
Chen Mo, kau lihat sendiri dia lebih memilih Tuan Shen daripada denganmu. Berarti kau tidak cukup penting untuknya. " Huang Yin berusaha mempengaruhi Chen Mo agar pemuda itu tidak lagi memikirkan Zi Wei.
Chen Mo tidak langsung percaya begitu saja, karena dia tahu seperti apa watak Zi Wei. Jiejie yang dia kenal selama ini tidak akan melakukan hal yang dirasa tidak penting. "Mungkin Tuan Shen lebih memerlukan Jiejie. Kau tahu sendiri bukan Jiejie adalah pegawai profesional di agensi kita?"
Benar yang Chen Mo katakan, mengusung nilai profesionalisme kerja membuat Wei Wei menerima permintaan Shen Jun sebagai asisten sementaranya. Lagipula seperti yang dikatakan oleh Jun jika kesibukan Zi Wei sekarang tidak sebanyak dulu ketika mempromosikan single Chen Mo.
Seperti yang dikeluhkan oleh Huang Yin, Zi Wei benar-benar menerima permintaan Shen Jun sebagai asistennya. Bahkan kini, wanita itu berada dalam satu mobil bersama Shen Jun menuju tempat audisi acara ragam. Sedangkan Chen Mo pergi diantar oleh asisten barunya Huang Yin dan juga penata rias yang dibawa oleh Nona muda Huang untuk Chen Mo.
Untung saja Zi Wei tidak berdua saja di dalam mobil van tersebut. Ditemani oleh sopir pribadi Shen Jun, kedua meluncur ke tempat yang ditunjukkan.
Tampak Zi Wei sedang sibuk dengan sebuah tablet di pangkuannya. Shen Jun bahkan sampai memberi kode agar supirnya meminta Zi Wei untuk duduk di belakang bersama dengannya. Namun, nyatanya Zi Wei lebih nyaman duduk di kursi samping pengemudi. Hingga membuat Shen Jun harus membuka partisi yang membatasi kokpit dan kabin di van mewahnya.
"Hm ... Nona Wei, sebaiknya apa saja yang harus kupersiapkan nanti?" tegur Shen Jun karena tidak tahan dengan kebungkaman di antara keduanya.
Zi Wei menoleh ke belakang guna melihat seberapa siap Shen Jun. "Aku sedang mempersiapkan apa saja. Bisakah aku melakukan interview singkat?" pinta Zi Wei kemudian.
"Mengenai apa itu? Jika mengenai data diriku, seharusnya kau sudah mengenal artismu, bukan?"
Untung saja, Zi Wei tidak telat melakukan sesi terapinya dalam beberapa hari ini. Semua itu dilakukan oleh Wei Wei agar bisa mengatasi emosinya.
"Aku mulai, ya?" pinta Zi Wei.
"Apa kau punya alergi, Tuan Shen?" Zi Wei mulai melakukan sesi wawancara singkat untuk memastikan Shen Jun bisa lolos pada audisi ini.
"Tidak,"
"Apa ada makanan yang kau hindari? Misalnya tidak suka makan apa?"
Shen Jun berpikir sejenak, dia tahu niat Zi Wei mengatakan ini karena dia akan melakukan shooting di tengah-tengah masyarakat. Shen Jun harus bisa membaur bersama mereka nantinya.
"Tidak ... " jawab Shen Jun seusai berpikir sejenak tadi. Lalu dia juga menambahkan, "Apapun yang akan kau berikan padaku, akan kumakan."
__ADS_1
"Aku? Aku tidak bertanggungjawab atas makanan artis!" umpat Zi Wei mendengar gelagat mencurigakan Shen Jun.
"Ada lagi, apa kau mengkonsumsi obat atau semacamnya?"
Shen Jun langsung teringat obat yang dia temukan di lantai restoran berapa waktu yang lalu. Botol obat milik Zi Wei yang terjatuh itu telah diketahui oleh Jun sebagai obat penenang atas resep dokter kejiwaan. "Sebenarnya ada masalah apa hingga kau mengkonsumsi obat itu, Wei er?"
