TAKDIR CINTA KU

TAKDIR CINTA KU
TAKDIR CINTA KU EPS 144


__ADS_3

☘☘☘


Mereka yang saling memandang pun terkejut ketika kelakson mobil terdengar..


"hey kalian ngapain di tengah jalan.. " teriak pengemudi mobil yang akan lewat


Devan dan Zahra pun langsung menepi setelah mendengar teriakan itu..


" kenapa kak Devan kembali.. ? " tanya Zahra


"aku ingin kembali dari dulu tetapi aku bingung harus memulai nya dari mana.. " jawab depan dalam hati


"pakai lah ini,, baju mu sangat basah.. " sahut Devan tanpa menghiroukan perkataan Zahra


"aku tidak apa-apa.. " balas Zahra


Mendengar itu Devan pun langsung memakai jaket nya kembali..


Setelah itu Devan pun memegang kedua tangan Zahra yang membuat dia sangat terkejut..


"aku tahu kamu kedinginan.. " ucap Devan seraya mendekap dua tangan itu


Zahra pun sangat tidak percaya melihat nya,, dia pun menatap orang yang ada di hadapan nya itu dengan menangis..


Jujur saja hati nya saat ini sungguh berdetak kencang,, semua rasa pun ada kala itu ..


Entah dia harus bahagia atau bersedih dengan situasi nya seperti ini..


Air mata nya pun terjatuh dan Zahra pun mulai sadar dari lamunan nya itu..


Dia segera melepaskan tangan nya dari Devan dan berbalik seraya menghapus air mata..


Zahra tak ingin Devan melihat nya menangis..


"aku sudah tidak apa2.. " ucap Zahra yang masih membelakangi Devan


"pakailah ini (seraya memasangkat jaket nya di punggung Zahra ),, aku akan kembali lagi dan mengantarkan kamu pulang.. " sahut Devan


Zahra pun berbalik setelah kepergian Devan..


"aku tahu kamu sangat menghawatirkan ku,, tetapi kenapa kamu tidak meminta ku kembali,, apa ini bukan rasa cinta yang dulu,, melainkan rasa kasihan saja.. " bisik Zahra yang melihat Devan akan kembali menghampiri nya..


Sebelum Devan sampai Zahra pun menyimpan jaket yang Devan berikan di sana dan langsung menaiki angkot yang lewat..


Devan yang melihat Zahra pergi pun hanya terdiam terpaku sendiri..


"apa hati mu sesakit itu hingga tidak membiarkan aku untuk mendekat.. " ucap Devan


Zahra yang melihat kearah Devan pun mengucapkan maaf walau tak terdengar..


"aku masih mencintai mu " ucap Zahra dalam hati..


Zahra sadar cinta nya bertepuk sebelah tangan,, semakin dia mencoba mendekat Devan akan semakin jauh ..


Dengan sikap Devan yang seperti tadi pun sudah membuat Zahra semakin berat untuk melupakan nya..


πŸ„πŸ„πŸ„


Andy kembali menemui Citra setelah selesai berbicara dengan Abijar..


"aku sadar bukan lah orang yang sempurna seperti Zahra,, yang selalu kou lindungi dan perhatikan.. " ucap Citra yang mengetahui Andy telah kembali

__ADS_1


Andy yang mendengar itu langsung menghampiri nya,,.


Dia menarik Citra dalam pelukan nya, penatapnya dengan lekat mencium bibir nya dengan penuh kelembutan..


"aku sangat merindukan mu.. " bisik Andy di telinga nya


Citra yang mendengar itu pun menatap pria di depan nya dan membalas ciuman manis nya itu..


Gairah cinta pun mulai datang dan tidak bisa mereka sembunyikan..


Andy mulai semakin nakal menyentuh bagian tubuh citra yang masih tertutup membuat citra merasa penuh gairah..


Satu persatu baju yang menutupi mereka pun pulai terjatuh..


Sentuhan demi sentuhan yang Andy lakukan membuat citra mengeluarkan ******* nikmat ..


Ciuman itu mulai turun ke leher jengjang Citra dan tanpa sadar dia pun membuat tanda kepemilikan nya di sana..


Andy pun lebih begairah saat citra merasakan kenikmatan nya ketika Andy memainkan gunung kembar nya,, sesekali Andy pun melakukan nya seperti bayi..


Andy pun mulai menikmati nya..


