Takdir Cinta Zi Wei

Takdir Cinta Zi Wei
Bab 31


__ADS_3

Sebelum Jun dan Zi Wei landing di Daxing Internasional Airport, Tan Ming telah terlebih dahulu mengabarkan kepada Shen Jun bahwa dia telah menunggu kedatangan mereka berdua.


Selain itu, ada hal yang mengganjal di hati Shen Jun. Sebelum pria itu meninggalkan kota Chengdu, Paman Huang menelepon Shen Jun dan mengatakan jika ada konflik di tubuh pemegang saham Big Star. "Beberapa pemegang saham kecil berencana menjual saham mereka karena ada rumor jika investor akan menarik dana mereka dari Big Star," ucap Paman Huang dalam panggilan telepon bersama Shen Jun.


Shen Jun selalu menyimpan hal penting seperti ini sendiri. Dia sama sekali tidak ingin membaginya dengan Zi Wei, karena Jun tidak ingin Zi Wei terbebani dengan masalah perusahaan.


"Kau kenapa? Apa ada masalah?" tegur Zi Wei kepada Shen Jun sebelum dia melepaskan sabuk pengaman yang melilit di pinggang rampingnya.


"Masalah apa? Kau sendiri adalah masalahku." jawab Shen Jun dengan santai. Pria itu masih bisa bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


Setelah keduanya turun dari pesawat, baik Shen Jun dan Zi Wei segera mengaktifkan sambungan data di ponsel mereka.


Shen Jun terpana dengan begitu banyaknya panggilan dari Tan Ming yang masuk ke ponselnya. Tidak kurang dari 20 kali, asisten yang sering merangkap menjadi sopir Shen Jun itu menghubungi atasannya.


Tidak ingin menunggu lama, Shen Jun segera menghubungi kembali Tan Ming dalam perjalan mereka mengambil bagasi.


Tan Ming mengatakan jika Shen Jun kini berada dalam masalah. Dan Tan Ming juga kini sedang menunggu Shen Jun di ruang tunggu khusus maskapai.


Mendengar perkataan dari asistennya itu, Jun segera menarik Zi Wei pergi meninggalkan aktivitasnya sebelum banyak orang datang dan melihat keberadaan mereka berdua.


"Kita sedang di kepung, wartawan telah mengelilingi pintu masuk dan keluar Bandara ini."


"Apa? Kau terlibat masalah lagi? Atau jangan-jangan ada rumor lagi?" Zi Wei menduga jika Shen Jun baru saja berulah.


"Jika tidak, kenapa pria itu mengatakan dia dikepung?"


Shen Jun membawa Zi Wei ke tempat di mana Tan Ming sedang menunggunya. Di tempat aman dari kejaran wartawan itulah, Tan Ming begitu terkesiap melihat atasannya menggandeng Nona Wei dengan perasaan seperti sedang melindunginya.


"Apa tidak ada celah sedikitpun?" tanya Shen Jun begitu keduanya tiba dengan napas yang terengah-engah.

__ADS_1


"Bisa kalian jelaskan ada apa ini?" Zi Wei yang tidak tahu menahu kini harus ikut ngos-ngosan karena Jun terus menariknya dan berlari ke tempat ini.


Sebenarnya Shen Jun tidak ingin membuat Zi Wei khawatir, tetapi wanita itu kini telah melihatnya sendiri jika tempat ini telah didatangi oleh wartawan.


Tidak hanya itu saja, Bos Huang kembali menghubungi Shen Jun dan berkata, "Mereka merencanakan rapat dadakan, Xiao Jun. Aku yakin target mereka adalah kita. Dan merekalah yang mengirim wartawan ke Bandara agar kau terlambat ke sini."


"Sialan! Han tua itu pasti tidak terima karena aku menolak perjodohan dengan anaknya." umpat Shen Jun dengan geram seperti hendak mengunyah bulat-bulat orang tersebut.


Tan Ming dan Zi Wei saling pandang, mau tak mau kini Zi Wei juga harus memikirkan bagaimana caranya agat Shen Jun tidak terjebak di Bandara ini. "Sebenarnya tidak masalah jika mereka melihatmu, tetapi yang aku khawatirkan mereka akan menahanmu dengan berbagai pertanyaan hingga kau terlambat."


