
ποΈποΈποΈ
Zahra yang tidak sanggup menahan kesedihan nya,, memutuskan untuk pulang lebih awal..
Dia pun memberi tahu sahabat nya itu kalau dia pulang karna sakit..
Ini pertama kali nya Zahra bolos sekolah,,seberat apa pun masalah nya dia tak pernah pulang di saat masih ada jam pelajaran..
Tetapi entah mengapa sungguh hal ini membuat nya berbeda..
Zahra merasa bolos adalah hal yang paling baik yang harus dia lakukan saat ini..
Zahra pun berjalan mengambil tas nya dan mencoba menghapus air mata yang tersisa di pipi nya..
Dengan hati yang memang sangat kecewa dia pun berjalan keluar untuk pulang..
Zahra pun mencoba tersenyum untuk memberi tahu teman2 nya kalau dia baik2 saja..
π¦π¦π¦
Di sisi lain Adit langsung menghubungi Devan dan menanyakan posisi nya di mana..
Setelah Devan memberi tahu kalau mereka ada di dalam kelas,,Adit pun bergegas untuk menemui nya..
Sesampai nya di sana ,,Devan dan citra sedang duduk berdua mengerjakan tugas2 yang memang masih belum selesai..
"eh Dit loe dari mana saja..?" tanya Devan yang melihat sahabat nya datang
"gw dari kantin bertemu Risty.." jawab Adit
"oh.." jawab Devan sambil kembali fokus kepada leptop nya
Adit pun menghampiri mereka berdua di sana..
"eh Dev loe kemarin datang gak ke tempat yang udah gw kasih ?" tanya adit
"gw datang lah,,loe yang gak datang.." jawab Devan
"iya ,,kita nunggu lama lagi iya kan Dev.." sambung Citra menyela
"kalian pergi bersama..?" tanya Adit penasaran..
"iya,,kita udah janjian untuk pergi ke rumah pak Redy kemarin.." jelas Devan
"oh gitu ya.." sahut Adit
"emang kenapa kamu gak datang Dit,,kamu kan yang ngajak kamu juga yang membatal kan heran banget.." ucap Citra
"gw di hubungi seseorang,,kata nya dia gak jadi datang.." sambung Adit sambil melihat ke arah Devan
Devan hanya terdiam saja ,, dia tahu kalau Adit ingin menyampai kan sesuatu..
"seseorang itu siapa..?" tanya Citra sambil melihat Adit..
Tetapi saat itu mata Adit tertuju pada Devan,,.
Citra tahu kalau mereka mungkin akan membahas sesutu yang memang tak ingin Dia tahu..
__ADS_1
"aku tahu pasti kalian ingin membahas yang memang tak ingin aku tahu kan.." ucap citra
Tetapi Devan maupun Adit hanya diam saja,,mereka tidak menanggapi nya..
"ya sudah aku pergi,,lagian ini udah hampir selesai juga.." lanjut citra seraya membereskan buku2 nya lalu pergi...
π₯π₯π₯
Setelah kepergian Citra,,Adit dan Devan pun terdiam..
Merka pun bingung harus memulai nya dari mana..
"maksud nya seseorang itu siapa..?" tanya Devan memulai pembicaraan
"Zahra.." ucap Adit
"Jadi dia yang mengajak bertemu.,,tapi dia sendiri yang membatal kan nya..hah" balas Devan sambil memberikan senyuman kecewa
"sebenar nya gw juga heran mengapa Zahra tiba2 membatal kan nya.." sahut Adit
"sudah lah Dit tidak usah memikir kan nya lagi,,mungkin dia ada janji dengan seseorang yang lain.." jawab Devan
"tadi nya aku berpikir seperti itu .." ucap Adit
"mungkin memang hubungan ini tidak bisa gw pertahan kan Dit.." jelas Devan
"tapi Dev,,tadi Risty bilang kalau dia datang ke sana.." ucap Adit
"bisa saja kan Risty menutupi kesalahan nya. " sambung Devan
"Zahra tadi menangis ,,dan Risty pun tidak tahu penyebab nya apa ." lanjut Adit
Tetapi dia tetap pada pendirian nya sendiri..
