Takdir Cinta Zi Wei

Takdir Cinta Zi Wei
Bab 21


__ADS_3

Zi Wei terus meyakinkan ibunya jika dia dan Shen Jun tidak memiliki hubungan khusus. Semakin Zi Wei terus berusaha, Nyonya Su semakin mencurigai sang putri yang terlibat hubungan kencan dengan artis tampan itu.


"Lagipula kenapa memangnya kalau kami berkencan, Ai?"


"Sebenarnya tidak masalah. Tetapi ... kau tahu sendiri bukan posisimu sebagai public figur? Pasti akan sulit bagi kalian berdua,"


"Aku bisa gila jika terus berada di sini," ucap Zi Wei dengan nada kesal, bagaimanapun juga Zi Wei tidak menginginkan hal seperti yang ibu dan Shen Jun perdebatkan. Lagipula, baik Wei Wei maupun Shen Jun tidak pernah melakukan hal yang mereka ributkan.


Untung saja, bunyi ponsel menyelamatkan Zi Wei dari perdebatan bersama Jun dan Ibunya. Setidaknya dengan adanya panggilan itu, Zi Wei bisa meninggalkan dua orang yang masih kekeuh di ruang tamunya kini.


Telepon tersebut berasal dari bagian kepegawaian Big Star yang menyebutkan jika Zi Wei bisa bekerja kembali seperti sedia kala. Dan untuk rumor yang merebak, tim Humas serta kuasa hukum Big Star sedang menangani gosip itu.


Selain itu, Do Ruan juga ikut andil membersikan nama baik sahabatnya. Selain mengenal Zi Wei luar dalam, Ruan juga bisa menjadi ujung tombak Zi Wei menangani masalah di bidang media. Ruan mempublikasikan sebuah artikel yang mengatakan siapa Zi Wei dan hubungan apa yang dimilikinya.


Tentu saja Zi Wei mengucapkan banyak terimakasih kepada temannya yang bekerja di bidang jurnalistik tersebut.


"Hei, aku hanya membantu. Lagipula ini tidak gratis," sindir Do Ruan.


Zi Wei tahu, meski memiliki otak licik dan suka memanfaatkan keadaan, sebenarnya Ruan cukup setia kawan. Dan untuk membalas rasa terimakasih pada Ruan, Zi Wei akan mengajak wanita itu minum bersama.


Shen Jun yang sempat mendengar ajakan Zi Wei minum bersama Ruan, berkacak pinggang. "Tidak, terakhir kali kau minum aku kesulitan. Bagiamana jika kau bertemu pria me sum?"


"Tuan Shen, aku paham. Kau sudah banyak membantuku. Tetapi, kau tidak perlu bertindak sejauh ini dengan hidupku." Tetap saja Zi Wei tidak ingin mendengarkan kata-kata Jun dan masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap kerja.

__ADS_1


"Ai, kau lihat sendiri seperti apa dia!" Shen Jun mengadu kepada Nyonya Su tentang keras kepala Zi Wei.


"Kalian urus saja masalah kalian sendiri! Ibu pusing memikirkan kalian."


**


Zi Wei kembali ke kantor seperti sedia kala. Jika kemarin banyak mata sinis menatapnya, maka kini semuanya sangat berbanding terbalik. Bahkan ketika wanita berambut panjang itu menginjakkan kaki ke Big Star semua karyawan dengan ramah menyapanya.


"Aku bukan bintang besar! kenapa semua orang membuatku muak?"


Semua rasa heran Zi Wei pupus setelah dia mendapatkan sebuah kejutan berupa tepukan di pundaknya. "Jie, bisakah kita bicara? Kali ini kita tidak sendiri." pinta Chen Mo, dia tidak akan membiarkan lagi wanita yang dicintainya menderita apalagi terpotret dan diekspos media.


"Ada apa?"


"Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan lagi. Semua sudah diatasi, bukan?" Zi Wei meminta Xiao Mo agar tidak terpengaruh berita negatifnya.


Dan Chen Mo juga ingin meminta maaf, karena rencana untuk mengungkapkan perasaanya berakhir menyulitkan Zi Wei seperti ini.


"Dengarkan aku, Xiao Mo. Aku ini berada di belakangmu. Jadi aku tidak akan diam saja jika ada yang merusak reputasimu. Selain aku, tim kita juga tidak akan tinggal diam. Sekarang, kau cukup fokus saja kepada karier bermusikmu." Bagaimanapun juga, Zi Wei telah lama kenal dengan Xiao Mo. Bahkan wanita itu telah menganggap Xiao Mo sebagai adik kandungnya sendiri.


"Aku tahu, Jie. Kau sungguh menyayangi aku. Tapi aku lupa dan sering menyusahkan kamu, Jie."


Zi Wei dengan hangat memeluk Xiao Mo agar pemuda itu bisa merasakan rasa pedulinya. Tidak hanya Zi Wei saja, anak buah Zi Wei juga memeluk mereka berdua sebagai bentuk dukungan moril.

__ADS_1


"Kau harus lebih dewasa lagi, Xiao Mo. Bijaklah dalam melakukan apapun." nasihat anak buah Zi Wei menimpali. "Agar Nona Wei tidak terus mendapatkan kesulitan karenamu."


**


Masalah Xiao Mo bisa teratasi karena banyak pihak yang peduli akan karier Xiao Mo. Selain itu, orang terdekat Xiao Mo juga tidak ingin anak yang selama ini mereka besarkan tumbuh menjadi bintang yang gagal. Sehingga mereka bahu membahu saling melindungi Xiao Mo. Tidak hanya itu saja, dukungan Shen Jun juga tidak bisa diremehkan. Pria itu bahkan mengancam pihak media jika tidak me-take down artikel tersebut, Jun akan melaporkan karena mereka telah mengusik kehidupan orang lain dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan dan merugikan berbagai pihak.


Dampak atas kasus itu, saham Big Star yang awalnya turun, kini semakin menanjak. Bahkan bagian Humas tidak perlu melakukan jumpa pers untuk meluruskan masalah tersebut. Semua bisa diatasi oleh tangan-tangan tidak terlihat termasuk juga Do Ruan.


"Kau di mana? Kakiku sudah pegal menunggu di depan kantormu." umpat Ruan Ruan dengan kesal kepada sahabatnya.


"Haiya ... Ruan er, beri aku sedikit waktu. 5 menit lagi aku turun." bujuk Zi Wei kepada jurnalis wanita tersebut.


"Jika kau tidak turun dalam lima menit, awas saja! besok akan ada berita besar tentangmu."


"Dasar wanita ular!" umpat Zi Wei.


Keduanya memang berencana minum hingga pagi, sebagai bentuk rasa terimakasih kepada Do Ruan.


Ruan sengaja memilih tempat yang menurutnya akan nyaman duduk sambil mengobrol dan minum bersama. Hingga Ruan memilih restoran hot pot langganan mereka berdua. Zi Wei sengaja mengikuti semua yang Ruan minta, dia juga tidak keberatan jika harus membayar mahal makanan serta minuman Ruan. Mereka memesan satu pot besar daging, aneka sayur serta pelengkap hot pot. Tidak hanya itu saja, mereka juga memesan dua gelas bir berukuran besar.


"Kau di mana?" Jun terus memandangi layar ponselnya. Dia sedang menunggu Zi Wei membalas pesannya. Tetapi apa yang diinginkan oleh Shen Jun tidak membuahkan hasil. Zi Wei sedang asyik bersama Do Ruan hingga tidak berniat membalas pesannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2