"Tidak, tubuhku cukup bugar. Aku tidak mengkonsumsi obat ataupun suplemen makanan. Aku hanya olahraga saja. Jika kau tidak percaya, kau bisa berkonsultasi dengan ahli kesehatanku."
"Tidak perlu, aku percaya padamu, Tuan Shen."
"Iya, kau selalu percaya padaku. Tetapi, bodohnya aku, tidak percaya padamu, Wei er!"
"Enough, sekarang aku lega. Kau pasti akan mendapatkan slot itu, Tuan Shen."
"Nona Wei?"
"Apa?"
"Jika aku gagal pada audisi ini, apa kau akan kecewa padaku?" Jun sangat berharap jika dirinya bisa membanggakan Zi Wei sebagai artisnya ataupun sebagai seorang pria yang bisa melindungi Zi Wei.
Sehingga pada kehidupan ini, Shen Jun bersumpah tidak akan gagal lagi melindungi Zi Wei. Entah wanita itu setuju atau tidak, Shen Jun akan terus bersamanya.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin demi kamu, Nona Wei."
Rupanya Zi Wei sempat mengulas senyum. Shen Jun sempat menangkap bayangan manis wajah yang tengah tersenyum itu dari kaca mobil di bagian depan. "Aku rindu senyum itu lagi, selanjutnya tidak akan kubiarkan kau bersedih lagi."
Tanpa terasa, keduanya telah tiba di tempat audisi. Audisi itu berada di kantor produksi dan akan diuji secara langsung oleh Sutradara Lin serta produser progam acara ragam tersebut.
Rupanya, Xiao Mo dan Huang Yin telah datang terlebih dahulu. Huang Yin begitu kesal karena sejak tadi Chen Mo terus menatap Zi Wei dan tak berhenti berkedip ketika berbicara dengan wanita itu. Huang Yin diliputi api cemburu karena pria yang dia cintai tidak memedulikan dirinya.
Para peserta audisi bergantian masuk ke ruangan audisi. Sebenarnya mudah sekali bagi Shen Jun jika dia mau memperebutkan peran itu. Tetapi Jun tidak mau memperoleh hak istimewa sebagai pemilik saham terbesar di Big Star Entertainment.
__ADS_1
Shen Jun nyatanya harus berjibaku bersama para talent untuk memperebutkan peran tersebut.
"Kau yakin Tuan Shen akan menang, Nona Wei?" sindir Huang Yin yang duduk berdampingan di ruang tunggu dengan Zi Wei.
"Sebagai asistennya, aku percaya jika Tuan Shen akan berhasil. Tetapi jika Chen Mo memang, aku akan sangat bangga. Karena selama ini aku telah berhasil memolesnya." jawab Zi Wei.
Sebenarnya Huang Yin ingin mengajukan kehebatan Zi Wei. Namun, sikap impulsif dan kecemburuan yang dia miliki membuat gadis itu mengurungkan niatnya. Dia masih kesal karena Chen Mo terus memuji Zi Wei.
"Aku yakin, Chen Mo lah yang akan menang."
"Itu bagus, kau harus mendukungnya. Aku ikut senang jika artis agensi kita yang menjadi pemenangnya."
**
Para artis dan tim pendukung mereka sedang harap-harap cemas menunggu keputusan dari pihak pembuat acara dan si sutradara.
Tak lama, pihak penyelenggara mengadakan jumpa pers untuk membagikan hasil audisi tersebut. Dia berkata, "Kami mendapatkan dua talent tertinggi hingga kesulitan mendapatkan pemenangnya."
Sutradara juga menyebut jika dia sangat terkesan dengan dua talent ini. Dan akan memakai kedua pemegang nilai tertinggi untuk bermain di acara ragamnya.
Nama Shen Jun dan Chen Mo keluar sebagai pemenangnya, Big Star Entertainment benar-benar mengirimkan mesin pencetak uang terbaiknya.
Zi Wei tersenyum penuh kepuasan mendengar hasil ini, "Selamat," Zi Wei memberi semangat kepada Chen Mo, artis yang selama ini dia pegang dengan tekun.
"Semua ini berkatmu, Jie!"
Lalu, bagaimana dengan Shen Jun? Tidakkah Zi Wei ingin memberinya selamat juga?
...****************...
__ADS_1