
ποΈποΈποΈ
"rul ini kan jalan ke rumah kak devan ?" tanya Zahra yang memang sudah merasa curiga terhadap sikap khoirul
"iya.." jawab khoirul
"aku berhenti di sini aja.." ucap Zahra yang langsung teringat ibu nya
"kenapa ,,sebentar lagi sampai " ujar khoirul
"udah berhenti aja di sini.." pinta Zahra
Dengan terpaksa khoirul pun menghentikan motor nya..
"umi tidak mengijinkan aku pergi ke rumah kak devan.." ucap Zahra
"kan kita udah izin tadi.." balas khoirul
"tapi kan kamu gak ngasih tahu umi kalau kita mau ke rumah kak devan.." ujar nya
"siapa bilang,,aku ngasih tahu ko " sambung khoirul
"yang bener kamu..?" tanya Zahra dengan serius
"iya bener,,ayo naik lagi.." lanjut khoirul
"tapi aku malu kalau langsung ke rumah nya tanpa memberi kabar.." ucap Zahra yang masih enggan untuk melanjutkan perjalanan nya
"terus sekarang gimana..?" tanya khoirul
"kita ketemu di sini aja,,suruh azkira sama kak devan temui kita di sini gimana " ucap Zahra memberi saran
"yasudah aku hubungi dulu azkira.." ucap khoirul
π¦π¦π¦
Di sisi lain pak Redy menghubungi Citra untuk memberi tahu tenteng pendaftaran kuliah yang memang sudah di tanyakan sebelum nya..
Tak lupa pak Redy pun memberi tahu persyaratan yang harus di lengkapi untuk melakukan pendaftaran..
"dan jika memang ada yang di perlukan dari sekolah,, langsung saja kontek bapak.." ucap pak redy di akhir pembicaraan nya..
Setelah mendapat panggilan itu,,Citra pun menghubungi Devan dan mengajak nya untuk bertemu..
Tetapi karna memang dia pun masih mengurus pendaftaran itu,,akhir nya Devan menyuruh Citra untuk kerumah nya saja..
Tanpa pikir panjang Citra pun mengiya kan nya,,.
Dia berharap bisa melupakan masalah nya dengan Andi saat bersama Devan..
π¦ π¦ π¦
Dan saat itu juga Azkira menyuruh khoirul dan Zahra untuk kerumah nya,,karna memang orang tua mereka sedang tidak ada di rumah juga..
Mendengar itu Zahra pun setuju untuk bertemu di rumah ,,tetapi Zahra memberi tahu Azkira untuk tidak boleh memberi tahu Devan dulu mengenai itu..
π€π€π€
Sekarang masalah Abijar semakin berat saat ayah Andi mengetahui semua yang telah Andi lakukan..
Sebelum Andi pulang ke rumah nya,,dia menemui Abijar terlebih dahulu di rumah Denta..
__ADS_1
Dia mengatakan semua yang terjadi kepada Abijar..
Saat itu pun Abijar tidak bisa berbuat apa2 lagi..
Dia pun menyuruh Andi untuk mengikuti semua yang di katakan ayah nya selama itu ada di batas normal..
Karna Abijar yakin orang tua itu tak mungkin menjerumuskan anak nya ke dalam hal yang buruk..
"Aku yakin kamu bisa.." ucap Abijar menyemangati nya..
Andi pun menghela nafas panjang seraya menatap abang nya itu..
Karna memang dia sudah mengetahui apa yang di ingin kan ayah nya itu..
Dan Abijar pun mengerti dengan keputusan ayah andi yang tak ingin melihat anak nya mendekati keluarga abijar lagi..
Abijar pun terus meyakinkan Andi untuk tidak selalu memikirkan keluarga abijar lagi..
"abang yakin kita bisa melewati semua ini.." jelas abijar
Kedua sodara itu saling menguatkan walau pun keadaan nya memang tidak bisa mereka hindari..
πππ
Sesampai nya di rumah Devan,,Zahra sangat terkejut saat melihat Citra pun ada di sana bersama Devan..
Mereka berdua tengah duduk berdua di taman depan rumah Devan..
