dia langsung pergi ke kantin sekolah..
Zahra yang di panggil ke ruang guru pun bertemu dengan Citra di sana..
Setelah urusan ke dua nya selesai,, mereka pun bertemu di depan pintu..
Sebenar nya itu bukan kebetulan melain kan Citra sengaja menunggu nya di sana..
"hai kak.. ? " sapa Zahra
"eh Zahra,, aku dengar kamu dan Devan sudah putus nya,, kenapa? bukan karna aku kan.. " balas Citra malah balik bertanya
" Kak citra sudah tahu,, " sahut Zahra
"oh iya tadi Devan menceritakan nya pada ku.. " balas Citra sambil tersenyum licik
"oh begitu,, oh iya kak bisa kita bertemu di luar jam sekolah..? " tanya Zahra mengalihkan pembicaraan
"untuk apa,, kita bicarakan di sini aja kalau memang sangat penting.. " jawab Citra acuh
"sebenar nya sih aku tidak ada yang ingin di bicarakan dengan kak Citra,, tetapi ada seseorang yang menitipan sesuatu pada ku untuk kak citra dan memita ku untuk segera mengembalikan nya. . " tutur Zahra
"siapa..? " tanya Citra penasaran
"jika kak citra sudah mendapatkan titipan itu nanti juga tahu sendiri.. " balas zahar
"dan ini no ponsel ku yang baru,, jika memang sudah ada waktu kak Citra bisa langsung menghubungi ku segera.. " lanjut Zahra sambil berpamitan untuk pergi
πΈπΈπΈ
Zahra tidak ingin menunjukan wajah sedih nya kepada teman2 di kelas,, dia pun langsung pergi ke kantin untuk menyendiri terlebih dahulu..
Zahra melangkahkan kaki nya dengan berat seakan kata2 perpisahan itu masih terngiang di telinganya,, apalagi kabar itu sudah di ketahui oleh Citra..
Tanpa mereka sadari pertemuan itu pun terjadi juga..
Devan yang melihat Zahra akan terjatuh pun bergegas untuk menolong nya..
Devan dengan cepat menarik tangan Zahra hingga membuat mereka terjatuh..
Tatapan mereka pun bertemu saat itu,,
Sesaat kemudian Devan tersadar dan langsung memarahi Zahra..
"apa yang kamu lakukan hah,, seharus kamu hati2 saat berjalan.. " teriak Devan yang merasa cemas
Zahra yang melihat Devan memarahi nya pun langsung memeluk nya kembali,, dia tahu kalau Devan masih menghawatir kan nya..
Devan sebenar nya sangat senang mendapat pelukan itu,, hati nya pun menyuruh nya untuk membalas pelukan nya tetapi tubuh nya yang menolak dan membiarkan nya dengan ekpresi sangan dingin..
"Zahra kita sudah tidak ada hubungan apa2 lagi.. " ucap Devan dengan datar
Mendengar itu Zahra pun perlahan melepaskan pelukan nya itu,, dia tak menyangka Devan mengatakan semua itu di saat seperti ini..
"aku mengingat nya.. " ucap Zahra
"aku minta maaf.. " lanjut nya lagi
Devan pun langsung berbalik dan pergi meninggal kan nya..
"kak.. " Zahra memanggil nya
__ADS_1
langkah Devan pun terhenti
"terima kasih.. " lanjut Zahra seraya pergi meninggalkan Devan terlebih dahulu. .
Zahra pun menangis saat itu,, perasaannya sungguh sangat kacau..
Tidak terkeculai dengan Devan saat ini,, dia pun menyesal mengatakan semua itu dan membuat Zahra menangis lagi..
Dia pun diam2 mengikuti nya dan melihat Zahra berhenti di sudut ruangan dan menangis..
"maafkan aku.. " ucap Devan lirih
Setelah kejadian itu Devan memutuskan untuk tidak datang lagi ke sekolah dengan alasan apa pun..
Sedangkan Zahra mencoba untuk melupakan nya walau pun itu sungguh sangat amat sulit bagi nya..
Di sisi lain Abijar memberi tahu umi tentang Zahra dan Devan..
Umi yang mengetahui nya pun sudah menduga hal itu,, karna memang sudah lama sekali Devan pun tidak datang ke rumah..
" untuk saat ini mungkin Zahra butuh waktu sendiri .. " ucap nya
Ibu Zahra pun mengerti hal itu..
Citra yang masih penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh Zahra pun mulai menghubungi nya..
Tepat saat hari libur sekolah,, Zahra dan Citra bertemu..
Dan saat itu lah Zahra memberikan kotak itu kepada Citra..
"kak Andy menitipkan nya pada ku.. " ucap Zahra
"apa dia menemui mu,,kenapa dia tidak menghubungi ku langsung..? " tanya Citra kesal
"Abang nya bilang dia sudah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan setudy nya.. " Balas Zahra
" kenapa kamu selalu ada di semua cerita cinta ku Zahra..? " tanya citra dengan nada marah
"maksud kak Citra apa..? " Zahra balik bertanya
" dulu kamu merebut Devan dari ku dan sekarang kamu juga harus mengambil Andy.. " tegas Citra
"maksud kak Citra apa bicara seperti itu.. " sahut Zahra
"kamu tahu Andy juga sangat mencintai mu,, sampai dia selalu menyebut mu dengan Calon Istri nya dan ya dia juga meminta ku untuk tidak menyakiti mu.. " ucap Citra sambil menangis seraya tersenyum sinis
Melihat Citra mengutarakan semua kekesalan nya , Zahra pun hanya diam saja walau pun sebenar nya dia tahu Andy tidak bermaksud seperti itu..
"tugas ku sudah selesai,,jika selama ini aku selalu membuat kak Citra sedih aku minta maaf ,, aku tidak pernah berniat untuk itu.. " tegas Zahra
"di situ pun terdapat surat dari kak Andy,, mungkin setelah membacanya kak Citra akan tahu yang sebenar nya.. " lanjut nya lagi seraya pergi meninggal kan Citra yang masih menangis..
...----------------...
...****************...
......................
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...