"apalagi gw Dit.." ucap Devan
"tapi gw tahu alasan nya sekarang.." sahut Adit
"apa..?" tanya Devan
"Zahra mungkin cemburu melihat loe bersama Citra kemarin dan dia tidak mungkin menemui kalian berdua saat itu.." jelas Adit
"Itu bukan sebuah alasan menurut gw Dit,,beberapa hari yang lalu dia tahu Citra datang ke rumah gw,,dia baik2 aja ko tidak mempermasalah kan itu,karna gw yakin Zahra tahu gw dan Citra hanya sebatas sahabat saja gak lebih.." ucap Devan mencoba menjelas kan
"tapi apa loe tahu Dev,,Zahra menangis,,ngomong ke gw minta untuk di pertemukan dengan loe kemarin.." ucap Adit lagi
"Dia memohon untuk bisa bertemu dengan loe,,tapi gw tahu rasa sakit yang memang Zahra rasakan saat itu ..
1 jam Dev bisa jadi lebih Zahra nunggu loe di sana tapi apa yang dia dapat kan saat itu "KECEWA" ..,." Jelas Adit
Devan hanya terdiam mendengar pembelaan yang Adit berikan untuk Zahra..
"asal loe tahu aja Dit ,,gw juga sakit ,,gw juga cemburu,,dan gw juga kecewa melihat dia jalan bersama mantan kekasih nya.." sambung Devam membela diri
"apa mereka membuat janji sebelum nya,,seperti apa yang loe dan citra lakukan..?" tanya Devan
"gw gak tahu,,tapi soal gw dan Citra itu hanya keperluan yang memang kita butuh kan untuk pendaftaran Dit . " jelas Devan
__ADS_1
"Dev gw tahu kalau loe dan Citra tidak ada hubungan apa2,,tapi loe juga tahu kalau dia pernah mencintai loe sebelum nya.." ucap Adit
"apa loe marah melihat Zahra bertemu dengan mantan kekasih nya dulu,,melihat mereka jalan bareng lagi hati loe mungkin hancur saat itu,,tapi kenapa loe tak pernah sadar kalau Zahra juga mungkin merasakan hal yang sama seperti yang loe rasain sekarang,,karna dia tahu dulu Citra rela melakukan apa saja demi mendapatkan cinta dari loe.." lanjut Adit
"tapi itu beda Dit,,gw hanya jalan dengan sahabat gw yang belum pernah menjadi mantan apalagi mengisi hati gw.."bela Devan
Adit hanya tersenyum mendengar penjelasan Devan..
"Tetapi Zahra,,dia dengan terang2an kencan bareng lagi bersama mantan nya,,gw lihat itu Dit.." sambung Devan
"gw gak akan membela atau menyalahkan kalian,,tapi gw hanya ingin memberi tahu loe aja sebagai sahabat,,kalau memang apa yang kita lihat belum tentu sama dengan apa yang kita pikirkan,,jadi kalau memang loe masih tak yakin minta lah penjelasan,,itu solusi yang terbaik menurut gw.." ucap Adit
Devan hanya terdiam mendengar nya,,..
Setelah itu adit mendapat kan panggilan dari Risty,,..
"gw sudah mengirimkan bukti kemarin kalau memang Zahra menunggu loe di sana,,gw berharap loe bisa memikirkan nya lagi.." lanjut Adit yang langsung pergi meninggal kan Devan..
π¦π¦π¦
Di sisi lain,,Risty menunggu kekasih nya di dalam kelas karna memang saat itu masih jam istirahat..
Risty pun menjelaskan kalau Zahra pulang lebih awal dengan alasan sakit..
Tetapi mereka tidak mempercayai hal itu,,
"Devan cemburu melihat Zahra jalan bareng lagi dengan mantan kekasih nya .." ucap Adit
"maksud nya mas Aby..?" tanya Risty
"mungkin,," jawab Adit
"apa dia mempermasalah kan soal pertemuan Zahra dengan mas aby yang memang tidak di sengaja itu..?" tanya Risty lagi
"aku yakin itu salah satu nya.." sahut Adit
"apa ada yang lain ,,selain saat itu..?" tanya Risty lagi
"aku pikir sih begitu .."sambung adit
Risty pun terdiam mendengar itu,,tapi dia tetap percaya kepada sahabat nya kalau Zahra tidak mungkin ada hubungan lagi dengan Abijar..
"sudah lah tidak usah di pikirkan lagi,,biar mereka yang menyelesai kan nya masing2.." ucap Adit bijak
Risty pun tersenyum mendengar kekasih nya yang memang sangat dewasa..
...****************...
...----------------...
......................
...πΎπΎπΎ...
......................
...----------------...
__ADS_1
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...