
π΄π΄π΄
Setelah kepergian abijar zahra pun langsung makan bersama ibu nya berdua saja..
"apa nak aby menghindari kita..?" tanya umi
"mungkin saja,,zahra kan sudah tidak ada hubungan apa2 lagi.." jawab zahra
"umi ingin kalian berteman baik walau pun sudah tidak ada hubungan lagi.." balas umi
"iya umi zahra usahakan.." sahut zahra
"apa hubungan zahra baik2 saja sekarang dengan yang baru..?" tanya umi
Mendengar itu zahra pun tersedak-sedak..
"kenapa..?ayo minum dulu.." ucap umi
"kenapa umi membahas itu sih ,,kita kan lagi makan.." balas zahra
"ya kan umi juga pingin tahu.." sahut umi
"baik2 aja ko umi gak ada masalah.." jawab zahra
"bagus lah kalau gitu.." ujar umi
Tak lama ponsel zahra pun berbunyi,,dia pun pergi dari sana untuk mengangkat nya..
"umi zahra angkat telpon dulu ya.." ucap zahra
"iya ." balas umi sambil tersenyum
Zahra pun melihat siapa yang menghubungi nya,,dan ternyata itu adalah devan,,dia pun langsung pergi ke kamar nya untuk mengangkat panggilan devan..
"anak2 jaman sekarang aneh2 ..." ucap umi sambil melanjutkan makan nya..
Setelah berada di kamar zahra pun mengangkat panggilan devan,,..
"hallo.." ucap zahra
"aku ingin bertemu.." balas devan
"apa,,aku gak bisa." ujar zahra acuh
"aku sudah ada di depan rumah sekarang.." sambung devan
"apa.." ucap zahra
Dia pun langsung melihat ke luar dari jendela kamar nya,,dan ternyata benar devan sudah ada di sana..
"kak devan ngapain ke sini..?" tanya zahra
"aku merindukan mu.." balas devan
"tunggu di sana aku akan keluar.." ucap zahra
"sekalian saja ijin sama umi ,,kita akan pergi sebentar" sambung devan
"ngapain,, aku gak mau.." ujar zahra
"ya sudah aku saja yang masuk dan meminta ijin langsung.."ucap devan
"iiih,,biar aku saja.." sahut zahra yang langsung mematikan sambungan nya
Devan pun hanya tersenyum mendengar itu..
Zahra pun langsung menemui ibu nya untuk meminta ijin..
"umi boleh zahra keluar sebentar..?" tanya zahra
"mau kemana,,kan makan nya masih belum selesai.." jawab umi
"kak devan mau mengajak zahra keluar sebentar.." sahut zahra
"apa dia gak ingin mampir dulu..?" tanya umi
"umiii..." ujar zahra
__ADS_1
"ya sudah tapi jangan lama2 ya.." sambung umi
"makasih umi.." lanjut zahra
Dia pun langsung keluar untuk menemui devan..
π±π±π±
Setelah pergi dari rumah zahra abijar pun pulang ke rumah nya..
Entah mengapa dia sangat bahagia setelah bertemu dengan zahra..
Tak lama abijar pun mendapat kabar kalau ada orang yang ingin bekerja sama dengan nya..
Dan meminta untuk bertemu..
Dengan senang hati abijar pun mengiya kan nya,,tanpa pikir panjang dia pun langsung pergi untuk menemui nya..
Sesampai nya di sana abijar menghubungi nya kembali untuk memberi tahu bahwa dia sudah sampai ..
Tak begitu lama mereka pun bertemu ..
"aby ini teman yang aku ceritakan tadi.." ucap teman abijar
"oh iya,,hallo saya abijar.." balas abijar memperkenal diri
"hallo ,,nama saya denta senang bisa bertemu dengan anda.." sambung nya
"gini pak aby.." sebelum dia melanjut kan ucapan nya abijar menyela nya
"panggil saya aby saja.." sahut abijar
"oh iya.." ujar denta
"gini saya mempunyai usaha kecil2an ,,kalau memang anda bisa bergabung saya akan senang.." ucap denta
"usaha seperti apa ya..?" tanya abijar
"sebenar nya saya menjual barang dari toko ke toko lain bisa di bilang seles,,tetapi saat ini saya mempunyai kendala dengan dana nya kalau memang mas aby bisa membantu sungguh saya sangat berterima kasih " jelas nya
"apa maksud mas denta ini mau meminjam dana kepada saya..?" tanya abijar
"tapi maaf saya tidak punya dana untuk memulai usaha yang anda katakan.." balas abijar
"kalau memang tidak percaya,,mas aby bisa pegang buku catatan keuangan nya sendiri,,untuk pembagian hasil kita bisa lihat dari hasil yang kita dapat kan perhari nya,gimana..?" ucap denta
"mungkin saya harus memikir kan nya dulu.." balas abijar
"ya boleh,,saya akan menunggu kabar baik nya.." sahut denta
Setelah itu abijar pun pergi dari sana,,dia masih bingung apa dia harus bergabung atau tidak..
