Takdir Cinta Zi Wei

Takdir Cinta Zi Wei
Bab 16


__ADS_3

Tidur Zi Wei terganggu dengan bunyi dering dari ponsel di atas nakasnya. Zi Wei menggerakkan tangannya guna meraih benda tipis berlayar datar itu. Begitu tangannya telah mendapatkan, Zi Wei segera mengangkat telepon untuknya.


"Hei, ini jam berapa? Kenapa kau belum juga sampai di rumahku?" Suara itu begitu memekikkan telinga Zi Wei.


Memang, akhir-akhir ini wanita cantik berlesung pipi itu telah terbiasa mendengarkan kata-kata tidak mengenakkan dari artisnya.


"Aku baru saja ,,, hatcuu ...." Suara bersin Zi Wei terdengar masuk lewat sambungan telepon Shen Jun hingga membuat pria itu mengkhawatirkan kesehatan Wei Wei.


"Kau tidak apa-apa? Apa kau sakit, Wei er?"


Belum sempat Zi Wei menjawab, kembali wanita muda itu bersin kembali. Namun, kali ini Zi Wei menjauhkan ponselnya dari mulutnya. "Aku tidak apa-apa, aku hanya ... " Dan lagi-lagi Jun kembali melakukan hal seenak hatinya. Pria itu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


"Bukankah aku tidak melakukan kesalahan? Apa flu merupakan kesalahan?" gumam Zi Wei meletakkan kembali ponselnya ke nakas dan berusaha bangkit dari tempat tidurnya.


Sebelum melakukan aktivitas lanjutan, Zi Wei ingin meminum obat flu untuk meredakan gejala flu yang dia derita ini. Bagaimanapun juga itu dilakukan agar tidak menular ke teman ataupun artis yang lain.


Sebagai bentuk pengabdian selama ini, Zi Wei tidak berniat untuk cuti pada hari ini. Karena banyak yang harus dia kerjakan hari ini. Salah satu hal penting adalah memastikan shooting hari pertama bagi Jun dan Xiao Mo berjalan lancar.


Baru saja Zi Wei menyelesaikan sarapan paginya, bel rumah sewanya terus berbunyi hingga membuat dirinya terganggu. Untuk itu, Zi Wei segera keluar dan memastikan tidak ada lagi yang bisa menggangu aktivitas hariannya.


Betapa terkejutnya wanita berambut hitam itu kala melihat Shen Jun berada tepat di depannya. "Kau seperti melihat hantu saja?" tebak Jun karena melihat kekagetan di wajah cantik Wei Wei.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Shen Jun tidak menjawab pernyataan Zi Wei, pria itu lebih tertarik memastikan jika Wei Wei baik-baik saja dengan cara menyentuh dahinya guna mengira suhu tubuh Zi Wei.


"Kau sedikit demam, Nona Wei."

__ADS_1


"Hanya sedikit, aku sudah minum obat. Jangan khawatir ini hanya masalah kecil."


Rupanya Zi Wei berniat pergi bekerja dalam keadaan seperti ini. Itu bisa Jun lihat dari penampilan Zi Wei yang telah mengenakan busana formal seperti gaya wanita itu ketika bekerja.


"Apa kau akan bekerja dalam keadaan seperti ini?"


"Tentu saja, hari ini artisku akan melakukan pengambilan adegan pertama. Aku akan memastikan berjalan dengan lancar."


Zi Wei wanita yang cukup keras kepala, hingga membuat Jun harus menggunakan segala macam cara agar wanita itu bersedia menuruti kemauannya untuk beristirahat di rumah. Setidaknya hingga keadaannya benar-benar pulih.


"Tidak perlu, di lokasi ada banyak yang bisa membantu. Lagipula baik aku dan Xiao Mo sangat profesional. Kau cukup istirahat saja di rumah."


"Tidak-tidak, aku sudah baikan. Aku akan menemani kalian."


Shen Jun menarik napas dalam dan mengembuskan dengan kasar. "Kau ini susah sekali diajak bicara. Jangan membantah! apa kau begitu butuh uang hingga mengabaikan kesehatanmu?" Mungkin dengan cara seperti ini Zi Wei akan mengalah.


