Takdir Cinta Zi Wei

Takdir Cinta Zi Wei
Bab 19


__ADS_3

Zi Wei mengirimi pesan ke ponsel Shen Jun yang kini duduk di depannya dengan wajah seperti hendak menelan bulat-bulat mangsa.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Alih-alih membalas Zi Wei, Shen Jun terus berkata kasar karena dewan komite tidak menyertakan dirinya dalam rapat hari ini.


Shen Jun meminta penjelasan akan hal itu, "Sebagai pemenang saham terbesar, apa seperti ini yang kuterima?" bentak Shen Jun.


Notulen rapat berdalih, "Ini hanya hal kecil, sehingga tokoh penting seperti Anda tidak perlu bersusah payah menangani hal sepele seperti ini."


Niat notulen ingin meredam amarah Jun, malah semakin membuat Jun diliputi bara api kekesalan. Hal sepele yang dia katakan tadi berhubungan dengan Zi Wei. "Bagaimana aku akan diam saja saat kalian berlaku anarkis dan seenaknya pada pegawaiku?" Bahkan Shen Jun sempat menggebrak meja dengan emosi yang menjadi-jadi.


"Tenanglah, Xiao Jun!" bujuk Paman Huangnya.


"Su, ini demi nama baik semua orang." kilah Shen Jun.


Shen Jun sedikit melunak setelah Zi Wei memberi kode agar dia melihat ke arah ponselnya. Pria itu bergegas membuka layar ponsel dan mendapati pesan dari Zi Wei yang menjadi korban masalah ini.


"Apa salah jika aku di sini? Aku pemilik 27% saham Big Star Entertainment." ucap Shen Jun dengan sinis sebelum membalas pesan Zi Wei kemudian.


"Kini kau tahu, bukan? Aku berkuasa di sini. Jadi apa yang akan kau lakukan agar aku bisa mempertahankanmu, Nona Wei?" tulis Shen Jun dalam pesannya.


Kini Zi Wei benar-benar tahu, kenapa dan apa alasan pindah ke Big Star Entertainment. Selain putra pendiri agensi tersebut, Jun juga memiliki saham lebih banyak 7% dari Bos Huang yang notabenenya paman Jun.


"Aku tidak memiliki apa-apa dibandingkan denganmu, lagipula apa yang kau inginkan dariku?" balas Zi Wei dalam pesannya.


Dua orang yang saling berhadapan itu kini tidak menyimak apa yang diucapkan oleh dewan komite Big Star. Bahkan kini dewan Big Star berbalik arah lebih membela Zi Wei karena kerja kerasnya selama ini.


"Ciuman darimu," balas pria berjaket jeans tersebut tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Sontak, Zi Wei menendang kaki Jun yang duduk di depannya. Setelah menendangnya, Zi Wei menggertakkan giginya kepada Shen Jun.


"Kenapa Tuan Shen begitu yakin jika ini bukan salah Nona Wei?" Mereka masih belum puas dengan penjelasan pihak yang mendukung Zi Wei.


"Aku? Tentu saja. Itu hanya cinta bertepuk sebelah tangan saja. Xiao Mo harus belajar agar tahu rasanya patah hati. Selain itu, masalah ini pasti bisa mendewasakan sifatnya." jelas Shen Jun.


Para dewan yang lain kini membenarkan ucapan Shen Jun. Saat ini, posisi Zi Wei di perusahaan tersebut tidak terkatung-katung. Mungkin akan sangat berbeda jika Shen Jun tidak datang.


"Oh, right. Kita mengganggap ini hanya sifat kekanak-kanakan Xiao Mo saja. Namun, tahukah Nona Wei, jika perasaan Chen Mo bisa memengaruhi kariernya? Sebaiknya kau pikirkan itu baik-baik." imbuh Bos Huang yang sejak tadi menjadi pihak netral.


"Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini, karena perasaan itu hanya sebuah rasa kagum kepada kakaknya saja." Zi Wei memberi penjelasan jika selama ini dia dan Xiao Mo tidak menjalin hubungan seperti yang telah digosipkan.


"Apa kami bisa mempercayainya?" selidik dewan yang lain.