πΎπΎπΎ
Di sisi lain zahra berusaha bersikap biasa kepada devan saat ini..
"apa umi mengijinkan nya..?" tanya devan
"harus nya sih aku gak pergi,," balas zahra
"ini hanya sebentar.." sahut devan
Devan pun akhir nya bisa membujuk zahra untuk ikut dengan nya..
"kita mau ke mana .?" tanya zahra
"kita hanya akan jalan2 saja seperti pasangan yang lain nya.." jawab devan
"tapi jangan jauh2 nanti umi marah.." sahut zahra
Mendengar itu devan pun tersenyum..
"Dia memang anak yang baik.." ucap devan dalam hati
Tidak begitu lama mereka pun berhenti di sebuah tempat yang memang pemandangan nya sangat indah,.
Zahra pun turun dari motor di susul oleh devan yang langsung membantu zahra membukakan helm nya..
__ADS_1
"aku bisa sendiri.." ucap zahra
"tapi aku ingin membantu.." balas devan
Sungguh perhatian yang devan berikan membuat hati zahra merasa senang..
Kekesalan untuk devan pun mulan memudar..
"ayo kita duduk di sana.." ucap devan sambil memegang tangan zahra
"pak es buah nya 2 ya..!" ucap devan memesan es buah
"kenapa kak devan ngajak aku ke sini..?" tanya zahra
"sebenar nya aku masih belum berani bertemu dengan umi,,jadi aku bawa kamu ke sini.." ucap devan
"lagian siapa yang ngijinin bertemu umi,,kalau memang kak devan mau juga aku gak bakalan ngijinin .."
"sungguh.." sambung devan
"iya.." sahut zahra
Devan pun tersenyum mendengar nya,,sudah sama dia tidak sedekat ini dengan zahra..
"ini pesanan nya.." ucap penjual es
Devan dan zahra pun membalas nya dengan tersenyum ..
"kamu masih marah..?" tanya devan sambil memegang ke dua tangan zahra
"emang kelihatan ya..?" ucap zahra balik bertanya
"maafin aku ya.." balas devan sambil tersenyum
Entah mengapa zahra pun menangis,,sungguh dia pun sangat merindukan devan ..
"kenapa menangis..?" tanya devan yang langsung menghapus air mata nya
"kenapa kak devan melakukan itu,,kenapa gak jujur aja aku gak bakalan sesakit ini kalau kakak mau jujur.." balas zahra
"aku minta maaf,,aku pikir kamu akan marah.." sambung devan
"tapi aku udah marah.." ujar zahra
"andai aku jujur dari awal pertengkaran ini gak akan mungkin terjadi,," lanjut devan
Mendengar itu zahra pun langsaung memeluk devan saat itu juga..
Tak lupa dia pun menceritakan semua nya kepada zahra soal citra,,dari awal mereka menjadi teman sampai devan selalu ada untuk nya..
"dan aku hanya menganggap nya sebagai sahabat gak lebih dari itu,,walau pun dia mempunyai perasaan yang berbeda tapi hati ini tetap untuk kamu zahra.." ucap devan
"aku haus.." balas zahra mengalih kan pembicaraan
Zahra pun langsung menyantap es buah yang ada di depan nya sambil senyum-senyum sendiri..
"kenapa pipi kamu memerah,,kamu sakit..?" tanya devan
"enggak.." balas zahra
"kamu malu ya.." sahut devan
"gak juga.." sambung zahra
Mereka pun sangat bahagia di sana,,senyuman pun terukir di bibir kedua nya..
...****************...
...----------------...
......................
...***tunggu up cerita selanjut nya...
......................
...----------------...
__ADS_1
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦***...