Niat Zi Wei begitu tulus kepada semua orang yang bekerja dengannya. Sudah menjadi wataknya jika melakukan seperti itu. Jangankan dalam keadaan sakit, bahkan dulu Zi Wei pernah melakukan rapat secara online meski dirinya sedang menjalani rawat inap. Dan Luo Bai tidak kurang lagi untuk memarahi Zi Wei.


Kini, Jun mau tidak mau mengizinkan wanita itu untuk pergi ke lokasi shooting episode pertama acara ragam. Namun dengan catatan, hanya sebentar saja. Dan jika sudah berjalan dengan baik, Zi Wei akan diantar kembali ke rumahnya.


"Oke, sepakat!"


Shen Jun kembali teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat seorang pria membetulkan posisi kerah baju Zi Wei. Keduanya terlihat cukup dekat hingga membuat hati Jun seperti terbakar. Pada kali ini, Jun berniat melakukan hal yang sama. Namun, sial ... Zi Wei Tidak memberikan kesempatan bagi Shen Jun melakukan hal itu. Karena Zi Wei memakai jaket tebal sebagai outer baju kerjanya.


Di dalam mobil pun juga sama, keadaan canggung itu terus saja berlanjut. Zi Wei terlalu serius dengan tablet dalam genggamannya tanpa menoleh ataupun melirik Shen Jun di kursi belakang penumpang, karena Zi Wei lebih memilih duduk di samping pengemudi.


"Oke, jika begitu aku harus melakukan sesuatu."

__ADS_1


"Tenggorokanku kering, aku ingin minum!" pinta Shen Jun untuk mengalihkan pandangan Zi Wei dari pekerjaannya.


Wanita itu secara spontan meraih botol minum di dekatnya dan mengulurkan untuk Shen Jun. Tetapi, apa yang Zi Wei dapat?


"Kau tidak lihat? Aku sedang baca script. Bantu aku minum!" Sifat jail dan kekanak-kanakan Shen Jun kembali keluar.


Meskipun begitu, Zi Wei tidak keberatan karena memang ini adalah tugasnya. Hanya saja, kadang dia juga merasakan sakit hati jika Jun terus bersikap seperti itu padanya. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Jun hanya ingin mendapatkan perhatian dari Zi Wei saja.


Zi Wei membuka Tumblr berwarna kehijauan itu dan mengarahkan ke mulut Shen Jun. Rupanya Zi Wei agak sedikit kesulitan karena letak duduk keduanya cukup jauh. "Tolong buka mulutmu, Tuan Shen!"


Hingga Badan Zi Wei kini berbalik ke belakang dan lebih dekat lagi dengan pria yang sering memintanya melakukan hal-hal aneh. "Kurang dekat!" pinta Jun lagi.


"Bagaimana bisa dekat jika kau tidak bergeser sedikit ke depan." Kesal, Zi Wei memarahi Jun yang tidak mau terlibat kesulitan sedikit pun.


Akhirnya Jun bersedia menggeser tubuhnya condong sedikit ke depan. Air dari dalam Tumblr telah masuk sedikit demi sedikit ke mulut Shen Jun. Namun, kembali lagi kesialan terjadi di antara keduanya. Sopir mengerem mendadak karena ada pengemudi motor yang menyebrang tiba-tiba.


Dan nasib sial itu menghampiri Shen Jun. Botol minum yang terbuka itu membuat air di dalamnya tumpah hingga mengenai paha Shen Jun. "Maaf, Tuan!" "Aduh!" Sopir dan Zi Wei berseru secara bersamaan.


Celana panjang Shen Jun basah dibuatnya, untung saja sebagai asisten artis Zi Wei telah mempersiapkan hal buruk sebelumnya. Sehingga Jin tidak perlu repot lagi dengan kejadian seperti ini.


Namun, bagaimana Shen Jun bisa mengganti celananya yang basah jika ada Zi Wei di dalam mobilnya?


"Tutup matamu! jangan sekali-kali menengok ke belakang!" perintah Shen Jun kepada Zi Wei.


...****************...


__ADS_1



__ADS_2