
🌵🌵🌵
Entah mengapa Abijar seakan tahu apa yang sedang Zahra rasakan,,hati nya sungguh sangat gelisah tetapi dia pun tidak tahu apa yang membuat nya seperti itu .
Setelah kepergian Devan,,Zahra pun menangis tersedu-sedu..
Zahra tak tahu apa yang harus dia lakukan lagi,,.Saat itu dia teringat dengan sahabat baik nya Risty,,Zahra pun mengatakan hubungan nya dengan Devan telah berakhir..
"Dan hujan deras ini menjadi saksi perpisahan kami.." ucap Zahra seraya tersenyum untuk menutupi kesedihan nya..
Risty yang mendengarkan hal itu mencoba untuk menghibur nya,,tetapi rasa sedih nya tidak terobati dengan kata2 saja..
Zahra pun langsung mematikan ponsel nya,,lalu pergi dari sana ..
Dia tidak mendengarkan apa yang tadi Devan pinta..
Entah kemana kaki akan membawa nya pergi untuk menghibur hati nya yang sedang terluka..
Devan yang sudah kembali tidak melihat Zahra di sana..
Dia pun langsung berlari untuk mencari nya,berharap Zahra belum terlalu jauh pergi..
Langkah kaki nya semakin besar ,,hati nya pun berdetak kencang seakan dia kehilangan sesuatu yang memang sangat berharga..
"Kenapa kamu harus pergi saat hujan masih turun.." teriak Devan seraya berlari
"Zahra Aku mohon kembali lah.." Teriak Devan putus asa setelah lama tidak menemukan nya
Tetapi saat itu Devan pun melihat Zahra yang berjalan menembus hujan yang sangat deras siang itu..
Seakan alam pun ikut merasakan kesedihan yang di alami nya..
Setelah melihat wanita yang memang sangat dia cintai Devan pun langsung mengejar nya..
Karna memang hujan yang sangat deras,,membuat Zahra sangat kedinginan hingga membuat nya pingsan dan terjatuh..
Devan yang berada di belakang nya pun langsung menangkap nya ..
Zahra yang setengah sadar melihat Devan menolong nya,,.
Dia tersenyum,,setelah itu Zahra pun tidak sadar kan diri di pelukan Devan..
Saat itu Devan pun sangat panik,,dia pun mengubungi mang Asep untuk menjemput mereka di taman tak lupa untuk mengajak khoirul juga ke sana..
Karna memang kebetulan dia ada di rumah Devan saat itu..
Selagi menunggu mereka,,Devan membawa Zahra untuk berteduh terlebih dahulu..
Dia pun menggosok-gosok tangan lalu menggenggam tangan Zahra biar hangat..
Tak perlu waktu lama ,,mereka pun sudah sampai di lokasi..
Devan langsung membawa Zahra kedalam mobil,,sedangan khoirul membawa motor Devan yang masih berada di area taman..
Karna memang tadi Devan tinggal kan karna panik..
Azkira yang melihat kakak nya membawa Zahra dengan kondisi seperti itu pun langsung memarahi nya,,.
Dia pun menyalahkan Devan tentang hal ini..
__ADS_1
Tetapi Devan tidak memperdulikan nya,,Dia meneriaki adik nya itu supaya menggantikan pakaian nya agar Zahra tidak kedinginan..
Dan untung saja orang tua Devan tidak ada di rumah,, jadi mereka tidak mengetahui hal itu..
Devan pun bergegas menghubungi dokter pribadi mereka untuk cepat datang..
Setelah Zahra di priksa oleh Dokter,,Devan pun langsung bergegas menanyakan konsisi nya..
Dokter mengatakan kalau dia sok berat,,dan karna kedingin daya tahan tubuh nya menjadi lemah dan membuat Zahra pingsan..
Devan pun terdiam mendengar itu semua..
"tapi tidak apa2,,biar kan dia istirahat saja dan kondisi nya akan membaik.." ucap sang Dokter
Mereka pun membiarkan Zahra beristirahat di kamar Devan ,,dengan pakaian yang memang sudah di ganti..
🌴🌴🌴
Zahra pun terbangun,, Dia pun melihat kamar yang memang sangat tidak asing bagi nya..