"Jaga mulutmu! sejak tadi kulihat kau terus mendesaknya? Nona Wei tidak memiliki hubungan dengan Xiao Mo karena dia adalah kekasihku." Shen Jun kesal hingga berdiri dan menunjuk ke arah orang yang sejak tadi mendakwa Zi Wei.


"Ke-kekasih?"


"Nona Wei?"


"Tuan Shen?"


"Ah tidak, kenapa jadi seperti ... " Shen Jun tidak membiarkan Zi Wei semakin panjang menjelaskan ke anggota komite Big Star Entertainment. Bagaimanapun juga dia harus segera menyelamatkan Zi Wei sebelum wanita itu mengoceh banyak hal di rapat ini.


Sehingga, Shen Jun berjalan mendekati Zi Wei dan mengajak wanita itu walk out dengan seenak udelnya. Shen Jun dan Zi Wei meninggalkan rapat yang belum menentukannya putusan.


Barulah ketika keduanya telah keluar ruangan dan tidak mendapati orang di sekitar mereka, Zi Wei meminta penjelasan atas ucapan Shen Jun barisan. "Aku tahu kau hanya ingin membantuku, tetapi apa harus dengan cara seperti itu?"


Shen Jun bergeming, dia terus saja berjalan di depan Zi Wei tanpa menoleh ke belakang sama sekali. Hingga membuat Zi Wei kesal karena Jun telah mengabaikannya.

__ADS_1


"Tuan Shen? Apa kau tidak mendengarkan aku?"


Merasa jika Zi Wei benar-benar telah menguji kesabarannya, barulah Shen Jun menoleh ke belakang dengan tatapan seperti ketika dia datang menerobos ke ruang rapat tadi. "Kenapa? Kau tidak suka dengan caraku?"


"Bukan begitu, orang pasti akan salah paham dengan kita."


Kali ini Shen Jun berhenti dan berjalan ke arah Zi Wei dan berhasil menekan langkah Zi Wei hingga membuat wanita itu terdesak di dinding lorong kantor.


"A-apa yang kau lakukan? Ini kantor!" tolak Zi Wei karena jika orang ada yang melihat kejadian ini pasti akan semakin salah paham pada mereka berdua.


"Kau tahu apa alasannya aku ke sini?" Maksud Shen Jun adalah alasan dia datang ke Big Star.


"Kau ingin mengambil alih Big Star?"


Shen Jun menggeleng, dan kini lelaki itu semakin gencar membuat Zi Wei semakin terdesak dengan tanpa adanya jarak di antara mereka berdua.


"Takdir, takdirlah yang membuatku datang ke sini." ujar Shen Jun.


"Tidak, ini tidak mungkin! Tuan Shen bukanlah orang yang sama dengan orang yang membunuhku." Da da Zi Wei semakin sesak. Seperti penyakitnya akan kambuh di tempat umum seperti ini. Wanita itu kesulitan mengatur napasnya. Hingga membuatnya harus memberontak.


Namun, Shen Jun dengan mudah menahannya. "Ada takdir di antara kita. Takdir yang belum usai." bisik Shen Jun di telinga Zi Wei.


Oksigen di sekitar kantor ini seperti berkurang hingga membuat Zi Wei kesulitan memperolehnya hingga menyebabkan kesulitan bernapas. Kepala Zi Wei berputar dan kini pandangan matanya kabur.


Zi Wei pingsan, dan Shen Jun mampu menangkapnya. Jun segera membawa Zi Wei ke ruang perawatan agar tidak terjadi apa-apa dengan Zi Wei.


"Wei er? Sadarlah? Aku hanya bercanda." Shen Jun menyesali perbuatannya yang telah menggoda Zi Wei tadi. Dia hanya ingin memberi rasa aman pada wanita itu. Selama ini Shen Jun hanya menginginkan agar Zi Wei bisa bersandar padanya jika mendapatkan masalah.


Rupanya pendekatan yang dilakukan Jun malah menyebabkan guncangan bagi Zi Wei. "Bangunlah, setelah ini aku janji akan pelan-pelan lagi."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2