
Kehadiran masa lalu mungkin menjadi hari yang sulit dalam hidup kita. Namun, mau tak mau, kita harus melalui itu untuk merasakan ketenangan dan juga rasa nyaman. Tak sedikit juga yang harus diperjuangkan dalam masa lalu. Namun jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka akan ada hasil baik yang menunggu kita. Jadi jangan ragu untuk belajar dari masa lalu. Karena ia akan menjadi guru terbaik yang akan selalu mengiringi langkah kita.
Huang Yin mendapat peringatan kerasa dari sang ayah. Bos Huang tidak menyangka jika putri kecil yang selama ini dianggap seperti anak kandungnya sendiri bisa melakukan hal yang bisa mencoreng nama baik keluarga besar Huang. Selain itu, Shen Jun juga mengultimatum dirinya agar bisa mendidik A Yin dengan baik.
"Berhenti melakukan hal bodoh Yin er, kau tidak tahu siapa kawanmu? Xiao Jin tidak akan diam saja jika kau mengusik wanitanya." Maksud Bos Huang adalah memperingatkan Huang Yin agar tidak semena-mena dengan Zi Wei, selain memiliki dukungan dari Shen Jun. Zi Wei juga bukan orang yang mudah ditaklukkan dengan cara seperti itu.
"Ayah, apa yang dilakukan wanita itu hingga Gege begitu membelanya? Jangan-jangan wanita itu simpanan Gege?" Huang Yin yang masih memiliki perasaan dongkol kepada Zi Wei masih belum bisa menerima jika dirinya harus mengalah kepada orang yang telah membuat Chen Mo tunduk itu.
"Sudah jangan dibahas lagi! entah dia siapa yang jelas Gegemu begitu mendukungnya. Lagipula ayah tidak bisa melakukan apa-apa."
"Bukankah ayah adalah CEO Big Star? Kenapa ayah takut sekali dengan Gege?"
Selama ini Bos Huang memang berkuasa penuh atas Big Star. Namun, posisi Bos Huang hanyalah pelaksana Big Star saja. Semua keputusan tetap berada di tangan dewan pemegang saham. Dan Shen Jun yang memiliki saham di atas Bos Huang berkekuatan lebih besar darinya.
"Xiao Jun adalah pemegang saham terbesar di Big Star, sudah sewajarnya jika dia berkuasa penuh. Selain itu, kini Xiao Jun memiliki dukungan dari pemegang saham lainnya. Atas dasar itulah, ayah tidak bisa melakukan apapun jika sampai Xiao Jun menemukan kesalahanmu lagi."
Huang Yin kini tahu, meski dia hanyalah anak adopsi. Tetapi ayahnya tidak pernah mengganggap itu. Selain itu, Gegenya Shen Jun juga tidak pernah membencinya. Sehingga kini, mau tidak mau A Yin harus menuruti semua yang ayahnya inginkan agar tidak sampai membuat Shen Jun naik pitam lagi. Karena Shen Jun adalah keturunan sah keluarga Huang. Ayahnya lagi-lagi mengingatkan hal tersebut.
**
Hampir tengah malam, Shen Jun menunggu kepulangan wanita yang sama sekali tidak mempedulikannya. Wajahnya yang merah padam, sangat jelas meski berada pada malam hari.
__ADS_1
"Awas saja ya, jika kau pulang kau, kau pasti akan habis!"
Namun, justru yang habis adalah Shen Jun. Pria itu lelah menunggu lama hingga masuk ke dalam mobil daripada harus menunggu Zi Wei pulang di depan gedung apartemennya.
Singkatnya Zi Wei tidak pulang, karena memang dia telah merencanakan akan bersenang-senang dengan Do Ruan. Keduanya pulang ke rumah Ruan Ruan dan melanjutkan minum hingga tak sadarkan diri.
"Aku sungguh lelah, Wei Wei!" pungkas Ruan Ruan yang kini tak bisa lagi beranjak dari sofa ruang tamunya.
"Wanita licik, semua ini salahmu." balas Zi Wei.
Kedua wanita itu ambruk satu sama lain di ruang tamu. Hal seperti ini memang sering mereka lakukan sejak dulu. Keduanya memang telah mengenal satu sama lain di bangku kuliah.
**
"Jam berapa ini? Apa kau lihat wanita itu pulang?" Shen Jun yang masih dalam keadaan setengah sadar dari rasa kantuknya menanyakan keberadaan Zi Wei kepada supir yang dia tugaskan untuk berjaga.
"Sejak semalam, saya tidak melihat Nona Wei masuk ke kompleks apartment ini."
"Wu Zi Wei ... beraninya kau tidak pulang!" umpat Shen Jun kesal setengah mati.
Jun telah memikirkan hal buruk apa yang akan dia hadiahkan untuk memberi pelajaran Zi Wei nanti. Meski hari ini tidak ada jadwal ke Big Star, Shen Jun tidak peduli. Dia akan menyeret wanita itu hingga tidak bisa lagi berteriak minta tolong. Dan memohon ampun telah membuatnya begadang semalaman. Setidaknya Shen Jun ingin menghukum Zi Wei dengan caranya.
__ADS_1
**
Jauh di tempat lain, Zi Wei dan Do Ruan baru saja bangun dan bersiap berangkat kerja meski kepala mereka masih terasa cukup berat. Untung saja, Ruan sempat membeli sup pereda pengar secara online sebelum mereka berdua pergi bekerja.
"Nanti malam kita lanjutkan di rumahmu, Wei Wei!"
"Kau ini, jangan sampai Luo Bai tahu! dia akan berisik dan memarahi aku jika tahu kita minum seperti ini."
"Apa kalian telah bersama? Maksudku si Luo Bai tengik berkencan denganmu?"
Bruk, Zi Wei memukul badan Ruan Ruan dengan tasnya. "Jangan asal bicara!"
**
Zi Wei berangkat ke Big Star bersama Ruan setelah meminjam baju milik sahabatnya itu. Zi Wei tidak mungkin akan mengenakan pakaian yang sama seperti kemarin. Apalagi bajunya telah kotor oleh noda hot pot dan tumpahan bir yang mereka minum.
Dari arah berlawanan, seorang pria sedang memperhatikan Zi Wei dengan tangan bersedekap di dada. Sorot tajam matanya seolah tidak akan melepaskan mangsa begitu saja. Entah apa yang akan dilakukan oleh pria itu setelah mendapatkan Zi Wei nanti.
"Kali ini kau akan habis! bersiaplah, karena tidak akan ada orang yang bisa menyelamatkanmu." ujarnya dengan senyum licik seperti sifatnya.
...****************...
__ADS_1