Takdir Cinta Zi Wei

Takdir Cinta Zi Wei
Bab 28


__ADS_3

Karena kesibukannya, Shen Jun tidak menyadari jika sudah dua hari ini Zi Wei tidak lagi mengatur jadwalnya. Meski tidak berada di kota yang sama, Zi Wei masih bersedia membalas pesan ataupun mengangkat telepon ketika ada artisnya yang meminta bantuan. Oleh karena itu, Shen Jun tidak menyadari kepergian Zi Wei dari masa kerjanya.


Dan barulah Jun sadar jika Zi Wei tak lagi berada di kantor ketika salah satu wakil manager membawakannya sebuah daftar acara promosi album yang nantinya akan dihadiri oleh Shen Jun seusai peluncuran album ke tiganya.


"Kenapa yang membawa ini kau, Nona?" tegur Shen Jun merasa tidak senang ada orang lain yang datang ke studio musiknya.


Shen Jun memang kini jarang terlihat di Big Star Entertainment, oleh karena itulah Jun tidak tahu menahu keabsenan Zi Wei.


"Selama Nona Wei cuti, saya ditugaskan olehnya untuk membantu mengatasi program-program Anda, Tuan Shen."


"Cuti? Nona Wei? Sejak kapan? Kenapa kalian tidak mengatakannya padaku?" Shen Jun menutup daftar kontrak yang berada di depannya dan beranjak meninggalkan Studio miliknya.


"Tu-tuan Shen, kau mau ke mana? Aku akan mengantarmu!" Tan Ming berteriak menyusul Shen Jun ke Lexus LX, SUV miliknya.


"Ada yang harus kulakukan!"


"Tapi ... kau harus menyiapkan beberapa pidato untuk launching nanti." cegah manager sementara Shen Jun tadi.


"Tutup mulutmu! tahukah engkau jika selama ini aku yang menggajimu?" bentak Shen Jun tanpa menoleh sedikitpun ke arah mereka yang mengkhawatirkannya.


Shen Jun memacu kendaraannya ke Big Star Entertainment. Dia ingin memastikan kapan dan alasan apa yang membuat Zi Wei cuti. Tidak hanya itu saja, Shen Jun juga mencoba menghubungi wanita itu.


"Apakah dia menghindariku karena pernyataan live kemarin? Ataukah dia menyadari jika aku ... ahhh!" Shen Jun meneriaki mobil yang dia kemudian karena Zi Wei tak kunjung mengangkat panggilannya.


Barulah ketika Jun tiba di Big Star, pria itu mulai mengubah air mukanya karena Shen Jun tidak ingin terpotret oleh paparazi yang bisa mengambil gambar secara random.


Jun berjalan cepat menuju bagian kepegawaian guna menanyakan perihal cuti Zi Wei. Tidak sedikit pegawai yang menyangsikan alasan Shen Jun ingin tahu hingga mendalam seperti ini.


"Nona Wei baru saja mengambil cuti tahuannya, selama ini dia memang terus aktif bekerja hingga tidak libur saat tahun baru Imlek." jawab penanggung jawab kehadiran pegawai.


Tidak mendapatkan jawaban yang tepat berupa alasan Zi Wei cuti, Shen Jun bergegas ke rumah sewa Zi Wei. Siapa tahu saja, wanita itu berniat malas-malasan di rumah.


Namun, apa yang diinginkan oleh Shen Jun lagi-lagi lolos begitu saja, pihak keamanan gedung telah memastikan jika Nona Wei mereka tidak terlihat pulang selama dua hari.

__ADS_1


"Dua hari?" Shen Jun mengulangi jawaban Satpam tua tadi


**


Tidak ada kabar sama sekali, membuat Shen Jun sangat mengkhawatirkan Zi Wei. Tentu saja, karena Shen Jun telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga wanita itu hingga titik Kematian yang memisahkan mereka.


Beruntung Shen Jun sempat terlintas sesuatu. Jun teringat jika Zi Wei memiliki teman jurnalis yang sering berbagi kisah dengannya. Iya, Do Ruan.


Ruan Ruan adalah teman Zi Wei di kala suka dan duka. Dan dengan cara itulah, Shen Jun akan mendapatkan sedikit informasi mengenai keberadaan Zi Weinya.


