
Shen Jun menemani Zi Wei yang tak sadarkan diri di pusat pengobatan Big Star. Begitu sadar, pria itu menuntut agar Zi Wei kembali pulang dan beristirahat di rumah saja, "Tetapi bagaimana dengan pekerjaanku?"
"Sudah kubilang jangan pikirkan hal lain, mereka tidak bisa memecatmu tanpa persetujuan dariku."
Jun memberi sedikit waktu Zi Wei untuk memikirkan masalahnya sebelum membawa wanita itu pulang. "Hanya lima menit! kuberi waktu berpikir lima menit saja."
Begitu Shen Jun keluar dari ruangan Zi Wei, Bos Huang menunggu untuk berbicara dengannya di depan kamar. Sepertinya pemimpin Big Star itu ingin menanyakan keadaan Zi Wei. Bagaimanapun juga Zi Wei merupakan karyawan terbaiknya. Dan karena desakan dari komite pula Bos Huang sempat mengkonfrontir karyawan wanitanya itu.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Bos Huang dengan nada sedikit menyesal.
"Seperti yang paman lihat! kuberitahu paman, alasan utamaku pulang adalah dia. Jadi jika dia kenapa-kenapa, aku tidak akan tinggal diam."
"Xiao Jun, bukan maksud paman seperti itu! kau lihat sendiri mereka seperti apa?" Bos Huang merasa benar-benar bersalah hampir menyudutkan Zi Wei. Lagipula dilihat dari sisi manapun, Zi Wei tidak pernah merugikan perusahaan. Yang ada Zi Wei lah yang berkontribusi memajukan perusahaan dengan mencarikan bibit unggul artis pra debut.
Sebelum kembali masuk ke ruang perawatan, Shen Jun mengingatkan pamannya. "Aku melupakan sesuatu, aku berterimakasih kepada A Yin, atas perbuatan putri Paman lah aku dan Wei Wei bisa mempublikasikan hubungan kami."
Bos Huang terperanjat hingga nyaris tak bersuara. Dirinya tertegun dengan perkataan Shen Jun yang menyebutkan bahwa semua ini adalah ulah Huang Yin, putri yang ia manjakan. Semua itu pasti telah diselidiki oleh Shen Jun hingga keponakannya bisa menyimpulkan seperti itu. Bos Huang mengerti seperti apa watak putra Huang Rui kakaknya. Shen Jun bergerak sangat hati-hati, "Jangan sampai anak itu mencoreng namaku!"
Jun mengantar Zi Wei peluang ke rumahnya, selain itu Shen Jun juga berencana menunggu di tempat tersebut agar teman dokter Zi Wei tidak datang ke rumahnya. Meskipun datang, Shen Jun juga tidak akan pernah membiarkannya masuk ke rumah Zi Wei.
"Aku baik-baik saja, pulanglah!" pinta Zi Wei sebelum dia menutup rapat pintu kamarnya.
Alih-alih pulang, Shen Jun sama sekali tidak bergeser satu senti pun dari rumah Zi Wei. "Aku akan berjaga di sini!"
Dan Zi Wei juga berlaku seperti anak baik dengan menjadi penurut dan tidak memikirkan hal lain dalam hidupnya.
__ADS_1
**
Seorang wanita berjalan dengan tergesa-gesa menuju bangunan yang disewa oleh putri semata wayangnya.
Wanita itu bergegas dari Chengdu menuju Beijing ini demi menemui anaknya yang sejak kemarin malam tidak bisa dihubungi. Perasaannya tidak karuan, untung saja dia dalam kondisi baik-baik saja. Jika tidak, mungkin entah seperti apa Zi Wei nantinya.
"Anak nakal itu harus diberi pelajaran,"
Ibu Zi Wei memasukkan angka untuk mengakses sandi di rumah sang putri dengan kesal. Selama ini, Ibu Zi Wei memang sering datang dan pergi dengan seenaknya saja. Dia sering keluar masuk rumah putrinya karena mengetahui kata sandi rumah Zi Wei.
"Tumben sekali, pagi ini dia memiliki makanan!" Harum masakan yang baru dimasak menguar ke telinga Ibu Zi Wei.
Dia menduga jika Zi Wei baru saja memanaskan masakan kemarin sore. "Anak itu tidak pandai memasak,"
Ibu Zi Wei terus berjalan memasuki rumah putrinya karena mencurigai sesuatu. Tidak biasanya Zi Wei menutupi sesuatu darinya. "Dasar anak nakal! kau membawa pria ke dalam rumahmu?" gerutu Nyonya Su, Ibu Zi Wei.
Ibu Zi Wei menuduh jika Zi Wei menyembunyikan seorang pria karena dia melihat ada jaket jeans di ruang tamu tadi.
Napas wanita itu memburu, emosinya naik hingga ke ubun-ubun karena baru kali ini putrinya melakukan hal yang di luar batas. Apalagi, Nyonya Su melihat punggung pria di dapur Zi Wei.
"Rupanya benar! dia menyembunyikan pria yang kini memasak untuknya," Kesal, Nyonya Su berjalan mengendap serta meraih sapu yang akan diarahkannya kepada pria itu.
"Ini ... rasakan!" Benar saja, Ibu Zi Wei memukuli pria yang diduga disembunyikan oleh Zi Wei.
Namun, jantungnya serasa copot begitu pria tadi berbalik ke arahnya seusai dipukuli olehnya tadi. "Ya Tuhan, Kau ... Kurasa aku bisa gila." seru Ibu Zi Wei hingga membuat sang putri merasa terganggu tidurnya dan keluar mengecek keadaan.
__ADS_1
"Kenapa berisik sekali?" Zi Wei keluar dan mendapati Ibunya sedang mengelus pipi Shen Jun dengan mesra.
"Gadis tengik ... ke mana saja kau hingga tidak mengangkat telepon dariku?"
"Ibu, apa yang kau lakukan di sini? Dan kau? Bukankah aku sudah memintamu pulang semalam?"
"Bibi, lihatlah! betapa jahatnya dia padaku? Dia mengusirku setelah kami melakukan hal menyenangkan."
Sontak Zi Wei dan ibunya memandangi Shen Jun secara bersamaan. "Apa?" tegur Ibu Zi Wei kemudian.
"Aku tahu kau ini bekerja dengan artis, tetapi kalian jangan melakukan hal seperti itu. Dan meskipun aku mengidolakanmu tetap saja dia putriku."
Hingga Nyonya Su menarik telinga Jun dan Zi Wei secara bersamaan dan membawa keduanya untuk diinterogasi.
"Ibu salah, dia hanya mengantarku pulang saja. Kami tidak melakukan hal seperti itu," kilah Zi Wei.
"Ai ... sakit sekali," Shen Jun mengeluh karena Ibu Zi Wei menarik telinganya.
"Lalu kau ke mana saja? Hingga tidak mengangkat panggilan dari ibu?"
"Dia jatuh sakit, Ai. Semalam tertidur pulas hingga tidak bisa mengangkat telepon dari Ai."
"Apa aku bisa mempercayai kalian berdua?"
...****************...
__ADS_1