Takdir Cinta Zi Wei

Takdir Cinta Zi Wei
Bab 34


__ADS_3

Di tengah keheningan malam, Zi Wei berjalan dengan langkah tertatih. Begitu melihat kehadiran Shen Jun di pelupuk matanya, Zi Wei segera melemparkan sebilah pedang dari balik tubuhnya. Dan dengan tatapan seakan dipenuhi api dendam, Zi Wei mencemooh Shen Jun, "Ambil! dan bertarunglah denganku!"


"Wei er ... apa harus seperti ini?" Pria dengan manik keabu-abuan itu memelas seakan tidak sanggup jika berada di keadaan seperti ini.


"Kita selesaikan sekarang hingga, tidak ada lagi yang tersisa." pinta Zi Wei selanjutnya.


"Tapi, aku tidak bisa menyakitimu lagi,"


Tidak mau mendengarkan bisikan hati, Zi Wei bahkan kini berani menghunuskan pedang yang sejak tadi dia bawa ke arah Shen Jun. Pria yang telah membunuhnya di kehidupan terdahulu.


"Jika tidak aku yang mati, maka matilah kau!" Tidak hanya mengancam saja, Zi Wei bahkan lebih berani lagi dengan ancang-ancang menyerang Shen Jun.


Secara spontan, Shen Jun menghindar dari serangan dadakan Zi Wei tadi. Pria itu tidak ingin menyakiti wanita yang dia cintai ataupun membiarkan Zi Wei menderita lagi. Alhasil, Shen Jun hanya bisa menghindar dari serangan demi serangan yang ditujukan oleh Zi Wei padanya.


"Kenapa? Apa kau kaget? Apa kau baru tahu jika aku bisa menggunakan pedang?" tanya Zi Wei dengan begitu ambisius ingin menyakiti Shen Jun ketika pedang keduanya melekat bersama hingga bisa menyelamatkan leher masing-masing.


Sebagai putri dari negara Utara yang terbiasa hidup di jaman perang, dan lagi Zi Wei juga cukup dekat dengan Jendral perang negara Wei Utara, gadis itu telah terlatih menggunakan ketrampilan pedang. Tak heran jika Shen Jun bisa menerima kelebihan Zi Wei ini. Hanya saja, "Kenapa malam itu dia begitu mengalah hingga aku mampu membunuhnya dengan mudah?"


"Baiklah!" Zi Wei mulai memikirkan cara agar pertarungan ini segera berakhir dan dia bisa terbebas dari Shen Jun hingga di kehidupan selanjutnya.

__ADS_1


Pada saat hendak menyerang da da kiri Shen Jun, Zi Wei membelokkan arah serangannya secara mendadak hingga melukai perut bawahnya.


Tubuh bersimbah darah itu jatuh dengan posisi duduk dan Shen Jun tidak sempat menyelamatkannya.


"Tidaaaaak ... kenapa takdir selalu seperti ini?"


Shen Jun segera membuka matanya dari tidurnya, "Rupanya ini hanya mimpi!" Dia menyugar rambutnya dengan kasar sekaligus menghembuskan napasnya.


Betapa Shen Jun sangat ketakutan. Dia menggigil jika mengingat apa yang terjadi dengannya dan Zi Wei tadi.


Berhubung Shen Jun telah menyiapkan rencananya, dia tidak akan ragu lagi untuk mengungkapkan perasaannya pada Zi Wei besok pada saat peluncuran album ke tiganya.


**


"Tetapi, di mana hanfu yang kukirimkan padanya?" Gelagat Shen Jun semakin tidak karuan karena urung melihat Zi Wei memakai baju yang telah dia siapkan. "Apakah dia mengingat kehidupan lampau sepertiku?"


Shen Jun mengambil Mic yang bertengger di atas penyangga dan berjalan ke arah wanita yang begitu kukuh merebut hatinya. semua lampu panggung bersatu menyoroti Shen Jun dengan langkahnya. Betapa hal ini sangat dikeluhkan oleh Zi Wei.


"Tidak! jangan lakukan hal bodoh! ini bisa menghancurkan kariermu." Sebagai seorang yang bertanggung jawab atas karier Shen Jun di dunia hiburan, tentu saja Zi Wei enggan jika melihat pria itu tersingkir dari popularitas yang selama ini dia raih hanya karena pengakuan cinta konyol.

__ADS_1


Sebelumnya, hati Zi Wei semakin tidak beraturan setelah mendengar Huang Yin serta Chen Mo yang membahas jika kakak sepupu gadis itu hendak melamar wanita yang dicintainya.


Dengan memakai sepatu vansnya, Zi Wei bergerak gesit memecah sorot mata tajam yang kini bertumpu menghujaninya. Zi Wei masih mengenakan pakaian kerja karena memang ini lah tugasnya. Yakni mengamankan popularitas Shen Jun.


"Pria bodoh! tidak akan kubiarkan kau menghancurkan apa yang selama ini kau capai. Dan kini, semua pemegang saham Big Star sedang menyoroti kehidupanmu." Zi Wei terus mengutuk Shen Jun dalam hatinya.


Jika Zi Wei mati-matian ingin mempertahankan karier Shen Jun, sangat berbeda dengan penyanyi tampan itu. Sama sekali Shen Jun tidak memikirkan popularitas serta pencapaiannya. Yang ada di benaknya kini hanya ada Zi Wei dan dia akan memasung wanita itu agar tidak lagi meninggalkan hatinya.


Zi Wei mengedipkan kedua matanya seakan memberi kode Shen Jun untuk menghentikan rencananya. Tetapi, Shen Jun tidak gentar sedikitpun mesti semua sorot kamera pewarta berita sedang menghujani dirinya.


Begitu keduanya berhadapan hingga menyisakan jarak yang tak lebih dari dua meter, Shen Jun melemparkan senyumnya pada Zi Wei.


Namun, Zi Wei ... Sepertinya wanita itu berada dalam masalah karena Zi Wei terus saja memegangi kepalanya.


"Kenapa? Apa yang terjadi dengannya?" keluh Shen Jun.


Tidak kurang satu menit, tubuh Zi Wei terhuyung secara tiba-tiba. Untung saja Shen Jun sempat menangkapnya hingga tidak sampai jatuh ke lantai dan berakhir jatuh di pelukan penyanyi tampan itu.


"Wei Wei apa yang terjadi? Apa ada masalah?" Shen Jun meneriaki Zi Wei dan suasana kini menjadi gaduh. Karena di tengah acara Zi Wei jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


Pihak keamanan datang berhamburan melindungi artisnya. Sedangkan Shen Jun sibuk membawa tubuh Zi Wei dan memaki petugas keamanan yang lebih mementingkan dirinya. Sehingga Shen Jun menugaskan mereka untuk menghubungi layanan darurat agar bisa menyelamatkan Zi Wei.


...****...


__ADS_2