Shen Jun mendatangi tempat kerja Nona Do guna menanyakan keberadaan Zi Wei pada jurnalis senior itu.


"Wei Wei? Kabur?" tanya Ruan yang begitu terkejut dan mengira jika Zi Wei kabur dari pekerjaannya.


Selama ini Do Ruan tahu jika teman baiknya itu selalu bertanggung jawab pada pekerjaan, jadi "Mana mungkin dia kabur?"


"Kau pasti telah merudungnya, karena aku tahu seperti apa temanku." Keduanya berbisik di sebuah tempat yang tertutup agar Shen Jun tidak terganggu oleh sesama rekan jurnalis Do Ruan.


"Mana kutahu, hanya kaulah orang terdekat Wei Wei, Nona Do." bujuk Shen Jun kembali.


"Di mana?" Mata Shen Jun tak kalah berbinar begitu Do Ruan mengklam mengetahui keberadaan Zi Wei. Dia begitu bersyukur.


Ruan Ruan memberikan secarik kertas berisikan sebuah alamat kepada Shen Jun. Tidak ingin membuang waktu terlalu lama, Shen Jun langsung bertolak ke alamat yang kini berada di tangannya.


Menurut penjelasan Do Ruan, kini Zi Wei berada di kampung halamannya. "Dia akan memperingati kematian ayahnya."


Jarak antara Chengdu dan Beijing yang hampir 2.000 km akan ditaklukkan oleh Shen Jun. Pria itu langsung memesan penerbangan saat ini juga menuju tempat asal keluarga Zi Wei.


"Aku bahkan tidak sempat membawa apapun untuk orangtuanya," keluh Shen Jun ketika dia teringat hanya bertangan hampa saja tanpa amunisi untuk menaklukkan Zi Wei dan keluarganya.


**


Penerbangan selama 3 jam lebih dilalui oleh Shen Jun dengan lancar. Sesekali Shen Jun merapikan penampilannya sebelum pesawat benar-benar landing cantik di distrik Chengdu.

__ADS_1


Suasana pedesaan nan segar dengan angin gunungnya dapat dirasakan di Chengdu. Modernitas tak membuat Chengdu kehilangan keindahan masa lalunya. Meski tidak seramai kota besar seperti Beijing ataupun Shanghai, Chengdu juga memiliki mobilitas tinggi.


Shen Jun melanjutkan perjalanannya ke rumah Zi Wei dengan sebuah taksi yang telah dia pesan.


Tepat di depan alamat yang tertulis di catatan dari Do Ruan, Shen Jun melihat seorang kakek tua berdiri di depan pagar kayu berukir burung merak.


"Kau cari siapa anak muda?" tegurnya pada Shen Jun yang dia rasa seperti orang asing karena tidak pernah terlihat di daerah ini.


"Aku mencari dia!" jawab Shen Jun sembari menunjukkan sebuah foto Wu Zi Wei dengan manisnya.


"Oh ... gadis ini?"


Kakek menarik tangan Shen Jun hingga membuat pria itu terlonjak hingga mengikuti kakek tua masuk ke dalam rumah.


"Wei er, kau anak nakal! lihat siapa yang datang?" Dengan langkah tertatih si kakek menggelandang Shen Jun masuk ke dalam rumah yang alamatnya tertera di kertas tadi.


Dari dalam keluarlah dua orang wanita yang tampak sibuk satu sama lain.


"Tuan Shen?"


"Xiao Jun?"


Dua wanita tadi ternganga dengan kedatangan Shen Jun di rumah mereka.


"Gadis tengik, apa kau akan diam saja melihat kedatangan suamimu?" Kakek membentak Zi Wei hingga menodo ng kan tongkat kayunya ke arah Zi Wei.


"Suami?" tegur Zi Wei.


"Zi Wei, kakekmu berulah lagi," Nyonya Su menepuk jidatnya karena kebiasaan pikun sang ayah.


"Seorang istri tidak boleh marah dan pergi meninggalkan rumah lebih dari 3 hari," imbuh kakek lagi.


"Tidaaaaak ... "

__ADS_1


...****************...



__ADS_2