Benar sekali ucapan Zi Wei, bukan masalah jika Shen Jun terpotret paparazi di tempat umum seperti Bandara. Bahkan di luar, para pengawal Shen Jun juga telah siap sedia, tetapi kini yang jadi masalah jika wajah Shen Jun sampai terlihat oleh media, pasti mereka akan melakukan wawancara mendadak.


"Hubungi pihak penjagaan, aku akan keluar dalam lima belas menit. Kau keluar saja lewat pintu samping. Aku dan Nona Wei akan keluar dari pintu depan." ucap Shen Jun.


"Tuan Shen?"


"Shen Jun?'


Tan Ming segera melakukan hal yang diminta oleh Shen Jun dan segera keluar mengamankan mobil untuk kepulangan Shen Jun bersama para pengawal.


Kedua manik wanita berambut hitam itu mendadak membulat sempurna melihat Shen Jun meminta sebuah bantal sofa kepada kru maskapai dan meminta Zi Wei untuk memakainya sebagai alat penyamaran.


"Kau gila, Tuan Shen?"


"Laopo, ini darurat."


"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu! lagipula kenapa aku harus ikut melakukan penyamaran?" Zi Wei tidak terima dan protes atas perlakuan Shen Jun padanya.


Namun, Shen Jun terus memaksa Zi Wei memakai bantal itu seolah kini dirinya seperti sedang hamil tua dan siap melahirkan. Bantal itu ditali dengan kuat agar tidak bergeser hingga menyebabkan penyamaran mereka terungkap. Dan Shen Jun terus berdalih ini adalah ide yang paling akurat dan bisa membantunya.

__ADS_1


"Kau berhutang banyak hal padaku, Bedebah!"


"Iya, aku akan membalasnya dengan menikahimu."


"Dasar brengsek, mana mungkin aku bersedia menikah denganmu, kau keterlaluan."


Untuk meyakinkan drama mereka, Shen Jun menyiram bagian belakang tubuh Zi Wei dengan air mineral agar Zi Wei terlihat seperti wanita yang hendak melahirkan. Bagian belakang Zi Wei yang sedikit basah seperti ari ketuban yang merembes keluar. Tidak hanya itu saja, penampilan keduanya juga semakin meyakinkan dengan topi serta kaca mata hitam.


Pria itu menuntun Zi Wei yang berjalan tertatih menuju pintu keluar Bandara. Wajah panik keduanya sangat pas bahkan bisa mengalahkan para artis peran yang masuk nominasi penghargaan aktor dan aktris terbaik.


"Permisi, tolong minggir! istriku mau melahirkan setelah kami pulang berlibur." ujar Shen Jun dengan nada lugas.


Para awak media yang mengepung serta penumpang lain menatap ke arah mereka berdua. Banyak yang bersimpati kepada Zi Wei.


"Bagaimana bisa? Wanita itu sudah tampak pucat." imbuh orang di sebelah Zi Wei.


"Mohon kalian minggir, air ketuban istri saya keluar karena dia terlalu lelah naik gunung."


"What? Gunung? Kau gila!" umpat Zi Wei diiringi cubitan di pinggang Shen Jun.


Mereka yang lalu lalang sangat menyayangkan hal itu, dan membantu Shen Jun dengan memberinya jalan agar cepat mencapai pintu keluar. Bahkan ada pria setengah abad yang membantu mereka memanggil taksi untuk keduanya.


Shen Jun tidak menolak bantuan itu karena hal ini bisa membuatnya seakan keduanya adalah pasangan nyata. Tak lupa Shen Jun juga berterimakasih atas bantuannya.


Shen Jun membantu Zi Wei masuk ke dalam taksi. Dan sopir taksi pun dengan sigap langsung tancap gas meninggalkan Bandara.


Barulah ketika kedua bisa bernapas lega dengan membuka kaca mata dan topi, sopir taksi itu tercengang melihat pria di kursi belakangnya.


Jun berdehem dan mengucap terimakasih kepada sopir taksi itu karena sudah membantu mereka, selain itu, Zi Wei juga segera melepaskan bantal di perutnya.

__ADS_1


"Anda?" Sopir taksi itu terus menatap ke belakang.


Tetapi, Shen Jun tidak menggubrisnya dan segera menghuni Tan Ming untuk menjemput mereka.


__ADS_2