
Han Kexin mengeram kesal, dia juga menggertakkan giginya yang menandakan sedang diliputi amarah. "Bagaimana bisa kalian tidak merekam kegiatan di ruang VIP?" maki Kexin kepada dua petugas yang menjaga ruangan kontrol kamera pengawas.
Atas permintaan Zi Wei lah, mereka menonaktifkan kamera pengawas di ruangan yang dipesan oleh Kexin tadi. Dengan begitu, Kexin tidak bisa menemukan bukti keterlibatan Zi Wei dan juga Huang Yin.
Selain Kexin, Zi Wei juga kesal karena Shen Jun tidak mau turun dari mobil yang dikendarai oleh Chen Mo. Wanita cantik itu juga tidak berminat duduk bersanding dengan Shen Jun, Zi Wei minta diturunkan di persimpangan jalan oleh Chen Mo.
Tetapi, baik Chen Mo dan Huang Yin protes, "Jie, rumahmu masih jauh!"
"Tidak masalah, ada hal yang harus kukerjakan!" tolak Zi Wei.
Namun, meski begitu Jun tidak bisa berbuat apa-apa. Selain sudah terbantu oleh mereka bertiga, Shen Jun juga seperti tahu diri saat ini.
"Kenapa aku merasa seperti dicampakkan olehmu, Nona Wei?" celetuk Shen Jun sebelum mobil menuju persimpangan jalan yang dikehendaki oleh Zi Wei tadi.
Sontak saja, Zi Wei menoleh ke kanan menghadap Shen Jun guna memastikan jawaban dari Jun, "Apa maksudmu?"
Selain Zi Wei, rupanya dua manusia di kursi depan juga tidak kalah penasaran. Mereka memasang telinga lebar-lebar seperti menunggu jawaban dari drama pertengkaran antara Zi Wei dan Shen Jun.
"Kau mencampakkan aku setelah kita menghabiskan dua malam bersama." Sontak, Zi Wei langsung membekap mulut ember Shen Jun agar tidak berbicara yang berlebihan di depan Chen Mo dan Huang Yin.
__ADS_1
"Jie?"
"Ge?"
Chen Mo dan Huang Yin memanggil mereka berdua bersamaan. Tidak hanya itu saja, kalimat yang baru saja didengar oleh mereka membuat Chen Mo mendadak menghentikan laju mobilnya dan menoleh bersamaan dengan A Yin.
"Bermalam bersama? Be-benarkah?"tanya Huang Yin tergagap-gagap mendengar penjelasan kakak sepupunya barusan.
"Haiyaaa ... ini bukan seperti yang kalian kira, maksudku kami hanya ... ah sudahlah!" Zi Wei mulia menjelaskan tetapi kedua orang itu tetap saja menatapnya dengan tatapan menyelidiki.
Akhirnya, Zi Wei turun di persimpangan jalan seperti yang dia inginkan. Meski dia harus naik bis itu tidak masalah. Asal Zi Wei tidak harus berdebat dengan mereka bertiga.
Terlebih lagi jika memiliki artis yang banyak menciptakan masalah seperti Shen Jun dan juga Chen Mo. Tak ayal, Zi Wei harus memikirkan cara ekstra guna meredam semua gosip.
**
Han Kexin melampiaskan kekesalannya dengan membanting semua barang di kamar pribadinya. Wanita seksi itu masih tidak terima jika Shen Jun benar-benar memiliki pasangan. Apalagi dari kalangan non selebritis.
"Ini tidak mungkin," gumamnya di depan cermin meja rias yang menampilkan betapa cantiknya dia.
__ADS_1
"Aku harus mengubah bentuk dagu, mungkin Shen Jun tidak menyukai dagu lancip ini." Kata Kexin menyemangati dirinya sendiri.
Padahal dia baru saja mengubah dagunya dengan prosesi bedah plastik dengan menambah implan pada bagian tersebut agar lebih estetik. Tidak hanya dagu saja, Kexin juga kerap mengutak-atik wajah serta badannya agar tampak sempurna menurutnya.
Dia lalu memutar kembali otaknya untuk memberi pelajaran kepada Shen Jun. Karena Kexin tidak terima jika Shen Jun berpaling darinya dan memilih bersama dengan wanita berambut pirang tadi. Karena menurut Kexin wanita tadi tidak sepadan dengannya.
Padahal Zi Wei sama sekali tidak tertarik dengan Shen Jun seperti yang dipikirkan oleh Han Kexin. Baginya, kehidupannya ini sudah cukup menyenangkan. Apalagi jika tidak ada pengganggu seperti Shen Jun ataupun yang lainnya.
Selama ini, Zi Wei selalu mengisi hari-harinya dengan bekerja dan bekerja. Kalaupun ada waktu luang, biasanya Zi Wei akan mengajak Do Ruan temannya hanya untuk sekadar pergi SPA ataupun minum dan makan bersama seperti tempo hari kemarin.
Dan hal penting yang dikatakan oleh Zi Wei tadi adalah pergi menemui Luo Bai. Zi Wei sering berkonsultasi mengenai penyakitnya bersama psikiater itu.
Dengan berbicara dan mendengarkan saran dari Luo Bai, maka Zi Wei akan merasa lebih tenang. Setelah itu, Luo Bai akan mengantarnya pulang serta mewanti-wanti agar Zi Wei tidak minum alkohol dulu sebelum tidur.
"Baiklah, baiklah! kau lebih cerewet dari ibuku!"
"Tidurlah! ini sudah malam." ucap Luo Bai kepada Zi Wei sebelum dia pergi setelah mengantar wanita itu pulang.
Zi Wei lalu melambaikan tangannya dan masuk setelah Luo Bai tidak terlihat lagi. Entah mengapa Zi Wei bisa menemukan keteduhan dari sorot matanya. Dan dari Luo Bai lah, Zi Wei merasa aman.
__ADS_1