Saat melihat kekasih nya datang,,Devan pun langsung menghampiri nya..
"kamu ko gak bilang kalau mau ke sini ..?" tanya Devan
Sebelum Zahra selesai menjawab nya,,tiba2 Citra datang menghampiri nya juga..
"hay Zahra,,lama ya tidak bertemu.." ucap Citra
Zahra pun hanya tersenyum saja menanggapi nya..
Tak lama Azkira pun datang dan menyuruh mereka untuk masuk ke dalam rumah..
Sebenar nya Zahra sedikit kecewa melihat Devan dan Citra bersama tadi..
Hal yang di harap kan nya ternyata di luar dugaan..
Setelah Zahra dan khoirul masuk kedalam rumah ,, Devan pun mengikuti nya sambil membawa leptop nya masuk ke dalam di bantu oleh citra dengan membawakan lembaran2 kertas yang mereka butuh kan..
Mereka pun berkumpul di ruang tamu..
Melihat sikap Zahra yang sedikit berbeda dari sebelum nya membuat Citra menjelaskan kedatang nya ke rumah Devan..
"Jangan salah paham ya ,,aku ke sini untuk melakukan pendaftaran kuliah saja ko.." ucap Citra
"oh iya gak pa2.." balas Zahra dengan tersenyum walau pun hati nya sedikit kecewa
"kamu mau minum apa ..?" tanya devan kepada Zahra
"Aku mau jus aja ya .." sambung Citra menyela yang membuat Devan berbalik ke arah nya
"ok.." balas nya
"kalau kamu mau apa..?" tanya Devan lagi
__ADS_1
"apa aja boleh.." sahut Zahra
Tak lama devan pun membawakan minuman untuk Citra dan Zahra..
Sedangkan Khoirul dan Azkira tengah asik mengobrol di depan rumah saja..
Citra dan Devan menyelesai kan pendaftaran yang sedang mereka lakukan sampai2 Devan pun melupakan Zahra yang tengah duduk di sana..
"aku keluar dulu ya.." ucap Zahra berharap Devan merespon nya
Tetapi karna memang Devan tengah pokus,,Dia tidak mendengar apa yang di katakan Zahra tadi..
Dia berbicara saja dengan Citra mengenai apa yang harus di lakukan nya,,dan menyuruh nya untuk memberi tahu langkah2 selanjutnya ..
Karna memang tidak mendapat kan respon,,Zahra pun langsung pergi menemui khoirul dan Azkira di luar..
Dia pun mencoba menyembunyikan rasa kecewa nya itu sendiri tanpa menunjukan nya kepada orang lain..
Sebenar nya Zahra berharap bisa meluangkan waktu berdua bersama Devan karana memang mereka sudah lama tidak bertemu..
Tetapi kenyataan nya berbeda ,,Devan lebih memilih bersama citra dibandingkan diri nya..
Walau pun sekarang citra sudah berbeda,,tetapi tetap saja Zahra merasa cemburu melihat mereka bersama apalagi di hadapan nya sendiri...
"kak Zahra kenapa keluar..?" tanya Azkira yang melihat Zahra keluar
"oh iya umi menyuruh aku untuk cepat pulang,,jadi aku harus pulang sekarang.." ucap Zahra
"tapi kan kalian baru nyampe.." balas Azkira
"kita udah setengah jam di sini.." sambung Zahra sambil tersenyum
"ya sudah kita pulang sekarang.." ucap khoirul
"biar aku pulang sendiri aja,,lagian aku mau membeli sesuatu terlebih dahulu sebelum ke rumah.." lanjut Zahra
"kak Zahra gak pa2 pulang sendiri,,aku bilangin kak devan dulu aja biar dia yang nganterin.." sahut azkira
"gak usah kira,,lagian dia masih sibuk juga.." ucap Zahra
Setelah itu Zahra pun pergi dari rumah Devan dengan penuh kecewa..
Sebenar nya dia ingin menangis ,,tetapi dia terus menahan nya,,sampai tak terasa air mata nya pun menetes tanpa ia sadari..
πππ
...****************...
...----------------...
......................
...πΎπΎπΎ...
......................
...----------------...
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1