Setelah melihat foto-foto di kamar itu,, dia tahu kalau itu kamar kekasih nya Devan..
Zahra pun melihat-lihat isi dalam kamar itu ,,dan ternyata di sana terdapat foto Devan bersama Adit dan juga Citra yang terbingkai indah di sudut ruangan..
Zahra pun mencari foto diri nya yang mungkin Devan simpan juga di kamar nya..
Tetapi dia tidak menemukan nya juga,,hal itu membuat Zahra merasa sedih..
Dan dia pun sadar kalau memang sekarang mereka telah berpisah..
"Mungkin memang benar kak Devan sudah tidak mencintai ku lagi.." ucap Zahra dalam hati
"Kak Zahra sudah sadar.." teriak Azkira senang
Hal itu langsung menyadar kan Zahra dari lamunan nya..
Zahra pun tersenyum tanpa mengatakan apa pun..
Devan yang mendengar itu pun langsung bergegas untuk menemui nya..
Tetapi dia urungkan niat nya,,karna dia merasa bersalah telah membuat Zahra seperti itu..
Devan pun hanya bisa mendengarkan suara nya saja di balik pintu..
Khoirul pun yang melihat itu tidak berani mengatakan apa pun dan hanya diam saja..
"Apa ini baju mu..?" tanya Zahra kepada Azkira
"iya,tadi aku yang mengganti nya takut kak Zahra kedinginan.." jawab Azkira
"terima kasih.." sahut Zahra sambil tersenyum
Azkira hanya memeluk nya saja tanpa mengatakan apa pun lagi ..
"siapa yang membawa ku ke sini..?" tanya Zahra lagi
walau pun sebenar nya dia ingat kalau Devan yang menolong nya..
Tetapi karna Devan melarang Azkira untuk mengatakan nya,,Dia pun berbohong dan mengatakan khoirul yang sudah membantu Zahra..
__ADS_1
Zahra pun tersenyum dengan apa yang Azkira katakan..
"Aku akan pulang sekarang,,apa Om dan Tante ada di sini..?" tanya Zahra
"Mamah sama Papah lagi ke luar kota.." Jawab Azkira
"syukur lah,,karna kalau memang mereka ada di sini aku mungkin sangat malu.."balas Zahra sambil tersenyum
Mereka pun keluar dari kamar itu dan menemui Devan serta khoirul di ruang tamu..
Zahra yang melihat Devan hanya diam saja tanpa menanyakan keadaan nya pun tersenyum penuh kecewa..
Dia langsung mengatakan terima kasih nya kepada khoirul,,Tetapi tatapan mata nya masih menatap Devan,.
Karna memang Zahra tahu kalau Devan lah yang sudah menolong nya..
Devan yang mengerti dengan tatapan Zahra itu mencoba mengalihkan pandangan nya ke arah lain..
"ya sudah,,aku kaya nya harus pulang sekarang.." ucap Zahra kepada Azkira
"Biar aku antar kak Zahra pulang .." balas Azkira yang langsung pergi memanggil supir nya..
Tetapi sebelum itu,,Zahra pun menghentikan nya..
"Tidak usah Azkira,,aku pulang sendiri saja.." ucap Zahra
"makasih ya atas pinjaman baju nya,,aku janji akan mengembalikan nya segera.." sambung Zahra
"tapi kak.." balas Azkira..
Tetapi Zahra meyakinkan nya kalau dia tidak apa-apa..
"ya sudah kamu pulang sama aku saja.." ucap khoirul
"aku tahu kamu juga baru sampai,,biar kan aku pulang sendiri saja,,lagian hujan nya sudah reda sekarang.." balas Zahra sambil tersenyum..
Jujur saja itu membuat Devan berperang dengan hati nya sendiri..
Pikiran dan Ego nya pun mulai tidak bisa terkendali..
Dengan banyak kata yang Zahra ucap kan,,tidak membuat devan mengatakan satu kata pun untuk nya..
Zahra semakin sadar kalau sekarang mereka telah menjadi orang asing..
...****************...
...----------------...
......................
...🌷🌷🌷...
......................
...----------------...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1