Gairah itu pun semakin dalam hingga ke dua nya pun melakukan hal yang sempat tertunda dulu..


🌼🌼🌼


Abijar melihat Zahra yang kehujanan pun langsung menghampiri nya sambil membawa payung..


"ayo kita menepi dulu.. " ucap Abijar sambil membawa Zahra


Mereka pun duduk di sana,,tak lupa Abijar memberikan Jaket nya untuk Zahra pakai..


"tidak usah,, aku tidak apa2 ko mas.. " balas Zahra


Tetapi Abijar pun memaksanya untuk segera di pakai..


"umi gak ada di rumah,, barusan mas sudah ke sana.. " lanjut Abijar


" harus nya umi ngasih kabar kalau memang akan pergi.. " seraya mengecek ponsel nya


"tadi udah mas hubungi,, katanya umi masih di di rumah tante,, dan kunci rumah nya tak sengaja ke bawa.. " jelas Abijar


Zahra pun hanya tersenyum untuk menanggapi nya..


"Dek bisahkah hubungan kita di perbaiki lagi.." ucap Abijar seraya menatap Zahra


"maksud mas apa..? " tanya Zahra


"mas ingin kita baik2 saja walau pun tidak ada setatus hubungan.. " jelas Abijar


" kenapa,, mas tahu aku masih mencintai orang lain dan untuk menganggap nya biasa saja itu tidak mungkin.. " balas Zahra karna kalau memang itu terjadi Abijar akan semakin terluka oleh nya


"Mas tahu itu,,mungkin susah untuk mas kembali dan menggantikan orang yang sekarang ada di hati Zahra,, tetapi bisakah kita menjadi sepasang teman seperti dulu yang selalu bahagia dengan melihat nya bahagia.. " pinta Abijar tulus


"dulu aku melupakan masa lalu ku karna mas aby,, apa mungkin sekarang pun akan sama seperti dulu.. " ucap Zahra dalam hati yang memang tak bisa dia ungkap kan..


"tapi ini berbeda,, banyak kenangan indah


yang aku lalaui bersama kak Devan dan itu tak mudah aku lupakan walau dengan mas Aby.. " bisik nya


"berilah mas kabar ,, itu sudah cukup.. " ucap Abijar yang tidak mendapat respon dati Zahra

__ADS_1


Zahra pun mengangguk,, dia tak mau membuat Abijar merasa kecewa..


Setelah itu Abijar pun perpamitan untuk pulang,, karna memang umi sudah datang..


🌸🌸🌸


Ibu Devan yang melihat vidio penampilan Zahra terlihat sangat senang..


Dia tahu Zahra dan Devan masih saling mencintai,, hanya saja mereka tidak tahu bagaimana cara nya untuk kembali..


"kak temui Zahra,, mamah tahu kalian masih saling mencintai.. " ucap ibu devan


"aku tidak yakin Zahra ingin kembali.. " balas Devan


"maka berusahalah supaya dia kembali.. " sahut ibu nya


Devan pun hanya terdiam,, dia masih fokus dengan leptop di depan nya..


"aku belum berani mengajak nya kembali.. " ucap Deban dalam hati


"temuilah dia besok sebelum kamu pergi.. " pinta mamah


"aku pikir2 dulu.. " balas Devan


"jangan kebanyakan mikir,, nanti keduluan yang lain.. "seraya meninggal kan Devan


Tak lama dari itu Zahra menghubungi nya..


Devan pun tersenyum dan mengangkat panggilan nya dengan senang..


Tetapi tidak ada suara sedikit pun yang terdengar hanya kehening malam yang menyapa..


Devan tahu Zahra merindukan nya dan sebalik nya dia pun sangat merindukan Zahra..


Mereka berdua pun berbaring di kasur yang berbeda memikirkan satu sama lain dengan panggilan yang masih tersambung. .


Devan yang kelelahan pun akhir nya tertidur..


Di keesokan hari nya dia tersadar panggilan nya dengan Zahra semalam..


Dia pun membuka-buka ponsel nya dan terdapat rekaman panggilan yang tersimpan..


setelah lama tidak terdengar apa pun dan di akhir rekaman itu terdengar kata " i love you "..


Zahra mengatakan itu setelah tahu Devan telah tertidur..


Dari saat itu lah Devan selalu mengangkat panghilan dari Zahra tanpa mengatakan apa pun,, tak lupa mengalakan rekaman nya ..


...----------------...


...****************...


......................


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2